728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
PROPOSAL FORUM SILATURAHMI NASIONAL (RAKORNAS) THL TBPP
Our document viewer, iPaper, is based on Adobe Flash. Make sure your browser has the latest version of the Flash Player, which is available for free from Adobe
Proposal Fsn Thl Tbpp


Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: PROPOSAL FORUM SILATURAHMI NASIONAL (RAKORNAS) THL TBPP - 9756people
Info Petani -
Budaya THL TBPP
(Sebuah Renungan)
Suatu hari ketika saya dalam perjalanan menuju tempat kerja di WKBPP, saya mengendarai sepeda motor dengan jalanan yang tingkat kenyamanannya sekelas jalanan untuk Grasstrak dan mottocros. Jalanan berbatu, berlubang di sana sini di lengkapi kubangan-kubangan air. 50 menit waktu di butuhkan bermotor untuk mencapai Base Camp BPP setiap pagi.

Di sebuah tikungan mendadak saya harus berhenti, karena di depan ada sebuah mobil van”minibus” yang terperosok dan “nyungsep” di pinggir jalan..kedua roda depan nya sudah keluar dari jalan dan masuk ke pematang sawah hampir nyebur ke hamparan tanaman padi. Ada seorang wanita muda yang panik keluar dari pintu mobil, gugup mendapati mobilnya “nyungsep’dan hampir masuk ke dalam sawah. Aku mendapati kejadian sangat runtut, jalanan masih sepi, sehingga bagi wanita muda yang mengemudikan mobil ‘nyungsep” itu sayalah satu-satunya yang di harapkan untuk bisa menolongnya.

Tanpa menunggu si wanita itu meminta tolong, saya turun dari motor dan bergegas untuk membantu sebisanya mengeluarkan mobil nyungsep itu agar bisa kembali ke “jalan”

Maaf kejadian itu, bisa dialami siapa saja di mana saja dengan kadar kejadian yang berbeda beda..tapi boleh saja saya mengambil keputusan lain, umpamanya…..

A. Benar kejadian itu berlangsung di jalanan yang tiap hari saya lewati., tetapi

1. Wanita itu bukan petani! Jadi saya tidak punya kewajiban secara professional untuk mengupayakan pertolongan. Karena tugas saya di fokuskan untuk bisa mengupayakan pemecahan masalah-masalah yang di hadapi petani

2. Kejadian itu berlangsung bukan di wilayah kerja tanggung jawab saya, bukan di WKBPP saya, bukan di Wilbin saya. Jadi menurut tanggung jawab profesional saya tidak wajib untuk menolong beliaunya dan mobilnya.
3. Menurut kitab TUPOKSI THL TBPP tidak ada satupun kalimat yang menyebutkan bahwa ada keharusan saya untuk “menolong” mobil nyungsep di sawah.
4. Tidak ada peraturan daerah(perda) atau aturan tertulis lain yang di keluarkan oleh Pemda,Permentan,Perpres yang bisa menjadi landasan agar saya menolong wanita dan mobilnya yang sedang nyungsep di sawah itu

B. Dan lain lain dan lain lain

Jadi dengan sedikit ataupun banyak argumen dan retorika sebenarnya saya tidak wajib untuk menolong wanita dan mobil nyungsep itu dan mengacuhkan begitu saja.. Dan akan terkumpul banyak sekali alasan alasan untuk sekedar menguatkan keputusan “saya tidak wajib menolong wanita dan mobil nyungsep itu”

Jadi untuk memutuskan menolong wanita dan mobilnya yang nyungsep ,apalagi sama sekali belum sama kenal beliaunya itu, tidak perlu saya membuka agenda harian untuk melihat TUPOKSI THL TBPP umpamanya. Atau membaca/mempelajari Permentan tentang Pembinaan THL TBPP, dan sama sekali tidak harus membolak balik pasal demi pasal dalam perda di kabupaten tempat saya bertugas.

Menolong dan hanya menolong dan keharusan untuk menolong Titik!!!.

Setelah 3 tahun keberadaan THL TBPP di lingkungan pertanian Indonesia dengan jumlah 25000 THL TBPP di seluruh Indonesia . dalam kesehariannya THL TBPP bahu membahu berupaya kembali membangunkan greget gairah pertanian, menawarkan pencerahan, membangkitkan kepercayaan diri petani, membantu menemukan solusi dari masalah yang di hadapi petani. Tenaga Harian Lepas yang menjadi Tenaga Bantu dengan kesadaran semangat “membantu” siapa saja. Ya membantu petani, membantu senior PNS Penyuluh Pertanian, dan di zaman otonomi daerah ini, setidaknya ikut membantu pemerintah daerah di wilayah pertanian yang belum tersentuh penyuluhan. Tentu saja saja hal ini bukan ungkapan “GR” dari THL TBPP karena di dunia kenyataan pembantu berbeda “nasib” dengan “juragan”. Namun kerelaan diri untuk membantu, itu sajalah energi dan semangat yang membuat tetap hidup dan bertahan.

Di Tahun ke tiga ini, teman teman kami-saudara saudara kami sesama ‘pembantu” di ujung pengabdiannya sebagai pembantu.. 5000 lebih THL TBPP dan untuk tahun berikutnya kami semua akan nunggu “giliran” di ujung pengabdian , tanpa kami tahu rencana dari sang ‘juragan”. THL TBPP angkatan I sedang “nyungsep”, terperosok dari jalan dan tidak tahu kepada siapa harus minta tolong.. Kepada pihak pihak yang selama ini di “bantu” berharap bisa menolong THL TBPP setidaknya memberi informasi, membuka ruang diskusi agar semuanya jelas. Tentu saja pihak pihak yang di bantu(Pemerintah, Deptan,Pemda) kenal betul dengan THL TBPP, dan faham dengan situasi menjelang “nyungsep” yang di hadapi. Untuk sekedar membuka ruang diskusi tentu saja sangat-sangat bisa di lakukan, untuk memberi jernihnya informasi atau bahkan menawarkan solusi solusi.

Kalau keharusan menolong nyungsepnya para ‘pembantu’(THL TBPP) ini harus di bikin dulu perpres, permentan, perda, atau di bikinkan UU bagaimana cara membantu situasi “nyungsep” para “pembantu”. Apa beda nasib “mobil Nyungsep di sawah” dengan THL TBPP Indonesia??? (ap/tng/btn)
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Budaya THL TBPP - 9756people
Info Petani -
Surat PERHIPTANI Cilacap Kepada Presiden SBY tentang THL TBPP
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Surat PERHIPTANI Cilacap Kepada Presiden SBY tentang THL TBPP - 9756people
Info Petani -
PETANI ANGGREK (Pendahuluan)
KARAKTERISTIK DAN TEMPAT TUMBUH ANGGREK Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang mempunyai sosok atau penampilan cukup indah.Tanaman anggrek menyuguhkan untaian, bentuk, dan corak bunga yang cukup beragam. Ada corak bunga titik-titik semburat, dan ada pula perpaduan beberapa warna. Ditambah dengan hasil silangannya yang terdiri dari ribuan jenis, khasanah kecantikan cotak bunga anggrek yang dihasilkan semakin bertambah. Sebagai bunga potong, anggrek tergolong tahan lama.

Anggrek tergolong anggota famili Orchidaceae. Famili ini merupakan salah satu famili bunga-bungan yang paling besar, memiliki kurang lebih
43.000 spesies dari 750 generasi yang berbeda. Lebih kurang 5.000 spesies di antaranya terdapat di Indonesia. Penyebaran famili Archidaceae hampir meliputi seluruh dunia, kecuali Benua Antartika. Anggrek dapat tumbuh di hutan-hutan gelap, di lereng-lereng terbuka, di batu-batu, kanng terjal, di batu-batu daerah pantai dengan garis pasang surut tinggi, atau di tepi gurun pasir. Bahkan di kaki Gunung Himalaya pun tanaman ini bisa ditemukan. Beberapa marga (genus) yang dikenal di antaranya adalah Dendrobium, Arachnis, Cymbidium, Cattleya, dan Vanda beserta seluruh kerabatnya. Kecuali Cattleya, seluruh marga di atas mempunyai daerah penyebaran di Asia Tenggara.
Tanaman anggrek termasuk tanaman yang mempunyai kecepatan turnbuh relatif lambat. Kecepatan tumbuh ini berbeda-beda pada setiap
jenis anggrek. Kecepatan tumbuh ini cukup berpengaruh terhadap pemeliharaan tanaman anggrek yang berorientasi pada produksi bunga.
Karena itu, teknik budidaya perlu ditingkatkan untuk memacu kualitas dan kuantitas tanaman anggrek.
A. Katakteristik Arggrek
Seperti pada tanaman lainnya, tanaman anggrek terdiri dari akar, batang daun, bunga, dan buah. Perbedaan tanaman anggrek dengan tanaman lainnya ada pada tampilan atau bentuk bunganya. Berikut ini ciri-ciri bagian tanaman anggrek.
a. Akar
Akar anggrek berfungsi sebagai tempat menempelkan tubuh tanaman pada media tumbuh. Akar anggrek epifit mempunyai lapisan velamen yang berongga. Lapisan ini berfungsi untuk memudahkan akar dalam menyerap air hujan yang jatuh di kulit pohon media tumbuh anggrek. Di bawah Iapisan velamen terdapat lapisan yang mengandung klorofil. Akar anggrek epifit berambut pendek atau nyais tak berambut. Pada anggrek terestrial jenis anggtek tanah, akarnya mempunyai rambut yang cukup panjang dan rapat. Fungsi rambut akar ini untuk menyerap air dan zat organik yang ada di tanah.
b. Batang
Berdasarkan pola petumbuhannya, batang tanaman anggek dibedakan menjadi dua tipe, yakni tipe simpodial dan tipe monopodial. Anggrek
simpodial adalah anggrek yang tidak memiliki batang utama. Bunga keluar dari uiung batang dan akan berbunga kembali pada pertumbuhan anakan atau tunas baru. Hanya anggrek jenis Dendrobium yang dapat mengeluarkan tangkai bunga baru di sisi-sisi batangnya. Contoh anggrek tipe simpodial antara lain Dendrobium, Cattleya, Oncidium, dan Cynbidium. Anggek tipe simpodial pada umumnnya bersifat epifit.
Anggrek monopodial adalah anggrek yang petumbuhan batangnya lurus ke atas pada satu batang tanpa batas. Bunga keluar dari sisi batang di
antara dua ketiak daun. Contoh anggrek tipe monopodial antara lain Vanda, Arachnis, Renanthera, Phalaenopsis, dan Aerides.
c. Daun
Bentuk daun sangat tergantung dari jenis anggrek. Beberapa bentuk daun anggrek sebagai berikut:
1. Bentuk silindris. Bentuk daun panjang dan tumpul mirip pensil. Karena bentuk daunnya yang menyerupai pensil ini, anggrek Vanda hookerina kerap dijuluki anggrek "Vanda potlod".
2. Bentuk talang. Helaian daun kiri dan kanan membentuk sudut, hingga bentuk daun menyerupai talang. Aerides, Ascocentrum, Rhynchostylis
adalah sebagian jenis anggrek yang daunnya menyerupai talang.
3. Bentuk sendok. Bentuk daunnya lonjong dan memanjang serta reIatif tidak ada lekukan (datar). Daun seperti ini bisa dilihat pada anggrek
Cattleya atau Bulbophyllum.
4. Bentuk betunggangan. Daun mengimpit batang atau bagan pangkal daun di atasnya. Bentuk helaian daun melebar ke arah ujung. Bentuk
daun bertunggangn ini terjadi pada anggrek Phalaenopsis dan Oberonia.
d. Bunga
Bunga anggrek pada umumnya mempunyai tiga buah sepalum atau daun kelopak bunga. Satu buah sepalum yang teletak di punggung dinamakan daun kelopak punggung atau sepalum dorsale. Dua lainnya dinamakan daun kelopak samping atau sepala literalia.
Daun mahkota atau petala pada tanaman anggrek berjumlah dua. Letak petala berseling dengan sepala . Di antara kedua petala terdapat bagian yang dinamakan petalum atau bibit bunga. Di pusat bunga terdapat alat yang berfungsi sebagai alat kelamin jantan dan betina, yang menjadi satu bagian. AIat kelamin jantan dinamakan stemona atau benang sari, sedangkan alat kelamin betina dinamakan tangkai putik
atau gynostemium.
e. Buah
Setelah bunga diserbuki dan dibuahi,3-9 bulan kemudian muncullah buah yang sudah tua. Kematangan buah sangat tergantung pada jenis
anggreknya. Misalnya, pada anggrek Dendrobium, buah akan matang dalam 3-4 bulan. Pada anggtek Vanda, umumnya buah matang setelah 6-7 bulan. Sementara itu, pada anggrek Cattleya, buah batu matang setelah 9 bulan.
Buah anggrek merupakan buah lentera. Artinya buah akan pecah ketika matang. Bagian yang membuka adalah bagian tengahnya, bukan di ujung atau pangkal buah. Bentuk buah anggrek berbeda-beda, tergantung pada jenisnya.
B. Tempat Tumbuh Anggrek
Berdasarkan habitat atau tempat tumbuhnya, anggrek dibedakan menjadi lima jenis.
1. Anggrek epifit, yakni anggrek yang tumbuh menumpang pada tanaman
lain tanpa merugikan tanaman yang ditumpangi (tanaman inang).
Anggrek epifit membutuhkan naungan dari cahaya matahai. Di habitat
aslinya, anggrek ini kerap menempel di pohon-pohon besar dan
rindang. Contoh anggek epifit antara lain : Dendrobium, Catdeya, Oncidium,
dan Phalaenopsis.

2. Anggrek semi-epifit. Seperti anggrek epifit, anggrek ini juga tumbuh menumpang pada tanaman luin. Hanya, pada anggrek semi- epifit, selain menempel pada media, sistem akarnya juga menggantung sebagai akar udara. Contoh anggrek semi-epifit antara lain Brassavola, Epidendrum, dan Laeha.
3. Anggrek terestrial, yakni anggrek yang tumbuh di atas permukaan tanah. Anggrek jenis ini membutuhkan cahaya matahari penuh atau cahaya rnatahari langsung. Contoh anggrek terestrial antara lain Vanda, Renanthera, Arachis, dan Aranthera.
4. Anggrek litofit, yakni anggrek yang tumbuh pada batu-batuan. Arggrek jenis ini umumnya tumbuh di bawah sengatan cahaya matahari penuh. Contoh anggrek litofit antara lain Dendrobium dan Phalaenopsis.
5. Anggrek saprofit, yakni anggrek yang tumbuh pada media yang rnengandung humus atau daun-daun kering. Arggrek saprofit dalam
pertumbuhannya membutuhkan sedikit cahaya matahari. Contoh anggek saprofit adalah Goodyuera sp.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: PETANI ANGGREK (Pendahuluan) - 9756people
Info Petani -
JAMBORE NASIONAL SLPTT 2009 & THL TBPP

Jambore Nasional SLPTT 2009 di Boyolali telah di buka oleh bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada hari Senin, 8 juni 2009. Tersedia petak-petak percontohan SLPTT yang dipamerkan oleh petani, swasta, instansi dan tidak ketinggalan dari THL TBPP yang dalam hal ini diwakili oleh FK THL TBPP kab Boyolali. Banjir pujian dari pengunjung terhadap petak SLPTT yang dikelola THL TBPP mengomentari begitu bagusnya tanaman Padi yang dikelola teman-teman THL. Tidak hanya itu, THL TBPP melalui Forum Komunikasi THL TBPP Propinsi Jawa Tengah juga ikut berperanserta dalam Pameran Produk di stand pameran. Banyak produk unggulan yang dipamerkan termasuk pupuk organik yang ASLI buatan temen-temen THL TBPP Boyolali
Tidak berhenti disitu peranserta THL TBPP, sekitar 1000 THL TBPP dari

berbagai Kabupaten/kota di Jawa Tengah dan perwakilan dari propinsi lain ikut serta dalam memeriahkan Jambore Nasional SLPTT di Boyolali. Suana menghangat ketika rombongan Presiden SBY dengan salam hangatnya menghampiri THL TBPP dan mengajak berjabat tangan THL TBPP yang berjajar di tepi jalan.
Di hari yang sama, di tempat rumah singgah yang disediakan oleh THL TBPP, perwakilan THL TBPP Jabar, Jateng, DIY dan Banten berkordinasi untuk mematangkan RAKORNAS THL TBPP yang akan dilaksanakan di Yogyakarta, 18-20 juni 2009. Semoga persiapan yang sudah matang ini di hari H bisa terlaksana dengan baik dan menghasilkan yang baik pula. Oleh karena itu Dukungan dan kehadiran teman-teman THL TBPP se-Indonesia akan sangat berarti dalam menuju suatu jejering THL TBPP demi terwujudnya kekompakan dan kebersamaan THL TBPP Indonesia. Kita SATU, THL TBPP INDONESIA!!!
Contact Person RAKORNAS (Forum Silaturahmi Nasional):
Dedi Alfian/Ketua Dewan Presedium THL TBPP se-Jawa: 081328403755
Supriyanto Raharjo/ Ketua Panitia Rakornas THL TBPP: 081804341821
Dian Kurniasih/ Sekretaris : 085643673160
Ardiana Wulandari/ Bendahara: 085292558056
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: JAMBORE NASIONAL SLPTT 2009 & THL TBPP - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit