728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Pidato Tandingan Effendi Ghazali utk SBY
VIVAnews - Beberapa tokoh masyarakat menyatakan kekecewaannya terhadap tanggapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas rekomendasi Tim 8, Senin 23 November 2009 malam.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Effendi Ghazali bahkan membuat pidato 'tandingan' atas pidato SBY.

Effendi pun membacakan pidato yang diberi tajuk '(Seandainya) Pidato
SBY Seperti ini' dalam diskusi di Warung Daun, Selasa 24 November 2009. Pidato itu dibacakan perlahan-lahan, bahkan dengan mengikuti gaya
bicara SBY.



Berikut teks pidato versi Effendi Ghazali:

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan. Dengan terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa serta dengan memohon ridho-Nya.

Pada malam hari ini saya ingin menyampaikan penjelasan kepada seluruh rakyat Indonesia menyangkut beberapa isu penting yang berkaitan dengan hukum dan keadilan di negeri kita.

Isu penting yang saya maksud adalah pertama, kasus Saudara Chandra M Hamzah dan Suadara Bibit Samad Rianto. Dan, kedua, kasus Bank Century. Kedua kasus ini telah menjadi perhatian masyarakat yang amat mengemuka. Kedua isu ini juga telah mendominasi pemberitaan di hampir semua media massa disertai dengan percakapan publik yang menyertainya, bahkan disertai pula dengan desas-desus atau rumor yang tidak mengandung kebenaran.

Oleh karena itu, selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, malam ini saya pandang perlu untuk menjelaskan duduk persoalan serta sikap pandangan dan solusi yang perlu ditempuh terhadap kedua permasalahan tersebut.

Dalam waktu dua minggu terakhir ini, saya sengaja menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan menyangkut kasus Saudara Chandra Hamzah dan Saudara Bibit Samad Rianto serta Bank Century. Mengapa?

Saudara-saudara masih ingat, pada tanggal 2 November 2009 lalu, dengan mencermati dinamika di lingkungan masyarakat luas yang antara lain berupa silang pendapat kecurigaan dan ketidakpercayaan atas proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri dan Kejaksaan Agung, saya telah membentuk sebuh tim independen, yaitu Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Saudara Chandra Hamzah dan Saudara Bibit Samad Rianto.

Tim Independen ini yang sering disebut tim Delapan bekerja selama dua minggu, siang dan malam, dan akhirnya pada tanggal 17 November 2009 yang lalu secara resmi telah menyerahkan hasil kerja dan rekomendasinya kepada saya. Setelah selama lima hari ini jajaran pemerintah, termasuk Polri dan Kejaksaan Agung saya instruksikan untuk merespons hasil kerja dan rekomendasi Tim Delapan, maka malam hari ini secara resmi saya akan menyampaikan kepada rakyat Indonesia, apa yang sepatutnya kita laksanakan ke depan.

Sebagaimana sudah saya sampaikan dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa kemarin malam, saya merasa out of the court settlement lebih luas dalam konteks kasus Saudara Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Namun, tentu saja cara-cara penyelesaian terhadap kasus hukum yang memiliki perhatian publik lebih luas seperti ini tetap berada dalam koridor konstitusi hukum dan perundang-undangan yang berlaku seraya dengan sungguh-sungguh memperhatikan dan mendengarkan aspirasi dan pendapat umum.

Karena itu, sekarang saya sampaikan kepada kepolisian dan kejaksaan, bahwa sikap dan arahan saya selaku Presiden Republik Indonesia adalah: dalam satu kali dua puluh empat jam ke depan sudah bisa dinyatakan oleh kepolisian dan kejaksaan, sesuai koridor hukum dan perundang-undangan, bahwa Saudara Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto bebas dari semua tuduhan yang dialamatkan terhadap mereka, terutama karena tidak cukup bukti untuk melanjutkan proses hukum tersebut.

Dan sesuai dengan koridor hukum dan perundang-undangan pula, dalam satu kali dua puluh empat jam sesudah itu, Saudara Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto direhabilitasi namanya sehingga dapat kembali bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi seperti sebelumnya.

Rakyat Indonesia yang saya cintai, sekarang saya akan menjelaskan sikap dan pandangan saya tentang kasus Bank Century. Selama ini saya masih menunggu hasil pemeriksaan investigasi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK yang dilakukan atas permintaan DPR RI.

Saya sungguh menghormati proses itu dan daya tidak ingin mengeluarkan pernyataan yang mendahului, apalagi ditafsirkan sebagai upaya mempengaruhi proses audit investigasi yang dilakukan BPK.

Setelah saya menerima hasil pemeriksaan investigasi BPK atas kasus Bank Century sore tadi, maka sekarang saya nyatakan sikap dan arahan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, yakni: saya meminta kepada PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan) dalam waktu satu kali dua puluh empat jam ke depan menyerahkan semua data transaksi keuangan terkait dengan kasus Bank Century kepada kepolisian dan Kejaksaan. Mekanisme inilah yang sesuai dengan koridor hukum dan perundang-undangan.

Namun, agar kasus ini betul-betul bisa dibedah secara fair dan cepat, maka saya meminta kepada kepolisian dan kejaksaan, agar dalam waktu satu kali dua puluh empat jam sesudah penerimaan data PPATK tersebut, mereka memberikannya kepada lembaga-lembaga tinggi negara dalam justice system yang relevan, serta juga kepada para pemimpin redaksi media massa.

Terhadap pemikiran dan usulan sejumlah anggota DPR RI untuk menggunakan hak angket terhadap Bank Century, saya menyambut baik agar perkara ini dengan mendapatkan kejelasan serta sekaligus untuk mengetahui apakah ada tindakan-tindakan yang keliru dan tidak tepat.

Bersamaan dengan penggunaan hak angket oleh DPR RI tersebut, saya juga akan melakukan sejumlah langkah tindakan internal pemerintah,berangkat dari hasil dan temuan pemeriksaan investigasi tersebut.

Saudara-saudara, sikap dan arahan ketiga saya yang sangat penting untuk saya sampaikan pada saat ini, adalah contoh langsung dari sikap tegas kita untuk melawan mafia hukum serta makelar kasus pada lembaga mana pun.

Karena itu, sebagai Presiden Republik Indonesia, sesudah menyelesaikan pidato ini saya akan langsung mengajukan laporan polisi
terhadap Saudara Anggodo yang telah mencatut nama saya dan menyebar fitnah seakan-akan saya mengetahui atau bahkan mem-back up atau mendukung skenario atau perbuatan yang sedang mereka rencanakan.

Dengan demikian, kepolisan bisa menetapkan Saudara Anggodo sebagai tersangka dan proses hukumnya dapat segera berjalan di dalam koridor hukum dan perundang-undangan. Ini juga akan membuktikan tidaklah benar desas-desus bahwa saya melindungi individu-individu tertentu yang diduga melakukan praktek mafia hukum.

Akhirnya saudara-saudara, marilah kita terus melangkah ke depan dan bekerja lebih gigih lagi untuk menyukseskan pembangunan bangsa.

Semoga Allah SWT Yang Maha Kuasa senantiasa membimbing perjalanan bangsa kita ke arah yang benar.
VIVAnews

salama'


--
drusle'
http://daengrusle.wordpress.com
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pidato Tandingan Effendi Ghazali utk SBY - 9756people
Info Petani -
Ada Apa di Balik Kasus Century??
13 November 2008. Pagi. Bank Century kolaps, bangkrut. Bank itu kalah kliring. Sore harinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama rombongan, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, terbang menuju Washington, Amerika Serikat, untuk menghadiri pertemuan G-20.

Sri Mulyani melaporkan kondisi Bank Century kepada SBY, 14 November. Hari itu juga, Sri Mulyani kembali ke Tanah Air. Tiba 17 November. Keadaan gawat. Sejumlah tindakan genting harus diambil.


Sejumlah rapat dengan Gubernur Bank Indonesia ketika itu, Boediono, harus segera digelar.

PUKUL 03.30 waktu Jakarta, Rabu, 26 November 2008. Udara terasa dingin. Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sepi. Pesawat Airbus A330-341 mendarat dengan mulus. 
Setelah melewati penerbangan meletihkan 30 jam dari Lima, Peru, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan turun dari pesawat.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut SBY dan rombongan di tangga pesawat. Kalla bukan hanya siap menyambut, melainkan juga siap melaporkan perkembangan di Tanah Air selama presiden ke luar negeri.
 Selama SBY melakukan misi 16 hari di luar negeri (ke Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, dan Peru), Kalla memimpin negara dan pemerintahan. Karena itu, ia segera melaporkan perkembangan di Tanah Air begitu pemberi mandat tiba.

Banyak yang dilaporkan. Salah satunya soal Bank Century. Ia melaporkan bagaimana Sri Mulyani dan Boediono menangani Bank Century.


Kalla juga melaporkan, "Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk menangkap Robert Tantular (pemilik Bank Century). Ini perampokan." 
"Baik, baik ...," begitu reaksi presiden seperti dikutip Kalla ketika menceritakan kisah tersebut di Studio Trans Kalla, Tanjung Bunga, Makassar, Selasa (24/11).


Kalla terlihat lebih gemuk. Berat badannya naik dua kilo sejak lepas dari kesibukan sebagai wakil presiden, 20 Oktober lalu. 
Dengan air muka yang cerah, Kalla berkata: "Sekarang tanggal 24 (November). Besok tanggal 25, persis setahun ketika Ani (Sri Mulyani) dan Boediono melaporkan Bank Century di kantor saya."
 


***

ISTANA Wakil Presiden RI, Jakarta, pukul 16.00 WIB, Selasa, 25 November 2008. Kalla ingat persis tanggal ini, lengkap dengan harinya.
 Ketika itu, ditemani stafnya masing-masing, Sri Mulyani dan Boediono melapor kepadanya mengenai Bank Century. Mereka harus melapor ke wapres karena presiden sedang di luar negeri. Pemilu presiden masih setahun lagi dan hubungan SBY-Kalla masih mesra.


"Apa? Bantuan? Kenapa harus dibantu. Ini perampokan," kata Kalla dengan suara keras ketika Sri Mulyani dan Boediono melaporkan "upaya penyelamatan" Bank Century.


Belum ada yang menduga bahwa kelak Boediono akan berpasangan dengan SBY, dan menang. Kalla adalah bos ketika itu.


Menurut Kalla, kedua pejabat itu melaporkan bahwa Bank Century menghadapi masalah besar. Masalah muncul karena krisis ekonomi global. Karena itu, Bank Century harus dibantu pemerintah dengan cara mengucurkan dana bailout (talangan).& #8232;

Bila tidak dibantu, demikian kedua pejabat itu meyakinkan Kalla, masalah Bank Century akan berimbas ke bank-bank lainnya. Pada akhirnya, perekonomian nasional akan oleng.


"Saya tidak setuju dengan pandangan itu. Krisis itu menghantam banyak orang. Masak ada badai cuma satu rumah yang kena. Tidak. Bila hanya Bank Century yang kena, itu bukan krisis. Yang bermasalah adalah Bank Century dan itu bukan karena krisis melainkan karena uang bank itu dirampok pemiliknya sendiri. Ini perampokan!" Kalla berteriak dengan keras.

"Lapor ke polisi," perintah Kalla kepada Sri Mulyani dan Boediono. "Sangat jelas, ini perampokan. Jangan berikan dana talangan." 
Sri Mulyani dan Boediono tidak berani. Bahkan mereka sempat bertanya, pasal apa yang akan dikenakan.

"Itu urusan polisi. Pokoknya ini perampokan," teriak Kalla lagi.


Karena melihat Sri Mulyani dan Boediono tidak menunjukkan gelagat akan memproses kasus ini secara hukum, Kalla lalu mengambil handphone-nya, menelepon Kapolri Bambang Hendarso Danuri.


"Tangkap Robert Tantular..., " teriaknya kepada Kapolri. Setelah menjelaskan secara singkat latar belakangan masalah, Kalla memerintahkan, "Tangkap secepatnya". 


"Saya tidak tahu pasal apa yang harus dikenakan. Ini perampokan, tangkap. Soal pasal urusan polisi," cerita Kalla sambil tertawa. 
Dua jam kemudian, Kapolri menelepon. Robert Tantular telah ditangkap oleh tim yang dipimpin Kabareskrim Susno Duaji.


Mengingat kecepatan polisi bertindak, dengan nada berkelakar, Kalla mengatakan, polisi itu baik asal diperintah untuk tujuan kebaikan.

***

DI ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 3 September 2009, Robert Tantular diadili. Ketika membacakan duplik, pengacaranya, Bambang Hartono, memprotes Kalla.


Ia menilai Kalla telah mengintervensi hukum karena memerintahkan Kapolri untuk menangkap kliennya.


"Tindakan tersebut bertentangan dengan hak asasi manusia," protes sang pengacara.&# 8232;

Menurut Bambang, penangkapan Robert Tantular tidak memiliki dasar hukum. Ia mengutip Boediono: "Pak Boediono selaku Gubernur BI mengatakan bahwa tidak bisa dilakukan penangkapan karena tidak ada dasar hukumnya." 
Mendengar protes pengacara itu, Kalla memberikan reaksi keras. Bahkan terus terang ia mengaku sangat marah.


Kata Kalla, "Saya marah karena saya disebut mengintervensi. Tidak. Saya tidak intervensi. Yang benar, saya memerintahkan polisi agar Robert Tantular ditangkap. Ini perampokan," katanya sambil tertawa.

Robert telah merugikan Bank Century, yang tentu saja ditanggung nasabahnya, sebesar Rp 2,8 triliun. 
Bank yang "dirampok" pemiliknya sendiri itu justru mendapatkan bantuan pemerintah, melalui tangan Sri Mulyani dan Boediono, sebesar Rp 6,7 triliun. 
Pengadilan memvonis Robert penjara empat tahun dan denda Rp 50 miliar/subsider lima bulan penjara.

***

24 November 2009. Kalla kini bernapas lega karena apa yang diyakininya sebagai perampokan di Bank Century pelan-pelan terkuak.
 Hari Selasa kemarin, ia bangun pagi seperti biasa, membersihkan taman di depan rumahnya di Jl Haji Bau, Makassar. Enam anggota Paspampres (tiga dari Bugis), yang akan mengawalnya sepanjang hayat, juga ikut santai.
 Satu demi satu ranting pohon dibersihkan. Sebuah pohon kira-kira setinggi dua meter yang bibitnya didatangkan dari Pretoria, Afrika Selatan, ikut dipangkas.&# 8232;

Nyonya Mufidah, istrinya, protes. "Aduh, Bapak ini tidak ngerti seni," komentar wanita Minang ini tentang pohon-pohon yang dipangkas.&# 8232;

Kalla membela diri. "Kalau daunnya banyak, pohon ini tidak bisa lekas besar karena makannya dibagi ke banyak daun. Kalau daunnya sedikit, makanannya dibagi ke sedikit daun. Pasti lebih cepat tumbuh."
 Kalla berada di Makassar sepekan terakhir setelah pulang dari liburan di Eropa usai melepas jabatan. Di Makassar ia menghabiskan waktu dengan berdiskusi dengan kolega-koleganya, bermain dengan cucu, dan menikmati makanan kesukaannya, ikan.


Di belakang rumahnya, ia menikmati pohon yang buahnya delapan jenis. Kemarin ia makan siang di sebuah restoran sea food, lalu ke Studio Trans Kalla. Warga yang melihatnya spontan berteriak dan minta foto bersama. Paspampres lebih longgar dari biasanya. 
Kalla ingin menikmati hidup sebagai rakyat biasa dan menghindari komentar tentang politik. Tapi kasus Bank Century, yang menguras kas negara Rp 6,7 triliun, terus menggodanya untuk berbicara.&# 8232;

"Saya tidak ingin rakyat terus menerus dikorbankan, " katanya berapi-api tapi dengan banyak sekali komentar off the record (tidak untuk dipublikasikan) .
& #8232;

***

KALLA ingat persis peristiwa tanggal 25 November 2008 itu. Hari itu Selasa sore. Sri Mulyani dan Boediono sama sekali tidak melaporkan berapa dana yang telah dikucurkan ke Bank Century.


Belakangan ia tahu, sesuatu yang aneh telah terjadi. Sri Mulyani dan Boediono telah membahas rencana pengucuran dana talangan ke Bank Century melalui rapat pada 20 dan 21 November. 
Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) mengucurkan dana Rp 2,7 triliun (dari total keseluruhan Rp 6,7 tiliun) ke Bank Century pada 22 November.

Tanggal itu merupakan tanggal merah karena hari Minggu. Sepertinya ada yang begitu mendesak sehingga LPS mengucurkan dana pada hari libur, hari Minggu. Tidak sembarang orang bisa memaksa transaksi sebegitu besar, apalagi pada hari libur.


Sri Mulyani dan Boediono melapor ke Kalla pada 25 November setelah dana mengucur, bukan sebelumnya. 
Hasil audit investigatif BPK juga menemukan beberapa keanehan. Misalnya, BI yang dikomandoi Boediono melanggar aturan yang dibuat sendiri demi Bank Century.
 Kalla belum mau bercerita mengenai keanehan-keanehan itu. Yang kelihatannya masih samar-samar adalah ini: ada kekuatan besar di balik Boediono dan Sri Mulyani.(dahlan)
[jurnalisme] Wawancara Tribun Timur dengan Jusul Kalla soal Century


Cerita Jusuf Kalla tentang Bank Century
Catatan Dahlan, wartawan Tribun

Rabu, 25 November 2009 | 01:02 WITA

http://www.tribun- timur.com/ read/artikel/ 59796
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Ada Apa di Balik Kasus Century?? - 9756people
Info Petani -
Trust, Important Factor in Leading
The first thing to do to be elected is how to have goals and objectives that we offer can be accepted by the people in the organization. This acceptance will be easy to obtain if they trust us. So the trust factor becomes a very critical factor.
In exercising its function as an agricultural extension agent (PPL), tips on what to do to succeed in such a work plan, introduced by the authorities farmer groups; provide motivation, such as giving praise when successful and encouraging if still not successful. Other tips, that is for members who can not verbally express the problem is done by writing each problem and do practice or work directly with communities as a form of responsibility in performing their tasks.
Other tips, freedom responsible for the opinions expressed. Create an environment where people feel safe to express his opinion, the cons though. And this is not limited to words. Prove the behavior that we are giving rewards to those who do not agree and on those who innovate. All of these affect the emergence of an atmosphere of mutual trust. Trust arises not because of tips and specific techniques, but emerged from a deeper base, namely the leader's personal character.
There are four elements in the personal character that will engender trust from others. First, competence. Subordinates must have confidence that the leadership has the ability to perform duties and responsibilities. Second, the integrity of leaders. The only word to deed is the main criterion. Third, in any condition to take sides on the leader who led them. Subordinates must be to feel that the leader will provide support and advocacy for them. Fourth, regardless of the lives of people who work. Empathize with them. Give a big concern over the implications of our actions and decisions of their lives.
Being a leader is not easy. However, everyone basically has the capacity to lead. Whatever his leadership experience is a good start. The process of becoming a leader is not really different from the process of becoming a whole person.


Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Trust, Important Factor in Leading - 9756people
Info Petani -
TRANSGENIK YANG MASIH KONTROVERSIAL
Produk pertanian transgenik sampai sekarang masih menjadi polemik karena penelitian mendalam mengenai dampaknya secara menyeluruh belum mendapatkan kesimpulan yang pasti dan terekomendasi oleh badan yang berwenang. Sementara itu, produk pertanian transgenik terus berkembang dengan label aman konsumsi.

Berikut pendapat ahli transgenik yang dilaporkan dalam tempointeraktif.com :

Kamis, 20 Agustus
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: TRANSGENIK YANG MASIH KONTROVERSIAL - 9756people
Info Petani -
Surat Monev THL 2007 untuk perpanjangan kontrak
Kepada Yth. Forum Komunikasi THL-TBPP Provinsi/Kab/Kota
di seluruh Indonesia


Dengan Hormat,

ini kami kirimkan surat dari Badan Pengembangan SDM Pertanian Deptan perihal: evaluasi diri THL-TBPP Angkatan I, mohon ditindak lanjuti sebagai bukti THL-TBPP Angkatan I diperpanjang kontraknya.. Terima kasih atas perhatiannya.

Ketua FK THL TBPP Nasional
ttd

Dedy Alfian

Surat Monev THL 2007 Untuk Perpanjangan Kontrak
Atau Anda bisa download DISINI


Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Surat Monev THL 2007 untuk perpanjangan kontrak - 9756people
Info Petani -
Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H
Kepada THL TBPP Jawa Tengah dan THL TBPP seluruh Indonesia, teriring doa Laisal Insaan bil khoto'wa dzunub, mohon maaf atas dusta yang terucap, buruk sangka dalam hati, curiga dalam pandang, kesombongan dalam sikap. Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H, Semoga ikhtiar dan perjuangan ini sebagai wujud kurban yang sesungguhnya. Amiiin

Ketua FK THL TBPP
Jawa Tengah


M. Nurul Fuad, SP


Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H - 9756people
Info Petani -
THE IMPORTANCE OF COMMUNICATION WITH EMPLOYEES
To facilitate the operations of an organization, communication with employees is very important. Here are 6 (six) of alternative approaches:

1. Orientation of human values.
Managers must be more responsive to human values. Communication must answer the needs of employees. The workers wanted to understand what was happening around them. Also want to be respected as individuals, and want to have a sense of purpose, understanding the future of their own work and overall future of the organization.

2. Planning.
Like other corporate functions, communication with employees should be planned. Communication must work for 365 days to achieve continuity and credibility. Do not let the employees feel that their leaders tried to connect only if they feel that the employee misunderstood
their position, or if they want to "sell" their ideas.

3. Effective complaints procedure.
Problems that office should be discussed with the employee according to the procedure. Comments about the employee should be obtained from the first hand.

4. Active listener.
Although the complex organizational structure, managers should not forget the people. Must develop the skills of "active listener".

5. Management involvement.
Managers should be enough to consider the direction, quality and content of all communications with employees. Employee involvement has always been key to the success of communication programs, and communication with employees is as important as any other communication made.


Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: THE IMPORTANCE OF COMMUNICATION WITH EMPLOYEES - 9756people
Info Petani -
THL-Angkatan 2007: Prestasi Berbuah Berkah
Atas dukungan Komisi IV DPR-RI selama tiga tahun anggaran 2007, 2008 dan 2009 maka Departemen Pertanian dapat melakukan kontrak dengan Tenaga Harian Lepas (THL). Diantaranya THL Tenaga Bantu Penyuluhan Pertanian, THL Perkebunan, THL Hewan dan Paramedis, THL Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Tetapi pada Raker Menteri Pertanian dengan Komisi IV DPR-RI tanggal 28 September 2009 yang lalu, disepakati untuk tidak memperpanjang kontrak THL Angkatan 2007. Anggaran THL Angkatan 2007 ini direalokasikan untuk kegiatan Penggerak Membangun Desa (PMD).

Ada ”blessing in disques” atau ”hikmah terselubung”. Secara alami terjadi pergantian Menteri Pertanian dan anggota DPR RI. Maka Menteri Pertanian 2009-2014 ini membentuk Tim penanganan THL Deptan. Hasil kajiannya adalah THL sangat efektif dan bermanfaat dalam melaksanakan penyuluhan pertanian. Karena salah satu target Menteri Pertanian 2009-2014 adalah swasembada berkelanjutan dan peningkatan produksi maka disimpulkan peran dari THL angkatan 2007 masih diperlukan di lapangan untuk menjaga momentum swasembada padi dan jagung serta untuk meningkatkan produksi komoditas utama lainnya. Katakanlah ”Prestasi berbuah berkah”.

Melihat manfaat ini maka Menteri Pertanian memohon persetujuan Komisi IV DPR RI kiranya dapat memperpanjang THL angkatan 2007. Ternyata Komisi IV menyetujui kebijakan program perpanjangan tenaga harian lepas Angkatan 2007, sambil memberi kesempatan kepada Departemen Pertanian RI untuk menetapkan kebijakan tentang THL di masa datang.

Kabar gembira untuk THL tetapi melekat dengan kabar gembira ini tampil pula tantangan. Diantaranya :

Pertama, bahwa perpanjangan ini berdasarkan pertimbangan untuk menjaga momentum swasembada padi dan jagung, tetapi juga untuk komoditi lainnya, kedelai, gula dan daging. Menteri Pertanian telah menetapkan sasaran produksi padi nasional tahun 2014 sebesar 75,7 juta ton, produksi jagung sebesar 29,0 juta ton, produksi kedelai sebesar 2,7 juta ton, produksi gula sebesar 3,6 juta ton, daging sapi sebesar 546 ribu ton dan produksi susu segar sebesar 1, 3 juta ton.

Ingat, target target ini harus dicapai karena pemerintah sudah mencanangkan bahwa padi dan jagung harus swasembada berkelanjutan, kedelai swasembada tahun 2014, gula swasembada 2014 dan daging sapi berkecukupan tahun 2014.

Sementara tantangannya tidak main-main. Meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global, ketersediaan infrastruktur, sarana, prasarana, lahan dan air masih terbatas, status dan luas kepemilikan lahan untuk 9,55 juta KK < 0,5 Ha, lemahnya sistem perbenihan dan perbibitan nasional, keterbatasan akses petani terhadap permodalan dan masih tingginya suku bunga usahatani, lemahnya kapasitas dan kelembagaan petani dan penyuluh, rendahnya nilai tukar petani. Tetapi ”the show must go on” Swasembada harus tercapai. Kedua, terminologi yang digunakan adalah perpanjangan THL Angkatan 2007. Artinya bukan pengangkatan. Tetapi Komisi IV masih menambahkan ”sambil memberi kesempatan kepada Departemen Pertanian RI untuk menetapkan kebijakan tentang THL”.(sinartanionline)



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: THL-Angkatan 2007: Prestasi Berbuah Berkah - 9756people
Info Petani -
MASA KONTRAK THL ANGKATAN 2007 DIPERPANJANG
Komisi IV DPR RI menyetujui kebijakan program perpanjangan Tenaga Harian Lepas (THL) Angkatan 2007 setelah mendengarkan usul dan penjelasan Menteri Pertanian dalam Raker antara Menteri Pertanian dengan Komisi IV DPR-RI tanggal 16 Nopember 2009. Perpanjangan kontrak dilakukan kepada 6.976 orang Tenaga Harian Lepas yang terdiri dari 5.606 orang THL-TBPP, 88 orang THL Perkebunan, 33 orang THL Hewan dan Paramedis dan 1.249 orang THL Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

Walaupun sebenarnya pada Raker antara Menteri Pertanian dengan Komisi IV DPR-RI tanggal 28 September 2009, telah disepakati untuk tidak memperpanjang kontrak THL Angkatan 2007 dan anggaran untuk THL angkatan 2007 direalokasikan untuk kegiatan Penggerak Membangun Desa (PMD). Namun, sesuai kajian dari Tim Penanganan THL Deptan, peran dari THL angkatan 2007 masih diperlukan di lapangan untuk menjaga momentum swasembada padi dan jagung serta untuk meningkatkan produksi komoditas utama lainnya.

”Berdasarkan evaluasi itu, THL sangat efektif dan bermanfaat dalam melaksanakan penyuluhan pertanian”, kata Mentan. Berdasar penjelasan itu Komisi IV DPR menyetujui perpanjangan THL Angkatan 2007 dengan kebutuhan anggaran lebih kurang sebesar Rp 104,1 miliar dengan merevisi anggaran PMD yang ada di BPSDMP, Ditjen Peternakan dan Ditjen Tanaman Pangan, sambil memberi kesempatan kepada Departemen Pertanian RI untuk menetapkan kebijakan tentang THL di masa datang.(sinartanionline)


Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: MASA KONTRAK THL ANGKATAN 2007 DIPERPANJANG - 9756people
Info Petani -
BEAUTIFUL AND INTELLIGENT
Sleep is not only good for the health of the body, but also benefit the beauty and improve memory. Make sure you've fallen asleep before midnight, because at 2 AM to 4 AM is the most important time for the skin to rejuvenate itself and energized.
Meanwhile, the brain will be able to absorb and store new information better, if you complete the routine and not until late at night when go to bed. So, sleep tight at least 7 hours a day let your brain smarter and more attractive appearance so that the farmers become more spirit than listening to your agricultural extension

Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: BEAUTIFUL AND INTELLIGENT - 9756people
Info Petani -
Cara Mudah Sembuhkan Penyakit Pada Kambing
Kambing, siapa sih yang belum pernah mendengar atau melihat kambing? Kambing memiliki pesona tersendiri bagi masyarakat kita, baunya yang khas membuat sebagian orang enggan mendekatinya namun dibalik itu semua hewan yang satu ini memiliki kandungan protein yang bergizi tinggi. Sebagian besar orang suka makan daging kambing dalam bentuk sate.
Begitu populernya jenis hewan ini sehingga hampir disetiap pelosok desa banyak petani yang beternak kambing dengan harapan dapat meraup untung darinya. Namun beternak Kambing tidak semulus apa yang mungkin kita bayangkan. Berbagai permasalahan sering mengganggu kesehatan ternak kambing, baik itu serangan penyakit, gangguan pertumbuhan dan reproduksi hingga kematian kambing.


Selain keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan ternak, peternak juga enggan mengobati ternaknya dengan alasan biaya pengobatannya relatif mahal, obatnya hanya ada di kota, jarangnya praktisi dokter hewan di desa dan berbagai alasan klasik lainnya. Untuk mengatasi permasalahan ini menuntut praktisi dokter hewan dan peternak sendiri lebih sedikit kreatif dalam mencari alternatif lain yakni menggunakan obat-obat tradisional yang terhampar luas di Indonesia ini.
Beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kambing dan dapat diobati secara tradisional diantaranya adalah sebagai berikut :
1. SCABIES (KUDIS)
Penyebab :
Parasit yang terdapat pada kotoran yang terjadi karena kandang kotor dan ternak tidak pernah dimandikan.
Tanda- tanda :
- Kerak - kerak pada permukaan kulit
- Ternak selalu menggesekan bagian kulit yang terserang kudis
- Kerontokan bulu, kulit menjadi tebal dan kaku
Pengobatan :
Cukur bulu sekitar daerah terserang, mandikan ternak dengan sabun sampai
bersih, kemudian jemur sampai kering. Setelah kering dapat diobati dengan
menggunakan:
1. Belerang dihaluskan, dicampur kunyit dan minyak kelapa, kemudian
dipanaskan dan digosokkan pada kulit yang sakit.
2. Belerang dihaluskan dan dicampur dengan oli bekas dan digosok pada
bagian kulit yang sakit.
3. Kamper / kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan
pada bagian kulit yang sakit.
Pencegahan :
- Ternak yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang
sehat.
- Ternak yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis
- Mandikan ternak dua minggu sekali.
- Bersihkan kandang seminggu sekali.

2. BELATUNGAN ( MYASIS )
Penyebab :
Luka daerah yang berdarah diinfeksi oleh lalat sehingga lalat berkembang
biak (bertelur) dan menghasilkan larva belatung.
Tanda-tanda :
- Adanya belatung yang bergerak-gerak pada bagian yang luka
- Bila belatungan pada kaki/teracak maka ternak terlihat pincang.
Pengobatan :
- Bersihkan luka dari belatung, kemudian obati dengan gerusan
kamper/kapur barus atau tembakau.
- Luka dibungkus dengan kain/perban untuk melindungi dari terjadinya luka
baru atau kotoran.
- Pada hari berikutnya luka dibersihkan, pengobatan diulang dan dibungkus
kembali. Biasanya dua atau tiga kali pengobatan sudah sembuh.
- Bila belatung sudah terbasmi, pemberian yodium tinctur dapat dipakai
untuk mempercepat pertumbuhan.

3. CACINGAN
Penyebab :
Bermacam-macam cacing terjadi karena kandang yang kotor atau padang
pengembalaan yang kotor.
Tanda-tanda :
- Kurus, bulu agak berdiri dan tidak mengkilap
- Sembelit atau mencret
- Lesu dan pucat
- Daerah rahang terlihat membengkak
- Mati mendadak
Pengobatan :
1. Tepung buah pinang dicampur dengan nasi hangat dikepal-kepal
kemudian dipaksakan untuk dimakan ternak. Ternak dianjurkan untuk
dipuasakan terlebih dahulu.
2. Daun kelor yang tua dibakar, kemudian debunya dicampur air dan
diminumkan. Pengobatan diulangi satu minggu kemudian.
Pencegahan :
- Kandang dibuat panggung dan bersih
- Pengaritan rumput setelah panas yaitu pada jam 12.00-15.00 atau
pengembalaan ternak pada siang hari jam 10.00-15.00.
- Jangan menggembalakan ternak pada daerah rawa, sungai dan sawah.

4. KERACUNAN TANAMAN
Penyebab :
- Ternak memakan rumput-rumputan atau daun-daunan yang mengandung
zat racun.
Tanda-tanda :
- Mati mendadak, mulut berbusa, kebiruan pada selaput lendir,
pengelupasan kulit/eksim atau terjadi pendarahan.
Pengobatan :
- Cekoklah ternak dengan air kelapa muda.
Pencegahan :
- Tidak memberikan tanaman beracun atau menggembalakan ternak di
daerah yang banyak tumbuh tanaman yang mengandung racun. (Diolah dari berbagai sumber)

Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Cara Mudah Sembuhkan Penyakit Pada Kambing - 9756people
Info Petani -
Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Bonggol Pisang
Anda punya pohon pisang di pekarangan atau kebun belakang rumah ? Setalah dipanen buahnya biasanya bonggol pisang tersebut dibiarkan membusuk kan ? Bonggol pisang masih bisa dimanfaatkan untuk membuat microorganisme yang nantinya akan menyuburkan lahan pekarangan atau kebun anda, bahkan membantu menyuburkan tanaman hias di pelkarangan rumah. Inilah cara pembuatannya.

Bahan:
Bonggol Pisang 5 kg
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Bonggol Pisang - 9756people
Info Petani -
Detection of Chlamydophila by Multiplex Polymerase Chain Reaction
PUDJIATMOKO, DVM., Ph.D

Veterinary Drug Assay Laboratory
(Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat hewan)
Gunung sindur, Bogor 16340

ABSTRACT


Molecular identification of 6 species of family Chlamydiaceae carried out by nested polymerase chain reaction (PCR) with species-specific primers derived from 16S rRNA gene was investigated. The 16SA and 16SB primers were used for amplification of 1,473 bp 16S rRNA gene fragments of 25 strains of Chlamydiaceae in the first PCR. A set of family-specific primer and 5 sets of species-specific primer were used for amplification of fragments of 16S rRNA gene in the nested PCR. The family-specific primers amplified all the 16S rRNA gene of Chlamvdophila spp. used. The species­specific primers were shown to be specific for each species. Multiplex PCR calTied out using 3 primers (2 sense primers and I antisense primer) in a single tube was applicable for detection of Chlamydophila felis, Chlamydophila caviae and Chlamydophila psittaci. C. psittaci-specific primers could be used for detection of Chlamydophila DNA extracted from 1 throat swab of human, 1 liver specimen of a parakeet and 2 fecal specimens of crows. C. felis ­specific primers could be used for detection of Chlamydophila DNA extracted from 4 throat swabs of humans and 2 conjunctival swabs of cats.

Key words: Chlamydiaceae, Chlamydophila, multiplex PCR


ABSTRAK


Identifikasi molekul 6 spesies famili Chlamydiaceae dengan cara nested polymerase chain reaction (PCR) telah dilakukan dengan menggunakan primer spesifik-spesies berasal dari gen 16S rRNA. Primer 16SA dan 16SB digunakan untuk mengamplifikasi 1.473 bp gen 16S rRNA dari 25 galur Chlamydiaceae pada PCR pertama. Satu set primer spesiflk-famili dan 5 set primer spesiflk-spesies digunakan untuk mengampliflkasi sebagian gen 16S rRNA pada nested PCR. Plimer spesiflk-famili dapat mengamplifikasi semua gen 16S rRNA dari Chlamlydophila spp. yang digunakan. Primer spesifik spesies menunjukkan spesifik untuk setiap spesies. PCR multiplek menggunakan 3 primer (2 primer sense clan I primer antisense) dalam satu tabung dapat diaplikasikan untuk mendeteksi Chlamydophila felis, Chlamydophila caviae dan Chlamydophila psittaci. Primer spesifik-C. psittaci dapat digunakan untuk mendeteksi DNA Chlamydophila yang diekstraksi clari I swab tenggorokan manusia, I spesimen hati burung pal'kit, clan 2 spesimen feses gagak. Primer spesifik-C. felis dapat digunakan untuk mendeteksi DNA Chlamydophila yang diekstraksi dari 4 swab tenggorokan manusia dan 2 swab selaput kelopak mata kucing.

Kata kunci : Chlamydiaceae, Chlamydophila, PCR multipleks

INTRODUCTION

Chlamydophila causes a wide variety of diseases in animals and humans (Fukushiand Hirai, 1992; Fukushi and Hirai, 1993a; Grayston et al., 1989; Moulder et al., 1984). The genetic diversity of Chlamydophila is well recognized by chromosomal DNA finger printings (Fukushi and Hirai, 1989), restriction fragment length polymorphism (RFLP) of rRNA gene loci (Fukushi and Hirai, 1993b), RFLP of ompA and groEL genes (Fukushi and Hirai, 1994), and random amplification of polymorphic DNA (RAPD) analysis (Pudjiatmoko et at., 1996). Chlamydophila classified into several genetic groups based on the ompA gene sequence (Kaltenboeck et at., 1993). The previous phylogenetic analysis of the genus Chlamydophila based on 16S rRNA gene sequences showed 6 genetic groups (Pudjiatmoko et aI., 1997). In 1999 the genus Chlamydophila was classified into 6 species: Chlamydophila psittaci, C. felis, C. caviae, C. abortus, C. pecorum and C. pneumoniae (Everett et aI., 1999). A practical method for genotyping Chlamydophila is not available yet.

Typing of Chlamydophila isolates has traditionally been done by immunological methods including fluorescent antibody and enzyme immunoassays (Fukushi and Hirai, 1989; Stamm et at., 1988; Storz and Krauss, 1985; Thomas et aI, 1990). Recently, m9lecular methods using gene amplification, LCR, and DNA sequencing have been employed for identification of isolates (Campbell et aI., 1993; Domeika et aI., 1994; Gaydos et aI., 1992; Holland et aI., 1990; Kaltenboeck et aI., 1991; Kaltenboeck et al., 1993; Kaltenboeck and Storz, 1992; Mahony et aI., 1993). This report describes a simple method of genetic typing of Chlamydophila by PCR using species-specific primer sets. Multiplex PCR carried out using 3 primers (2 sense primers and 1 antisense primer) in a single tube was applicable for detection of C. felis, C. caviae and C. psittaci. Furthermore, this method was applied for PCR and genetic typing of Chlamydophila spp. from clinical samples of human and animal.
MATERIALS AND METHODS

Microorganisms

Chlamydophila strains used in this study included 5 strains (Frt-Hu/Cal 10, Hu/Borg, Prk/6BCT, Prk/ Daruma, Prt/GCPI) of C. psittaci, 1 strain (Gp/Ie) of C. caviae, 7 strains (Fe/Pnl, Fe/ 145, Fe/Cello, Fe/B 166, Fe/C 164, Fe/C429, Fe/C454) of C. felis, 5 strains (Bo/ESST, Bo/Maeda, Bo/Shizuoka, Koala (type 2), Ov/IPA) of C. pecorum, 1 strain (TW/83T) of C. pneumoniae and 6 strains (A/Har-l T, B/TW-5/0T, C/ TW-3/0T, DfUW-3/Cx, EfUW-5/Cx, L2/434/Bu) of C. trachomatis (Pudjiatmoko et aI., 1997). To confirm the specificity of PCR, the following agents were tested: Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae (Gifu 8766 strain), Bordetella bronchoseptica (Gifu 1127 strain), Mycoplasma pneumoniae, Escherichia coli (C600 strain), Haemophilus influenzae (Gifu 3191 strain), Klebsiella pneumoniae (Gifu 2929 strain), Leginella pneumophila (SL94-1 strain), Leginella pneumophila (SL94-2 strain), Coxiella burnetii (Nine Mile ATCC YR 615 strain), Orientia tsutsugamushi (Gilliam Strain), Orientia tsutsugamushi (Karp strain) and Orientia tsutsugamushi (Kato strain). These strains were kindly provided by Dr. T. Ezaki of Gifu University, Japan and Dr. A. Tamura of Niigata College of Pharmacy, Japan.


Clinical samples


One hundred and forty throat swabs were collected from junior high school students with respiratory diseases. Eleven conjunctival swabs were collected from cats suffering conjunctivitis at the animal hospital of Gifu University and Tokyo Metropolitan Institute. Thirty-three fecal samples from crows and ten liver tissue samples from parakeets with systemic infections were also tested.


Preparation of chlamydial DNA

Procedures for preparation of Chlamydophila DNA have been described previously (Fukushi and Hirai, 1989). Extraction of chlamydial DNA from throat swabs, sera and fecal samples was performed according to the protocol of Higuchi (Higuchi, 1989). Briefly, all the samples were suspended in 1 ml of PBS in a 1.5 ml Eppendorf micro centrifuge tube, and centrifuged at 13,000 x g for 20 sec. The pellet was resuspended in 1 ml of washing buffer (10 mM Tris­HCI (pH 8.3), 50 mM KCI, 1.5 mM MgC12), and centrifuged at 13,000 x g for 20 sec. The pellet was resuspended in 1 ml lysis buffer (0.32 M sucrose, 10 mM tris-HCI (pH 7.5), 1 % Triton X-lOO), and centrifuged at 13,000 x g for 20 sec. DNA was released from the pellet by adding PCR buffer with nonionic detergents (50 mM KCI, 10 mM Tris-HCI (pH 8.3), 2.5 mM MgCI2, 0.1 mg/mi gelatin, 0.45 % NP40 and 0.45 % Tween 20), and proteinase K (120 pg/ml) to the washed pellet. The mixture was incubated for 1 h at 55° C, boiled for 10 min, and then chilled on ice.


Nucleotide primers


For amplifying chlaniydial 16S rRNA gene, a pair of primer 16SA-16SB, was constructed from the 16S rRNA sequences of the family Chlamydiaceae (Pudjiatmoko et at., 1997). Internal primers were prepared from the 16S rRNA gene from the C. felis, C. psittaci, C. pecorum, C. pneumoniae and C. trachomatis for the nested PCR. The primers were designated as ChFeA-ChFeB, ChPsA-ChPsB, ChPeA-ChPeB, ChPnA-ChPnB, and ChTrA-ChTrB primers for the C. felis, C. psittaci, C. pecorum, C. pneumoniae and C. trachomatis, respectively (Table 1). The combination of ChFeA-ChPsA-ChPsB primers was used in a one-step reaction carried out in a single tube for genotyping of C. caviae, C. felis and C. psittaci. The length of the DNA fragments generated in the PCRs are shown in Table 2.


Photobucket


PCR amplification of clinical samples

Chlamydopila 16S rRNA genes were amplified by using a pair of 16SA and 16SB primers in the first PCR. The PCR was performed with 5 ul of throat swab, fecal, cell culture samples or chromosomal DNA of Chlamydopila extracts in a total volume of 50 ul. Five ul of the first PCR product was submitted to the nested PCR using a pair of family- and species-specific DNA primer. The final reaction mixture contained 40 pmol of each primer, 10 mM Tris-HCl (pH 8.3), 50 mM KC1, 1.0-2.0 mM MgCI2, 200 pM each of dATP, dCTP, dGTP, and dTTP, 0.01 % gelatin, and 2.5 units of Taq polymerase (Takara Shuzo Co., Ltd., Kyoto, Japan) in 50 ul. Concentration of MgCl2 was 1.0 mM for ChPsA-ChPsB, ChFeA-CbPsB and ChTrA-ChTrB primers, 1.5 mM for 16SA-16SB, ChA-ChB, and ChPnA-ChPnB primers, and 2.0 mM for ChPeA­ChPeB primers. The components and procedure for the multiplex PCR were described above except 2 sense primers for C. felis (ChFeA) and C. psittaci (ChPsA) and an antisense primer for C. psittaci (ChPsB) was used in the method. The thermal cycle amplification program for the first PCR was as follows: initial melting at 94°C for 3 min and then 35 cycles with denaturation at 94°C for 1 min, annealing at 55°C for 1 min and extension at 72°C for 2 min and the last extension for 7 min follow by holding at 4°C. The program for nested PCR was as follows: initial melting at 94°C for 3 min and then 35 cycles with denaturation at 94°C for 30 see, annealing at 55°C for 30 sec and extension at 72°C for 2 min and the last extension for 7 min follow by holding at 4 C. Five ul PCR products were electrophoresed in 2 % agarose gel. DNA was stained with ethidium bromide and visualized by UV light.


Table 2. Specificity of peR test of 5 species-spesific primer sets of Chlamydophila

Photobucket



Isolation of Chlamydophila

Clinical specimens were ground to make a 10 % emulsion in SPG containing 500 ug/ml streptomycin and Kanamycin. The mixtures were clarified by centrifugation. The supernatant fluid was inoculated into yolk sac of specific pathogen-free embryonated chicken eggs that had been incubated at 37°C for 6­7 days. The inoculated eggs were incubated at 37°C for 3 - 7 days, and yolk sac smears were microscopically examined for viable Chlamydiae after staining by the Gimenez method (Schachter, 1988).

RESULTS


Specificity of PCR amplification

To evaluate the specificity of our primer sets, 25 Chlamydophila and 2 Gram-negative and 7 Gram­positive bacterial and 4 Rickettsial strains were tested in this study. In the first PCR, the 16S rRNA gene fragment of all Chlamydophila strains was amplified by the family-specific primer set of 16SA-16SB, and the size of PCR product was about 1470 bp (Figure 1). In the second PCR, the 16S rRNA gene fragment of all Chlamydophila DNA was examined by amplification with the family specific-primer set, ChA-ChB. The size of PCR product was about 390 bp (Figure 1). A DNA product of approximately 820 bp in size was observed with C. pneumoniae DNA with the primer set ChPnA-ChPnB. DNA products with approximately 200 bp and 250 bp were observed with the C. feils and C. psittaci DNA with the primer sets of ChFeA-ChFeB and ChPsA-ChPsB, respectively (Figure 2). DNA products with approximately 420 bp and 160 bp were observed with C. pecorum and C. trachomatis DNA with the primer sets of ChPeA-ChPeB and ChTrA-ChTrB, respectively (Figure 3). The 16S rRNA gene fragments of C. caviae were amplified by primer sets of ChFeA­ChFeB and ChPsA-ChPsB, or ChFeA-ChPsB. The 16S rRNA gene fragment of C. felis was also amplified by primer set of ChFeA-ChPsB. Thus the species specific sets were specific for each species except guinea pig (Table 2). All 2 Gram-positive and 7 Gram-negative bacterial and 4 Rickettsial strains tested yielded no PCR product with all primer pairs used in both the first and second PCR.

Multiplex PCR

To simplify PCR reaction, co-amplification was carried out by simultaneous use of three primers (ChFeA, ChPsA and ChPsB) ina single tube. In this reaction, the ChFeA-ChPsB primer pair produced about 410 bp of the fragment of , C. felis strains, while ChPsA-ChPsB primer pair produced about 250 bp fragment of C. psittaci strains (Figure 4). These primer pairs produced two previously identified fragments with C. caviae strain. However, Chlamydophila strains from other genetic groups did not produce any PCR products.

Sensitivity of PCR amplification

The sensitivity of the PCR method developed in the present work was evaluated by testing serial dilution of purified DNA from 25 Chlamydophila strains. In the first PCR, PCR signals from 0.5 pg to 50 ug of template DNA could be detected in 50 ul aliquots of reaction. When the first PCR products were submitted to nested PCR, detectable levels were from 5 fg to 50 ng of the original template Chlamydophila DNA (Figure 4).

Direct detection of Chlamydophila from clinical specimens

After the specificity and sensitivity of the PCR method were determined, the evaluation of direct detection and genotyping of Chlamydophila from clinical samples was done simultaneously. Chlamydophila organisms were detected by multiplex PCR in 1 liver specimen from 10 parakeets, 2 conjunctival swabs from 11 cats, 2 fecal specimens from 33 crows, and 5 throat swabs from 140 humans. PCR results in parakeets and cats were confirmed by isolation. Isolation was not attempted with crow and human specimens. The species o~ these ten positive PCR amplified DNAs were determined to be a C. psittaci from parakeet, two C. psittaci from crows, a C. psittaci from human, a C. felis from cat, a C. felis from parakeet, and four C. felis from humans. The genotype of isolates from parakeets and cats confirmed the PCR typing results.


Photobucket

Photobucket

DISCUSSION

The PCR using primers targeted to the 16S rRNA gene were developed for direct identification of Chlamydophila spp. in the present study. The specificity of the amplifications was confirmed by sequencing of DNA from PCR amplified products and isolates from clinical samples. Using a primer set for the family Chlamydiaceae in combination with five primer sets for the existing species C. caviae, C. felis, C. psittaci, C. pecorum, C. pneumoniae, and C. trachomatis, each designated chlamydial species was able to be differentiated. The method was applied for detection and direct typing of Chlamydophila for clinical samples from humans and animals. The results of the study demonstrated that this method may be useful for laboratory diagnosis.


The sensitivity of our method that detect 1 to 50 IFU or 5 to 50 fg is equivalent to other method that use the MOMP gene (Campbell et al., 1992; Valassina et al., 1995), l6S rRNA gene (Gaydos et al., 1992) and plasmid (Valassina et al., 1995). The PCR with species-specific primer pairs could identified species of Chlamydophila. However, no amplification was observed with other bacteria in both of the PCR. The results indicated that the PCR methods revealed specific to detect family Chlamydiaceae and identify genetic groups of Chlamydophila.

Currently 3 genetic groups are recognized for C. Caviae, C. felis and C. psittaci (Pudjiatmoko et al., 1997; Everett et aI., 1999). Differentiation ofthese 3 genetic groups requires 6 primers (3 sense and 3 antisense primers) using 3 sets of tubes. In method of this study, PCR was carried out using three primers (two sense primers and an antisense primer) in a single tube for both detect and identify species C. caviae, C. felis, and C. psittaci simultaneously. This multiplex PCR method uses less reagent, time and labor. The multiplex PCR technique appears to be suitable method for a rapid detection and genotyping of Chlamydophila isolates.


No case of feline chlamydiosis in human has been reported in Japan. It is also rare in other countries. A human case of feline pneumonitis was reported in 1969 (Schachter et al., 1969). Our study found 4 out of 140 high school children have feline pneumonitis. This result indicate that transmission of feline pneumonitis from cats to human is not rare and infection is often subclinical.

ACKNOWLEDGMENT

This study was supported by grants-in-aid for Scientific Research from the Japanese Ministry of Education, Science, Sports and Culture.

REFERENCES

Campbell, L.A., M.P. Melgosa, D.J. Hamilton and C.-C. Kuo. 1992. Detection of Chlamydia pneumoniae by polymerase chain reaction. J. Clin. Microbiol. 30: 434439.

Campbell, L.A., D.L. Patton, D.E. Moore, A.L.

Cappuccio, B.A. Mueller and S.-P. Wang. 1993. Detection of Chlamydia trachomatis deoxyribonucleic acid in women with tubal infertility. Fertil. Steril. 59: 45-50.

Domeika, M., A. Ganusauskas, M. Bassiri, G.

Froman and P.-A. Mardh. 1994. Comparison of polymerase chain reaction, direct immunofluorescence, cell culture and enzyme immunoassay for detection of Chlamydia psittaci in bull semen. Vet. Microbiol. 42: 273-280.

Everett, K.D.E., R.M. Bush and A.A. Andersen. 1999. Emended description of the order Chlamydiales, proposal of Parachlamydiaceae fain. novo and Simkaniaceae fain. nov., each containing one monotypic genus, revised taxonomy of the family Chlamydiaceae, including a new genus and five new species, and standards for the identification of organisms. Int. I. Syst. Bacteriol. 49: 415-440.

Fukushi, H. and K. Hirai. 1989. Genetic diversity of avian and mammalian Chlamydia psittaci strains and relation to host origin. J. Bacteriol. 171: 2850-2855.

Fukushi, H. and K. Hirai. 1992. Proposal of Chlamydia pecorum sp. novo for Chlamydia strains derived from ruminants. Int. J. System. Bacteriol. 42: 306-308.

Fukushi, H. and K. Hirai. 1993a. Chlamydia pecorum - The forth species of genus Chlamydia Microbiol. Immunol. 37: 5 15-522.

Fukushi, H. and K. Hirai. 1993b. Restriction fragment length polymorphisms of rRNA as genetic markers to differentiate Chlamydia spp. Int. J. Syst. Bacteriol. 43: 613-617.

Fukushi, H. and K. Hirai. 1994. Heterogeneity and homogeneity of ompA (the major outer membrane protein) and GroEL-homolog genes of avian and mammalian Chlamydia psittaci by PCR-based RFLP analysis. In: Orfila, J., G.I. Byrne, M.A. Cherne sky, J.T. Grayston, R.B. Jones, G.L. Ridgway, P. Saikku, J. Schachter, W.E. Stamm and R.S. Stephens (eds.). Eighth International Symposium on Human Chlamydial Infections. pp. 589-592.Societa Editrice Esculapio, Bologna.

Gaydos, e.A., T.e. Quinn and J.J. Eiden. 1992 ..

Identification of Chlamydia pneumoniae by DNA amplification of the 16S rRNA gene. J. Clin. Microbiol. 30: 796-800.

Grayston, 1. T., e.~C. Kuo, L. A. Campbell, and S.

Wang. 1989. Chlamydiapneumoniae sp. novo for Chlamydia sp. strain TWAR. Int. J. Syst. Bacteriol. 39: 88-90.

Higuchi, R. 1989. Simple and rapid preparation of samples for PCR. In: Erlich, H.A. (ed.) PCR Technology: Principles and applications for DNA amplification. pp. 31-38. Stockton Press, New York, London, Tokyo, Melbourne, Hongkong.

Holland, S.M., e.A. Gaydos and C. Quinn. 1990.

Detection and differentiation of Chlamydia trachomatis, Chlamydia psittaci and Chlamydia pneumoniae by DNA amplification. J. Infect. Dis. 162: 984-987.

Kaltenboeck, B., K.G. Kousoulas and J. Storz. 1991. Detection and strain differentiation of C. psittaci mediated by two-step polymerase chain reaction. Clin. Microbiol. 29: 1969-1975.

Kaltenboeck, B., K.G. Kousoulas and J. Storz. 1993. Structures of allelic diversity and relationships among the major outer membrane protein (ompA) genes of the four chlamydial species. J. Bacteriol. 175: 487-502.

Kaltenboeck, B. and 1. Storz. 1992. Biological properties and genetic analysis ofthe ompA locus in chlamydiae isolated from swine. Am. J. Vet. Res. 53: 1482-1487.

Mahony, J. B., K. E. Luinstra, 1. W. Sellors and M.A. Chernesky. 1993. Comparison of plasmid­and chromosome- based polymerase chain reaction assay for detecting Chlamydia trachomatis nucleic acids. J. Clin. Microbiol. 31: 1753-1758.

Moulder, J. W., Hatch, T. P., Kuo, C.-C., Schachter, J. and Storz, J. 1984. Genus I. Chlamydia. Jones, Rake and Stearns 1945, 55AL. In : Krieg, N. R. and Holt, J. G. [eds.] Bergey's Manual of Systematic Bacteriology. voLl. pp. 729-739. Williams & Wilkins. Baltimore.

Pudjiatmoko, H. Fukushi, Y. Ochiai, Y. Yamaguchi and K. Hirai. 1996. Diversity of feline Chlamydia psittaci revealed by random amplification of polymorphic DNA. Vet. Microbiol. 54: 73-83.

Pudjiatmoko, H. Fukushi, Y. Ochiai, T. Yamaguchi and K. Hirai. 1997. Phylogenetic analysis of the genus Chlamydia based on 16S rRNA gene sequences. Int. J. Syst. Bacteriol. 47:425-431.

Schachter, J., H.B. Ostler and K.F. Meyer. 1969.

Human infection with the agent of feline pneumonitis. Lancet 1, 1063-1065.

Schachter, J. 1988. Chlamydiaceae: The Chlamydiae., p. 847-863. In : Lennette, E., P. Halonen, and F. A. Murphy (Eds.), Laboratory Diagnosis of Infectious Diseases. Principles and Practice, Vol. II: Viral, Rickettsial and Chlamydia I Diseases. Springer-Verlag, New York, Berlin, Heidelberg, London, Paris, Tokyo.

Stamm, W.E. 1988. Diagnosis of Chlamydia trachomatis genitourinary infections. Ann. Intern. Med. 108: 710-717.

Storz, J. and H. Krauss. 1985. Chlamydia. In: BIobel, H. and T. Schlieser (eds.). Handbuch der Bakteriellen Infektionen bei Tieren. pp. 446-531. VEB Gustav Fisher Verlag, Jena, Jena.
Thomas, R., H.C. Davison and AI. Wilsmore. 1990.

Use of the IDEL4 ELISA to detect Chlamydia psittaci (ovis) in material from aborted fetal membranes and milk from ewes affected by ovine enzootic abortion. Br. Vet. 1. 146: 364-367.
Valassina, M., M.G. Cusi, D. Corsaro, C. Buffi, G.

Piazzesi and V.P.E. 1995. Detection by multiplex polymerase chain reaction and typing of Chlamydia trachomatis isolates. FEMS Microbiol. Lett. 130: 205-2 10.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Detection of Chlamydophila by Multiplex Polymerase Chain Reaction - 9756people
Info Petani -
Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Limbah Buah-buahan

Bahan:
Limbah buah-buan yang tidak termakan: Jeruk, Tomat, Pepaya Mangga, Pisang, Apel, Salak dll sebanyak 10 Kg,
Gula 1Kg,
10 liter air kelapa.

Cara Pembuatan:
Buah-buahan sebanyak 10 Kg ditumbuk/dihaluskan,
Masukan pada drum/tong
Campurkan dengan air kelapa,
Tambahkan gula merah yang telah dicairkan
Tutup dengan plastik beri lubang udara dengan cara masukan slang plastik
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Limbah Buah-buahan - 9756people
Info Petani -
HOW TO CORRECT PERFORMANCE
In improving the performance, management and staff must have a unity of understanding and generosity to correct each other, although this is not easy. Once in line, then the repair u'r work would go smoothly.
Steps to be taken:
• Recognizing the symptoms, which then observed and analyzed. If you want to be treated, the leadership must understand the dynamics of first symptoms. Leaders must have a big heart to accept the possibility that it was he who caused the bad performance of subordinates.

• Need to operate an honest conversation unhealthy relationship between the leadership and staff, as well as between the staff themselves.

In the meeting, when leaders rigid and inflexible in leading discussions (dialogue), then the leadership will not be able to control this meeting well. To be able to control this meeting very well there are 5 components to look for:
a. Readiness Leader.
Leaders must explain that the meeting was held to discuss the organization's performance, the role of staff, leadership roles and relations both.
b. Approval of the problems faced.
Agreement on the troubled areas of performance should be achieved first before starting to improve organizational performance.
c. A common understanding of the causes of poor performance.
After digging the cause, leaders must be open to influence behavior.
d. Approval of the performance objective to further improve relations.
Once the root cause is known, made an agreement to improve the skills, knowledge and experience.
e. Agreement to communicate more openly.
Open communication here that is open to receive suggestions leaders from subordinates.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: HOW TO CORRECT PERFORMANCE - 9756people
Info Petani -
Tips Memilih Hewan Kurban menjelang Idul Adha 1430 H
Hari raya Idul adha atau masyarakat umumnya menyebutnya Idul kurban sebentar lagi datang. Hal ini menyebabkan meningkatnya transaksi jual-beli hewan kurban baik itu Sapi, Kerbau, dan Kambing/Domba.Lalu-lintas hewan kurban tidak hanya lingkup kabupaten tapi bisa antar kabupaten atau bahkan lintas propinsi.



Oleh karena itu kita, baik sebagai penjual/ pembeli harus teliti dan hati-hati dalam memilih hewan kurban. Berikut beberapa syarat yang harus kita perhatikan terhadap hewan kurban yang akan dibeli.
1. Hewan Sehat, hewan kurban yang sehat biasanya telah memperoleh Sertifikat Sehat yang dikeluarkan dinas Peternakan/ sejenisnya ditingkat kabupaten asal hewan.
2. Hewan Tidak Cacat
3. Hewan telah cukup umur, seperti untuk kambing berusia lebih dari 1 tahun dan untuk sapi atau kerbau - lebih dari 1 hingga 2 tahun.
4. Hewan tidak boleh kurus
5. Hewan harus jantan.

Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Tips Memilih Hewan Kurban menjelang Idul Adha 1430 H - 9756people
Info Petani -
Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Rebung Bambu

Bahan:
2 buah rebung bambu kurang lebih 3 Kg,
Air beras 5 liter,
1 buah Maja (Labu Kaye/Aceh) yang sudah matang, jika tidak ada buah Maja bisa diganti dengan gula merah 1,5 ons.

Cara membuat:
Rebung Bambu di tumbuk halus atau diiris-iris, masukan pada ember/tong plastik,
Campurkan dengan buah Maja yang sudah dihaluskan,
Tambahkan gula merah yang telah dihaluskan dan diaduk
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Rebung Bambu - 9756people
Info Petani -
Ways of working relationship
Become an employee / employees in today's global era demands and able to build working relationships in a network that can deliver a successful career into the future. Personal contacts or working relationships with various parties ranging from the new employer until the employee should be created.
So you can work with comfortably, there are a few tips you can do with:

1. THE BOSS

• The success and progress your career a lot depends on the assessment of your superiors. The boss can also provide an opportunity for strategic tasks. He also will provide increased performance and assessment of officials. Bosses can also be made "as a private teacher", because he can bring experience, guidance or direction so you can learn to achieve a career.
• Good relations with superiors is necessary for the development of your career forward. One of them, show you a good performance, such as completed a difficult job successfully.
• Convince the employer that the work you are always doing good cooperation with other parts.
• Do not forget to make in-person interaction with your boss. But do not get caught up in the members of the response as "sycophants". The fix should bring a friend to chat casually. Ask minor things about family or hobbies outside of work hours.

2. WORKING PARTNERS

• You and your colleagues really need each other. Doing good cooperation in completing the work. Help someone who was being pursued "dead line" jobs.
• Do not forget to give praise when co-workers successfully complete a good job.
• Recognize and personal habits. Go to lunch or go to the same order to create "friendship". Thanks to this thread when you or someone had got in his career, then this relationship will be important to you both.

3. CLIENTS

• A client who is satisfied with your service, will be happy to get back in the future. Whether simply to congratulate the time you get a promotion or perhaps a job offer.
• So try to contact the client not only when we need it, communication interlace always, if you need to visit.


Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Ways of working relationship - 9756people
Info Petani -
Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Keong Mas

Bahan:
5 Kg Keong Mas yang masih hidup/segar,
2 Buah Maja matang (jika tidak ada dapat diganti dengan cairan tebu 1 liter, atau gula merah 1kg)
Air kelapa 10 liter.
Cara membuat:
Keong mas ditumbuk hingga halus masukan pada tong plastk
Campurkan dengan buah maja yang sudah dihaluskan atau gula yang lebih dulu dihaluskan/cairan tebu
Tambahkan 10 liter air kelapa dan aduk hingga
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Keong Mas - 9756people
Info Petani -
Pembuatan Mikroorganisme Cair (MOC) dari Limbah Sayuran.
Peralatan :
Drum plastik ukuran 200 liter
Plastik transparan 1 m2
Bahan :
100 Kg Limbah Sayuran Hijauan (Kol, Cesin, Vetsay, Mentimun, Bayam, Kangkung dll),
Garam 5 % dari berat bahan ( ~5 Kg),
Gula merah 2 % dari cairan setelah diproses selama 24 hari.
Cara pembuatan :
Limbah sayuran hijauan diiris-iris hingga menjadi potongan-potongan kecil dan masukan kedalam drum plastik, setiap
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pembuatan Mikroorganisme Cair (MOC) dari Limbah Sayuran. - 9756people
Info Petani -
Review Dialog Humas FK THL TBPP Nasional di TV ONE
Rabu, 18 November 2009 FK THL TBPP Nasional dan FK THL TBPP Provinsi se-Indonesia menjadi tamu dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi di TV ONE. Dalam kesempatan ini Humas FK THL TBPP Nasional, Achmad Baihaqi menyampaikan bahwa pada 4 November 2009 FK THL TBPP Nasional dan FK THL TBPP Propinsi se-Indonesia telah beraudiensi dengan Departemen Pertanian dan diterima baik oleh bapak Menteri Pertanian RI. Hasil audiensi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Rapat Kerja Menteri Pertanian RI dengan Komisi IV DPR RI yang salah satu keputusannya bahwa tahun 2010 seluruh THL TBPP akan diperpanjang kontrak kerjanya.
FK THL TBPP Nasional menyampaikan terima kasih banyak kepada menteri Pertanian RI, Komisi IV DPR RI dan kepada media TV ONE yang selama ini selalu mem-back up perjuangan THL TBPP yang jumlahnya 25 .000 orang di seluruh Indonesia. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Daerah, Petani, Kelompok Tani, Gapoktan yang selama ini telah mendukung perjuangan THL TBPP.


Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Review Dialog Humas FK THL TBPP Nasional di TV ONE - 9756people
Info Petani -
Khutbah Jumat Mentan Jadilah yang Terbaik dalam Posisi Apa pun
JAKARTA – Sesungguhnya semua manusia sama di mata Allah. Posisi yang berbeda-beda hanyalah pembagian peran dalam rangka ibadah menyambut seruan Allah. ‘’Siapa pun, di posisi mana pun punya peluang yang sama menjadi yang terbaik di mata Allah. Marilah kita berlumba menggapai positi terbaik itu,’’ kata Menteri Pertanian Suswono di Jakarta kemarin.
Berbicara sebagai khotib dalam Shalat Jum’at di
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Khutbah Jumat Mentan Jadilah yang Terbaik dalam Posisi Apa pun - 9756people
Info Petani -
PERPANJANGAN KONTRAK THL TBPP
Berikut Kami sampaikan Informasi mengenai Perpanjangan Kontrak THL TBPP dari FK THL TBPP NASIONAL yang juga dimuat dalam Halaman Facebook FK THL TBPP Nasional

Syukur Alhamdulillah...
Perjuangan yang sudah di upayakan selama ini oleh Forum Komunikasi THL TBPP Nasional bersama Forum Komunikasi THL TBPP Provinsi se-Indonesia membuahkan hasil untuk diperpanjang kontrak THL TBPP Angkatan 2007, begitu juga dengan kontrak THL TBPP Angkatan 2008 dan 2009 yang terlebih dahulu sudah diperpanjang.

Pada tanggal 16 November 2009 hasil rapat kerja Departemen Pertanian dengan Komisi IV DPR RI menyepakati anggaran perpanjangan kontrak THL TBPP.

Disampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Pertanian RI atas komitmen dan upaya beliau untuk tetap memperhatikan keberadaan THL TBPP sebagai upaya regenerasi penyuluh pertanian, terima kasih kepada Komisi IV DPR RI yang menyetujui anggaran perpanjangan kontrak THL TBPP, terima kasih kepada FK THL TBPP Nasional dan FK THL TBPP Provinsi se-Indonesia atas perjuangannya selama ini, terima kasih untuk seluruh THL TBPP Indonesia atas doa dan dukungannya.

Semoga terwujud percepatan pembangunan pertanian berkelanjutan, keberadaan penyuluh pertanian masih dibutuhkan dan sangat penting peranannya dalam mendampingi petani dan masyarakat pertanian untuk proses pendidikan guna mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan negara yang makmur.


Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: PERPANJANGAN KONTRAK THL TBPP - 9756people
Info Petani -
Mikro Organisme Cair Sederhana
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil (biasanya kurang dari 1 mm) sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniselular) meskipun beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Ilmu yang mempelajari mikroorganisme disebut
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Mikro Organisme Cair Sederhana - 9756people
Info Petani -
KEHILANGAN HASIL PRODUKSI PADI
Dalam rangka mempertahankan swasembada beras tahun 2008, selain produksi dan produktifitas, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada teknologi paska panen. Permasalahan utama yang dijumpai pada penanganan paska panen adalah masih tingginya nilai susut produksi karena penggunaan teknologi yang belum efisien. Saat ini, kehilangan hasil produksi beras masih mencapai angka di atas 20%.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: KEHILANGAN HASIL PRODUKSI PADI - 9756people
Info Petani -
Audiensi FK THL TBPP NASIONAL dengan Menteri Pertanian
Video berikut merupakan salah satu suasana saat FK THL TBPP NASIONAL beraudiensi dengan Menteri Pertanian yang dihadiri juga oleh perwakilan THL TBPP dari 26 Propinsi. Audiensi dilaksanakan pada hari Rabu, 04 November 2009 di gedung Deptan, Jakarta.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Audiensi FK THL TBPP NASIONAL dengan Menteri Pertanian - 9756people
Info Petani -
Varietas Unggul Padi Baru
Oleh : Ume Humaeda, SP, M.Si

Varietas unggul merupakan salah satu komponen paket teknologi budidaya padi yang secara nyata dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Pada tahun 2008 Balai Besar Penelitian Tanaman Padi telah melepas 6 varietas INPARI (INPARI 1-6), dan 3 Varietas INPARA (INPARA 1-3). Inbrida Padi Irigasi, atau lebih dikenal dengan INPARI adalah varietas-varietas
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Varietas Unggul Padi Baru - 9756people
Info Petani -
PRINSIP BUDIDAYA PADI
Penyusun : Wigati Istuti dan Endah R
Diproduksi : IPPT Wonocolo

VARIETAS DAN KEBUTUHAN BENIH
Pergiliran varietas harus dilaksanakan guna memperpanjang sifat ketahanan suatu varietas atas serangan hama dan penyakit tertentu. Hama dan penyakit utama seperti wereng coklat, virus tungro, bakteri hawar daun atau kresek ( Xanthomonas capetris sp ) dan bias ( Pyricularia oryzae) dikendalikan
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: PRINSIP BUDIDAYA PADI - 9756people
Info Petani -
Profil Petani








Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Profil Petani - 9756people
Info Petani -
KHASIAT BUNGA ROSELLA YANG LUAR BIASA
Tanaman Rosella memiliki lebih dari 300 spesies yang tersebar pada daerah tropis dan non tropis. Biasanya, digunakan sebagai tanaman hias dan beberapa diantaranya dipercaya memiliki kasiat medis, salah satu diantaranya adalah rosella merah atau rosella (Hibiscus Sabdariffa L.). Nama lain rosella adalah Hibiscus Sabdariffa L., H. Sabdariffa varaltissima, Rozelle, Red Sorrel, Sour-sour, Lemon bush,
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: KHASIAT BUNGA ROSELLA YANG LUAR BIASA - 9756people
Info Petani -
Surat Terbuka Kepada Menteri Pertanian KIB II: THL-TBPP DI PERSIMPANGAN JALAN
Dua belas hari sudah para menteri dan pejabat negara setingkat menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta. Dalam pidato setelah pelantikan itu SBY menegaskan para menteri KIB II harus mampu berpikir cerdas dan siap bekerja keras memenuhi tuntutan tugas. Bagi para Tenaga Harian Lepas - Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) se Indonesia, tentunya menteri yang paling ditunggu kinerjanya adalah Menteri Pertanian yang baru yaitu Ir. H. Suswono, MMA. Siapakah sosok pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 20 April 1959 ini?

Secuil Kisah dari Wisma Indraprasta, Bogor

Pada tahun 1983 penulis memasuki bangku kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai mahasiswa angkatan 20 melalui jalur Proyek Perintis II (PP II). Di tahun pertama (Tingkat Persiapan Bersama, TPB) penulis tinggal di kamar kontrakan bersama kakak kelas satu daerah di kelurahan Babakan Sirna, sekitar 350 meter utara Kampus Pusat IPB Baranang Siang. Karena hanya berdua, maka untuk urusan makan dan cuci pakaian kami bergabung dengan kumpulan anak-anak mahasiswa Tegal, Jawa Tengah yang mengontrak satu rumah. Mereka membuat papan nama pada rumah tersebut dengan tulisan "Wisma Indraprasta". Setiap hari rata-rata 3 kali kami wira-wiri antara kamar kontrakan dan Wisma tersebut. Dengan modal patungan dari 10 mahasiswa, selain makan dan cuci pakaian dengan jasa pembantu, kami bisa berlangganan salah satu koran nasional (Kompas).
Di antara teman-teman mahasiswa Tegal itu ada satu yang paling senior. Orangnya pendiam, berkacamata minus, kalau berbicara suaranya kecil, jernih dengan intonasi dan tekanan suara yang khas. Pada saat itu dia sedang merampungkan tugas akhirnya (skripsi). Namanya Suswono, kami memanggilnya Mas Sus, seorang mahasiswa Fakultas Peternakan IPB. Meski agak jarang berkomunikasi dengannya, penulis mengamati Mas Sus ini memiliki "kekuatan" dan kharisma tersendiri. Dalam kesehariannya, sebagaimana kami yang lain, Mas Sus merupakan representasi mahasiswa Kampus Rakyat. Kini, setelah Susunan KIB II diumumkan oleh Presiden SBY, penulis baru menyadari bahwa 26 tahun yang lalu penulis telah pernah bersama dengan seorang Calon Menteri Pertanian Periode 2009 - 2014.

Pukulan di Akhir Tahun

Pada tanggal 30 Oktober 2009, melalui situs resmi Departemen Pertanian (Deptan), Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Dr. Ir. Ato Suprapto, MS menyampaikan pengumuman tertulis tentang berakhirnya kontrak kerja THL-TBPP Angkatan I Tahun 2007. Poin penting dari berita itu adalah Deptan tidak memperpanjang lagi kontrak kerja mereka. Meskipun sudah diprediksi berdasarkan berita-berita sebelumnya, tak pelak lagi realitas ini sangat memukul rekan-rekan THL-TBPP 2007. Sebagai THL-TBPP Angkatan II Tahun 2008, penulis merasa ikut prihatin dengan perkembangan terakhir ini. Alangkah baiknya sekiranya diadakan polling terlebih dahulu, untuk mengetahui kesiapan mereka atas pemutusan kontrak kerja ini. Namun, penulis meyakini sebagian besar, jika tidak semuanya, THL-TBPP 2007 tidak siap dengan berakhirnya kontrak kerja mereka.
Dalam sebuah kesempatan Menteri Pertanian Suswono menyatakan untuk program 100 hari beliau akan memprioritaskan pada akselerasi program 2009. Apakah penegasan pemutusan masa kotrak bagi THL-TBPP 2007 ini adalah bagian dari akselerasi itu? Alangkah cepatnya nasib rekan-rekan THL-TBPP I ini ditentukan.

Paradoks Kebijakan

Di depan Sidang Paripurna Khusus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, tanggal 19 Agustus yang lalu Presiden SBY menyampaikan Pidato Kenegaraan yang sangat memukau tentang Pembangunan Nasional dalam Perspektif Daerah. Tema pidato itu adalah "Pembangunan untuk Semua" (Development for All). Menurut Presiden pada hakikatnya pembangunan suatu bangsa harus bersifat inklusif, menjangkau dan mengangkat derajat seluruh lapisan masyarakat di seluruh wilayah nusantara. Salah satu pendekatan dari gagasan pembangunan untuk semua itu adalah penerapan konsep triple track strategy, yakni strategi yang pro-growth, pro-job, dan pro-poor. Esensi pembangunan untuk semua adalah pembangunan yang menitikberatkan pada kemajuan kualitas manusia. Manusia Indonesia bukan sekedar obyek pembangunan melainkan justru subyek pembangunan. Demikian pidato Presiden.
Kini, apa yang dialami rekan-rekan THL-TBPP Angkatan I 2007 sangat kontras dengan semangat pidato Presiden di atas. Salah satu tanda adanya peningkatan kualitas hidup adalah semakin terjaminnya rasa tenteram. Apa yang dirasakan rekan-rekan THL-TBPP 2007 saat ini adalah kegelisahan menatap masa depan, pasca berakhirnya kontrak kerja. Rasa itu tentu saja menular pada kami, THL-TBPP angkatan berikutnya, yaitu THL-TBPP 2008 dan 2009. THL-TBPP direkrut dan dilatih (baca: dipersiapkan) untuk menjadi pendamping masyarakat, petani. Selama 3 tahun THL-TBPP 2007 menunaikan tugas sesuai tupoksi. Spesifikasi dan kualifikasi kami sangat jelas yakni seorang pendamping! Jika kemudian di tengah jalan kondisi mengharuskan kami merubah spesifikasi dari seorang petugas pendamping menjadi seorang pelaku usaha, sungguh itu merupakan perubahan yang sangat berat. Di sinilah, strategi ke-enam dari konsep pembangunan untuk semua gagasan Presiden SBY itu diuji. THL-TBPP adalah bagian dari rakyat Indonesia, yang bukan sekedar obyek apalagi komoditas pembangunan, melainkan subyek pembangunan yang perlu ditangani secara komprehensif, tuntas dan manusiawi.
Di samping itu ada hal lain yang tidak kalah pentingnya. Sebagian dari rekan-rekan THL-TBPP 2007 itu, seperti juga sebagian THL-TBPP 2008, adalah pendamping program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). BLM-PUAP adalah bantuan modal langsung dari pemerintah pusat pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di desa untuk dikelola menjadi modal abadi yang terus tumbuh. Jika mereka (THL-TBPP pendamping PUAP) diputus kontraknya, bagaimana kelanjutan program PUAP? Apakah kita menginginkan program itu kandas di tengah jalan dan kucuran dana itu menguap tanpa bekas?
Hasil evaluasi Badan Pengembangan SDM Pertanian sendiri telah mengakui bahwa lebih dari 80 % THL-TBPP menunjukkan kinerja yang baik. Dapat dikatakan keberadaan THL-TBPP, dari angkatan I sampai III, telah memunculkan keseimbangan baru antara pendamping (penyuluh) dan pelaku usaha (petani). Masyarakat petani mulai merasakan manfaat kehadiran para petugas ini. Ketika kontrak kerja diputus, maka kesimbangan itu menjadi terganggu dan masyarakat petanilah yang paling dirugikan. Seyogyanya pilihan alur kebijakan Deptan adalah memperkuat sistem lembaga penyuluhan dengan meningkatkan performa dan kualitas penyuluhnya (termasuk meningkatkan status THL-TBPP pada posisi yang lebih baik). Tetapi mengapa yang dipilih oleh Deptan adalah kebijakan "banting setir" (THL-TBPP diarahkan untuk menjadi pelaku usaha)?
Menteri Pertanian Suswono menyatakan ada 4 target sukses pertanian yaitu swasembada berkelanjutan, diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing serta ekspor. Menurutnya, ke-empat target itu akan dicapai melalui strategi 7 gema revitalisasi, di antaranya revitalisasi sumberdaya manusia dan revitalisasi kelembagaan petani. Bagaimana target-target itu bisa dicapai, jika implementasi strategi tidak dijalankan? Bagaimana revitalisasi kelembagaan petani bisa terwujud, jika pendamping-pendampingnya "digerogoti"?

Harapan Kepada Menteri Pertanian Suswono

Penulis memahami bahwa rekan-rekan THL-TBPP Angkatan I 2007 berada dalam posisi dan situasi yang sulit, persis seperti pengembara di titik persimpangan jalan yang membingungkan. Tapi yakinlah rekan-rekan, bahwa keberadaan kita masih dibutuhkan oleh petani. Masih segar dalam ingatan kita akan tekad Pemerintah di awal periode 2004 - 2009 yang akan mengkondisikan keberadaan penyuluh pertanian dalam komposisi 1 penyuluh : 1 desa dan 1 desa : 1 penyuluh. Tapi, masih di penghujung tahun 2009 ini, semangat itu menjadi redup dengan keluarnya kebijakan pemutusan kontrak kerja itu.
Kepada Mas Sus, sebagai sesama alumnus dan pengguna jasa "Pondok Indraprasta", Babakan Sirna, Bogor, penulis ingin menyampaikan ucapan Selamat atas dilantiknya Bapak sebagai Menteri Pertanian KIB II. Jika 26 tahun yang lalu, kita sesekali sempat ngobrol saat baca koran, maka kini betapa jauhnya jarak kita, baik jarak fisik maupun jarak kedudukan. Tetapi, ijinkan penulis sebagai salah satu dari 26.000 THL-TBPP se Indonesia menyampaikan harapan. Tolonglah kondisikan kami, agar dapat melanjutkan darma bakti kami kepada masyarakat, bangsa dan negara sesuai spesifikasi kami sebagai penyuluh pertanian (pendamping petani), bukan sebagai yang lain.
Menggantungkan harapan semata-mata kepada Deptan, tentu saja tidak adil. Jalan keluar permasalahan ini juga sangat bergantung pada kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Men PAN). Karena itu kami berharap ada koordinasi dan kesepahaman yang sangat baik antara Deptan dan Men PAN, agar nanti dapat keluar kebijakan khusus yang mengatur kelanjutan program THL-TBPP dalam format yang sebaik-baiknya. Sekali lagi, sesuai arahan Presiden SBY, target utama Deptan adalah swasembada pangan berkelanjutan. Dalam hal ini, peran THL-TBPP sebagai ujung tombak pembangunan pertanian tidak bisa diabaikan untuk mendukung tercapainya target tersebut.

Penulis: Ir. Nur Samsu; merupakan THL TBPP angkatan 2008 BPP PAITON Kabupaten Probolinggo - Jawa Timur
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Surat Terbuka Kepada Menteri Pertanian KIB II: THL-TBPP DI PERSIMPANGAN JALAN - 9756people
Info Petani -
Target Produksi Beras 2010 : 66,8 juta Ton
SOLOPOS (14 Oktober 2009)

Departemen Pertanian mentargetkan produksi beras di Indonesia pada tahun 2010 bisa tercapai sebesar 66,8 juta ton gabah kering giling (gkg). Target tersebut lebih tinggi dibandingkan produksi beras pada tahun 2009 yang hanya sebesar 65 juta ton gkg.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Pemasaran Domestik Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Target Produksi Beras 2010 : 66,8 juta Ton - 9756people
Info Petani -
Guideline for Land Suitability (CIDA – Canadian International Development Agency,1980)
SOIL DRAINAGE CLASSES
1.      Very Poorly Drained
Water is very slowly removed from the soil related to water supply when the water remains at the soil surface for a long time if there are no artificial drainage. Soil of this drainage class is usually occupy level or depressed sites and frequently ponded. Where the rainfall is high and nearly continuous, very poorly drained soils may be found
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Guideline for Land Suitability (CIDA – Canadian International Development Agency,1980) - 9756people
Info Petani -
TEMBAKAU, di antara Pengusaha, Buruh Pabrik, Petani, dan Kesehatan Masyarakat

ANDA PEROKOK ? Bersiaplah untuk menderita karena tempat-tempat larangan merokok semakin hari semakin berkurang. Begitu pula dengan peraturan larangan merokok di tempat-tempat tertentu semakin gencar disosialisasikan di kota-kota besar. Belum lagi dengan adanya fatwa MUI tentang rokok.

Ada alasan yang sering dilontarkan para perokok untuk membela diri. Diantaranya adalah "saya merokok untuk
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: TEMBAKAU, di antara Pengusaha, Buruh Pabrik, Petani, dan Kesehatan Masyarakat - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit