728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
MENYUSUN MATERI PENYULUHAN PERTANIAN
1.        Latar Belakang
Salah satukegiatan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian adalah penyampaianinformasi dan teknologi pertanian kepada penggunanya. Informasi dan teknologipertanian tersebut sering kita sebut sebagai pesan penyuluhan atau materipenyuluhan pertanian. Materi penyuluhan pertanian yang akan  disampaikan penyuluh kepada pelaku utama danpelaku usaha pertanian diharapkan dapat memberikan dampak yang positif kepadapeningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya didalam memilih materipenyuluhan haruslah benar-benar sesuai dengan kebutuhan sasaran dalam hal inipelaku utama dan pelaku usaha pertanian. Oleh karena itu maka materi penyuluhanpertanian yang akan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha pertaniantersebut harus diverifikasi terlebih dahulu oleh instansi yang berwenang dibidang penyuluhan pertanian. Verifikasi materi penyuluhan pertanian tersebutdimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerugian sosial ekonomi, lingkungan hidupdan kesehatan masyarakat. Dengan demikian materi penyuluhan pertanian yangbelum diverifikasi dilarang untuk disampaikan kepada pelaku utama dan pelakuusaha pertanian.

2.        Tinjauan Umum MateriPenyuluhan Pertanian
a.     Pengertian
Menurut pengertian bahasa materi berarti segala sesuatu yangtampak. Dalam pengertian yang lebih luas materi sering diartikan sesuatu yangmenjadi bahan untuk diujikan, dipikirkan, dibicarakan, dikarangkan, ataudisampaikan. Dibidang penyuluhanpertanian materi penyuluhan diartikan sebagai pesan yang akan disampaikanoleh penyuluh kepada sasaran penyuluhan. Pesan penyuluhan dapat berupa pesankognitif, afektif, psikomotorik maupun pesan kreatif. Pesan penyuluhan ada yangbersifat anjuran (persuasif),larangan (instruktif), pemberitahuan(informatif) dan hiburan (entertainment). Dalam bahasa teknis penyuluhan, materi penyuluhanseringkali disebut sebagai informasi pertanian (suatu data/bahan yangdiperlukan penyuluh, petani-nelayan, dan masyarakat tani). Materipenyuluhan antara lain dapat berbentuk pengalaman misalnya pengalamanpetani yang sukses mengembangkan komoditas tertentu, hasil pengujian/hasilpenelitian, keterangan pasar atau kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.  Menurut UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang SistemPenyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, materi penyuluhan pertaniandidefinisikan sebagai bahan penyuluhanyang akan  disampaikan oleh para penyuluhkepada pelaku utama dan pelaku usaha dalam berbagai bentuk yang meliputiinformasi, teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi, hukum, dan kelestarianlingkungan.

b.     Tujuan
Materipenyuluhan pertanian dibuat untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan pelakuutama dan pelaku usaha pertanian dengan memperhatikan pemanfaatan danpelestarian sumberdaya pertanian.  Karena itu materi penyuluhan pertanian yangakan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha pertanian tersebut harusdiverifikasi terlebih dahulu oleh instansi yang berwenang di bidang penyuluhanpertanian. Verifikasi materi penyuluhan pertanian tersebut dimaksudkan untukmencegah terjadinya kerugian sosial ekonomi, lingkungan hidup dan kesehatanmasyarakat. Dengan demikian materi penyuluhan pertanian yang belumdiverifikasi dilarang untuk disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usahapertanian.

c.      Ruang Lingkup
Dalamproses komunikasi antara penyuluh dengan sasaran, penyuluh pertanian akanmenyampaikan segala sesuatu yang menyangkut ilmu (teori) dan teknologi(praktis) pertanian, kesemuanya itu disebut materi penyuluhan. Dapat dikatakanbahwa materi penyuluhan pertanian adalah segala isi (content) yang terkandung dalam setiap kegiatan penyuluhan pertanian(Samsudin, 1987 dan Kartasapoetra, 1988). Jadi, ilmu sebagai materi penyuluhan yang disampaikan kepada petanidapat berupa pengetahuan, misalnya pemberian informasi tentang perkembanganpertanian, atau informasi tentang varietas dari suatu komoditi yang sifatnyahanya untuk diketahui, sedangkan yang bersifat praktis, misalnya materi tentangbudidaya tanaman seperti, cara memilih benih, cara mengolah tanah, caramemupuk, atau dalam bidang peternakan, seperti cara melakukan vaksinasi,pembuatan pakan dan teknologi yang berhubungan dengan kegiatan petani.  Dengan demikian, informasi teori sifatnyamemberikan motivasi, merangsang, dan memperluas wawasan petani terhadapperkembangan dunia luar, sedangkan informasi teknologi menyangkut cara-carayang sifatnya membimbing dan mengajarkan petani agar terampil mengerjakanmateri yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan.  Secara rinci bahan atau materi penyuluhanpertanian yang akan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha pertanianmeliputi:
·        Segala informasi pertanian yang mencakup :
1)   Pengalaman praktek para petani yang "lebih"berhasil baik dari wilayah yang bersangkutan maupun dari luar wilayahnya yangmempunyai kondisi agroklimat yang (hampir) serupa;
2)   hasil-hasil pengujian, terutama dari pengujian lokal (local verification trials);
3)   Saran rekomendasi yang telah ditetapkan oleh instansiyang berwenang;
4)   Keterangan pasar seperti : catatan harga hasil-hasilpertanian, penawaran dan atau permintaan akan sarana produksi dan hasil-hasilpertanian, dan lain-lain;
5)   Berbagai kebijaksanaan dan atau peraturan-peraturan yangdikeluarkan oleh pemerintah pusat dan daerah setempat yang berkaitan dengansektor pertanian seperti kebijaksanaan harga-dasar, peraturan tentangpermohonan dan pengembalian kredit, dan lain-lain.
·        Latihan keterampilan tentang :
1)    teknis pertanian seperti penggunaan alat-alat/mesinpertanian, teknik/cara memupuk, menggunakan sprayer, dan lain-lain;
2)    mengelola usahatani berupa mengerjakan soal-soal latihananalisa usahatani, pengumpulan informasi pasar dan lain-lain.
·        Dorongandan atau rangsangan menuju swakarsa, swakarya, dan swadaya masyarakat berupa :
1)    perlunya berusahatani secara berkelompok, pembentukanorganisasi dan atau lembaga-Iembaga pelayanan seperti koperasi, kios produksi,perkreditan, transportasi, dan lain-lain;
2)    menciptakan berbagai kemudahan fasilitas yang diperlukanseperti penyediaan alat-alat/mesin pertanian, perlengkapan rumah-tangga untukyang punya hajat, dan lain-lain.

Ditinjaudari subject-matter (materi pokok)yang harus diberikan sebagai bahan penyuluhan pertanian, pada dasarnya materipenyuluhan pertanian dapat dikelompokkan dalam:
·        llmuTeknik Pertanian yang tidak hanya mencakup mengenai apa yang harusdilakukan, tetapi juga mengapa, bagaimana, kapan dan di mana harusdilaksanakan. Materi yang diberikan harus dlkaitkan dengan pengalaman yangdimiliki petani setempat dan harus disertai kepercayaan kepadarealitas-realitas yang ditemui di lapangan. Termasuk dalam materi tentangteknik pertanian adalah :
1)    kegiatan pra panen yang meliputi: (a) pola bertanam danteknik pertanamannya. (b) pemupukan yang efektif. (c) pemanfaatan air secaraefisien. (d) perlindungan tanaman secara terpadu dengan menerapkan teori ambangekonomi. (e) penggunaan varietasunggul;
2)    kegiatan pascapanen meliputi : (a) panen perontokan (b) pengangkutan (c) pengeringan (d)pengolahan dan (e) penyimpanan.
·        Ilmu Ekonomi Pertanian yang terutama diarahkan kepada usaha pengelolaanusahatani yang lebih bermanfaat secara ekonomis maupun non ekonomis.  Termasuk dalam materi ilmu ekonomi pertanianadalah :
1)    pengelolaanusahatani yang lebih efisien dengan menerapkan prinsip-prinsip optimisasi yakni: (a) hasil fisik yang maksimum (b) keuntungan optimum (c) penekanan biaya(masukan);
2)    penguasaan dan pemasaran hasil-hasil pertanian;
3)    penggunaan atau pemanfaatan kemudahan kredit produksipertanian;
4)    kelembagaan ekonomi pertanian : koperasi dan lain-lain.
Dalampenyampaian ilmu ekonomi pertanian harus selalu menerapkan pendekatan multi disiplindengan analisis interdisiplin yang tidak hanya bagi usaha menaikkan pendapatandan atau keuntungan usahatani dalam waktu terbatas tetapi juga memperhatikanprinsip-prinsip perluasan lapangan dan kesempatan kerja serta usaha pelestarianlingkungan hidup.
·        IlmuTatalaksana Rumah Tangga Petani, mengingat bahwa kegiatan usahatanidalam kenyataannya adalah merupakan bagian dari kegiatan rumah tangga petanisecara keseluruhan, maka untuk menuju efisiensi pengelolaan usahatani harusselalu dilakukan kegiatan penyuluhan mengenai tatalaksana rumah tangga petani.Termasuk dalam materi untuk bidang tatalaksana rumah tangga petani adalah :
1)    Pengenalan tentang makna usahatani bagi rumahtanggapetani yang dapat diresapi;
2)    Proses manajemen secara keseluruhan yang mencakup :
(a)     Pembuatan atauinventarisasi sumber-sumber
(b)     Penetapantujuan berikut skala prioritasnya
(c)      Penetapan masalah berikut skala prioritasnya
(d)     Studi tentangalternatif-alternatif yang mungkin tentang:
-        apa yangdiinginkan;
-        apa yang akandibayar;
-        apa yang lebihbaik dibayar;
-        dapatdilaksanakan.
(e)     Mengembangkanperencanaan anggaran, meliputi kebutuhan uang yang diperlukan, pola pertanaman,produksi yang diharapkan, kemungkinan besarnya pengeluaran (pembiayaan) danpenerimaan yang diharapkan;
(f)       Perencanaanikutan tentang catatan singkat yang dapat dipergunakan untuk pemeriksaankekayaan, pendapatan, dan lain-lain hal yang tercakup di dalam perencanaananggaran;
(g)     Evaluasi hasilyang dapat dipergunakan sebagai umpan balik bagi kegiatan berikutnya yang akandiulangi;
3)    Persiapananggaran berupa analisis usahatani per tahun;
4)    Penerapan perencanaan tatalaksana rumahtangga danusahataninya.
·        DinamikaKelompok, kegiatan penyuluhan pertanian pada hakikatnya adalah suatukegiatan yang selalu berurusan dengan "manusia" petani yang harusdapat diajak mengubah sikapnya, cara bertindak, cara bekerja, bahkan jugapolapikirnya untuk mencapai kesejahteraan yang lebih tinggi melalui usahamenaikkan produktivitas dan pendapatan/keuntungan usahataninya. Tetapi, jikaharga diri mereka direndahkan, jika potensi yang terpendam di dalam diri tidakdigali dan dikembangkan, perubahan yang diharapkan itu tak akan mungkinterjadi. Sehubungan dengan itu, mengingat petani adalah golongan masyarakatyang sangat erat ikatan kelompoknya, maka kepada mereka disamping materipenyuluhan pertanian yang lain perlu diberi materi tentang dinamika kelompok.Termasuk di dalam materi ini antara lain :
1)    dasar-dasarpengertian tentang dinamika kelompok;
2)    makna daridinamika kelompok;
3)    beberapalatihan pengembangan dinamika kelompok seperti : diskusi, kegiatan-latihangotong-royong untuk mengerjakan sesuatu, dan lain-lain;
4)    dorongan untukselalu bekerja dan bereksperimen (trialsand error).
·        PolitikPembangunan Pertanian, di samping pokok-pokok materi yang telahdisebutkan di atas, maka dalam penyuluhan pertanian perlu juga diberikan pokokmateri tentang politik pembangunan pertanian yang sedang menjadi programpemerintah. Hal ini penting, sebab tujuan usahatani tidak hanya untuk menujukesejahteraan orang seorang atau bagi petani saja, melainkan mempunyai tugasyang penting bahkan sangat penting arti dan peranannya bagi kesejahteraanmasyarakat dan bangsa pada umumnya. Tidak saja untuk mencukupi kebutuhan pokok,tetapi juga peran dan artinya ditinjau dari martabat bangsa, dari segikeamanan, dan stabilitas nasional dalam arti yang sangat luas. Termasuk dalammateri ini adalah:
1)    makna pertanian atau usahatani bagi kehidupan manusia;
2)    makna usahatani bagi stabilitas nasional;
3)    makna usahatani bagi kehidupan umat manusia;
4)    berbagai peraturan dan atau kebijaksanaan  “baru” dari pemerintah pusat dan daerah

3.         Sumber-Sumber MateriPenyuluhan Pertanian
Mardikanto (1993) menyebutkan bahwa sumber materipenyuluhan pertanian dapat kelompokkan menjadi:
a.     Sumber resmi dari instansi pemerintah,seperti :
·        Kementerian /dinas-dinas terkait
·        Lembaga penelitian dan pengembangan
·        Pusat-pusat pengkajian
·        Pusat-pusat informasi
·        Pengujian lokal yang dilaksanakan olehpenyuluh
b.    Sumber resmi dari lembaga-lembagaswasta/lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dibidang penelitian, pengkajiandan penyebaran informasi
c.     Pengalaman petani, baik pengalamanusahataninya sendiri atau hasil dari petak pengalaman yang dilakukan secarakhusus dengan atau tanpa bimbingan penyuluhnya.
d.    Sumber lain yang dapat dipercaya, misalnya:informasi pasar dari para pedagang, perguruan tinggi dan lain-lain.

Sehubungan dengan adanya beragam materi tersebut, makakiranya perlu diingat bahwa :
·        Materi yang berasal dari lembaga-lembagaresmi (pemerintah dan atau swasta) seringkali tidak sesuai dengan kondisipengguna, meskipun telah teruji melalui metode ilmiah tertentu. Hal inidisebabkan karena, baik lingkungan fisik maupun sumberdaya yang digunakan tidakselalu sama seperti yang dimiliki atau yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna, khususnyayang berkaitan dengan: peralatan yang digunakan, pengetahuan dan ketrampilanyang dikuasai dan tersedianya modal yang terbatas, sehingga tidaklahmengherankan jika materi-materi yang disampaikan seringkali :
a.       Secara teknis tidak dapat dilaksanakan
b.      Secara ekonomis tidak menguntungkan
c.       Secara politis dan sosial budaya setempattidak dapat diterapkan
·        Materi yang berasal dari pengalaman petaniseringkali masih diragukan keterandalannya (ketepatan dan ketelitiannya),karena sering tidak memperhatikan metode ilmiah tertentu yang telah dibakukan.
·        Materi yang berasal dari sumber lain,seringkali kurang jujur, karena dari padanya melekat kepentingan-kepentingantertentu yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan kepenitngan penggunamaupun masyarakat secara keseluruhan.

Oleh karenaitu, seyogyanya agar setiap pengguna inovasi selalu bersikap hati-hati, denganselalu mencoba terlebih dahulu dalam skala usaha yang relatif kecil sebagaipetak pengalaman atau dengan melakukan pengujian lokal (local ferification trials). Penerapan langsung setiap inovasi dalamskala luas hanya dapat diterima manakala pengguna telah memiliki pengalamanyang “baik” dengan setiap sumber materi yang diterimanya.

4.        Penyiapan Bahan MateriPenyuluhan Pertanian
Bahan untukpenyusunan materi penyuluhan pada dasarnya harus relevan dengan kebutuhansasaran yang teridentifikasi. Tujuannya yaitu agar materi yang tersusun menjadiefektif, dalam arti sesuai kebutuhan sasaran dan mampu menyelesaikanpermasalahan aktual yang dihadapi petani sasaran.
Berkaitandengan itu, syarat-syarat bahan untuk penyusunan materi yang tepat diantaranya:
-    Relevan dengan kebutuhan sasaran
-    Berasal dari sumber yang jelas dan dapatdipertanggungjawabkan
-    Dapat diakses dengan baik
5.        Pemilihan MateriPenyuluhan Pertanian
a.    RagamMateri
Apapun materi penyuluhan yangdisampaikan oleh seorang penyuluh, pertama-tama harus diingat bahwa materitersebut harus senantiasa mengacu kepada kebutuhan yang telah dirasakan olehmasyarakat sasarannya. Tetapi didalam praktiknya seringkali penyuluh menghadapi kesulitan untuk memilih danmenyajikan materi yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat sasarannya. Halini disebabkan oleh karena keragaman sasaran yang dihadapi, sehingga menuntutkeragaman kebutuhan yang berbeda atau keragaman materi yang harus disampaikanpada saat yang sama. Kesulitan lain juga dapat muncul manakala pemahaman tentang sasaran danwaktu menjadi pembatas.
Sehubungandengan hal tersebut, Arboleda (1981) dalam Mardikanto (1993) memberikan acuanagar setiap penyuluh mampu membeda-bedakan ragam materi penyuluhan yang ingindisampaikan pada setiap kegiatannya ke dalam :
·        Materi Pokok (Vital)
Materi pokok merupakan materi yang benar-benardibutuhkan dan harus diketahui oleh sasaran utamanya. Materi pokok sedikitnyamencakup 50 persen dari seluruh materi yang disampaikan.
·        Materi Penting (Important)
Materipenting berisi dasar pemahaman tentang segala sesuatu yang berkaitan dengankebutuhan yang dirasakan oleh sasarannya. Materi ini diberikan sekitar 30persen dari seluruh materi yang disampaikan.
·        Materi Penunjang (Helpful)
Materi penunjang masih berkaitan dengan kebutuhan yang dirasakan yang sebaiknyadiketahui oleh sasaran untuk memperluas cakrawala pemahamannya tentangkebutuhan yang dirasakannya itu. Materi ini maksimal 20 persen dari seluruhmateri yang disampaikan.
·        Materi Mubazir (Super flous)
Materi inisebenarnya tidak perlu dan tidak ada kaitannya dengan kebutuhan yang dirasakan oleh sasaran. Karena itu dalam setiapkegiatan penyuluhan sebaiknya justru dihindari penyampaian materi seperti ini.

Selanjutnya, materi penyuluhan pertanian juga dapat dikelompokkanberdasarkan jenis usaha tani,kelompok sasaran, dan tujuan yang ingin dicapai
-          Materi penyuluhan berdasarkanjenis usaha tani: pertanian (pangan, hortikultura, perkebunan),peternakan, atau usaha tani off farmdan on farm.
-          Materi penyuluhan berdasarkankelompok sasaran: pelaku utama dan pelaku usaha
-          Materipenyuluhan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai,yaitu materi dikelompokkan berdasarkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkandalam programa penyuluhan dan rencana kegiatan penyuluhan (pelajari modul tentang menyusun programa penyuluhan pertanian).

b.    PertimbanganMemilih Materi
Agar materi yang akan kita sampaikanbenar-benar  efektif (sesuai dengankebutuhan sasaran), maka dalam melakukan pemilihan materi penyuluhan pertanianhendaknya mempertimbangkan  hal-halberikut ini :
·        Profitable, memberikankeuntungan yang nyata kepada sasaran.
·        Complementer, dapat melengkapikegiatan yang ada sekarang, atau mengisi waktu luang di antara kegiatan saatini.
·        Compatibility, tidakbertentangan dengan adat istiadat dan kebudayaan masyarakat.
·        Simplicity, sederhana mudahdilaksanakan, tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi.
·        Availability, pengetahuan,biaya dan sarana yang diperlukan, dapat disediakan oleh sasaran.
·        Immediate Aplicability, dapatdimanfaatkan dan segera memberikan hasil yang nyata.
·        In expensiveness, tidakmemerlukan ongkos tambahan yang terlalu mahal.
·        Low risk, tidak mempunyairesiko yang besar dalam penerapannya.
·        Spectaculer impact, impact dari penerapannyamenarik dan menonjol.
·        Expandible, dapat dilakukandalam berbagai keadaan dan mudah diperluas  dalam kondisi yang berbeda-beda.

6.        Penyusunan MateriPenyuluhan Pertanian
a.    PenyusunanSinopsis
Ringkasan dari materi penyuluhan pertanian perlu disiapkan dan dituangkandalam bentuk “sinopsis”. Sinopsis berasal dari kata synopical  yang artinya ringkas. Berdasarkan asal katatersebut, sinopsis diartikan: ringkasan suatu materi tulisan yang panjang (baikfiksi maupun non-fiksi) dan sinopsis itu sendiri ditulis dalam bentuk narasi.
Tujuan penyusunan sinopsis yaitu untuk meringkasbahan-bahan materi penyuluhan sehingga menjadi lebih singkat, padat, mudahdipahami, dan terhindar dari bahan-bahan yang kurang relevan dengan topik yangtelah ditetapkan.
Sinopsis terdiri dari dua versi, yaitu:
·        Sinopsisyang ditulis untuk meringkas karya yang sudah ada atau sudah ditulis secaralengkap.
·        Sinopsisyang ditulis untuk persiapan menulis suatu gagasan yang akan dituangkan dalambentuk fiksi maupun non-fiksi.

Langkah-langkahmembuat sinopsis karya yang sudah ada adalah:
·        Membacamateri dengan seksama dan penuh konsentrasi;
·        Menyediakanwaktu khusus untuk membaca;
·        Membacadalam kondisi rileks – tanpa tekanan;
·        Pahamimateri;
·        Pikirkansinopsis yang akan ditulis siapa pembacanya?;
·        Tulissinopsis dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca.

Sedangkan langkah-langkah membuat sinopsis untuk menyampaikan ide ataugagasan, adalah:
·        Pemetaan materi yang akan disampaikan: siapasasarannya?;
·        Sinopsis yang telah ditulis perlu disertailembar-lembar presentasi detail gagasan sebagai pendukungnya;
·        Siap menerima kritikan dan melakukan revisi(apabila dianggap perlu) bahkan mungkin merombak (re-writing);
·        Mempertimbangkansegi ekonomi;
·        Siap mempresentasikansinopsis.
Contoh formatsinopsis:

SINOPSIS

Judul  Materi: ---------------------------------


                      Bagian awal  --------------------------------------
-------------------------------------------------------------------
                  
                     Bagian utama  -------------------------------------
------------------------------------------------------------------

Bagian akhir  -------------------------------------
------------------------------------------------------------------

                       Tempat dan Tanggal Penyusunan Sinopsis

       Penyuluh,


                                     Nama dan Tanda tangan





b.    PenyusunanLPM
Materi yang telah dipilih untukdisampaikan kepada sasaran selanjutnya disusun dalam Lembar Persiapan Menyuluh(LPM). LPMyaitu lembar persiapan menyuluh setidaknya berisi: Judul; Tujuan; Metode;Media; Waktu; Alat Bantu; Uraian Kegiatan; dan Estimasi Waktu pelaksanaanpenyuluhan.
Penyusunan LPM dimaksudkan untukmemudahkan Penyuluh menyampaikan materi penyuluhannya, karena di dalam LPMdicantumkan hal-hal yang akan digunakan dan disampaikan kepada sasaran terkaitdengan materi penyuluhan. Berikut adalah contoh format LPM:



Lembar Persiapan Menyuluh (LPM)


Judul        :    ……………………………………
Tujuan      :    …………………………………..
Metode     :    ……………………………………
Media       :    ……………………………………
Waktu       :    …………………………………..
Alat Bantu :    …………………………………..

Pokok Kegiatan
Uraian Kegiatan
Waktu
Keterangan
Pendahuluan



Isi / Materi



Pengakhiran






                                           Tempat dan Tanggal  Penyusunan LPM
                                                             Penyuluh,


                                                  Namadan Tanda tangan

Sumber Tulisan : Bahan Diklat Sertifikasi Penyuluh Pertanian Level Supervisor Bapeltan Jambi 2011
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: MENYUSUN MATERI PENYULUHAN PERTANIAN - 9756people
Info Petani -
Pestisida Alami dan PHT


Hama juga bagian dari ekosistem
Masalah resurgensi hama wereng pada tanaman padi yang terjadi pada akhir dekade 70-an telah memberikan pelajaran berharga bagi pengembanagan pertanian di Indonesia. Pemakaian pestisida kimiawi secara terus menerus dan tidak terkendali hanya akan membuahkan masalah baru yang lebih besar. Selain polusi (pencemaran), baik terhadap lingkungan maupun produk pertanian
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pestisida Alami dan PHT - 9756people
Info Petani -
Pengembangan Keprofesian Penyuluh Pertanian

          Kegiatan Pengembangan Keprofesian Penyuluh Pertanian dilaksanakanmelalui pembuatan karya tulis yaitu Karya tulis ilmiah dan Karya tulis ilmiahpopuler.  Pembuatan karya tulis ilmiahdibidang pertanian ini “bahan bakunya” dapat berasal dari hasil pengkajian,penelitian kaji tindak (action research),tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dibidang pertanian, ataukarya ilmiah/karya tulis berupa prasaran, tinjauan,gagasan, atau ulasan ilmiahyang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. Sedangkan publikasi karya ilmiah/karyatulis dapat dalam bentuk buku yang diterbitkan, majalah ilmiah, atau mediamassa, dapat juga tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan di perpustakaandalam bentuk buku atau naskah. Selain hal tersebut diatas, dapat jugapengembangan profesi dalam bentuk menerjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahanlain dibidang pertanian yang dipublikasikan dalam bentuk buku atau majalahilmiah, dapat juga tidak diplublikasikan tetapi sudah dalam bentuk naskah jadi.
Adabeberapa pengertian tentang karya ilmiah :
a.      Karya ilmiah adalah Karya yang mengikuti kaedah,peraturan, dan jalan pikian yang berlaku dalam ilmu pengetahuan sertamemberikan sumbangan kepada khasanah ilmu di bidang ilmu tertentu.
b.      Karya ilmiah adalah Argumentasi penalarankeilmuan yang dikomunikasikan melalui bahasa tulisan.
c.       Karya ilmiah adalah Tulisan yang didasarioleh hasil pengamatan, peninjauan, atau penelitian di bidang ilmu tertentu,yang disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yangbersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah(kebenarannya).
Ciri-ciri  tulisan ilmiah adalah:logis, sistematis, objektif, tuntas dan menyeluruh, seksama, jelas,kebenarannya dapat diuji, terbuka, berlaku umum, serta penyajiannyamemperhatikan santun bahasa dan tata tulis bahasa baku.
Syarat-syarat tulisan ilmiah adalah akurat, jelas, ringkas, konvensional,dan utuh. Isi (materi) dari penulisan ilmiah diharapkan dapat memenuhiaspek-aspek sebagai berikut :a) Relevan dengan jurusan dari penulis yangbersangkutan. b) Mempunyai pokok permasalahan yang jelas. c) Masalah dibatasisesempit mungkin.
       Menurut Brotowidjojo(1988) persyaratanbagi sebuah tulisan untuk dianggapsebagai karya ilmiah adalah :
a. Karya ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau  menyajikan aplikasi hukum alam pada situasispesifik.
b. Karya ilmiah ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidakbersifat terkaan. Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulisanilmiah, yakni penyebutan rujukan dan kutipan yang jelas.
c. Karya ilmiah harus disusun secara sistematis, setiap langkahdirencanakan secara terkendali, konseptual, dan prosedural.
d. Karya ilmiah menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman danalasan yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan.
e. Karya ilmiah mengandung pandangan yangdisertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis.
f. Karya ilmiah ditulis secara tulus. Halitu berarti bahwa karya ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual sehinggatidak akan memancing pertanyaan yang bernada keraguan. Penulis karya ilmiahtidak boleh memanipulasi fakta, tidak bersifat ambisius dan berprasangka.Penyajiannya tidak boleh bersifat emotif.
g.  Karya ilmiah pada dasarnya bersifat ekspositoris. Jika pada akhirnyatimbul kesan argumentatif dan persuasif, hal itu ditimbulkan oleh penyusunankerangka karangan yang cermat. Dengan demikian, fakta dan hukum alam yangditerapkan pada situasi spesifik itu dibiarkan berbicara sendiri. Pembaca dibiarkan mengambil kesimpulansendiri berupa pembenaran dan keyakinan akan kebenaran karya ilmiah terseb
            Bentuk-bentuktulisan ilmiah. Secara umum tulisan ilmiah dapat dikelompokkan atas beberapa bentuk:
a.      Laporan yaitu:bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data setelah penulis melakukanpenelitian, peninjauan, atau membaca artikel ilmiah.
b.     KerangkaAcuan (TOR = Term of Reference) yaitu: dokumen singkat dari pemberidana penelitian yang menjelaskan permasalahan yang akan diteliti, memuat garisbesar informasi tentang latar belakang, permasalahan, tujuan, dan kegunaan,ruang lingkup, waktu pelaksanaan, sumber dan besar dana, serta lokasipenelitian.
c.      ProposalPenelitian yaitu: usulan perencanaan penelitian sebagai jawabanatas tawaran penelitian berupa penjabaran TOR dengan informasi  lebih lengkap dalam tinjauan pustaka,kerangka berfikir teoritis yang diikuti dengan penurunan hipotesis terhadaptujuan penelitian yangditurunkan secara deduktif dan metode penelitian.
d.     Skripsi/ Tesis / Disertasi yaitu: karya tulis ilmiah dalam rangka memenuhisalah satu syarat penilaian hasil belajar pada tingkat sarjana / magister /doktor pada jalur pendidikan akademik di Perguruan Tinggi.
e.      ArtikelIlmiah yaitu: hasil representasi hasil pemikiran penulis atassuatu objek kajian kepada pembaca melalui bahasa tulis dengan mengikutisistematika dan kaidah penulisan ilmiah.
f.      Buku yaitu:berupa tulisan ilmiah dalam bentuk buku teks (buku pegangan utama) maupundiktat, yang berisi informasi faktual tenteng suatu disiplin ilmu tertentu.
g.      Makalah(Scientific paper) yaitu karya tulis ilmiahyang disusun berdasarkan informasi data atau hasil penelitian yang ditujukanuntuk golongan pembaca/masyarakat tertentu dan atau pada kejadian (event)tertentu pula.

1. Merencanakan penulisan karya tulis
a.      Sistematika/Tahapan  penulisan karya tulis
Dalam penulisan karya tulis ” Sistematika penulisan” penting sekaliartinya, karena dengan membuat sistematika yang jelas akan memudahkan kitadalam bekerja.dan kita akan lebih fokus. Sistematika/tahapan dalam penulisankarya tulis adalah a).Mengidentifikasi masalah/isu  2). Menentukan topik  c). Mengumpulkan data/informasi  d). Melaksanakan penulisan . Selain itu  dalam merencanakan penulisan suatu karyatulis kita perlu mengetahui terlebih dahulu tentang teknik penulisan . Secaragaris besar suatu karya tulis terdiri dari 3 bagian yaitu 1),Bagian Awal   2). Bagian Isi (Utama)   3). Bagian Akhir. Setiap bagian inidiuraikan lagi menjadi bagian-bagian tertentu sesuai topik karya tulis sehinggapada akhirnya membentuk kerangka penulisan.

          b.  Masalah dalam pengembangan keprofesian
            Pemilihan masalah bukanlah suatu pekerjaan yangsederhana  dan mudah. Pada umumnya banyakyang mengalami kesulitan dalam menentukan masalah yang paling tepat untukdipilihnya. Masalah studi atau penulisan bukanlah bukanlah sekedar masalah yangada dan bersifat umum saja. Setiap masalah belum tentu dapat dilakukan studiuntuk pemecahannya, demikian pula setiap masalah belum tentu dapat dijawabdengan studi atau penulisan karya ilmiah.
1). Identifikasi masalah
            Dengan adanya masalah dapat diuraikan secara jelasidentifikasi masalah pokok yang akan dibahas serta mampu mengungkapkan masalahyang akan dikemukakan. Masalah yang diungkapkan tersebut dapat berasal dariperbedaan antara teori dan penerapannya di lapangan (praktek). yaitu berupa a).Hilangnya informasi yang menimbulkan kesenjangan pada pengetahuan kita  b). Terdapatnya hasil-hasil yang salingberlawanan, maupaun   c). Terdapatnya faktayang memerlukan penjelasan lebih lanjut.
            Setelah memilih secara garis besar topik masalah makamasalah tersebut perlu diuraikan lebih rinci untuk mengetahui sejauh mana ruanglingkupnya, sejauh mana kedalaman yang akan dikaji dan berapa banyak submasalahyang akan dibahas. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a)Menentukan masalah pokok , atau dalam cakupan yang lebih  mendasar dan berkaitan langsung dengankeahlian yang diminati  dan dikuasai. b).Mempertajam atau memperinci masalah pokok tersebut menjadi sub topik yang lebihspesifik. c) Selanjutnya bila diperlukan dapat diperinci lebih lanjut sehinggamembentuk suatu jenjang hirarki (problem tree), tergantung pada ruanglingkupnya.
            Sebagai contoh Anda akan menulis suatu topik masalahmengenai produktivitas kerja pada kelompok masyarakat tertentu . Menurut konsepyang berlaku bahwa banyak faktor yang menentukan tingkat produktivitas kerjaseseorang. Pada kenyataannya di lapangan terlihat bahwa  walaupun diperhatikan beberapa faktorpenyebabnya tersebut, produktivitas tetap menurun. Dari hasil laporan maupunpengamatan sementara berdasarkan data sekunder terdapat bahwa menurunnyaproduktivitas kerja pada sekelompok orang tertentu disebabkan oleh kurangnyamotivasi para tenaga kerja, rendahnya kemampuan dasar/bakat, kurangnyakemampuan kerja, lemahnya manajemen waktu, serta timbulnya kepenatan dalam bekerja. Setelah diamati lebihlanjut guna mendapatkan hal-hal yang lebih khusus, ternyata kurangnya motivasitersebut disebabkan oleh lemahnya dorongan untuk berprestasi, belum adanyasistem penghargaan dan pengakuan terhadap prestasi yang telah dicapai olehseseorang, kurangnya rasa ikut memiliki, dan belum adanya kesempatan untukmenduduki jabatan atau jenjang karir yang lebih tinggi. .Demikian pula lemahnyamanajemen waktu tersebut karena kurangnya kecepatan pelayanan yang dibutuhkandan kurangnya ketepatan waktu yang diperlukan. Berdasarkan hal-hal tersebutmaka akan terdapat sebuah pohon masalah dari dari produktivitas kerja pada  kelompok masyarakat tertentu.
2). Perumusan masalah
            Setelah kita melakukan identifikasi area topik masalahserta cakupan yang akan dipilih sebagai batasan area topik masalah ataukedalamannya kemudian masalah tersebut disampaikan dalam bentuk rumusan . Beberapakriteria yang perlu diperhatikan dalam perumusan masalah adalah  :a) dapat dijawab dengan baik oleh kesimpulanyang diambil berdasarkan analisis data. Oleh karena itu masalah tersebutsebaiknya disimpulkan dalam bentuk kalimat tanya yang jawabannya dapatdiperoleh melalui studi  b) dicantumkanpada kalimat terakhir pada alinea terakhir dari uraian tentang masalah danidentifikasinya c) rumusan masalah yang baik pada umumnya dapat menunjukanfaktor yang terkait  d) harus dapatdiukur melalui pengumpulan, pembahasan dan analisis data.  Sebagai contohuntuk masalah produktivitas kerja ada beberapa perumusan masalah yang dapatdibuat seperti;  a). Bagaimana caranyameningkatkan produktivitas kerja?   b)Faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas kerja? c) apakah motivasimempunyai hubungan dengan produktivitas kerja? d) bagaimana caranyameningkatkan motivasi? dan seterusnya.

         c. Menentukan Topikpengembangan keprofesian dalam bentuk karya tulis
            Pemilihan dan penentuan topik merupakan tahap awal darisuatu penulisan karya tulis. Pemilihan topik ini sangat menentukan arahkegiatan penulisan karya tulis berikutnya.Topik tidak serupa dengan judul.Pengertian topik lebih luas dari judul, karena mencakup isi pokok dan area yangakan dibahas dan ditulis. Pada penelitian, area topik ini disebut juga dengancakupan masalah penelitian. Pemilihan area topik/masalah ini merupakan langkahyang menentukan arah kegiatan selanjutnya. Namun demikian pemilihan area topikini bukanlah suatu pekerjaan yang sederhana dan mudah. Topik yang digunakanoleh penulis dapat bersumber dari: a) penulis sendiri, b) orang lain seperti:para ahli, Dosen atau teman Anda sendiri,  c) buku referensi dan bahan bacaan yang telah dibaca oleh penulis. Topikdari suatu karya tulis ilmiah, biasanya tidak muncul dan diperoleh begitu saja.Topik tersebut merupakan perwujudan dari hal atau kejadian yang perludiungkapkan. Topik dapat muncul dari adanya kesenjangan antara yang seharusnyaterjadi (menurut teoti, konsep) dengan kenyataan yang terjadi di lapangan(praktik) berupa fakta seperti: a) hilangnya informasi sehingga menimbulkankesenjangan pada pengetahuan kita, b)hasil-hasil yang seling berlawanan daripenerapan teori dengan fakta di lapangan (praktik) c) fakta yang memerlukan penjelasanlebih lanjut. Dari salah satu area topik yang telah dipilih dan yang akandigunakan , perlu dilakukan identifikasi yang lebih spesifik.
            Suatu topik masalah harus merupakan topik masalah yangterbaik bagi anda sehingga anda akan menaruh perhatian dan mempunyai doronganyang kuat untuk melaksanakan penulisan tersebut sehingga selesai. Dalam memilihdan menentukan topik acap kali kita menenukan beberapa keterbatasan (5M) yangharus disesuaikan dengan kebutuhan yaitu:
a. Minat. Topiktulisan sebaiknya yang sesuai dengan minat anda. Usahakan agar topik masalahyang akan dipilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Topik masalah yangkurang sesuai dengan minat akan menghambat konsentrasi dan keseriusan dalampenyelesaian karya tulis tersebut.
b. Mampu dilaksanakan. Topik masalah yang dipilih harus bisa dilaksanakan dengan baik ,oleh karenaitu harus mempunyai :
1) kemampuan menguasaimateri dan teori/konsep . Penulis harus mampu menguasai materi atauteori/konsep yang melatarbelakangi masalah tersebut,dan sekaligus menguasaimetode pemecahannya.
2) Waktu yang cukup.Penulis harus dapat memperkirakan penggunaan waktu yang cukup dan tepat untukmenyelesaikan karya tulisnya.
3) Tenaga pelaksana yangterlatih dan cukup. Bila diperlukan penulis harus dapat mempersiapkan tenagapembantu yang sudah menguasai materi dan terlatih serta jumlah yang memadai.
4) Dana cukup tersedia.Penulis harus dapat menghimpun dana yang dipetlukan.
c. Mudah dilalaksanakan . Penulisandapat dilaksanakan karena cukup faktor pendukung seperti: 1)data cukuptersedia  2) izin dapat diperoleh daripihak yang berwenang.
d. Mudah dibuat masalah yang lebih luas. Topik masalahyang telah dipilih sebaiknya dapat dikembangkan lagi sehingga dapatdisusun/dibuat rancangan yang lebih kompleks untuk penulisan berikutnya.
e. Manfaat. Penulisan harusbermanfaat dan dapat digunakan hasinya oleh orang orang tertantu atau kelompokmasyarakat dalam bidang tertentu dan khusus.
            Dengan adanya keterbatasan ini, maka anda dihadapkankepada pemilihan suatu prioritas topik tertentu yang akan dilakukan. Untuk ituanda harus mengamati kembali kelima faktor yang dapat mempengaruhi topik danpemilihannya sesuai dengan pertimbangan Anda yang paling penting. Misalnya akan memilih topik mengenaimenurunnya produktivitas. Menurut pertimbangan Anda ternyata penyebab utamamenurunnya produktivitas adalah motivasi dan manajemen waktu. Kemudian Andaperlu mengadakan pengamatan lebih lanjut apakah kelima faktor keterbatasantersebut dapat Anda kuasai sesuai dengan kebutuhan Anda.

2. .Mengumpulkan dan menganalisis bahan karyatulis
            a. Mengumpulkan Data dan referensiyang terkait dengan topik karya tulis
                          Instrumen adalah alat bantu untuk mengumpulkandata. Instrumen tersebut diformulasikan dan disesuaikan dengan setiap teknikpengumpulan data (tes, kuesioner, wawancara, observasi, dokumentasi). Instrumentersebut perlu diuji coba melalui pengujian keabsahan (validitas) dan pengujianketerandalan (reliabilitas). Data yang dikumpulkan dapat berasal dari dataprimer atau sekunder.
            Prinsip dasar yang perlu di perhatikan dalam pengumpulandata dan referensi adalah 1) Evaluasi instrumen guna mendapatkan data yanglebih akurat dan konsisten 2) Evaluasi terhadap sumber, guna dapatdipertanggung jawabkan   3) pembuatancatatan..
            Instrumen adalah alat bantu untuk mengumpulkan data .instrumen tersebut diformulasikan dan disesuaikan dengan setiap teknikpengumpulan data (tes, kuisioner, wawancara, observasi, dokumentasi). karenaitu hasil pengujian terhadap instrumen sangat penting dan mutlak dilaksanakansebelum instrumen tersebut digunakan untuk pengumpulan data yang dikenal denganistilah uji coba . Uji coba harus dilakukan dan harus diketahui hasilnya.Adapun cara penyajiannya dengan melalui pengujian keabsahan (validitas) danpengujian keterandalan (reliabilitas) . Hasil pengujian ini sangat penting gunamengetahui 1) sejauh mana kesesuaian antara konsep yang akan kita ukur denganuraiannya pada instrumen 2) sejauh mana tingkat ketepatan dan kemantapan dariinstrumen tersebut.
            Data yang dikumpulkan dapat berasal dari data primer ataudata sekunder .Anda harus dapart menentukan apakah data yang akan diperlukanpada penulisan karya tulis tersebut berasal dari data perimer , data sekunderatau gabungan dari data perimer dan data sekunder. Data primer merupakan datayang langsung diambil dari sumber data tanpa diolah dan dianalisis terlebihdahulu oleh orang lain. Sedangkan data sekunder merupakan data primer yangtelah dikumpulkan, diolah, dianalisis dan mungkin juga diinterpretasikan olehorang lain. Disamping itu anda juga harus mengetahui sejauh mana tingkatobjektivitas sumber seperti kemungkinan terdapatnya bias.
            Pembuatan catatan dimaksudkan untuk memudahkan pencatatandan pencarian kembali informasi terutama untuk data yang berasal dari datasekunder.. berbagai cara pembuatan catatan seperti penggunaan kartu ,pembuatansistem penulisan untuk menghubungkan kartu dengan daftar pustaka, dan pelilihanbentuk a) Sistem kartu informasi . Sistem kartu ini lazim digunakan dansangat dianjurkan bagi penulis yang masih tingkat pemula. Gunakanlah kertasyang agak tebal dengan ukuran 7,5cm x 12,5cm – 10cm x 15cm -12,5cm x 20cm.  b) Sistem penulisan . Sebelum menuliscatatan berupa kutipan yang diperlukan pada kartu informasi, sebaiknya andamenghubungkan kartu informasi anda dengan sumber atau daftar pustaka.Cantumkanlah nama penulis , judul tulisan, kota penerbit, tahun terbit, dannomor halaman yang diambil. Demikian pula Anda harus mencantumkan bagian karyatulis yang berkaitan dengan catatan Anda tersebut. Penulisan hanya dilakukanpada satu muka saja ,tida bolak balik yaitu untuk memudahkan pengaturannyasesuai dengan bab atau bagian penulisan anda. c) Bentuk. Kutipan yangakan dicatat pada kartu informasi dapat berupa:1) kutipan langsung,yaitu bila anda mengutip seluruh pendapat atau tulisan baik berupa kata,kalimat atau alinea. Kutipan langsung ini dapat terdiri atas;  (a) Kutipan langsung pendek yaitu kutipanlangsung yang panjangnya tidak melebihi 3 baris dan kutipan ini dimasukkan padakalimat penulis dalam 2 tanda kutip. (b) Kutipan langsung panjang yaitu kutipanlangsung yang panjangnya melebihi 3 baris dan kutipan ini dimasukkan pada suatualinea khusus dengan jarak untuk masing-masing baris adalah 1 spasi denganindensi 5 atau 7.   2) kutipan tidaklangsung yaitu bila anda mengutip atau hanya ringkasannya saja dengan gayabahasa dan gaya penyampaian atau penyajian anda sendiri terhadap pendapat atautulisan tersebut. Kutipan tidak langsung ini dapat terdiri atas (a) kutipantidak langsung pendek yaitu kutipan tidak langsung yang panjangnya tidakmelebihi 1 alinea.(b) Kutipan tidak langsung panjang , yaitu kutipan tidaklangsung yang panjangnya melebihi 1 alinea.

b.     Menganalisis Data dan referensi yangterkait dengan topik karya tulis
            Menganalisis data adalah suatuproses yang cukup rumit dan memakan waktu yang tidak sedikit. Analisis datadidahului dengan penyajian bukti-bukti mengenai validitas dan reliabilitas alatpengumpul data. Analisis data dapat menggunakan teknik-teknik statistik.Analisis statistik dilakukan terhadap data-data yang sudah kuantified atauberwujud angka-angka. Selain itu analisis data dapat berupa analisis kualitatfdan anlisis komparatif.
           Jenis-jenis sumber data.   Data dapat bersumber dari data primer maupundata sekunder atau gabungan dari dataperimer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang langsung diambildari sumber data tanpa diolah dan dianalisis terlebih dahulu oleh orang lain,yang dapat diperoleh  melalui  tes, kuesioner, wawancara, observasi. Sedangkan data sekunder merupakan data primeryang telah dikumpulkan, diolah, dianalisis dan mungkin juga diinterpretasikanoleh orang lain. Data sekunder ini dapat diperoleh dari buku-buku, texbook,majalah ilmiah, jurnal ilmiah, surat kabar, internet,proseding, ensiklopedi,dan lain-lain.
            Persyaratan sumber data. Sumberdata harus terpercaya, akurat, relevan, terkini/terbaru, dan terjamin keabsahannya/asli.


    1. Melaksanakan penulisan karya tulis
          a. Menyusun  Kerangka penulisan karya tulis
Kerangka tulisan ilmiahterdiri dari tiga bagian yaitu: a).Bagian Awal, b).Bagian isi (utama) danc).Bagian Akhir. Ke tiga bagiantersebut diuraikan lagi menjadi bagian-bagian tertentu sesuai topik karya tulissehingga membentuk suatu kerangka karya tulis. Contoh kerangka karya tulisilmiah adalah sebagai berikut:

Bagian Awal :
   HalamanJudul (sampul depan).
   Halamanpersetujuan/pengesahan.
   KataPengantar.
   Ringkasan(summary).
   Riwayat Hidup/Biodata
   Daftar Isi.
   DaftarTabel.
   Daftar Gambar
   DaftarLampiran.
            Bagian Isi(Utama)
   Pendahuluan
-         LatarBelakang
-         PerumusanMasalah
-         Tujuanpenelitian
-         Kegunaan/manfaat
   Tinjauan pustaka
    Penyelenggaraaan/metode penelitian,
   Hasil dan pembahasan
   Kesimpulan dan saran.
          Bagian Akhir
   Daftar Pustaka
   Lampiran-lampiran

Setiap bagiandari kerangka ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Bagian Awal.
Bagian awal terdiri darihalaman judul (sampul depan), halaman persetujuan, halaman pengesahan, katapengantar, ringkasan (summary)atau abstrak, riwayat hidup/biodata, daftar isi,daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran.
a.       Halaman Judul (sampul depan).
Halaman judul (sampul depan)berisikan judul tulisan ilmiah, bentuk/jenis tulisan ilmiah, maksud penulisanilmiah, logo institusi, nama penulis dan nomor identitas, dan institusi,   tempat kedudukan institusi, serta tahunpenyelesaian tulisan ilmiah.
b.      Halaman persetujuan/pengesahan.
Halaman iniberisikan kalimat yang pada intinya menyatakan bahwa tulisan telah
mendapat persetujuan/pengesahan dari pejabat yangberkompeten.
c.       Kata Pengantar.
Kata pengantar berisi uraiansingkat tentang maksud penyusunan tulisan, garis-garis besar dari pada isitulisan, penjelasan dan ucapan terima kasih penulis kepada pihak-pihak yangtelah membantu kelancaran penulisan tulisan, ungkapan kesediaan penulis untukmenerima saran-saran perbaikan.
d.      Ringkasan (summary).
Ringkasan/abstrak berisi judultulisan, nama penulis dan nomor identitas, tujuan penulisan, metode penulisan,hasil, kesimpulan dan saran/rekomendasi/implikasi.
e.   Riwayat Hidup/Biodata.
      Berisikandata pribadi, riwayat pendidikan, dan riwayat pekerjaan.
e.       Daftar Isi.
Daftar  Isi berguna untuk memberikan gambaranmenyeluruh tentang isi tulisan dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang inginlangsung melihat bab atau sub bab tertentu. Di dalam daftar isi  tertera: kata pengantar, daftar isi, daftartabel (jika ada), daftar lampiran (jika ada), judul bab, judul sub bab, judulanak sub bab, disertai nomor halaman, daftar pustaka, dan lampiran-lampiran.
f.   DaftarTabel.
Daftar tabel hanya dimuat biladalam tulisan terdapat banyak tabel (lebih dari satu tabel). Daftar tabelberisi urutan nomor tabel, judul tabel, dan nomor halamannya.
g.      Daftar Gambar.
Daftar gambar berisi nomorurut gambar, judul gambar, dan nomor halamannya. Daftar gambar dibuat biladalam tulisan terdapat lebih dari satu gambar. Grafik, foto, sket, denah,bagan, peta, dikelompokkan dalam gambar.
h.      Daftar Lampiran.
Daftar lampiran berisi nomorurut lampiran, judul lampiran, dan nomor halamannya. Daftar lampiran dibuatbila dalam tulisan terdapat lebih dari satu lampiran.

  1. Bagian Isi (Utama).
Bagianutama tulisan berisi: pendahuluan, tinjauan pustaka, penyelenggaraaan/ metodepenelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran.
a.     Pendahuluan.
Pendahuluan memuat: sub bablatar belakang penelitian, perumusan masalah penelitian, tujuan penelitian,manfaat penelitian dan ruang lingkup penelitian.
1).  Latar Belakang.
Latar belakang berisi uraian atau penjelasantentang pertimbangan penulis dalam memilih judul tulisan. Latar belakang dapatpula merupakan uraian singkat tentang keadaan, isu-isu atau data yang dijadikanalasan kuat oleh penulis untuk membuat tulisan dengan memilih topik/judultersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa pada latar belakang secara garis besardiuraikan masalah yang akan diteliti, mengapa perlu diteliti, bagaimana caramenelitinya dan untuk apa masalah tersebut diteliti.
2).  Perumusan Masalah.
            Perumusanmasalah penelitian berisi uraian yang merupakan abstraksi dari latar belakangmasalah  dan rumusan masalah dalam bentukkalimat pertanyaan.
3).  Tujuan Penelitian.
            Tujuanadalah hal-hal yang ingin dicapai berkaitan dengan judul tulisan. Tujuanmerupakan rumusan penulis dalam upaya memecahkan atau mengatasi masalah yangtelah diidentifikasi. Tujuan hendaknya dibuat dalam suatu rumusan kalimat yangmengandung pengertian tentang sesuatu yang hendak dicapai.
4).  Kegunaan/Manfaat.
           Manfaat  tulisan menyatakan sampai seberapa jauhtulisan ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan bagi kegunaanpraktis. Jadi, hal-hal yang termasuk dalam kegunaan/manfaat penelitian adalah:
1.      Manfaat bagi objek yang diteliti, danpihak-pihak yang terkait dengan    judulpenelitian.
2.      Manfaat bagi peneliti itu sendiri.
3.      Manfaat bagi pengembangan teori/keilmuan.
b.  Tinjauan Pustaka.
Tinjauanpustaka berisi telaah tulisan terhadap:
a.       Teori dasar (grand theory) yang berkaitandengan judul tulisan.
b.      Teori-teori pendukung yang berkaitandengan variabel tulisan.
c.       Hasil-hasil tulisan terdahulu yang pernahdilakukan oleh pihak lain tentang tulisan serupa maupun tulisan yangmenggunakan teori-teori atau konsep-konsep seperti yang diperlukan dalamtulisan yang sedang dilakukan.
d.      Data-data pendukung danperaturan/kebijakan yang relevan.
e.       Konsep-konsep tentang beragamvariabel berikut indikator dan kriterianya.
c.   Peyelenggaraan/Metode.
Metode terdiri daripenentuan lokasi  (waktu dan tempat),bahan/materi dan alat, prosedur pelaksanaan, dan analisis data/hasil.
d.     Hasil dan Pembahasan.
Hasil merupakan uraian daripada apa yang telah dikerjakan selama pelaksanaan. Pembahasan dapat dilakukandengan cara membandingkan hasil yang dicapai dengan temuan orang lain yangsejenis atau ada kesamaan. Disamping mengembangkan kemampuan penalaran sendiridalam menganalisis hasil, peranan literatur, informasi maupun laporan sumberresmi instansi pemerintah, lembaga penelitian dan sebagainya banyak membantudalam penulisan pembahasan.
e.  Kesimpulan dan Saran.
Kesimpulan dan saran ditulissecara terpisah.
1). Kesimpulan.
           Kesimpulan merupakan pernyataan singkat berupa rangkuman yang diperolehdari hasil penyelenggaraan dan pembahasan. Hal-hal yang ditulis dalamkesimpulan harus menjawab semua pernyataan yang tertuang dalam tujuan danmenjawab masalah yang telah diidentifikasi.
2). Saran.
           Saran adalah buah pikiran penulis yang ditujukan kepada para pembaca,orang lain, atau pihak terkait yang ada hubungannya dengan hasil pelaksanaanpenelitian.

  1. Bagian Akhir.
Bagianakhir tulisan berisi: daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
a.     Daftar Pustaka.
   Daftar pustaka adalah suatu daftar yangmemuat sumber tertulis yang dipakai sebagai acuan dalam penyusunan tulisan.Sumber tertulis dapat berupa buku, laporan, majalah ilmiah, jurnal, dansebagainya yan diterbitkan oleh sumber resmi dan dapat dipercaya. Daftarpustaka yang dipakai sebagai acuan memuat nama penulis/pengarang/penyaji,judul, tahun terbit, penerbit, nama kota penerbit serta dilengkapikadang-kadang dengan volume/edisi, nomor halaman. Daftar pustaka disusun kebawah menurut abjad.
b.      Lampiran-Lampiran.
    Lampiran memuat keterangan dan informasibiasanya dalam bentuk tabel yang sebelumnya pernah diulas dalam tulisan. Lampiran ini dibuat karena mendukunguraian/tulisan terdahulu yang tidak diberi ulasan secara luas dan mendalam.Pembaca yang ingin memperoleh keterangan lebih lanjut dan lengkap dapat membukalembaran lampiran.


c.      Penulisan karya tulis sesuai dengan kerangka yang ditetapkan

            Pada umumnyapenulisan karya tulis terdiri atas persiapan naskah pertama (konsep/draft),revisi naskah, persiapan format, editing akhir, koreksi akhir pada cetakanpercobaan (proofreading). Bila anda telah mempunyai cukup informasi dan datauntuk merumuskan ide dan menyempurnakan kerangka pemikiran , sudah tiba saatnyaanda mulai untuk menulis naskah pertama berupa konsep atau draft. Anda perlumengatur catatan berdasarkan urutan topik yang sesuai dengan kerangka pemikiran. Dalam penulisan  naskah pertama inianda perlu memusatkan pada pengembangan ide. Anda dapat memulai tulisan dariawal hingga akhir secara berurutan atau anda memilih bagian intinya dulu denganmengabaikan pendahuluan dan kesimpulan. Yang mana pun anda pilih mulailahpenulisan sesuai dengan saat yang terbaik bagi anda . Untuk memudahkan koreksinantinya seperti anda membutuhkan tambahan informasi, persiapkanlah ruangankhusus  beberapa spasi secukupnya. Ataudapat juga anda membuat naskah pertama dalam 2 spasi untuk memudahkan revisidan koreksi guna penyempurnaan pada penulisan langkah berikutnya.
            Setelah naskah pertama selesai, lakukanlah penggabunganmateri secara menyeluruh(komprehensif) pada tulisan anda . hal ini dapat dilakukandengan menghilangkan pernyatan yang kurang jelas dan perbedaan pada rangkaiantulisan. Gunakanlan kata-kata yang tepat dan struktur kalimat yang efektif.Sempurnakan makna dari setiap alinea yang digunakan. Upayakan agar setiapalinea hanya mengandung satu gagasan atau satu pokok bahasan. Revisi ini dapatdilakukan beberapa kali dalam bentuk naskah kedua, ketiga dan seterusnya biladiperlukan hingga memperoleh hasil yang optimal.
            Persyaratan penggunaan format tulisan pada beberapalembaga seringkali berbeda. Namun demikian, pada kenyataannya format tersebutmempunyai prinsip yang sama yaitu: bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir.
            Editing akhir ini mencakup pengkajian terhadap topikmaslaah dan mengkaitkannya dengan seluruh penulisan terutama pada pembahasandan kesimpulan. Dengan demikian Anda harus mampu menjawab: Apakah pendahuluantelah mampu mempersiapkan pembaca?. Apakah setiap kalimat sudah jelas? Apakahsetiap alinea mempunyai makna yang jelas dan mempunyai urutan yang baik? Apakahsetiap bagian saling mendukung dan tidak saling berlawan> Apakah secarakeseluruhan mudah dibaca dan mengganbarkan pembahasan dari satu ide ke ideberikutnya? Bila keseluruhan ini, Anda menjawab ya, maka yang perlu Andalakukan hanyalah koreksi akhir saja (Proofreading).
            Walaupun pekerjaan koreksi akhir pada cetakan percobaansangat membosankan, tapi Anda harus melakukannya untuk penyempurnaan tulisanAnda. Lakukanlah koreksi akhir ini dengan tenang, dengan pemeriksaan mulai darikata demi kata, kalimat demi kalimat hingga pengertian dan makna penulisansecara keseluruhan. Apakah masih terdapat kesalahan cetak, tata bahasa,pemilihan kata, maupun penggunaan struktur kalimat?
            Seiring dengan urutan atau tahapan penulisan yang andalakukan anda harus memahami tentang teknik penulisan. Teknik penulisan jugaberbeda-beda pada setiap lembaga/instansi, akan tetapi hal-hal yang prinsipbisa sama.
c.   TeknikPenulisan.
Tata cara penulisan tulisanilmiah meliputi : bahan dan ukuran kertas, pengetikan ,bahasa, penomoran, penulisannama pengarang, penulisan bahasa latin, tabel (daftar), gambar, daftar pustaka.
1. Bahan dan Ukuran
Bahan dan ukuran yang perlu diperhatikan berkenaandengan : kertas tik naskah, bahan sampul, warna sampul, tulisan pada sampul,dan  ukuran  naskah.
a.     Kertas tik naskah
 Naskah diketik pada kertas HVS 70 gr berwarnaputih, dan tidak bolak-balik. Ukuran naskah (ruang tik) 21 x 28 cm.
b.     Bahan sampul
       Halaman judul (sampul depan) menggunakankertas karton dan dilapisi dengan plastik transparan buffalo skin yangdiperkuat polos.
c.      Warna sampul
Warna sampul(halaman depan) untuk mahasiswa jurusan Penyuluhan Pertanian adalah hijau tua,untuk mahasiswa jurusan Penyuluhan Perkebunan adalah hijau muda.
d. Warna Tulisan pada sampul
Tulisan  yang dicetak pada sampul menggunakan tintahitam atau tinta emas.
e. Ukuran tulisan pada sampul
   Tulisan judul biasanya lebih besar daripadatulisan yang lainnya, dicetak tebal dan menggunakan huruf  balok. Ukuran tulisan judul 16. untuk tulisan yang lain menyesuaikan  secara proporsional.

2.  Pengetikan
 a.  Jenis ukuran dan lambang huruf
Naskah dapat diketik dengan menggunakan mesin tikbiasa atau elektronik dan dapat pula menggunakan komputer. Bila menggunakan mesin tik, jenis hurufyang dipilih adalah Pica (10 huruf dalam 1 inch). Bila diketik dengan komputerjenis huruf yang dipilih adalah Times New Roman 10 dengan ukuran huruf 12.Untuk judul tulisan menggunakan huruf balok dengan  ukuran huruf 16.   Perlu diperhatikan untuk seluruh penulisannaskah menggunakan jenis huruf secara tepat dan serasi dalam penampilan. Karenaitu penulis harus konsisten dalam penggunaan alat ketik (komputer, mesintik).  Huruf miring digunakan untukhal-hal tertentu dan untuk penulisan bahasa latin.  Persis di bawah setiap suku  kata yang dicetak miring diberi garis bawah.Lambang huruf Yunani atau tanda-tanda yang tidak dapat diketik dengan mesin tikatau komputer, boleh ditulis tangan dengan memakai  tinta hitam.
b. Angka, satuan dan lambang bilangan
           1).Angka
Angka adalah bilangan yang menunjukkan jumlah atauurutan tertentu. Angka dapat dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah,apartemen,   kamar  pada alamat, contoh berikut dibawah ini :
                           1.   JalanBinjai Km. 10, No. 3
                           2.   HotelDanau Toba, kamar 72
Selain itu angka dapat puladigunakan untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci, misalnya :
1. Bab X, Pasal 5, Halaman 252
            2. Surat Al Baqarah : 15
2). Satuan
 Satuandicantumkan untuk menentukan jumlah isi (mis: liter), panjang (mis : meter),luas (mis : hektar), dan berat (mis : kilogram).
3). Lambang bilangan
                     Penulisan lambang bilanganyang mendapat akhiran “an”. Penulisannya seperti contoh berikut :
1.Tahun 50-an atau tahun lima puluhan
2.Uang 500-an atau uang lima ratusan
3.Lima uang 1000-an atau lima uang seribuan
                     Lambang bilangan yangdapat dinyatakan dengan satu atau dua kata. ditulis dengan huruf,  kecuali jika beberapa lambang bilangandipakai secara berurutan.   Pada awalkalimat lambang bilangan dapat diutulis dengan huruf. Beberapa contoh berikutcara penulisan lambang bilangan :
1.   Amir menonton drama itu sampaitiga kali
2.   Ayah memesan tiga ratus ekor ayam
3.   Petani memiliki tiga ribu pohonkelapa
4.   Diantara 72 orang yang hadir, 52orang mengatakan setuju, 15 orang mengatakan tidak setuju, dan 5 orang memberisuara blanko.
5.   Kendaraan yang dipesan untukpengangkutan umum terdiri dari 50 bus, 100 buah     helicak, 100 buah bemo.
6.   Lima belas orang tewas dalamkecelakaan itu.
7.   Pak dharmo mengundang 250 orangtamu.
                    Angka yang menunjukkanbilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudahdibaca,misalnya : penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 150 juta (jumlah sebenarnyasekitar 196.000.000-an pada  tahun 1995).
      Bilangan dan huruf tidak perlu ditulisdengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali dalam dokumen resmi sepertiakte dan kuitansi, misalnya
1.  Kantor kami mempunyai dua puluhorang pegawai.
2.   Sudah diterima uang sejumlah Rp1000,- (seribu rupiah) dari Pak Amat.
Bilangan desimal ditandai dengan komatepat dibelakang satuan. Misalnya berat telur itu 33,5 gr per butir.
Singkatan satuan dinyatakan dengansingkatan resminya tanpa titik dibelakangnya. 
Misalnya :
1. Meter disingkat dengan “m”.
2. Kilogram disingkat dengan “kg”.
3. Gram disingkat dengan “gr”.
4. Kalori disingkat dengan “cal”.
c.  Jarak baris
1). Jarak antara dua baristeks
 Jarak antara dua baris teks diketik dua spasi,kecuali ringkasan (summary), kutipan langsung, judul daftar (tabel), gambar,daftar pustaka, dan Lampiran yang lebih dari satu baris semuanya diketik denganjarak satu  spasi.
2).Jarak antara judul bab dengan sub bab
Jarak antarajudul bab dengan  sub bab diketik 3 spasi
3).Jarak antara judul anak sub bab dengan kalimat terakhirdari sub bab

Jarak antarajudul anak sub bab dengan kalimat terakhir dari sub bab diketik dua spasi.
4).Jarak antara judul daftar (tabel) dengan kalimat terakhir   sebelumnya. 
 Jarak antara judul daftar (tabel) dengankalimat terakhir sebelumnya diketik  tigaspasi.

d. Batas tepi
Batas tepi atas, bawah, kiri,kanan ditetapkan sebagai berikut : tepi atas 4 cm, tepi  bawah 3 cm, tepi kiri 4 cm, dan  tepi kanan 3 cm.
e. Pengisian ruang
Pengetikanulasan tulisan mulai dari batas tepi kiri sebanyak 6 ketukan dan diteruskansampai ke batas tepi kanan. Jadi ruangan yang terdapat pada halaman naskahharus di isi penuh.  Jangan sampai adaruangan yang kosong kecuali kalau akan mulai dengan bab baru, rumusanpersamaan, daftar, gambar, judul bab, atau hal-hal lain  yang  khusus.
f. Alinea baru
Alinea baru dimulai  pada ketukan ke tujuh dari  bataspengetikan tepi kiri.

g. Awal kalimat
Bilangan,lambang atau rumusan kimia ditulis dalam bentuk kalimat, bukan angka atausingkatan rumus, misalnya :
1.Sepuluhekor ayam.
2.Natriumtergolong unsur mikro.
3.Kuranglebih sepuluh orang terkena wabah muntah mencret.
h. Judul
1). Judul tulisan
 Judul tulisan semuanya ditulis dengan hurufkapital (besar) dan diatur letaknya simetris, dengan jarak 4 cm dari tepi atas,tidak di akhiri dengan titik dan tidak digaris bawahi. Bila judul lebih darisatu baris, diatur seperti piramid terbalik, hurufnya dicetak tebal. Bila pada kalimat judul terdapat kata-kataLatin, penulisannya mengikuti tata cara penulisan bahasa latin.
2). Judul bab
Judul bab diketik semua denganhuruf kapital (besar) dan diatur supaya simetris, dengan jarak 4 cm dari tepiatas tanpa diakhiri dengan titik dan tanpa garis bawah. Huruf dicetak tebal.Kata-kata BAB tidak perlu ditulis, cukup ditulis nomor bab memakai angkaRomawi. Setiap penulisan bab baru dimulai pada halaman baru. Contohpenulisan  “bab 1 pendahuluan” : I. PENDAHULUAN.
3). Judul sub bab
Judul sub bab diketik mulaidari batas tepi kiri, semua kata dimulai dengan huruf besar (kapital) kecualikata penghubung dan kata depan tanpa diberi garis bawah dan tanpa diakhirititik. Kalimat pertama sesudah judul sub bab dimulai dengan alinea baru padaketukan ke tujuh. Judul sub bab diawali dengan urutan abjad huruf besar. Hurufdicetak tebal. Contoh sub bab : A. Latar Belakang.
4). Judul anak sub bab
Judul anak sub bab diketikpada ketukan ke empat dari batas ketikan tepi kiri, didahului oleh angka biasa,hanya pangkal kalimat yang memakai huruf besar, tanpa di akhiri titik, tanpa digaris bawahi. Huruf dicetak tebal. Kalimat pertama sesudah judul anak sub babdimulai dengan alinea baru, dimulai pada ketukan ke tujuh. Contoh anak sub bab: 1. Alasan pemilihan lokasi.
5). Judul Sub Anak sub bab
Judul sub Anak sub bab diketikpada ketukan ke tujuh dari batas tepi kiri, diakhiri dengan titik. Pangkalkalimat dengan huruf besar, tanpa garis bawah. Kalimat pertama diketik teruskebelakang berada satu baris dengan sub anak sub bab. Judul sub anak sub babdidahului dengan huruf kecil menurut urutan abjad. Contoh sub anak sub bab : a.Lokasi berdasarkan pengelompokan cabang usaha tani.
i.  Perincian ke bawah
Jika pada penulisan naskah adaperincian yang harus disusun ke bawah ataupun contoh yang terdiri dari beberapanomor, pakailah nomor urut anngka atau huruf sesuai dengan urutan perincian. Penggunaan tanda-tanda (-), (+), (*), danlain-lain yang ditempatkan didepan perincian tidak dibenarkan. Pengetikannyadimulai sejajar batas tepi kiri pengetikan diberi tanda kurung “( )”.
Contoh : Fungsi manajemenadalah sebagai berikut :
(1)Perencanaan
(2)Pengorganisasian
(3)Pelaksanaan
(4)Pengawasan
j.  Level huruf dan angka
 Aturan penomoran berdasarkan level huruf danangka dapat diatur sebagaiberikut : angka romawi besar, huruf besar, angkaromawi kecil, huruf kecil, angka romawi kecil pakai kurung sebelah, huruf kecilpakai kurung sebelah, angka romawi kecil pakai kurung tutup, huruf kecil pakaikurung tutup.
Contoh : I,A, 1, a, 1), a), (1), (a). Urutanberdasarkan level tertinggi ke rendah.

3. Penomoran
     Bagian ini mencakup penomoran halaman, tabel (daftar), gambar danpersamaan.
a.   Penomoran halaman
                        Setiaphalaman diberi nomor mulai dari halaman pertama sampai dengan Lampiran. Nomorhalaman untuk bab tidak perlu diberi nomor tetapi terhitung dalam penomoran.Pemberian nomor dimulai dengan angka 1, 2, 3, dan seterusnya. Judul sebelahdalam dan lembaran pengesahan terhitung dua halaman tetapi tidak ditulisnomornya.
Penomoranhalaman kata pengantar sampai dengan daftar Lampiran diberi nomor halamandengan angka Romawi kecil (mulai dari i).
                        Nomorhalaman ditempatkan disebelah kanan atas, 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 cm daritepi atas. Penomoran dengan angka Romawi kecil ditempatkan pada halaman sebelahbawah tepat ditengah-tengah.
b.   Penomorantabel (daftar)
            Tabel (daftar) diberinomor urut dengan angka Arab.
c.   Penomorangambar
            Gambar dinomori secaraberurutan dengan angka Arab.
d.   Penomoranrumus / persamaan
                        Nomorurut rumus / persamaan yang berbentuk rumus matematis, reaksi kimia, danlain-lainnya ditulis dengan angka Arab didalam kurung dan ditempatkan dekattepi kanan.
            Contohreaksi kimia :
                                                                                                                          (2)
               CaSo4+K2Co3                                                       Ca Co3 + K2 So4

4. Tabel dan Gambar.
      a.   Tabel
            Cara pembuatan tabel adalah sebagaiberikut :
(1). Penulisan nomor tabel berikut diikuti oleh judul tabel ditempatkan sejajar tepikiri diatas tabel tanpa diakhiri dengan titik. Contohnya sebagai berikut :

      Tabel 5. Jumlah Penduduk Desa X BerdasarkanTingkat Pendidikan
NO
Tingkat Pendidikan
Jumlah (orang)
1
2
3
4
5
Buta Huruf
SD
Sekolah Lanjutan Pertama
Sekolah Lanjutan Atas
Akademi/Perguruan Tinggi
35
376
148
125
20

(2). Tabelsebaiknya tidak dipenggal, kecuali kalau memang panjang, sehingga terpaksadiketik lebih dari satu halaman. Pada halaman lanjutan tabel, dicantumkam nomortabel dan kata lanjutan, tanpa judul. Judul-judul dalam kolom tetap dicantumkanpada tabel lanjutan. Contoh  :
Lanjutan Tabel  5.
NO
Tingkat Pendidikan
Jumlah (orang)

(3). Kolom-kolomdiberi nama dan dijaga agar pemisahan antara yang satu dengan lainnya cukuptegas dan   bisa terbaca jelas.
(4). Kalautabel lebih lebar dari lebar kertas dan terpaksa harus dibuat memanjang kertas,maka penulisan tabel harus sejajar dengan panjang kertas.
(5). Dibagian bawah tabel dapat ditulis sumber ataupun keterangan lain dengan jaraksatu spasi dari tabel. Bila keterangan lebih dari satu baris, pengetikkandibuat satu spasi.
(6). Judultabel yang lebih dari dua baris diketik satu spasi.
(7). Jarakantara judul tabel dengan tabel 1 spasi.
(8). Tabelyang tidak diulas ditempatkan pada Lampiran.
(9). Prinsipnyapengetikan dalam tabel 2 spasi, tetapi kalau terpaksa boleh dibuat 1 spasi atau0,5 spasi agar muat dalam satu Lampiran.
   b.Gambar
Tata cara pembuatan gambar adalah sebagai berikut :
(1). Bagan, grafik, peta,sket, dan foto semuanya tergolong gambar.
(2). Penomoran gambar diikuti dengan judulnya dimulai dari baris bataspengetikan sebelah kiri di bawah gambar tanpa diakhiri dengan titik.
(3). Gambar tidak boleh dipenggal.
(4). Keterangangambar dituliskan pada tempat-tempat yang lowong di halaman gambar, jangandihalaman akhir.
(5). Bilaukuran gambar melebihi lebar kertas, maka gambar dibuat memanjang kertas danjudul gambar harus diletakkan sejajar dengan panjang kertas.
(6). Ukuran gambar diusahakan seimbangdengan luas halaman kertas.
(7). Skalapada peta harus dibuat.
(8). Bagan,grafik dan peta ditulis dengan tinta hitam.
(9). Letakgambar diatur pada halaman supaya simetris.

5.   Bahasa
       a. Bahasa
Bahasa yangdipakai ialah bahasa Indonesia yang benar dan tata bahasa yang baku, minimalada subjek dan predikat. Supaya lebih sempurna ditambah dengan objek danketerangan


      b. Kata ganti
Kalimat tidakmenggunakan kata ganti orang pertama, kedua dan ketiga seperti saya, aku,engkau, kami, kita dan dia. Kata-kata ucapan terima kasih, pada lembaran katapengantar, “saya” sebaiknya diganti dengan “penulis”. Orang ketiga denganpenulisan nama langsung jabatannya (mis : DR. Syafiruddin Baharsyah, MenteriPertanian R.I).
c. Istilah
Tata carapemakaian istilah adalah sebagai berikut :
1).  Istilahyang dipakai diusahakan istilah indonesia baku atau yang sudah di Indonesiakan.
2).  Jikaharus memakai istilah asing, bubuhkanlah tanda petik di depan dan di belakangistilah istilah itu.
3).  Jikaharus memakai bahasa asing, maka dalam penulisan istilah Indonesianyadidahulukan kemudian diikuti bahasa asing, ditulis dalam tanda kurung, misalnya: “absah” (valid).
d.  Hal-hal lain
1).  Katapenghubung seperti “sehingga”, “dan”, “sedangkan”, sebaiknya tidak bolehdipakai untuk memulai sesuatu kalimat.
2).  Awalan“ke” dan “di” sebagai petunjuk tempat harus dibedakan dengan kata depan “ke”dan “di”. Misal “ke pasar” dan “kediaman”.
3).  Tandabaca harus digunakan dengan tepat.
Tanda baca “?” digunakan untuk kalimat tanya, tanda “!” digunakan untuk kalimatseru, dan sebagainya.
4).  Pemenggalankata harus menurut aturan pemenggalan kata yang benar. Kamus bahasa Indonesiadapat digunakan untuk pedoman pemenggalan kata yang benar.

6.   Penulisan nama
               Penulisannama mencakup : Nama pengarang/penulis yang dikutip dalam uraian dan namapengarang pada daftar pustaka.
a.     Nama pengarang  yang ditulis dalam uraian (teks).
Pengarang(penulis) yang tulisannya dikutip langsung dalam uraian, hanya disebutkan namaakhir saja, diikuti dengan tahun terbit tulisan tersebut. Berikut ini diberikanbeberapa contoh penulisan nama pengarang yang dikutip dalam tulisan/uraian.
1). Namapengarang terdapat pada bagian pangkal kalimat contohnya adalah sebagaiberikut :
1.   Jarret(1959) menyebutkan bahwa marga Artocarpus di Asia mencakup jumlah 50 jenis.
2.   Calvin(1978) menemukan………………………………………
2).  Nama pengarang terdapat padabagian tengah kalimat contohnyasebagai berikut :
leukaplas yang mengandung butir-butir amilum yang besar ditemukan olehDiers (1963) didalam buluh serbuk Oenothera hookeri.
3).  Nama pengarang terdapat padabagian akhir kalimatcontohnya sebagai berikut :
Penggunaan sterilisasi autoklaf dapat memeberikan pengaruh baik atau burukterhadap pertumbuhan, tergantung pada gula yang digunakan dalam medium(Supraptopo, 1979).
4).  Pengarang berjumlah dua orangmaka nama kedua-duanya harus disebutkan, contohnya sebagai berikut :
Philips dan Andrew (1966) menemukan spermatozoa pada testis Hereford yangberumur 224 hari.
5).  Pengarang lebih dari dua orang, maka yang dicantumkan hanya nama akhirpengarang pertama diikuti dengan “dkk” atau “ et al” contohnya sebagai berikut:
Buluh serbuk sari Lilium longiflorum mengandung sejumlah besar amiloplas(Rossen dkk, 1964 atau (Rossen et al, 1964).
6).  Kutipan lebih dari dua sumber, penulisan nama pengarang dapat dilakukandengan dua cara yaitu :
a).  Nama pengarang masuk dalam uraian, maka nama semua sumber disebutkan.Contohnya sebagai berikut :
Menurut Shukla dan Misra (1973), Devis dan Heywood (1976), dan Haywood(1979), studi mengenai kekerabatan merupakan bagian studi sistematik.
b).  Nama pengarang tidak masuk dalamuraian, maka diantaranama-nama sumber itu dipasang tanda titik koma. Contoh sebagai berikut :
Pemberian Vitamin C biasanya dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pencoklatanpermukaan irisan jaringan yang disebabkan oleh reaksi oksidasi senyawapolifenol menjadi quinon yang berwarna coklat (Werening dan Philips, 1974 ;Bidwell, 1976 ; Harisuseno, 1979).
7).  Pengutipan dari sumber kedua, dilakukan dengan cara menyebutkan namapengarang aslinya dan nama pengarang buku atau majalah yang dikutip, contohsebagai berikut :
“………. hasil yang sama ditunjukkan pula oleh Vasil dan Hildebrandt (Stevess,1972)”. Dalam hal ini yang dicantumkan dalam daftar pustaka hanyalah bukuStevess (1972).
b.     Nama pengarang dalam daftar pustaka
           Nama pengarang dalam daftar pustaka ditulis lengkap (bukan nama akhirsaja), hanya cara penulisannya dimulai dengan nama akhir. Berikut iniditampilkan beberapa contoh penulisan nama pengarang berdasarkan jumlahpengarang dan variasi nama pengarang.
            1). Cara penulisan nama berdasarkan jumlahpengarang :
a). Satu orang pengarang
Contoh  :Nama sebenarnya adalah Wasty Soemanto dalam daftar pustaka ditulis Soemanto,Wasty.
b). Dua orang pengarang
Sebagai contoh : Soetopo, Wasty nama sebenarnyaadalah Soetopo dan Wasty Soemanto.
c). Lebih dari dua orang pengarang
Sebagai contoh : Austin, David B, French, Will dan Hull, John D.

            2). Cara penulisan nama berdasarkan variasinama pengarang :
a). Nama pengarang lebih dari satu kata. Jika nama pengarang terdiri dari dua suku kataatau lebih maka cara penulisannya adalah sebagai berikut : nama akhir diikutidengan koma, singkatan nama depan, tengah dan seterusnya semuanya diberi titik.Atau dapat pula ditulis dengan cara sebagai berikut :  Nama akhir diikuti koma, suku kata namadepan, tengah, dan seterusnya. Contohnya adalah sebagai berikut :
                             (1). Sutan TakdirAlisyahbana, S.T atau Alisyahbana, Sutan Takdir.
                             (2). Donalt Fitgerald Othmer ditulisOthmer, D.F.
2). Nama yang diikuti dengan singkatan dianggap bahwa singkatan itu menjadi satu dengansuku kata yang ada didepannya. Contohnya adalah sebagai berikut :
                        (1).Nazir O.K ditulis Nazir O.K.
                        (2).Williams D Ross Jr. W.D.
3). Gelar kesarjanaan padapenulisan daftar pustaka, tidak dicantumkan.
4). Penulisan nama editorsebagai contoh : Unggau, Halewy R.(ed).


7.   Daftarpustaka
                  Hal-hal yang perludiperhatikan dalam penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut :
      a.   Sumber pustaka
                  Petunjuk mengenai sumberkutipan yang digunakan sebagai daftar pustaka adalah sebagai berikut :
1). Sumber Kutipan dariinstansi resmi
                  Sumberkutipan yang digunakan berasal dari instansi resmi dan layak dipercaya antaralain berupa jurnal, buku teks, kumpulan tulisan, makalah dalam proseding/ yangdisajikan dalam pertemuan ilmiah, tulisan dalam jurnal/ majalah/ koran,laporan-laporan, tulisan dalam internet, majalah ilmiah, surat kabar, brosur, lif-let, encyclopedia, skripsi/disertasi laporan, makalah/mineograf, buku tahunan, keputusan seminar.
2). Sumber kutipan yangtidak jelas pengarangnya
      Sumber kutipan yang tidak jelaspengarangnya maka sebagai pengganti nama pengarang ditulis kata Anonim.
3). Sumber yang berbeda,pengarang sama
      Jikadua sumber atau lebih berbeda tetapi pengarangnya sama, maka penulisan namauntuk pengarang kedua dan seterusnya cukup pakai garis putus sebanyak sepuluhketukkan.
4). Sumber berbeda,pengarang dan tahun terbit sama
      Jikasumber berbeda, pengarang sama, tahun terbit sama, maka cara penulisannyadibelakang tahun terbit a atau b.
5). Sumber kutipan tanpatahun
      Sumberkutipan tanpa tahun ditulis (..) dan tanpa penerbit ditulis (..).
6). Sumber pustaka sekunder
      Sumberpustaka sekunder ditulis seperti contoh berikut : Locke, Houis G. et al. “Readings for Liberal Education”. New York : Holt, Rinehart & Winston, 1962.dikutip oleh Wasty Soemanto & F.X. Suyarno, Landasan Historis PendidikanIndonesia, Surabaya, Usaha Nasional, 1993.
      b.   Sistematika penulisan daftarpustaka
         Sistematika penulisan mencakup penulisan kesampingdan kebawah.
         1) Sistematika penulisan kesamping
               Sistematikapenulisan ke samping urutan penulisan dilakukan sebagai berikut:
1)     Buku teks :
a) Bila ditulis oleh seorang penulis maka penulisannya berurutan : namapengarang, tahun terbit, judul buku, (cetak miring) jilid, terbitan ke, nomorhalaman kutipan. Ganti baris : kotaterbit, nama penerbit.
     Pergantian baris masuk satu spasi, penulisan nama penulis diawali dengannama keluarga, baru singkatan dari nama penulis. Gelar akademik/ kebangsawanantidak perlu dicantumkan. Contoh  sebagaiberikut : Buku Perekonomian Indonesia yang ditulis oleh Prof. Dr. SoemitroDjojohadikoesoemo, maka penulisannya :
Djojohadikoesoemo, S. 1990. Perekonomian Indonesia. Jakarta : Usaha Bersama
b) Bila ditulis oleh beberapa penulis (lebihdari) 1 orang maka penulis pertama ditulis seperti contoh  diatas, tetapi penulis berikutnya denganpenulisan terbalik. Contoh :
Beal, GM. And J.B. Bohlen, 1955 ;How Farm Accept
New Ideas
Iowa:  lowa State College and FederalOffice.
c) Karya Suntingan : Jika tulisantersebut hasil suntingan seseorang dari tulisan beberapa penulis.
Contoh  :
Mubyarto (ed).1994. Keswadayaan Masyarakat Desa Tertinggal. Yogyakarta : Aditya Media
d)  Kutipan Karya Suntingan
Jika penulisan tersebut terdapat atau dikutip dari tulisan seseorang yangditulis dalam karya suntingan. Selain disebutkan sumbernya jugadisebutkan halamannya.
Contoh :
Ensminger D.1962 “Need for Extension Training” in Kammath (ed), Extension Education inCommunity Development 58-65 p.

2)      Kutipan Tulisan  :  yaitu  Kutipan dalam kumpulan tulisan
Reksohadiprodjo, I.  Penyuluhan Pertanian dalam KumpulanTulisan Prof. Iso Hadiprodjo. h. 25-27 Yogyakarta : Fakultas Pertanian UGM.
Mardikarto. 1993. Penyuluhan Pertanian : SekedarFaktor Pelancar  ? DalamMardikarto 1994. BungarampaiPembangunan Pertanian. h. 141-146.

3)      Makalah dalam Prosiding atau yangdisajikan dalam pertemuan ilmiah
Ginting. M. 2000. Kontribusi PenyuluhanPembangunan Dala Mendukung Otonomi Daerah. Disajikan Seminar PemberdayaanSumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani di Bogor, 25-26September 200.
4)      Tulisan dalam Journal/ Majalah/Koran, dll
Adicondro. GJ. 1990. Tiga Dilema PenyelenggaraanPendidikan Untuk “Orang Kecil”. Bina Danna No. 28 (1990) : 32-46p.
5)      Laporan-Laporan
Penulisan pustaka yang berupa laporan yang ditulis oleh perorangan ataukelompok ditulis seperti buku teks. Jika tidak diketahui penulisnya, maka nama penulisdiganti dengan nama lembaga/ penerbitnya.
6)      Kutipan dari Internet
Vanclay. F. 1994. A Crisis inAgricultural Extension ? in Rural Society.http://www.csu.edu.au/research/crsr/ruralsoc/sn1p10htm

         2).  Sistematika penulisan kebawah
                    Sistematika penulisan kebawah. nomor urutdaftar dibuat berdasarkan urutan abjad nama akhir pengarang pertama.
      c.   Pengetikan baris dan jarak
         Baris kedua dan seterusnya dalam pengetikan daftar pustaka,diketik masuk tujuh ketukan. Jarak antara dua baris satu spasi, dan jarakantara dua sumber adalah satu setengah spasi.

8.   Kutipan
            Kutipan adalah ambil alih konsepatau pendapat orang lain seutuhnya sebagaimana tertulis dalam tulisannya.Kutipan disamping sebagai pendukung bahasan, juga dimaksudkan sebagai upayapenekanan arti penting dari apa yang dikemukakan oleh penulis yang mengutipnya.Cara melakukan pengutipan adalahsebagai berikut:
      1).  Kalimatkutipan kurang dari tiga baris.
Kalimat kutipan yang tidak lebih dari tigabaris ketikan, diketik langsung di dalam satua alinea teks. Untuk membedakannyadengan kalimat teks, dilakukan pemberian tanda kutip pada awal dan akhirkalimat kutipan.
Contoh : “Ada beberapa faktor yang ikut serta dalam meningkatkankepercayaan petani terhadap sistem tataniaga itu”.
      2).Kalimat kutipan lebih dari tiga baris
Kalimat kutipan yang panjangnya lebih dari tigabaris ketikan, maka cara penulisannya adalah sebagai berikut           :
a). Diketik mulai dari baris baru.
b). Semua bagian kutipan diketik masuk (diindensikan) sebanyak tujuh pukulan ketik.
c). Diketik dengan jarak satu spasi
d). Tidak mempergunakan tanda kutip
Contoh : Agar pembangunan pertanian dapat berjalan terus, haruslah terjadiperubahan. Apabila perubahanini terhenti, maka pembangunan pertanianpun terhenti. Produksi terhentikenaikannya, bahkan dapat menurun…………..
Beberapapengecualian dalam membuat kutipan
Pada prinsipnya dalam mengutip, tidak boleh melakukan perubahan, baikredaksi maupun isi dari pada yang dikutip kecuali :
1).  Penulismengutip sekaligus ingin membetulkan kesalahan ejaan, caranya dengan jalanmembubuhkan tanda “sic’ dibelakang kata yang salah.
      Contoh“………. semua itu dilakukan agar masyarakat berpartisisapi (sic) dalampembangunan …..”. Dalam hal ini penulis ingin membetulkan kata-kata partisisapimenjadi kata partisipasi.
2).  Menjagakesinambungan uraian atau bahasa dengan jalan membuang teks karya aslinya dandiganti dengan tiga titik berturut-turut.
      Contoh: Umpamakan mulai baris ini teks pengutipan terjadi. Hal ini selaras denganpengertian yang dikemukakan oleh Croncbach, bahwa sosialisasi adalah persiapantingkah laku masyarakat. Variasi tingkah laku manusia ditentukan oleh“…the society’s religion, its ideas of proper treatment of other people, itseconomic system and its accumulated knowledge”.
3).  Memberikantekanan khusus pada bagian tertentu pada materi kutipan.
      Contoh: Misalnya baris ini teks. “Hakikat manusia terletak pada akalnya, karenadengan akalnya itu manusia dapat menemukan kebenaran dan kesalahan” (garisbawah oleh pengutip).

Artikel Jurnal Ilmiah
Artikel merupakan karya tulislengkap misalnya laporan berita atau esai baik dimajalah maupun surat kabar,yang membahas isu tertentu, persoalan atau kasus yang berkembang dalammasyarakat secara lugas. Dengan demikian artikel merupakan karya tulis,bersifat nonfiksi, dengan panjang tidak tentu , bertujuan untuk meyakinkan ,atau mendidik.
Pada dasarnyaada beberapa jenis penulisan Jurnal ilmiah merupakan wahana komunikasi ilmiahyang paling efektif. Hasil penelitian/kajian yang dimuat dalam jurnal ilmiahdikatakan telah dipublikasikan sebab jurnal tersedia bagi publik. Format artikel jurnal ilmiah untukpenyajiannya tidak ada ketentuan secara baku, karena setiap penerbit jurnalilmiah mempunyai pedoman penulisan naskah yang berbeda-beda. Pedoman Penulisan Naskah dalam jurnalilmiah tersebut, seperti jenis dan ukuran huruf, bahasa, dan aturansusunan/format tulisan atau artikel. Artikel yang dimaksudkan di sini ialahartikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah, bukan meteri ilmiah untuk dimuat dalambuku acuan, prosiding pertemuan ilmiah, atau media massa harian. Hampir semuajurnal ilmiah mengeluarkan pedoman/petunjuk yang mutlak harus diikuti jika kitaingin tulisan kita dimuat di dalamnya. Oleh karena itu, sebelum menulispelajarilah pola penyajian, susunan, kebiasaan, dan petunjuk lain dari jurnalyang dituju. Naskah yang memerlukan banyak penyuntingan hanya akan membuka danmemperbesar peluang untuk ditolaknya naskah yang diajukan.
Isi naskahhendaknya disesuaikan dengan kalangan pembaca jurnal yang bersangkutan.Misalnya untuk jurnal sosial, penulis sebaiknya menghidari penggunaan rumusmatematika yang terlalu banyak. Pada masa sekarang hampir tidak ada jurnal yangmenghendaki Tinjauan Pustaka (LiteratureReview bagi jurnal berbahasa inggris). Hal-hal yang berkaitan dengan surveipustaka dipadukan dalam Pendahuluan atau Pengantar (Introduction, Background).
Dibandingkandengan tesis atau disertasi, jumlah halaman artikel jurnal yang diajukan keredaksi (atau editor) umumnya tidak lebih dari 15 halaman berikut gambar dantabel. Dengan dimikian, hanya hal-hal yang sangat perlu saja yang dapat dimuatdalam halaman yang jumlahnya terbatas itu. Memang ada kemungkinan untuk membuattulisan berseri dalam majalah ilmiah. Bagaimanapun, isi artikel tidak banyakmenyimpang dari yang telah diuraikan seperti dalam skripsi, tesis, dandisertasi. Satu hal yang amat berbeda hanyalah format.

Bagaimana mulai menulis
Artikel tidakditulis sebagaimana bentuk jadinya. Mulailah dengan bagian yang termudah,mungkin saja bagian Bahan dan Metode, sesudah itu barangkali Latar Belakang(Pendahuluan), dan terakhir mungkin saja judul. Sesudah itu semua bagianditulis, ‘endapkan’ beberapa hari, kemudian luangkan waktu untuk memeriksanyakembali.
Artikel Andaakan dibaca banyak kalangan yang lebih luas. Oleh karena itu, cermati argumentdan bukti-bukti yang akan Anda kemukakan. Apakah ada hal yang kabur atau tidaktaat asas? Apakah hasil bertentangan dengan naskah tulisan ilmiah yang pernahdipublikasikan? Bila demikian, Anda harus mempertahankannya. Bila tidak,dapatkah Anda tegar menghadapi tanggapan dan kritikan pembaca?
Pada tahapperencanaan ini, perlu mempertimbangkan bentuk penyajian data. Apakah tabellebih efektif dari pada gambar, atau sebaliknya? Mana data penting dan manadata yang dapat ditinggalkan supaya tidak mengacaukan pokok bahasan? Pemilihandan pemilahan menjadi amat sangat penting berhubung jumlah halaman yang sangatdibatasi. Dalam banyak kasus, bagian metode dibuat seringkas-ringkasnya oleh penulis.

Judul dan kata kunci
Judul adalahidentitas karya Anda. Judul artikel dapat saja berbeda dengan judul hasilpenelitian. Pilihlah beberapa kata penting dengan cermat dan letakan di awaljudul. Pembaca sering membaca judul lebih dulu dan jarang orang membaca lebihdari delapan kara pertama. Berikut ini adalah contoh penempatan tujuh kata yangmengawali judul dan belum memberikan informasi apa-apa. “Pengembangan,Evaluasi, dan Aplikasi Beberapa Hasil Penelitian Bibit Unggul Kedelei”. Juduldapat diperpendek tanpa mengurangi maksud yang hendak disampaikan. Misalnya:“Kepadatan Penduduk  dan Penanaman PadiBasah yang Mendapat Pengairan di Daerah Tropika-Musim di Asia, Khususnya diJawa (Indonesia) rubahlah “menjadi” KepadatanPenduduk dan Penanaman Padi Basah di Jawa”. Judul terlalu pendek pun kurangbermakna, umpamanya: ”Kajian tentang Kedelei Slamet”.
Kata kunci diperlukan untuk mempermudahpenelusuran artikel. Pilihlah tidak lebih dari 5 kata atau istilah yangsekiranya menyebabkan artikel Anda mudah ditelusuri. Kata-kata seperti ‘studi’,‘evaluasi’, ‘analisa’, tentu tidak bermanfaat sebagai kata kunci.

Baris Kredit
Baris kreditterdiri atas 2 unsur, yaitu nama pengarang dan nama lembaga berikut alamat lembaga tempat penelitian dilakukan. Cantumkan hanyanama orang yang langsung terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, analisis,sintesis, penulisan penelitian yang berhak mendapatkan kredit keperanan tulisantersebut. Nama pimpinan lembaga atau pimpinan pimpinan proyek yang tidaklangsung terlibat dalam kegiatan ilmiah tersebut tidak perlu dicantumkansebagai pengarang. Urutan nama pengarang memang sering menjadi perdebatan. Unukmakalah dengan banyak pengarang, dituntut adanya ketegasan dari seorang yangmenjadi tanggung jawab penyusun artikel. Agar tidak terjadi sengketa dan salingmenyalahkan antar anggota kelompok jika timbul ketidaklancaran, batas tanggungjawab setiap anggota haruslah jelas. Semua nama pengarang harus ditulislengkap, jangan dituliskan dkk, et al.atau cs. Penulisan nama dan alamat lembagadimaksudkan untuk keperluan korespondensi. Bila ada beberapa penulis, hanyasatu nama yang diberi tanda untuk maksud korespondensi. Tuliskan nama Negarabila naskah diterbitkan dalam majalah internasional.

Abstrak
Abstrak merupakan kependekanyang lengkap dan menjelaskan seluruh isi tulisan dan umumnya disajikan dalamsatu paragraf dengan menggunakan tidak lebih dari 200 kata. Sulit memangmembuat karangan miniature ini; menyampaikan pesan dalam lima halaman seringdirasakan lebih mudah daripada harus meringkasnya dalam lima baris yangmeliputi permasalahan, metode, dan hasil. Dengan tidak mengulang kata-katadalam judul, tulislah masalah pokok dan alasan dilakukannya penelitian sertasasaran yang akan dicapai. Begitu pula nyatakan pendekatan dan metode sertabahan yang dipakai, serta ungkapkan hasil dan kesimpulan penting yangdiperoleh. Bila sukar memendekan buram abstark ini, simpanlah beberapa harisebelum Anda menyuntingnya sampai mencapai panjang karangan yang memadai.
Penyajian dapatdilakukannya secara kualitatif (abstrak indikatif) atau kuantitatif (abstrakinformatif). Abstrak jangan mengandung informasi atau kutipan, dan merk dagang.Pernyataan yang tidak spesifik seperti: ”kepadatan pendudukcukup tinggi” sebaiknya diganti dengan “kepadatan penduduk sampel desa yangdiambil rata-rata di atas xxx jiwa”. Sekali lagi, abstrak harus disusun secaralengkap, tetapi ringkas, cermat, objektif, dam cendikia.
Bagi karangan berbahasaIndonesia biasanya dikehendaki abstrak dalam bahasa inggris, sedangkan karanganberbahasa inggris dalam majalah Indonesia kadang-kadang diminta juga abstrakberbahasa Indonesia. Abstrak berbahasa inggris ini berguna agar hasil penelitian kita dapat ‘diakses’ oleh pembaca di mana-mana.

Pendahuluan
Jika Anda perhatikan denganseksama, dalam artikel yang baik umumnya hanya ada beberapa paragraf padabagian pendahuluan, bahan artikel yang pendek hanya menggunakan satu paragrafyang memuat dua hal pokok. Pokok kedua lebih pendek daripada yang pertama,biasanya memuat hipotesis, atau hal-hal yang melatarbelakangi penelitian itu.

Tinjauan Pustaka
Apabila majalah ilmiahmengizinkan bagian Tinjauan Pustaka,cantumkan pustaka terbaru, relevan, dan asli. Uraikan kajian pustaka yangmenimbulkan gagasan dan mendasari kegiatan peneliltian Anda. Pengacuan padapustaka tidak perlu ekstensif sampai tuntas, tetapi lakukan secukupnya. Uraiandimaksudkan untuk menyusun kerangka atau konsep yang digunakan dalampenelitian. Semua rujukan yang ditinjau harus sesuai dengan Daftar Pustaka. Penulis seyogyanya tidakhanya mengetengahkan kutipan-kutipan, tetapi juga mengulasnya. Jumlah pustakadalam artikel biasanya tidak banyak, yang paling penting adalah keprimeran dankemuktahiran pustaka.

Bahan dan Metode, Hasil, Pembahasan, dan Kesimpulan
Bagian mengenai bahan danmetode, hasil pembahasan, dan kesimpulan pada hakikatnya tidak berbeda denganyang telah diuraikan terdahulu. Setiap bagian ditulis melanjut, artinya tidakperlu ditulis pada halaman baru.

Persantunan
Sering timbulkerancuan, mana pihak yang perlu diucapkan terima kasih atau muncul dalamderetan nama pengarang. Penulis memang acap melibatkan banyak pihak. Ucapanhendaknya disampaikan secara formal. Ada baiknya dimintakan izin bila akan menuliskan nama seseorang di bagianini. Sponsor yang menyediakan dana penelitian harus diberi ucapan terima kasih.

Daftar Pustaka
Beberapa majalah ilmiah tidakmenghendaki pemuatan judul artikel pustaka, yang penting ialah identitas sumberitu sendiri. Penulisanpustaka acuan dalam daftar pustaka, hanya berjarak satu spasi. Buku teksditulis berurutan: Nama penulis, tahun, judul buku (dicetak miring) kota diterbitkan, nama penerbit. Penulisan namapenulis diawali dengan nama keluarga baru nama penulis, gelarakademik/kebangsawanan tidak perlu dicantumkan. Jika tidak diketahui namapenulisnya, maka ditulis nama lembaga/penerbitnya.
Contoh:
Asmadi Alsa. 2007. Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif, Yogyakarta:Pustaka Pelajar
Issac Stephen & Michel William B. 1981, Hand Book in Research and Evaluation, 2ed.     California: Edits Publishers San Diego.
Badan Pengembangan SDMP .2004.Pedoman Penyelenggaraan PenyuluhanPertanian dalam Era Otonomi Daerah, Jakarta.
Banyak penulis yang cenderung mengutip tuliasannya sendiri (self citiation); hal ini menimbulkankesan yang kurang baik apabila dilakukan terlalu banyak.

Ikwal Penerbitan Artikel
Sesudah Anda menyelesaikan seluruh naskah, suntinglah sendiri sebelummengirimkannya ke redaksi majalah. Hilangkanbagian-bagian yang sudah menjadi pengetahuan umum. Pilihlah kata-katayang paling tepat dan perbaiki kalimat yang kurang jelas, meragukan atau dapatdiartikan lain. Buang pernyataan yang berbunga-bunga seperti “dalam kaitan iniperlu ditekankan bahwa…” atau “Dari Tabel 2 dengan jelas dapat ditunjukanbahwa…” dan sejenisnya. Baca kembali “petunjuk/pedoman penulisan naskah bagipenulis” dari majalah yang Anda tuju.
Bilamana tersedia kesempatan, bacakan naskah itu pada suatu pertemuanilmiah untuk mendapat ulasan, sanggahan, kritikan, dan saran penyempurnaanserta masukan lainnya. Symposium, seminar, konfrensi, kongres, dan pertemuanilmiah lain sebenarnya memang dimaksudkan untuk membuka peluang berkomunikasi,dan dalam penyiapan artikel adalah juga untuk menyempurnakan mutu hasilkegiatan ilmiah.
Bila naskah dianggap siap-kirim, buatlah surat pengantar kepada redaksi agar naskahAnda dipertimbangkan untuk dimuat. Sebelum artikel dimuat, editor majalahbergengsi biasanya mengirimkan naskah kepada beberapa mitra bestari untukditelaah isi dan kelayakannya. Telaahan berupa pernyataan bahwa naskah Andadisetujui untuk dimuat, dapat dimuat setelah diperbaiki, atau ditolak. Jikaeditor kemudian mengembalikan naskah untuk diperbaiki, kerjakanlah sesuaidengan petunjuk yang diberikan, dan ikuti semua aturan dalam pedoman penulisannaskah jurnal ilmiah yang akan dituju, perlu dipahami bahwa setiap jurnalilmiah punya aturan/pedoman yang berbeda satu dengan lainnya. Sesudahnya, cepatkirimkan kembali naskah tersebut agar pemuatannya dapat terlaksana. Jika terpaksa tidak dapat dimuat padajurnal yang dimaksud, coba cermati dan telaah lagi untuk diperbaiki dan cobasekali lagi dikirim pada penerbit jurnal lainnya. Perlu diketahui jika naskahjurnal Anda sudah pernah dimuat pada sebuah jurnal, tidak etis dan tidakdibenarkan untuk dikirimkan dan dimuat pada jurnal yang lain. PengelolaanJurnal ilmiah yang baik biasanya sudah memiliki nomor ISSN.contoh: JURNALILMU-ILMU PERTANIAN yang diterbitkan oleh STPP Jurusan Penyuluhan PertanianYogyakarta Nomor ISSN 1858-1226. Jurnal ilmiah yang sudah baik pengelolannyabiasanya sudah terakreditasi, sehingga nilai naskah yang dimuat dalam jurnalyang diakui oleh instansi yang berangkutan/terakreditasi nilai nya lebihtinggi.

Menyadur/ Menterjemahkan Buku dan Bahan-Bahan Laindi Bidang Pertanian
Dalam era globalisasi PenyuluhPertanian harus mempunyai kemampuan untuk menguasai bahasa asing, minimalbahasa Inggris. Dengan kemampuan tersebut, penyuluh akan lebih mudah untukmengakses tulisan bidang pertanian yang berbahasa Inggris. Kemampuan menterjemahkandiharapkan juga dapat menambah wawasan penyuluh itu sendiri, karena banyakkasus atau permasalahan yang ada ditulis dalam bahasa asing, khususnya bahasainggris.
Penulisan karya ilmiah dalambentuk buku, agak berbeda dengan penulisan pada jurnal ilmiah. Bahasa yangdigunakan dalam jurnal ilmiah lebih bersifat ilmiah, akademis, sedangkan dalambentuk buku lebih fleksibel dan populer agar mudah dipahami oleh pembacanya.Penulisan dalam bentuk buku, dapat dipertimbangkan tujuan dan sasaran pembaca,apakah untuk buku referensi atau pengetahuan populer. Hal ini akanberakibat/membawa konsekuensi yang berbeda pula dalam hal pemilihanistilah-istilah, bahasa, pendekatan yang digunakan, alur tulisan.
Jenis/isi buku yang disadur/diterjemahkan sebaiknya buku yang memuat ide-ide, inovasi/teknologibaru, rekayasa sosial/permbedayaan masyarakat yang baru dan belum ada ataubelum banyak ditulis dalam bahasa Indonesia. Sebuah buku yang akandisadur/diterjemahkan sebaiknya sudah mendapat ijin untuk diterjemahkan dari penerbit atau penulis yang ber hak atau memiliki hak paten dari bukutersebut, sehingga tidak megalami permasalahan hukum hak cipta kekayaanintelektual dikemudian hari, termasuk penuntutan ganti rugi secara materialyang jumlahnya tidak sedikit. 
Menerjemahkan/menyadur bukudan bahan-bahan lain dibidang pertanian yang berbahasaasing, perlu diperhatikan substansi isi/makna dari tulisan tersebut, tidakdiartikan/diterjemahkan perkata/perkalimat, karena akan menjadi ”kaku” bahkanmungkin maknanya menjadi berbeda, karena susunan kalimatnya tata bahasa ”grammar” yang berbeda antara bahasa Indonesia dan bahasa asing yang disadur. Untuk menghasilkan bukuterjemahan/saduran yang baik, sebaiknya melibatkan paling tidak dua orang ahli,yaitu satu ahli bahasa asing dari buku asing dan satunya lagi orang yang ahlisubstansi materi dari buku yang akan diterjemahkan. Misalkan akan menerjemahkanbuku Penyuluhan Pertanian berbahasa Inggris, maka sebaiknyaada satu orang ahli bahasa Inggris dan satunya ahli Pengawas Mutu Hasil Pertanian, mereka bekerja sama secara sinergi.Walapun ada juga orang yang mungkin ahli keduanya, tetapi akan lebih baik kalaudua orang sehingga saling melengkapi dan menyempurnakan.
Buku terjemahan/saduransebelum diterbitkan/dipublikasikan sebaiknya dicek/dibaca lagi oleh orang lain,dengan maksud untuk mendapatkan masukkan, kritik dan saran mengenai isi buku,keterbacaan bahasa dan konsep/konstruk dari buku tersebut.
Setiap penerbit buku jugamemiliki aturan/pedoman penulisan yang harus diikuti oleh setiap penulis,termasuk pengaturan fee dari bukutersebut, biasanya akan ada perjanjian/kontrak sebelum buku tersebutditerbitkan.


Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pengembangan Keprofesian Penyuluh Pertanian - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit