728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Tampilkan postingan dengan label Bantuan Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bantuan Pangan. Tampilkan semua postingan
U.N. Secretary General wants 50% rise in food production by 2030
The United Nations urged a summit on the global food crisis on Tuesday to help stop the spread of starvation threatening nearly 1 billion people by lowering trade barriers and removing export bans. "Nothing is more degrading than hunger, especially when man-made,"U.N. Secretary General Ban Ki Moon told world leaders who are likely to disagree over the link between biofuel production and high food prices.

The World Bank and aid agencies estimate soaring food prices could push as many as 100 million more people into hunger. About 850 milion are already hungry.

Ban estimated the "global price tag" to overcome the food crisis would be US$ 15 billion to US$ 20 billion a year and that food supply had to rise 50% by the year 2030 to meet climbing demand.

"Some countries have taken avtion by limiting exports or by imposing draft controls." he said. This "distorts markets and force prices even higher. I call on nations to resist such measures and to immediately release exports designated for huminatarian purposes."

The United Nations urged a summit on the global food crisis on Tuesday to help stop the spread of starvation threatening nearly 1 billion people by lowering trade barriers and removing export bans.Aid agencies say Japan and China have contributed to high rice prices, which have trigered riots as far away as Haiti, by controlling their stocks. Prime Minister Yasuo Fukuda promised at the summit to release at least 300,000 tons of imported rice from storage to ease the crisis.

In his speech on Tuesday, Fukuda pledged to provide US$ 50 million to help developing contries, including those in Africa, increase agricultural food production, in addition to the US$ 100 million in aid already implemented this year.

Source: Japan times, June 4, 2008.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: U.N. Secretary General wants 50% rise in food production by 2030 - 9756people
Info Petani -
Peresmian WFP School Feeding Campaign

WFP bekerjasama dengan Japan Advertising Council (JAC) telah melakukan pengambilan gambar di sebuah Sekolah Dasar di Lombok untuk pembuatan iklan layanan masyarakat yang akan dipublikasikan pada siaran TV, radio dan Billboard serta masmedia lain. Peresmian dilakukan di United Nation University (UNU) pada tanggal 25 Juni 2007 mulai jam 11:00 sampai dengan jam 12:00. Peresmian ini dihadiri para pejabat pemerintah, anggota corps diplomatic, dan wartawan.

Peresmian dibuka oleh Ms. Mihoko Tamamura Director WFP Japan Relation Office. Beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada JAC atas bantuannya dalam pembuatan iklan layanan masyarakat. Beliau menyampaikan moto dari iklan layanan masyarakat ini adalah “Sepotong biscuit merupakan tiket menuju masa depan”. WFP menyediakan biscuit untuk setiap siwa satu bungkus yang telah dikemas khusus dengan tulisan biscuit WFP gratis produksi PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.

Dengan memakan 50 gram biscuit seorang anak akan memperoleh 200 kcal dan 50% kebutuhan vitamin dan mineral selama satu hari. Pada tahun 2006 WFP telah memberikan makanan kepada 20,2 juta anak dari 71 negara dan akan berusaha mencapai 50 juta anak pada tahun 2008.

Pada sambutan singkat Dr. Pudjiatmoko Atase Pertanian KBRI Tokyo menyampaikan ucapan permohonan maaf atas ketidak hadiran Bapak Dubes, penyampaian salam kepada hadirin, ucapan terimakasih kepada penyelenggara program dan himbauan kepada para hadirin untuk mendukung dan membantu program WFP School Feeding Campaign.

Selanjutnya petugas pengambil gambar mempresentasikan pengambilan gambar untuk iklan School Feeding campaign di sebuah Sekolah Dasar di Lombok NTB dengan diselingi pemutaran film hasil karyanya. Mereka senang telah bekerja dengan lancar karena mendapat dukungan dan bantuan dari para guru dan murid sekolah setempat serta masyarakat di sekitarnya. Para murid menyambut baik dan berantusias untuk diambil gambarnya, sedangkan masyarakatnya tertib ketika dilakukan pengambilan gambar.

Pada gambar ditampilkan seorang anak sedang membaca buku pelajaran bahasa Indonesia dimana mejanya terbentuk dari 3 potong biscuit, sedangkan narasinya disampaikan oleh aktor Jepang yang terkenal Kazunari Ninomiya. Iklan Layanan Masyarakat ini akan ditayangkan dan disebarluaskan mulai bulan Juli 2007.

Sekilas mengenal World Food Programme
(WFP)



World Food Programme
(WFP) adalah organisasi program bantuan bersama yang dibentuk oleh PBB tahun 1963 dan diawasi oeh FAO. WFP adalah sebuah lembaga kemanusiaan terbesar di dunia yang berkantor pusat di Roma, Italia. Selain itu, WFP juga memiliki perwakilan yang tersebar di 80 negara. WFP bekerja untuk membantu masyarakat yang tidak mampu memperoleh atau menghasilkan pangan bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka.

WFP bergerak untuk menghapuskan kelaparan dan malnutrisi, dengan tujuan utama menghilangkan kebutuhan akan bantuan pangan.
Strategi utama yang mendasari aktivitas WFP adalah menyediakan bantuan pangan dengan tujuan:
1. Menyelamatkan manusia yang merupakan pengungsi dan dalam situasi darurat lainnya;
2. Memperbaiki gizi dan kualitas hidup masyarakat yang paling rentan pada saat mendesak;
3. Membantu membangun aset dan memperbaiki taraf hidup masyarakat miskin khususnya melalui program padat karya.

Bantuan pangan WFP juga ditujukan untuk memerangi masalah kurang gizi, menurunkan tingkat kematian anak, memperbaiki kesehatan ibu hamil, dan memerangi berbagai penyakit termasuk HIV dan AIDS, serta Program padat karya membantu meningkatkan stabilitas lingkungan hidup dan ekonomi serta produksi agrikultur.

Pada tahun 2005, WFP mendistribusikan 4,2 juta ton bahan makanan kepada 96,7 juta orang di 85 negara (wikipedia.com), 35 juta orang mendapatkan bantuan melalui operasi darurat, termasuk korban konflik, bencana alam, dan kehancuran ekonomi di negara-negara seperti Afghanistan, Korea Utara, Pakistan, dan Niger. Pengeluaran secara langsung mencapai US$ 2,9 juta untuk menjalankan program perbaikan dan normalisasi.

Operasi WFP yang terbesar di tahin 2005 adalah operasi di Darfur, Sudan dimana program tersebut menyentuh 3,4 juta orang. Selain itu, WFP juga memiliki program bantuan pangan bagi anak-anak, program school-feeding di 74 negara, dan mendorong orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka, terutama anak perempuan.

WFP memperoleh dana dari donasi pemerintah negara-negara di dunia, perusahaan, dan donor pribadi. Di tahun 2005, WFP memperoleh dana sejumlah US$ 2,8 juta dari kontribusi negara-negara. Seluruh dana sepenuhnya yang diperoleh berdasarkan sumbangan sukarela.

WFP meluncurkan usaha pengumpulan dana yang disebut Walk the World. Dalam satu hari di setiap tahun, ratusan ribu masyarakat di setiap daerah pembagian waktu berjalan dalam usaha mengakhiri kelaparan terhadap anak-anak. Di tahun 2005, lebih dari 200 ribu masyarakat berjalan kaki di 296 lokasi. Sedangkan di tahun 2006 terdapat sekitar 760 ribu masyarakat di 118 negara di seluruh dunia. Acara ini merupakan bagian dari kampanye untuk mencapai target Millenium Development Goals, yang menginginkan agar jumlah penduduk yang menderita kelaparan dan kemiskinan dapat dikurangi hingga separuhnya di tahun 2015.

Indonesia pernah keluar dari keanggotaan WFP di tahun 1996 karena krisis ekonomi dan konflik yang menimbulkan situasi rawan pangan serta memburuknya status gizi masyarakat. Namun pada tahun 1998, Indonesia kembali menjadi anggota WFP, ditandai dengan diperolehnya bantuan WFP dalam bentuk Emergency Operation yang kemudian disusul dengan program PRRO yaitu program penyaluran beras bersubsidi bagi masyarakat di Jakarta dan Surabaya. Selain itu WFP juga menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat pengungsi dan masyarakat yang baru kembali dari pengungsian guna mempercepat proses integrasi dan rekonsiliasi paska krisis.

Kantor pusat WFP terletak di kota Roma, Italia dengan alamat:
World Food Programme (WFP)
Via C.G.Viola 68
Parco dei Medici
00148 - Rome - Italy
Tel: +39-06-65131
Fax: +39-06-6513 2840
E-mail: wfpinfo@wfp.org
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Peresmian WFP School Feeding Campaign - 9756people
Info Petani -
WFP Welcomes the release of a new school Feeding PSA in Japan
A new school feeding campaign PSA was launched at United Nation University on June 25, 2007. Opening remarks was presented by Ms. Mihoko Tamamura Director WFP Japan Relations Office. Greeting from the Embassy of the Republic of Indonesia was presented by Dr. Pudjiatmoko Agricultural Attaché. Attendants of the event were sponsor organization, journalists, government officials, and members of the diplomatic corps.


Five biscuits supply 200 kilocalories and 50% of vitamins and minerals for a day
WFP News Release
World Food Programme (WFP) welcomed the release of new print, radio, and television public service announcement (PSA) promoting the agency’s school; feeding programme, made possible with support of the Japan Advertising Council.

The PSA showcases WFP’s micronutrient-enriched biscuits, fortified with 14 essential minerals and vitamins and used as an integral part of the agency’s school feeding programme. In the PSA, under the catch-phrase “a biscuit is a ticket to the future”, children’s desks are fabricated of WFP biscuits, illustrating how WFP’s school feeding programme is helping children get a chance to learn in the School.

“We are truly grateful to the Japan Advertising Council for their support of our school feeding initiatives,” said Ms. Mihoko Tamamura, Director WFP Japan Relations Office. “This PSA campaign will create an incredible impact in generating support among the people of Japan towards our efforts in wiping out child hunger from the world.”

The PSA was filmed in Lombok Indonesia, where malnutrition is widespread among school age children. Roughly half suffer from iron deficiency induced anaemia and marginal vitamin A deficiency, which often results in poor cognitive performance. Recent studies found that the prevalence of anaemia drop from 24% to 10% in the children receiving WFP’s biscuits. Cognitive performance also improved significantly.

One of the world’s largest advertising companies, Dentsu, designed and produced the new PSA. The TV and radio spots were narrated by the famous Japanese actor Kazunari Ninomiya, whose recent performance in Clint Eastwood’s Oscar-winning “Letters from Iwo Jima” won widespread acclaim…

The new PSA will be broadcast on TV and radio and appear in print media and on billboards from the beginning of July.

The Japan Advertising Council is dedicated to serving the common good through PSA campaigns. It is made up of over 1,300 voluntary corporate members, including media organizations, ad agencies, and other business enterprises from Japan. PSA produced by the council are printed and/ or aired free-of-charge by member media organizations.

WFP has been engaged in school feeding for more than 40 years and is the world’s largest provider of school meals in developing countries. In poor countries, free, nutritious school meals attract children to school, as well as enhance their performance by allowing them to concentrate on their lessons. In 2006, WLP provided 20.2 million children with school meals in 71 countries and aims to reach 50 million children by the end 2008.

WFP is the world’s largest humanitarian agency: on average, each year, we give food 90 million poor people to meet their nutrional needs, including 58 million hungry children, in 80 of the world’s poorest countries.

Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: WFP Welcomes the release of a new school Feeding PSA in Japan - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit