728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Hasil Musyawarah Nasional II - 2010 THL TBPP
PENGUMUMAN
No. 002/P/FK THL-TBPP Nas/VII/2010

Hasil Musyawarah Nasional II-2010 segera diberlakukan bagi anggota FK THL-TBPP Nasional, antara lain:
1. Keanggotaan, berdasarkan AD/ART revisi 2010 yang menjadi anggota adalah THL-TBPP yang menjalankan kewajiban sebagai anggota yaitu menjalankan disiplin FK THL-TBPP Nasional dan membayar iuran anggota. Yang dimaksud menjalankan disiplin FK THL-TBPP Nasional adalah menjalankan aturan, norma, kesepakatan dsb yang berlaku di FK THL-TBPP secara disiplin, termasuk didalamnya menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai penyuluh pertanian. Penilaian tugas pokok dan fungsi sebagai penyuluh pertanian menggunakan skoring penilaian kinerja penyuluh pertanian yang berlaku di daerah masing-masing dan dilakukan penilaiannya baik oleh instansi penyuluhan kabupaten/kota (Bapeluh atau Dinas Pertanian dsb) maupun oleh FK THL-TBPP Kabupaten.
2. Iuran FK THL-TBPP Nasional, berdasarkan rekomendasi Musyawarah Nasional II-2010:
a. besaran iuran FK THL-TBPP Nasional untuk Tahun Anggaran 2010-2011 adalah S1/DIV: Rp. 80.000,00/orang; D II: Rp. 55.000,00/orang dan SPP/SMK: Rp. 30.000,00/orang.
b. iuran pada Tahun Anggaran 2009-2010 sebesar S1/DIV: Rp. 75.000,00/orang; D III: Rp. 50.000,00/orang dan SPP/SMK: Rp. 25.000,00 tetap ditagihkan kepada yang belum melunasi.
penyetoran dilakukan dari anggota ke FK THL-TBPP Kabupaten/Kota kemudian disetorkan ke FK THL-TBPP Propinsi dan selanjutnya disetorkan ke FK THL-TBPP Nasional.
c. pelunasan dilakukan paling lambat 3 bulan terhitung sejak Tanggal 28 Juli 2010.
d. bagi yang telah melaksanakan kewajibannya akan diberikan kartu anggota.
e. sanksi bagi yang tidak membayar adalah tidak akan mendapatkan kartu anggota sehingga tidak
berhak mendapatkan kemanfaatan dari FK THL-TBPP di semua tingkatan.
f. laporan keuangan akan dibuat FK THL-TBPP Nasional setiap semester (6 bulan).
3. Hal-hal yang tidak tercantum pada AD/ART dan aturan lainnya hasil Musyawarah Nasional II-2010, di
tingkat nasional akan diputuskan melalui mekanisme musyawarah pada Rapat-rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Sedangkan yang bersifat kedaerahan seperti iuran FK THL-TBPP Kabupaten/Kota dan FK THL-TBPP Propinsi, diputuskan melalui musyawarah dimasing-masing tingkatan.
Demikian pengumuman ini kami buat, harap diperhatikan dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
demi kelancaran penyelesaian masalah THL-TBPP secara umum. Terima Kasih.

FK THL-TBPP Nasional
Sekretaris



DADAN FIRDAUS

PENGUMUMAN No. 002/P/FK THL-TBPP Nas/VII/2010                                                                   
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Hasil Musyawarah Nasional II - 2010 THL TBPP - 9756people
Info Petani -
Advokasi honorium anggota FK THL-TBPP Nasional yang bermasalah
PENGUMUMAN
No. 001/P/FK THL-TBPP Nas/VII/2010

1. Advokasi honorium anggota FK THL-TBPP Nasional yang bermasalah. FK THL-TBPP Nasional bersama Posko THL-TBPP Kementerian Pertanian telah dan sedang melakukan pemeriksaan honorium anggota FK THL-TBPP Nasional yang bermasalah (data pada lampiran 1). Bagi yang namanya tidak tercantum pada lampiran 1 maka diharapkan mengikuti prosedur penyelesaian pada lampiran 2.
2. Himbauan
Bagi rekan-rekan yang mempunyai nomor telepon pejabat negara baik yang dari Kementerian Pertanian maupun dari Lembaga negara lainnya, harap menggunakannya dengan penuh tanggung jawab dan memperhatikan kemajuan penyelesaian masalah THL-TBPP secara keseluruhan. Setiap penyelesaian masalah
anggota FK THL-TBPP akan bantu oleh FK THL-TBPP Nasional dengan mengikuti prosedur yang berlaku.
3. Jalur Informasi FK THL-TBPP
Penyebaran segala informasi menyangkut tentang THL-TBPP akan dilakukan FK THL-TBPP Nasional secara terbuka di thl-tbpp.blogspot.com dan atau secara berjenjang melalui FK THL-TBPP Propinsi ke FK THL-TBPP Kabupaten/Kota kemudian ke anggota. Penggunaan jalur informasi tersebut disesuaikan dengan
mempertimbangkan bobot materi informasi.
Demikian pengumuman ini kami buat, harap diperhatikan dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab demi kelancaran penyelesaian masalah THL-TBPP secara umum. Terima Kasih.

 
FK THL-TBPP Nasional
Sekretaris

 
DADAN FIRDAUS
 
PENGUMUMAN
Pengumuman No. 001/P/FK THL-TBPP Nas/VII/2010                                                                   

LAMPIRAN 1

Pengumuman No. 001/P/FK THL-TBPP Nas/VII/2010                                                                   

LAMPIRAN 2

Pengumuman No. 001/P/FK THL-TBPP Nas/VII/2010 Lampiran 2                                                                   
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Advokasi honorium anggota FK THL-TBPP Nasional yang bermasalah - 9756people
Info Petani -
Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung Terbuka
Peluang usaha skala kecil, mikro, dan koperasi dalam pengembangan bisnis unggas lokal jenis ayam kampung terbuka. Permintaan daging ayam kampung terus meningkat, sementara hanya sebagian kecil yang baru bisa dipenuhi.

Pangsa Pasar ayam kampung
Permintaan daging ayam kampung per hari di wilayah Ja¬karta, Depok, Tangerang, dan Bekasi sekitar 280.000 ekor, dan baru dipenuhi 5 persen. Pangsa pasar daging ayam kampung di Jabodetabek sekitar 45 persen dari total pasar unggas nasional. Karena itu, peluang usahanya masih sangat terbuka.

Peningkatan pasar ayam kampung tidak akan mengganggu pasar ayam pedaging yang selama ini sudah eksis karena karakteristik konsumennya berbeda Konsumen daging ayam kampung umumnya masyarakat dengan tingkat ekonomi yang baik. Sebagian lainnya karena telah memiliki kesadaran tinggi untuk mengonsumsi produk daging ayam organik atau yang tidak melalui proses rekayasa genetika.

Cetak biru pengembangan ayam kampung
Kementerian Pertanian, saat ini tengah menyusun cetak biru pengembangan ayam kampung. Melalui cetak biru itu akan tertuang sistem pengembangan ayam kampung. Selain itu, juga memberikan proteksi usaha ternak ayam kampung dari investor besar.

Usaha ternak ayam kampung mendapat perlindungan dari pemerintah. Hanya peternak skala kecil, mikro, dan koperasi yang boleh masuk, pemodal besar tidak boleh. Kapasitas pemeliharaan maksimal 10.000 ekor. Melalui pembatasan ini diharapkan usaha ternak rakyat akan tumbuh berkembang. Diharapkan blue print sudah ditandatangani Oktober 2010.

Melalui cetak biru itu, dalam 10 tahun mendatang diharapkan pangsa pasar daging ayam kampung mencapai 25 persen dari total konsumsi daging ayam nasional, yang saat ini sebesar 5,5 persen.

Gerakkan ekonomi rakyat dan pedesaan
Dengan target pasar 25 persen, diharapkan pasokan ayam kampung dalam 10 tahun mendatang mencapai 400 juta ekor setiap tahun. Bila satu ekor ayam kampung Rp 60.000, total perdagangan ayam kampung mencapai Rp 2,4 triliun. Ini tentu akan mampu menggerakkan ekonomi rakyat dan pedesaan. Belum lagi nilai perdagangan dari pakan ataupun jasa pengolahan. Saat ini baru ada 3.400 peternak ayam kampung secara intensif. Di luar itu masih ada 1 juta rumah tangga yang memelihara ayam kampung sekitar 35 ekor. Dengan pengembangan, diharapkan 100.000 rumah tangga akan beralih menjadi peternak ayam kampung intensif.

Bibit ayam buras
1. Bibit ayam buras yang dipelihara harus bebas dari penyakit unggas seperti Avian influenza, Newcastle disease, Fowl chollera, Fowl pox, Infectious bursal disease, dan Salmonellosis.
2. Bibit ayam buras yang dipelihara diutamakan yang berasal dari dari daerah lokasi usaha setempat.
3. Penyediaan dan pengembangan bibit ayam buras hasil persilangan antara ayam buras asli dari daerah setempat dengan ayam buras dari daerah lain atau yang disilangkan dengan ayam ras dapat dilakukan dibawah bimbingan Dinas Peternakan setempat atau lembaga / instansi teknis yang berwenang.

Untuk memperoleh bibit induk dan pejantan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Bibit harus sehat dan tidak cacat;
2. Lincah dan gesit;
3. Penampilan tegap;
4. Mata bening dan bulat;
5. Rongga perut elastis;
6. Bulu halus dan mengkilat;
7. Produksi dan daya tetas tinggi;
8. Tidak mempunyai sifat kanibal;
9. Umur bibit antara 5-12 bulan untuk Induk dan 8-15 bulan untuk Pejantan.

Pakan ayam buras
1. Pakan yang digunakan harus cukup dan sehat.
2. Sediaan biologik, farmasetik, premiks, dan obat alami dapat digunakan pada usaha peternakan ayam buras dan telah mendapat nomor pendaftaran.

Obat hewan ayam buras
1. Obat-obat, bahan kimia, hormon dan bahan biologik untuk ternak ayam buras yang digunakan adalah yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian.
2. Penggunaan obat hewan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Siapa berminat ekspor ayam kampung lezat tanpa residu antibiotik?


Sumber Referensi:
1. Kompas halaman 18, tanggal 15 September 2010.
2. Kepmentan nomor 420/Kpts/OT.210/7/2001 tentang Pedoman budidaya ternak ayam buras yang baik (Good farming practice).
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung Terbuka - 9756people
Info Petani -
LABA MENINGKAT, PETANI SEKARAT
Kemarin saya berkesempatan jalan-jalan ke Bontang, Kaltim. Kabar yang saya terima selama ini Bontang terkenal kota yang berhawa panas, bahkan ada yang mengatakan lebih panas daripada Samarinda. Mungkin lebih karena Bontang dekat dengan pantai di Selat Sulawesi dan Samarinda dekat dengan pantai Mahakam saja (hehe…, banyak orang Samarinda bilang tepian Sungai Mahakam “pantai”).
Namun kemarin, Bontang terasa sejuk dan dingin, mirip dengan suasana di Jogja atau di Malang. Suasananya sangat damai dan bikin saya ngantuk saja bawaannya. Maklumlah,dari sebelum subuh, hujan sudah mengguyur deras dan kebetulan hari minggu dalam bulan Ramadhan pula. Komplit sudah pendukung suasana relax…
Malamnya saya diajak teman salat teraweh ke masjid pupuk kaltim.
Waw…!
Memasuki kawasan pupuk kaltim, terasa memasuki wilayah Negara yang lain. Semuanya terasa beda. Bersih, teratur, rapi, indah,dan megah tentunya. Masjidnya indah dengan pelengkap audio visual yang representatif sehingga kegiatan shalat dan ceramah taraweh bisa berjalan dengan baik. Penceramahnyapun lumayan berisi dan dari pengumuman, sering juga didatangkan penceramah dari luar kota. Hal yang jarang ada di masjid-masjid yang lain.
Melihat itu semuasaya jadi berpikir, perusahaan pupuk terbesar di Indonesia ini sangat kaya. Saya cari-cari di google juga saya dapatkan info memang untung gede. PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) pada semester I-2010 berhasil membukukan laba sebelum pajak mencapai Rp421,636 miliar. Sementara itu, laba yang berhasil diperoleh perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp370 miliar.

“Laba sebelum pajak semester ini masih lebih tinggi dibandingkan semester I tahun lalu. Laba hingga akhir tahun diharapkan bisa Rp1 triliun,” ujar Direktur Keuangan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Eko Sunarko, di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, naiknya laba tersebut ditopang naiknya harga rata-rata pupuk semester I-2010 dibanding harga rata-rata pupuk pada tahun lalu.

Untuk harga urea nonsubsidi naik sekira 28 persen dan amoniak naik sekira 50 persen. Adapun, penjualan pupuk nonsubsidi, seperti penjualan pupuk amoniak, penjulan pupuk untuk kebun dan industri memberi kontribusi sebesar 84,6 persen terhadap laba perseroan. Sementara itu, sisanya sekira 15,4 persen disumbang dari penjualan pupuk subsidi.
Lihat kan, hebat benar perusahaan pupuk ini. Bandingkan dengan yang ini:
Harga pupuk di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, mengalami kenaikan hingga mencapai 100 persen, disebabkan terbatasnya stok di tingkat pedagang eceran, sehingga para petani mengeluhkan akibat melonjaknya biaya produksi.
Bahkan, katanya, akibat tingginya harga pupuk tersebut, beberapa petani di Deli Serdang mencoba mendapatkan pupuk bersubsidi harganya jauh lebih murah yang dijual di Medan, namun juga sulit untuk mendapatkannya.
Kami telah menempuh berbagai cara untuk mendapatkan pupuk dengan harga murah, namun tak berhasil. Kondisi ini membuat kami merugi karena biaya produksi tak sebanding dengan hasil pertanian, katanya.
Ini lagi,
Mayoritas petani di Kab. Sumedang menjerit, akibat kenaikan harga pupuk bersubsidi. "Kami sangat menyayangkan kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga pupuk bersubsidi saat harga gabah tengah anjlok," kata Endan (35), petani di wilayah Kec. Rancakalong, Kab. Sumedang kepada "GM", Senin (26/4).

Dikatakan, harga eceran tertinggi pupuk jenis urea di pasaran Rp 1.600/kg atau naik 33% dari harga sebelumnya. Pupuk jenis SP naik 29% menjadi Rp 2.000/kg. Pupuk NPK Kujang, NPK Pelangi, dan NPK Phonska harganya menjadi Rp 2.300/kg. Sedangkan untuk pupuk organik menjadi Rp 700/kg atau naik 40%.

Bagi petani kecil, kenaikan harga pupuk bersubsidi ini sangat memberatkan. Apalagi ketergantungan mereka terhadap pupuk kimia masih sangat dominan. Mereka mengaku merasa belum afdal jika tanamannya belum dipupuk dengan pupuk jenis urea. "Karena sudah terbiasa menggunakan pupuk kimia, sangat sulit bagi kami untuk mencoba beralih ke jenis pupuk lain seperti pupuk organik," ujar Opik (43), petani lainnya.
Dan ini lagi,
Kenaikan harga pupuk mulai berdampak pada petani di Kabupaten Soppeng. Mereka mulai mengeluhkan kenaikan harga tersebut.
Seorang petani, Amir, Kamis 29 April mengaku biaya untuk membeli pupuk makin membengkak. Belum lagi biaya produksi lain yang juga makin mahal dibanding sebelumnya.
Padahal hasil pertanian tidak menunjukkan kenaikan. "Biaya pertanian makin tinggi. Tentu ini sangat berdampak," keluh Amir.
Di tempat terpisah, Kasi Pengendalian Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Soppeng, HM Jafar mengatakan, kenaikan harga pupuk tersebut tidak bisa dihindari. Kenaikan terjadi setelah pemerintah mengurangi subsidi pupuk.
Hiks, hiks….
Yah begitulah negeri ini, lucu, ironi, dan apalagi lah terserah …
Yang jelas, yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin.
Yang miskin, ya petani yang tidak mau berganti pupuk ke yang organic saja, semakin hari ya semakin tinggi harga pupuknya, ya semakin besar juga kebutugan pupuknya.
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan konco-konconya ya semakin kaya raya dan sejahtera.
Selamat menunaikan ibadah puasa ya..
Maaf lahir batin.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: LABA MENINGKAT, PETANI SEKARAT - 9756people
Info Petani -
Energi Berbahan Baku Produk Pertanian
Krisis pangan global yang dipicu booming harga komoditas telah menyadarkan banyak negara begitu pentingnya mengurangi ketergantungan pasokan pangan pada impor. Faktor penting yang menjadi kendala produksi, yakni faktor iklim dan kompetisi penggunaan lahan antara komoditas pangan dan bio-fuel.

Banyak kalangan korporasi multinasional meramaikan perburuan ”Emas Baru” yang difasilitasi habis-habisan oleh pemerintah negaranya. Bahkan, bank-bank investasi, hedge funds, dan equity funds swastapun tak ketinggalan. Rabobank menyebutkan, saat ini ada lebih dari 90 lembaga investasi baru di dunia yang dibentuk khusus dengan tujuan investasi langsung di lahan pertanian negara berkembang.

Kebutuhan Bio-diesel dan Bio-fuel di Indonesia

Menurut DJLPE tahun 2006, perkiraan permintaan bio-fuel di Indonesia pada tahun 2010 adalah sebagai berikut. Total keperluan bahan bakar diesel pada tahun 2010 sebayak 34,89 juta liter dimana diperlukan substitusi 5% bio-fuel sebanyak 1,74 juta liter dan substitusi 10% bio-fuel sebanyak 3,48 juta liter. Sedangkan Total keperluan bahan bakar gasoline sebanyak 38,27 juta liter diperlukan substitusi 5% bio-fuel sebanyak 1,91 juta liter dan 10% bio-fuel sebanyak 3,82 juta liter.


Target pemanfaatan bahan bakar biomassa

Menurut DJLPE tahun 2006, target pemanfaatan bahan bakar biomassa di Indonesia pada tahun 2010 sebagai substitusi bio-diesel (pengganti solar) sebanyak 2,41 juta kiloliter, substitusi Bio-ethanol (pengganti bensin) sebanyak 1,48 juta kiloliter. Sedangkan substitusi pengganti minyak tanah dan fuel oil (minyak bakar) masing-masing sebanyak 0,96 juta kiloliter dan 0,4 juta kiloliter. Sehingga total target substitusi bahan bakar biomassa pada tahun 2010 diperkirakan sebanyak 5,25 juta kiloliter. Dan ditargetkan total substitusi bahan bakar biomassa tersebut pada tahun 2025 sebanyak 22,26 juta kiloliter.


Potensi Indonesia memproduksi Bio-diesel dan Bio-fuel

Menurut APROBI, pada tahun 2009 dari 9 perusahaan di Indonesia berpotensi memproduksi Bio-diesel dengan kapasitas sebanyak 2.171.000 kiloliter per tahun. Untuk kebutuhan lokal diperlukan sebanyak 981.000 kiloliter.

Bahan Baku Bio-diesel dan Bio-fuel

Indonesia mempunyai sederet bahan baku produk pertanian yang bisa diolah menjadi bio-fuel dan bio-diesel. Banyak contoh pemanfaatan berbagai jenis Biomassa dan limbah Biomassa di Negara tercinta ini. CPO yang saat ini sebagai bahan baku industri pangan dan kosmetik dipromosikan menjadi bahan Bio-diesel. Serat sawit dan tandan kosong (FEB) digunakan sebagai bahan bakar boiler. Lumpur sawit yang saat ini sebagai pakan ternak sapi bisa bersaing menjadi Bio-briket. Jagung pada mulanya bahan makanan dan pakan ternak saja, sekarang komoditi tersebut sudah diperebutkan sebagai bahan baku Bio-ethanol.

Bagase bisanya untuk bahan pupuk dapat juga dijadikan bahan bakar boiler dan bahan dasar Bio-briket. Bonggol jagung bisa dijadikan bahan bakar tungku dan Bio-briket. Tetes tebu biasa untuk bahan bumbu masak dapat diolah menjadi Bio-ethanol. Sekam padi biasa digunakan untuk pakan ternak kalau diolah dapat menjadi Cogen, Bio-briket, bahan umpan gasifikasi, briket arang sekam.

Kelapa sebagai bahan pangan dan obat dapat dijadikan minyak bakar dan Bio-diesel. Serat kelapa bisasa digunakan sebagai bahan kemawan dan furniture bisa menjadi Bio-briket dan bahan bakar boiler. Batok kelapa bisa digunakan untuk arang aktif juga bisa dijadikan bahan bakar tungku dan bahan umpan gasifikasi. Limbah kandang peternakan dan rumah potong hewan bisa dijadikan Bio-gas.

Peluang Nyamplung

Nyamplung (Calophyllum inophyllum) merupakan tanaman pohon hutan yang potensial menjadi sumber energi Bio-fuel. Biji Nyamplung mempunyai rendemen tinggi, bisa mencapai 74%. Salah satu kelebihannya dalam pemanfaatannya tidak berkompetisi dengan kepentingan pangan. Produktifitas biji Nyamplung cukup tinggi yaitu 20 ton/ha/masa panen. Tanaman Nyamplung tumbuh dan tersebar merata secara alami hampir di seluruh daerah di Indonesia terutama pada daerah pesisir pantai. Regenerasinya mudah dan menunjukkan daya survival yang tinggi terhadap lingkungan. Cocok di daerah beriklim kering, pemudaan alami banyak, dan berbuah sepanjang tahun. Siapa berani berinvestasi?
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Energi Berbahan Baku Produk Pertanian - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit