728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
BREAKING NEWS: PENGUMUMAN HASIL TES TULIS THL TBPP 2008
Sesuai dengan pengumuman DEPTAN Desember lalu. Hari ini nama-nama calon THL TBPP yang lolos seleksi tes tulis sudah dapat dilihat di website deptan. Jika rekan kesulitan mengakses, rekan-rekan bisa mengecek hasil pengumuman via http://portalagribisnis.deptan.go.id/pegawai/thl/08/FINAL_THL/index_thl_08.htm atau http://gis.deptan.go.id/pegawai/thl/08/FINAL_THL/index_thl_08.htm Semoga Anda termasuk yang beruntung.

---
This post was made with a trial version of BlogPlanet, a photo blog client for mobile phones. For more information visit www.blogplanet.net
.

Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: - 9756people
Info Petani -
Kajian Potensi Pasar Buah Tropis di Jepang
Dalam rangka pengamatan produk ekspor berpotensi dari Indonesia di Jepang, KJRI Osaka telah melakukan kajian potensi pasar produk buah tropis di Jepang bagian barat.

Metoda kajian dilakukan dengan cara menyebar 250 buah angket kepada responden dari kalangan pengusaha dan investor serta masyarakat Jepang bagian barat yang sering melakukan wisata ke luar negeri. Angket didistribusikan melalui beberapa Institusi Jepang yang terpercaya yaitu Osaka Chamber of Commerce and Industry (OCCI), Kobe Chamber of Commerce and Industry (KCCI), Japan External Trade Organization (JETRO), Kankeiren (Federasi Ekonomi Kansai) serta Asosiasi Persahabatan di Wilayah Jepang Barat.

Hasil kajian secara ringkas dapat diutarakan sebagai berikut:

1. Dari hasil kajian ini dapat diketahui bahwa sebagian besar responden telah terbiasa dan menggemari buah-buahan impor sehingga mereka dapat menyebutkan nama buah dan negara pengekspornya seperti Pisang, Mangga dan Nanas berasal dari Indonesia, Pilipina, Meksiko, Taiwan dan Ekuador, Apel dan Kiwi diimpor dari China, Kiwi dan anggur dimasukkan dari Australia serta Durian dan Manggis dikirim dari Thailand.

2. Produk buah-buahan yang paling banyak disukai masyarakat Jepang wilayah Barat adalah buah Mangga. Responden yang menyukai buah Mangga sebanyak 127 orang dari 250 responden, atau 50,8%. Urutan ke dua ditempati penggemar buah pisang sebanyak 34,4%, sedangkan yang ke tiga penggemar buah Nanas sebanyak 12,8%.

3. Kesukaan reponden terhadap cara penyajian buah-buahan tersebut, dari 176 responden terdapat 115 orang (65,3%) menyukai buah yang disajikan dalam bentuk segar tanpa diolah atau diproses. Responden yang menyukai buah olahan atau dipotong agar mudah dimakan sebanyak 23,3%, sedangkan yang menyukai buah kalengan sebanyak 6,3%.

4. Ketika ditanya tentang keinginannya mengimpor buah dari Indonesia, dari 123 responden terdapat 103 orang / perusahaan (83,7%) menyatakan keinginannya mengimpor buah-buahan dari Indonesia dengan alasan karena rasanya enak, harganya murah, bermutu baik, banyak jenisnya, jarak pengiriman dekat, tidak tumbuh di Jepang, aman bagi kesehatan, banyak manfaatnya, khas tropis dan unik.

5. Berhubungan dengan hambatan ekspor buah Indonesia ke Jepang dari 119 responden terdapat 22 orang (18%) mengkhawatirkan lalat buah dan biaya kirim, 21 orang (17,6%) khawaitir akan kandungan pestisida dan 13 orang (10,9%) khawatir buahnya tidak segar lagi.

6. Dari 250 responden, terdapat responden yang pernah mengkonsumsi buah-buahan Indonesia yaitu mangga sebanyak 66 orang (26,40%), pisang 16,4% dan manggis 14,40%.

Sumber : Laporan Kajian KJRI Osaka
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Kajian Potensi Pasar Buah Tropis di Jepang - 9756people
Info Petani -
Pasar Induk Produk Pertanian di Jepang Secara Ringkas
1. Alur Distribusi Produk Pertanian


a. Produk pertanian dari petani dikumpulkan di Koperasi Petani atau dijual kepada Pembeli Perantara atau dikirim langsung ke Pasar Induk.
b. Koperasi dan Pembeli Perantara mengirim produk pertanian ke Pasar Induk. Produk impor asal luar negeri dikirim ke pasar Induk oleh Importir.
c. Di Pasar Induk, produk pertanian yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri dilelang kepada calon pembeli yang tercatat resmi (berotoritas). Pembeli berotoritas (penjual perantara) mengajukan penawaran tertinggi mengikuti sistem yang berlaku di Pasar Induk setempat.
d. Penjual perantara menjual komoditas pertanian kepada pedagang Eceran dan Supermarket.
e. Konsumen membeli komoditas pertanian ini dari pedagang pengecer atau supermarket.


2. Fungsi Pasar Induk produk Pertanian


a. Pasar induk sebagai tempat pengumpulan produk pertanian dari dalam maupun luar negeri.
b. Pasar Induk merupakan tempat untuk menentukan harga yang adil memalui lelang atau kesepakatan langsung antara penjual induk dan pembeli dalam partai besar.
c. Tempat pendistribusian produk pertanian yang efektif dan efisien, karena dengan system ini distribusi produk pertanian menjadi lebih cepat dan ekonomis.
d. Proses pembayaran lebih cepat karena terikat oleh peraturan perundangan.
e. Dapat dikelola informasi jumlah dan harga barang secara harian sehingga dapat memprediksi pasokan dan kebutuhan dalam jangka waktu tahunan.
f. Tempat menginspeksi keamanan pangan untuk menjamin kesehatan konsumen.


3. Fasilitas Pasar Induk Produk Pertanian


a. Sistem informasi jumlah dan harga komoditas.
b. Sistem dan peralatan pelelangan produk pertanian yang dilakukan secara elektronik.
c. Gudang penyimpanan, Cold Storage, alat angkut dalam pasar dan transportasi luar pasar.
d. Sistem monitoring keamanan pangan yang ketat, kwalitas produk pertanian diinspeksi secara rutin.
e. Kios-kios penjual perantara yang jumlahnya cukup banyak.


4. Peran Pemerintah dalam Pasar Produk Pertanian


a. Pemerintah Daerah membangun kontruksi fisik Pasar. Di Tokyo terdapat 11 Pasar Induk.
b. Pasar Induk dikelola oleh perusahaan pengelola Pasar Induk, yang membayar sewa kepada Pemerintah Daerah.
c. Pemerintah Daerah menetapkan regulasi yang berhubungan dengan Pasar Induk, penjual induk dan pembeli berotoritas serta keamanan konsumen.
d. Sesuai regulasi pengelola pasar induk menerima komisi yang nilainya tergantung komoditasnya, 9,5% untuk bunga, 8,5% untuk sayuran, 7,0% untuk buah-buahan, 5,5% untuk produk perikanan, 3,5% untuk daging.


5. Kasus Impor dalam Pasar Induk


a. Negara ekportir utama produk pertanian ke Jepang yang dilelang di Pasar Induk adalah China, Amerika Serikat, Korea, Taiwan, Thailand, New Zeland, Australia, Kanada, Philipina, Belanda.
b. Peluang untuk Indonesia adalah Mangga, Manggis, Pisang, Ubi jalar, Talas Satoimo, Edamame, Okura, Jahe dan Produk sayuran beku Terong dsb.
c. Agar dapat mudah masuk pasar induk, produsen Indonesia mesti sudah berhubungan dengan penjual induk di Jepang yang tercatat di pasar Induk. Memasuki pasar Induk melalui jalur mereka, kita tidak dapat masuk langsung karena pembeli dan penjual di Pasar Induk ini diberikan otoritas/sertifikat yang terikat regulasi.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pasar Induk Produk Pertanian di Jepang Secara Ringkas - 9756people
Info Petani -
VUB (Varietas Unggul Baru ) Terbaru
Pada tahun 2008 Balai Besar Penelitian Tanaman Padi telah melepas sembilan varietas unggul baru (VUB). Tiga VUB diklaim bisa tahan rendaman atau baik ditanam didaerah rawa lebak dan pasang surut karena memiliki toleransi cekaman abiotik terhadap keracunan Fe dan Al. Sedangkan enam VUB lainya cocok ditanam pada lahan sawah dataran rendah (irigasi) sampai dengan ketinggian kurang lebih 500 M dpl.
Tiga VUB tahan rendaman yaitu:

  1. INPARA 1, dengan ciri umum: umur tanaman 131 hari, Rata-rata hasil di rawa lebak: 5,65 ton/ha, Rata-rata hasil di rawa pasang surut: 4, 45 ton/ha, potensi hasil 6,47 ton/ha, Ketahanan terhadap hama: agak tahan Wereng Batang Coklat Biotipe 1 dan 2, Ketahanan terhadap penyakit: tahan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri dan Blas. Untuk detailnya klik disini
  2. INPARA 2, dengan ciri umum: umur tanaman 128 hari, Rata-rata hasil di rawa lebak: 5,49 ton/ha, Rata-rata hasil di rawa pasang surut: 4, 82 ton/ha, potensi hasil 6,08 ton/ha, ketahanan terhadap hama: agak tahan Wereng Batang Coklat Biotipe 2, Ketahanan terhadap penyakit: tahan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri dan Blas. Untuk detailnya klik disini
  3. INPARA 3, dengan ciri umum: umur tanaman 127 hari, Rata-rata hasil 4,6 ton/ha, potensi hasil 5,6 ton/ha, Ketahanan terhadap hama: agak tahan Wereng Batang Coklat Biotipe 3, Ketahanan terhadap penyakit: tahan terhadap penyakit Blas ras 101, 123, 141, 373; peka terhadap hawar daun bakteri. Untuk detailnya klik disini



Enam VUB untuk lahan sawah dataran rendah sampai dengan kurang lebih 500 M dpl yaitu:


  • INPARI 1, dengan ciri umum: umur tanaman 108 hari, Rata-rata hasil 7,32 ton/ha GKG, potensi hasil 10 ton/ha GKG, Ketahanan terhadap hama: agak tahan Wereng Batang Coklat Biotipe 2, Ketahanan terhadap penyakit: tahan terhadap hawar daun bakteri strain III, IV dan VIII. Untuk detailnya klik disini
  • INPARI 2, dengan ciri umum: umur tanaman 115 hari, Rata-rata hasil 5,83 ton/ha, potensi hasil 7,3 ton/ha GKG, Ketahanan terhadap hama: agak tahan Wereng Batang Coklat Biotipe 1, 2 dan 3, Ketahanan terhadap penyakit: agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain III, agak rentan terhadap hawar daun bakteri strain IV dan VIII, agak tahan penyakis virus Tungro inokulum varian 013 dan 031 dan rentan terhadap penyakis virus Tungro inokulum varian 073. Untuk detailnya klik disini
  • INPARI 3, dengan ciri umum: umur tanaman 110 hari, Rata-rata hasil 6,05 ton/ha, potensi hasil 7,52 ton/ha GKG, Ketahanan terhadap hama: agak tahan Wereng Batang Coklat Biotipe 1, 2 dan agak rentan terhadap Wereng Batang Coklat Biotipe 3, Ketahanan terhadap penyakit: agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain III, agak rentan terhadap hawar daun bakteri strain IV dan VIII, agak tahan penyakis virus Tungro inokulum varian 073, 013 dan 031. Untuk detailnya klik disini
  • INPARI 4, dengan ciri umum: umur tanaman 115 hari, Rata-rata hasil 6,04 ton/ha, potensi hasil 8,80 ton/ha GKG, Ketahanan terhadap hama: agak tahan Wereng Batang Coklat Biotipe 1, 2 dan 3, Ketahanan terhadap penyakit: agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain III dan IV, agak rentan terhadap hawar daun bakteri strain VIII, agak tahan penyakis virus Tungro inokulum varian 073 dan 031. Untuk detailnya klik disini
  • INPARI 5 MERAWU, dengan ciri umum: umur tanaman 115 hari, Rata-rata hasil 5,74 ton/ha, potensi hasil 7,20 ton/ha GKG, Ketahanan terhadap hama: agak tahan Wereng Batang Coklat Biotipe 1, 2 dan 3, Ketahanan terhadap penyakit: agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain III , agak rentan terhadap hawar daun bakteri strain IV dan VIII, agak tahan penyakis virus Tungro inokulum varian 013 dan 031, agak rentan penyakis virus Tungro inokulum varian 073. Untuk detailnya klik disini
  • INPARI 6 JETE, dengan ciri umum: umur tanaman 118 hari, Rata-rata hasil 6,82 ton/ha GKG, potensi hasil 8,60 ton/ha GKG, Ketahanan terhadap hama: agak tahan Wereng Batang Coklat Biotipe 1,2 dan 3, Ketahanan terhadap penyakit: tahan terhadap hawar daun bakteri strain III, IV dan VIII. Untuk detailnya klik disini
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: VUB (Varietas Unggul Baru ) Terbaru - 9756people
Info Petani -
Manisan Jahe Kering Masuk Pasar Jepang
Jepang sudah mengimpor manisan jahe kering dari salah satu negara di Asia Tenggara. Pada tanggal 17 Januari 2009 manisan jahe tersebut tampak dijual di sebuah supermarket di Meguro Tokyo. Ketika diamati ketebalan jahe manisan ini sekitar 3 - 4 mm. Jahe kering ditaburi dengan gula pasir, rasanya cukup enak. Mirip manisan pala yang di jual di Bogor. Manisan ini dikemas oleh perusahaan di Jepang, pada plastik tertulis asal negara eksportirnya, tanggal kadaluarsa 11 Maret 2009, cara penyimpanan dan terdapat tanda bahwa kemasan dan kertas labelnya dapat didaur ulang. Dalam satu kemasan plastik yang beratnya 150 gram dipasang bandrol harga 298 yen. Jadi harga per kilogramnya sekitar 1987 yen atau sekitar 200.000 rupiah. Biar harganya lumayan mahal tapi cocok dikonsumsi ketika musim dingin seperti sekarang ini untuk penghangat tubuh.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Manisan Jahe Kering Masuk Pasar Jepang - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit