728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
SEBUAH TINJAUAN (Kenaikan HET pupuk menambah beban petani)
Awal April 2010 ini  pemerintah akhirnya menaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk kimia sebesar 25-45 persen setelah sebelumnya direncanakan sebesar 30-70 persen,  kenaikan HET pupuk ini mulai berlaku 9 April. Rencana kenaikan HET pupuk terjadi setelah  anggaran untuk subsidi pupuk tahun 2010 turun Rp 6, 3 trilliun dari tahun sebelumnya, rencana ini tetap tidak berubah ketika subsidi pupuk akhirnya dinaikkan kembali menjadi Rp 15,5 triliun. Kebijakan serupa pernah dilakukan pemerintah pada 2007. Kala itu, pemerintah juga menaikkan HPP sebesar 10 persen. Namun, lima bulan kemudian harga BBM ikut dinaikkan
Peningkatan HET pupuk kimia ini berpengaruh nyata terhadap meningkatnya biaya produksi para petani, walaupun pemerintah menyatakan bahwa kenaikan HET tidak akan mengganggu petani, karena pemerintah telah menaikan HPP sebesar 10 persen.

“ Kenaikan HPP ini hanya berlaku bagi petani padi sementara kenaikan HET pupuk tentu akan dirasakan oleh semua petani. ””, Ujar Henry Saragih, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia dijakarta (12/4). Kenaikan HET hanya mengalihkan keuntungan penjualan gabah untuk menambah biaya untuk beli pupuk,” tambah dia.
Ketersediaan pupuk permasalahan yang tak kunjung selesa dialami para petani Indonesia. Setiap memasuki musim tanam kerap terjadi kelangkaan pupuk di berbagai wilayah di Indonesia. Mekanisme pendistribusian dan subsidi pupuk pun telah beberapa kali mengalami perubahan penerapan sistem, namun tidak menjawab permasalahan yang terjadi. Seperti yang umum terjadi hampir setiap tahun peningkatan HET ini dikhawatirkan akan didahului dengan kelangkaan pupuk di tingkat distributor. Petani yang kesulitan pupuk akan bersedia membayar pupuk dengan harga tinggi.
Lebih lanjut Henry menjelaskan bahwa berdasarkan laporan anggota SPI dari berbagai wilayah masih banyak ditemui petani yang harus membeli pupuk diatas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah (HET), harga tersebut bahkan bisa dua kali lipat dari HET.
“Hasil produksi pun habis untuk menutupi  biaya produksi yang melambung tinggi. Situasi seperti ini lah yang membuat petani semakin sulit keluar dari kemiskinan,”  kata Henry.
Pemerintah menyatakan bahwa kenaikan HET pupuk kimia ini untuk mempercepat proses peralihan ke organik. Namun peningkatan HET ini tidak bisa mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia, justru akan menambah beban produksi petani.
Perlu ada persiapan bagi para petani yang sudah sangat lama bergantung pada pupuk kimiawi untuk bisa beralih ke organik.
”Perlu kerja nyata dari pemerintah untuk merealisasi kan program ‘Go Organic’ ini, melalui pelatihan dan dukungan dalam proses transisi menuju organik tersebut,” Ujar Henry.
SPI telah menyatakan sebelum pemerintah menaikkan harga pupuk, maka harus ada koreksi dan evaluasi terhadap penggunaan pupuk petani se-Indonesia dan evaluasi mekanisme subsidi pupuk yang selama ini justru diberikan kepada produsen pupuk dan gas yang merupakan salah satu bahan baku pupuk kimia. Pupuk sebagai barang subsidi sesungguhnya saat ini masih diperlakukan seperti komoditi umum, yang diserahkan pengelolaan dan distribusinya ke perusahaan dan pengecer swasta. Hal ini telah pula disampaikan dalam Forum Konsultasi bersama Kementrian Pertanian tanggal 24 Maret 2010 yang lalu.
Narasumber:
Agus Ruli Ardiansyah (Ketua Departemen Politik Hukum dan Keamanan SPI), HP: 081585138077
Achmad Ya’kub (Ketua Departemen Kajian Strategis Nasional SPI),  HP: 0817712347
===========================================================
SERIKAT PETANI INDONESIA (SPI)
Jl. Mampang Prapatan XIV No.5, Jakarta Selasa 12790
Telp.   Fax. +62 21 7993426
www.spi.or.id
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: SEBUAH TINJAUAN (Kenaikan HET pupuk menambah beban petani) - 9756people
Info Petani -
Pertanian Tangguh
Pertanian Tangguh adalah proses menghasilkan bahan pangan, ternak, serta produk-produk agroindustri dengan cara memanfaatkan sumber daya tumbuhan dan hewan secara alami dan mandiri. Pemanfaatan sumber alam terutama berarti budi daya secara organik dan berkesinambungan serta mandiri dan tangguh. Usaha pertanian tangguh memiliki ciri-ciri penting:

1. Pertanian Tangguh-berani dan optimis terhadap kegiatan pertanian yang sedang dilakukan
2. Pertanian Tangguh-mau belajar tentang cara-cara pertanian yang efektif
3. Pertanian Tangguh-slengean dan cuek terhadap apa kata orang
4. Pertanian Tangguh-menjalin kerjasama dengan berbagai orang (yang positif tentunya)
5. Pertanian Tangguh-punya komunitas untuk bertani bersama-sama dalam mewujudkan pertanian terpadu
6. Pertanian Tangguh-berkomunikasi secara baik dan santun
7. Pertanian Tangguh-bekerja sangat keras dan cerdas

yang lain kawan-kawan pertanian tangguh bisa tambahkan sendiri deh... hehehe...

Terkait dengan pertanian tangguh, usaha pertanian tangguh adalah sekumpulan kegiatan pertanian yang dilakukan dalam budi daya (tumbuhan maupun hewan). Petani tanguh adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani secara tangguh. Khusus untuk pembudidaya hewan ternak disebut sebagai peternak tangguh. Ilmuwan tangguh serta pihak-pihak lain yang tangguh yang terlibat dalam perbaikan metode pertanian tangguh dan aplikasinya juga dianggap terlibat dalam pertanian tanguh.

Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkup pertanian, namun pertanian hanya menyumbang 4% dari PDB dunia. Sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan, karena sektor - sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukan berbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Indonesia adalah sebagai petani dan perkebunan, sehingga sektor - sektor ini sangat penting untuk dikembangkan di negara kita. Berdasarkan data BPS tahun 2002, bidang pertanian di Indonesia menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 44,3% penduduk meskipun hanya menyumbang sekitar 17,3% dari total pendapatan domestik bruto.

Cakupan obyek pertanian yang dianut di Indonesia meliputi budidaya tanaman (termasuk tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan), kehutanan, peternakan, dan perikanan. Sebagaimana dapat dilihat, penggolongan ini dilakukan berdasarkan objek budidayanya:

    * budidaya tanaman, dengan obyek tumbuhan dan diusahakan pada lahan yang diolah secara intensif,
    * kehutanan, dengan obyek tumbuhan (biasanya pohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar,
    * peternakan, dengan obyek hewan darat kering (khususnya semua vertebrata kecuali ikan dan amfibia),
    * perikanan, dengan obyek hewan perairan (ikan, amfibia dan semua non-vertebrata).

Pembagian dalam pendidikan tinggi sedikit banyak mengikuti pembagian ini, meskipun dalam kenyataan suatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai objek ini bersama-sama sebagai bentuk efisiensi dan peningkatan keuntungan. Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam juga dipelajari dalam ilmu-ilmu pertanian.

Dari sudut keilmuan, semua objek pertanian sebenarnya memiliki dasar-dasar yang sama karena pada dasarnya usaha pertanian adalah kegiatan ekonomi:

    * pengelolaan tempat usaha,
    * pemilihan bibit,
    * metode budidaya,
    * pengumpulan hasil,
    * distribusi,
    * pengolahan dan pengemasan,
    * pemasaran.

Sebagai kegiatan ekonomi, pertanian dapat dipandang sebagai suatu sistem yang dinamakan agribisnis. Dalam kerangka berpikir sistem ini, pengelolaan tempat usaha dan pemilihan bibit (varietas, galur, dan sebagainya) biasa diistilahkan sebagai aspek "hulu" dari pertanian, sementara distribusi, pengolahan, dan pemasaran dimasukkan dalam aspek "hilir". Budidaya dan pengumpulan hasil merupakan bagian dari aspek proses produksi. Semua aspek ini penting dan bagaimana investasi diarahkan ke setiap aspek menjadi pertimbangan strategis.
[sunting] Bentuk - Bentuk Pertanian di Indonesia

   1. Sawah adalah suatu bentuk pertanian yang dilakukan di lahan basah dan memerlukan banyak air baik sawah irigasi, sawah lebak, sawah tadah hujan maupun sawah pasang surut.
   2. Tegalan adalah suatu daerah dengan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan, ditanami tanaman musiman atau tahunan dan terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah. Lahan tegalan tanahnya sulit untuk dibuat pengairan irigasi karena permukaan yang tidak rata. Pada saat musim kemarau lahan tegalan akan kering dan sulit untuk ditubuhi tanaman pertanian.
   3. Pekarangan

Pekarangan adalah suatu lahan yang berada di lingkungan dalam rumah (biasanya dipagari dan masuk ke wilayah rumah) yang dimanfaatkan untuk ditanami tanaman pertanian.
[sunting] Upaya meningkatkan hasil pertanian

Upaya meningkatkan hasil pertanian dapat dilakukan dengan cara:

    * Ekstensifikasi
    * Intensifikasi
    * Diversifikasi
    * Rehabilitasi
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pertanian Tangguh - 9756people
Info Petani -
EKOLOGI PIKIRAN
Ekologi pikiran namanya, yaitu dunia ciptaan manusia yang berupa abstraksi mental, gagasan serta cara mengolah realita. Dalam ekologi pikiran, berbagai hal seperti tren, bahasa, ideologi, gaya hidup, dan sejenisnya, muncul, menghilang ataupun bertahan. Ekologi pikiran menjadi penting karena manusia hanya mampu memahami realitas sejauh apa yang mampu dipikirkannya. Tapi, di luar apa yang mampu dipikirkannya selalu ada sesuatu yang lain. Ekologi pikiran.

Ekologi pikiran dalam versi ini karena semakin memanasnya tentang perdebatan kontroversi pemanasan global (global warming) setelah diterbitkannya sebuah buku fiksi ilmiah State of Fear karya Michael Crichton yang dipublikasikan tahun 2004. Buku ini menggunakan debat hangat mengenai pemanasan global sebagai latar belakang cerita.



State of Fear, novel fiksi-ilmiah karya Michael Chrichton, menyoroti ekologi pikiran untuk membahas isu pemanasan global. Layaknya Dan Brown dengan Da Vinci Code-nya, Chrichton adalah penulis yang piawai mengombinasikan fakta dan fiksi sehingga keduanya menyatu dalam cerita. Dengan logika yang runut disertai puluhan catatan kaki yang merujuk berbagai data, jurnal, dan literatur, Chrichton mengajak pembaca untuk melihat secara lebih jernih isu pemanasan global.

Isu pemanasan global adalah bagian dari politik yang memanfaatkan ekologi pikiran. Dalam budaya modern, manusia bisa diatur hanya ketika ada suatu ancaman yang membuat mereka takut. Di era perang dingin, isu yang digunakan adalah "komunisme" yang dikonstruksi sedemikian rupa agar orang takut dan dengan demikian berjalan di "rel" tertentu.

Ketika perang dingin usai, dikhawatirkan manusia bebas dari rasa takut dan menjadi berani sehingga sulit dikuasai. Oleh karena itu, wacana baru perlu digulirkan. Ekologi pikiran didesain khisis agar umat manusia meyakini bahwa pemanasan global adalah ancaman terbesar bagi bumi kita saat ini. Dengan ketakutan yang ada, maka orang bisa diarahkan untuk mempercaiyai hal tertentu.

Isu pemanasan global terutama mengangkat pelelehan es di Antartika karena meningkatnya panas bumi. Emisi karbon dioksida yang berlebih menyebabkan lubang di ozon sehingga bumi bertambah panas. Guna menurunkan kadar karbon dioksida --yang juga menjadi sumber polusi-- maka negara-negara sepakat menandatangani Protokol Kyoto, kecuali Amerika. Melalui data-data tersebut ditemukan bahwa pelelehan es di kutub bukan terjadi sejak era industri, melainkan sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu. Bahkan menariknya, volume es di kutub sebenarnya justru bertambah dalam beberapa tahun terakhir.

Sedangkan perihal suhu bumi yang meningkat, lewat sejumlah data ditunjukkan bahwa tidak ada peningkatan seperti digembar-gemborkan. Penelitian menunjukkan bahwa pada kota-kota kecil dengan penduduk sedikit dan relatif tidak ada penambahan penduduk, tidak ditemukan peningkatan suhu seperti halnya pada kota-kota besar dengan penduduk padat serta mengalami peningkatan jumlah penduduk. Kesimpulannya, peningkatan suhu lebih disebabkan kepadatan penduduk dan bukan sebuah pemanasan yang terjadi secara global. Dengan demikian, "kondisi ketakutan" (state of fear) atas pemanasan global adalah ekologi pikiran yang diciptakan lewat politik, legal, dan media.

Ekologi pikiran sebenarnya sudah sering dibahas tapi selalu saja menarik. Michael Foucault pernah melakukan penelitian mengenai bagaimana diskursus membentuk cara berpikir masyarakat mengenai kebenaran. Jacques Lacan juga pernah mengidentifikasi bahwa masyarakat tertata adalah masyarakat yang bisa diatur karena ancaman kastrasi (baca: konsekuensi hukuman). Demikian pula Jean Baudrillard yang mengemukakan simulakra (simulasi tanpa rujukan realitas). Sederet pemikir postruktralis mulai Nietzche sampai Zizek, membahas ekologi pikiran dengan sudut pandang dan istilahnya masing-masing.

Nah, jadi jangan percaya dengan apa yang kalian lihat di depan mata anda. Jangan-jangan ekologi pikiran yang telah dilakukan dan sedang berjalan menyelimuti kita semua adalah bentukan dari suatu kepentingan besar yang akan membawa kita pada kehancuran umat manusia. Marilah kita melihat dengan mata hati dan keimanan yang paling dalam, bagaimana seyogyanya kita memperlakukan alam semesta ini.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: EKOLOGI PIKIRAN - 9756people
Info Petani -
RILIS FK THL TBPP NASIONAL TENTANG HASIL RAPAT PANJA DPR
FORUM KOMUNIKASI
TENAGA HARIAN LEPAS TENAGA BANTU PENYULUH PERTANIAN NASIONAL
Sekretariat: Kebur Kidul RT 04 RW 14 Argomulyo, Cangkringan, Sleman, D.I. Yogyakarta
 
HP: 081328403755, 0818279145, 081804002329 E-Mail: fk_thltbppnas@yahoo.co.id Official Blog: thl-tbpp.blogspot.com

RELEASE
FORUM KOMUNIKASI TENAGA HARIAN LEPAS TENAGA BANTU
PENYULUH PERTANIAN NASIONAL
( FK THL TBPP NASIONAL)
TENTANG
HASIL RAPAT KERJA GABUNGAN KOMISI II, KOMISI VIII DAN KOMISI X DPR RI DENGAN MENTERI
PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL, MENTERI PERTANIAN, MENTERI KEUANGAN, MENTERI AGAMA, MENTERI KESEHATAN,
MENTERI DALAM NEGERI, KEPALA KEPEGAWAIAN NEGARA DAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK
Tanggal 26 April 2010

Kepada Koordinator dan Pengurus Forum Komunikasi THL TBPP Propinsi dan Kabupaten/kota Seluruh Indonesia. Kami Pengurus FK THL TBPP Nasional menyampaikan perkembangan dan hasil kegiatan pengawalan, kegiatan Panitia Kerja Gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR RI dalam penyelesaian tenaga honorer, sebagai berikut:
1. Pada Tanggal 26 April 2010 telah dilaksanakan Rapat Kerja Gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian, Menteri Keuangan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Kepala Kepegawaian Negara dan Kepala Badan Pusat Statistik tentang Penyelesaian Tenaga Honorer, adapun kesimpulan yang dibacakan oleh Wakil Ketua Panja Taufiq Efendi, adalah sebagai berikut :
a. Komisi Gabungan dan Pemerintah sepakat untuk merumuskan dan menuntaskan penyelesaian tenaga
honorer secara menyeluruh agar dikemudian hari tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan baru.
b. Pemerintah akan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh keputusan rapat gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR RI tentang masalah tenaga honorer sebagai bahan dalam perumusan Peraturan Pemerintah.
c. Komisi Gabungan meminta agar dalam pelaksanaan veifikasi dan validasi tenaga honorer diselesaikan
selama tiga bulan dengan mempertimbangkan formasi CPNS tahun 2010. Perlu dipertimbangkan sanksi
hukum untuk mengantisipasi manipulasi dan rekayasa administrasi dalam verfikasi dan validasi.
2. Implikasi bagi THL TBPP dari Kesimpulan pada point (1) adalah :
a. Pemerintah menyetujui adanya 5 kriteria tenaga honorer, dimana THL TBPP dikategorikan pada kriteria ke-5 yaitu tenaga honorer yang pengangkatannya tidak sesuai PP No 48 tahun 2005 jo PP No 43/2007 tapi dipertimbangkan untuk jadi CPNS dengan mekanisme THL TBPP di test sesama tenaga honorer dengan
PP baru.
b. Pemerintah diberi waktu untuk melakukan validasi dan verifikasi database tenaga honorer dalam waktu tiga
bulan namun diprioritaskan untuk tenaga honorer yang memenuhi syarat PP No.43/2007.
c. Untuk itu kami memohon agar propinsi atau kabupaten/kota yang database THL TBPP belum sempurna
segera disempurnakan sebagai upaya validasi dan verifikasi database internal organisasi.
3. Hasil Keputusan Rapat Kerja Gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR RI dengan pemerintah pada Tanggal 26 April 2010 tersebut dimana THL TBPP tetap memperoleh kesempatan menjadi CPNS melalui mekanisme di test sesama Tenaga Honorer dengan PP baru merupakan buah dari upaya dan kerjasama FK THL TBPP Nasional, FK THLTBPP Propinsi dan Kabupaten/kota seluruh Indonesia yang terus mengkomunikasikan, memberi masukan serta mengusulkan kepada anggota Panja Gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR RI agar THL TBPP tetap diakomodir dalam mekanisme penyelesaian tenaga honorer.
4. Hasil Keputusan Rapat Panja Gabungan DPR RI dengan Pemerintah merupakan langkah awal yang baik guna mewujudkan adanya payung hukum sebagai dasar bagi pengangkatan THL TBPP menjadi CPNS, untuk itu kami pengurus FK THL TBPP Nasional tetap mengingatkan dan menghimbau kesadaran THL TBPP seluruh Indonesia agar segera memberikan kontribusi iuran yang telah disepakati untuk mendukung kegiatan-kegiatan FK THLTBPP Nasional selanjutnya.
5. Atas Nama THL TBPP seluruh Indonesia kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Panja Gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR RI yang telah, tetap dan selalu berupaya mendorong, mendukung dan memperjuangkan agar THL TBPP di angkat menjadi Penyuluh Pertanian PNS.
6. Atas Nama THL TBPP seluruh Indonesia kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Menteri Pertanian beserta jajarannya dalam hal ini Badan SDM Kementrian Pertanian yang telah berupaya mendorong, mendukung dan memperjuangkan agar THL TBPP dapat di angkat menjadi penyuluh pertanian PNS.

Jakarta, 26 April 2010
Ketua

Dedy Alfian
Download File:



Press Rilis 26 April 2010 Fknas                                                            
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: RILIS FK THL TBPP NASIONAL TENTANG HASIL RAPAT PANJA DPR - 9756people
Info Petani -
Prospek Ubijalar Sebagai Pangan Olahan Non Beras
Komoditas ubijalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) sebagai bahan pangan sumber karbohidrat, disamping itu mengandung vitamin A, C dan mineral. Selain sebagai bahan pangan pokok dapat juga diolah menjadi bahan pangan olahan seperti selai, saos, juice dan bahan baku industri. Ubijalar yang daging umbinya berwarna ungu, banyak mengandung anthocyanin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, karena berfungsi mencegah penyakit kanker. Ubijalar yang daging umbinya berwarna kuning, banyak mengandung vitamin A; sedangkan beberapa varietas ubijalar mengandung vitamin A yang sebanding dengan wortel.

Ubijalar bisa ditanam baik pada lahan sawah maupun lahan tegalan. Pada umumnya didaerah pedesaan mempunyai produktifitas sekitar 10 ton per hektar. Sedangkan dengan teknik budidaya yang tepat beberapa ubijalar dapat menghasilkan lebih dari 30 ton umbi basah per hektar.Varietas unggul ubijalar selain produktifitasnya tinggi, juga mempunyai sifat agak tahan terhadap hama boleng Cylas formicarius dan penyakit kudis Sphaceloma batatas. Pada umumnya di dataran rendah, ubijalar dipanen pada umur 3,5 sampai dengan 5 bulan. Sedangkan di dataran tinggi ubijalar dipanen pada umur 5 sampai dengan 8 bulan.

Sari adalah varietas unggul ubijalar berumur genjah dan tahan kudis. Sedangkan varietas Boko sesuai untuk dikonsumsi dalam bentuk ubijalar rebus atau goreng karena rasanya yang enak dan manis. Varietas seperti Sukuh, Jago dan Kidal mempunyai kandungan bahan kering dan pati yang tinggi, sangat cocok untuk dibuat sebagai pati dan tepung. Teknik membuat tepung dengan cara mencuci umbi, mengupas, mengiris, menjemur dan menghancurkan (menepungkan) selanjutnya diayak.

Pengolahan ubijalar menjadi setengah jadi, seperti granula atau tepung ubijalar, dapat memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai tambah. Granula ubi jalar dibuat dari ubijalar kubus yang dikeringkan. Granula mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan ubijalar segar pada waktu diolah menjadi sawut atau nasi .

Dalam pembuatan selai, bahan dari ubijalar dapat mensubstitusi nanas sampai 50 persen, sedang untuk pembuatan saus dapat digunakan sampai 100 persen. Untuk membuat selai dan saus tidak menyaratkan ukuran umbi, sehingga dapat menggunakan umbi-umbi dengan kualitas yang agak rendah dengan yang berukuran kecil-kecil. Pati dan tepung ubijalar dapat digunakan untuk membuat aneka jenis kue, mie, hingga es krim. Dalam pembuatan cookies, spikuk, onbeytkuk dengan komposisi hampir sampai 100 persen. Sedangkan tepung ubijalar dalam pembuatan roti tawar dapat mensubstitusi terigu sebesar 15 persen dan pembuatan mie dapat mensubstitusi terigu sebesar 20 persen. (source:neocassava.blogspot.com)
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Prospek Ubijalar Sebagai Pangan Olahan Non Beras - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit