728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Jepang Melihat Potensi Pengembangan Tanaman Bunga Indonesia

Pe­merintah Indonesia harus meng­ubah cara melihat pengembang­an tanaman bunga atau flori­kultura yang semata-mata hanya sebagai kesibukan pedagang ta­naman. Jepang diam-diam me­lihat potensi florikultura Indo­nesia yang sesungguhnya memiliki ni­lai tambah tinggi dibandingkan dengan tanaman pangan.



Demikian diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) Karen Tambayong di Jakarta, Selasa (14/9). Di Indo­nesia, potensi florikultura sudah dimasukkan dalam komoditas hortikultura.



Beberapa waktu lalu, Asbindo menerima kedatangan sejumlah peneliti Jepang, antara lain In­struktur Senior Chiba Prefecture Inba Agriculture and Forestry Promotion Center Kotake Hi­saku, Prof. Holticultural Plant Production and Physiology Gifu University Hirokazu Fukui, dan Presiden/CEO Lida Green Co Ltd Hisatoslii Iida.



Karen mengatakan, "Sejumlah pencinta sekaligus peneliti ta­naman Jepang diam-diam sudah melakukan studi adanya peluang nilai tambah dari florikultura di Indonesia. Mereka bukan men­cari peluang, tetapi justru sudah melihat adanya peluang besar yang masih dipandang sebelah mata oleh bangsa Indonesia."



Di Jawa saja, menurut Karen, total lahan potensial seluas 9,1 juta hektar, yang terbagi sekitar 4,3 juta ha lahan padi dan sekitar 4,8 juta ha untuk lahan nonpadi. Akses kepemilikan lahan hanya 0,25 ha per orang, sedangkan standarnya 2 ha per orang.



Karen mengatakan, nilai ekonomi padi hanya Rp 10 juta per ha. Padahal, kalau petani dido­rong memperkuat florikultura, nilai ekonomi dari bunga krisan bisa Rp 200 juta per ha.



Pemerintah semestinya men­dorong florikultura karena pe­ngembangan florikultura mampu mendapatkan lapangan kerja, me­ningkatkan pendapatan dan ke­mampuan petani, kesetaraan gender, industri kreatif, serta memberikan kontribusi pada produk domestik bruto.



Tahun 2008, perkembangan florikultura pada perdagangan dunia mencapai 90 miliar dollar AS. Pertumbuhan industri flo­rikultura 6 - 9 persen.



India, misalnya, nilai ekspor florikultura dengan lahan seluas 103.000 ha bisa mencapai 83,67 juta dollar AS. Kenya dengan la­han 2.000 ha bisa menghasilkan nilai ekspor 350 juta dollar AS. Etiopia dengan 2.000 ha meng­hasilkan nilai ekspor 112 juta dol­lar AS. Sementara Indonesia baru memanfaatkan 100 ha dengan nilai ekspor 19 juta dollar AS.



Ketua Dewan Hortikultura Nasional Benny Kusbini menga­takan bahwa Jepang sudah mulai melirik Indonesia sebagai negara yang sangat po­tensial. Berbagai bibit tanaman yang tentunya sudah melalui proses penelitian akan dikem­bangkan di Indonesia untuk me­menuhi pasar ekspor. Ini mem­butuhkan dukungan serius pe­merintah.



Sumber: Kompas halaman 18 tanggal 15 September 2010
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Jepang Melihat Potensi Pengembangan Tanaman Bunga Indonesia - 9756people
Info Petani -
Hasil Musyawarah Nasional II - 2010 THL TBPP
PENGUMUMAN
No. 002/P/FK THL-TBPP Nas/VII/2010

Hasil Musyawarah Nasional II-2010 segera diberlakukan bagi anggota FK THL-TBPP Nasional, antara lain:
1. Keanggotaan, berdasarkan AD/ART revisi 2010 yang menjadi anggota adalah THL-TBPP yang menjalankan kewajiban sebagai anggota yaitu menjalankan disiplin FK THL-TBPP Nasional dan membayar iuran anggota. Yang dimaksud menjalankan disiplin FK THL-TBPP Nasional adalah menjalankan aturan, norma, kesepakatan dsb yang berlaku di FK THL-TBPP secara disiplin, termasuk didalamnya menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai penyuluh pertanian. Penilaian tugas pokok dan fungsi sebagai penyuluh pertanian menggunakan skoring penilaian kinerja penyuluh pertanian yang berlaku di daerah masing-masing dan dilakukan penilaiannya baik oleh instansi penyuluhan kabupaten/kota (Bapeluh atau Dinas Pertanian dsb) maupun oleh FK THL-TBPP Kabupaten.
2. Iuran FK THL-TBPP Nasional, berdasarkan rekomendasi Musyawarah Nasional II-2010:
a. besaran iuran FK THL-TBPP Nasional untuk Tahun Anggaran 2010-2011 adalah S1/DIV: Rp. 80.000,00/orang; D II: Rp. 55.000,00/orang dan SPP/SMK: Rp. 30.000,00/orang.
b. iuran pada Tahun Anggaran 2009-2010 sebesar S1/DIV: Rp. 75.000,00/orang; D III: Rp. 50.000,00/orang dan SPP/SMK: Rp. 25.000,00 tetap ditagihkan kepada yang belum melunasi.
penyetoran dilakukan dari anggota ke FK THL-TBPP Kabupaten/Kota kemudian disetorkan ke FK THL-TBPP Propinsi dan selanjutnya disetorkan ke FK THL-TBPP Nasional.
c. pelunasan dilakukan paling lambat 3 bulan terhitung sejak Tanggal 28 Juli 2010.
d. bagi yang telah melaksanakan kewajibannya akan diberikan kartu anggota.
e. sanksi bagi yang tidak membayar adalah tidak akan mendapatkan kartu anggota sehingga tidak
berhak mendapatkan kemanfaatan dari FK THL-TBPP di semua tingkatan.
f. laporan keuangan akan dibuat FK THL-TBPP Nasional setiap semester (6 bulan).
3. Hal-hal yang tidak tercantum pada AD/ART dan aturan lainnya hasil Musyawarah Nasional II-2010, di
tingkat nasional akan diputuskan melalui mekanisme musyawarah pada Rapat-rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Sedangkan yang bersifat kedaerahan seperti iuran FK THL-TBPP Kabupaten/Kota dan FK THL-TBPP Propinsi, diputuskan melalui musyawarah dimasing-masing tingkatan.
Demikian pengumuman ini kami buat, harap diperhatikan dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
demi kelancaran penyelesaian masalah THL-TBPP secara umum. Terima Kasih.

FK THL-TBPP Nasional
Sekretaris



DADAN FIRDAUS

PENGUMUMAN No. 002/P/FK THL-TBPP Nas/VII/2010                                                                   
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Hasil Musyawarah Nasional II - 2010 THL TBPP - 9756people
Info Petani -
Advokasi honorium anggota FK THL-TBPP Nasional yang bermasalah
PENGUMUMAN
No. 001/P/FK THL-TBPP Nas/VII/2010

1. Advokasi honorium anggota FK THL-TBPP Nasional yang bermasalah. FK THL-TBPP Nasional bersama Posko THL-TBPP Kementerian Pertanian telah dan sedang melakukan pemeriksaan honorium anggota FK THL-TBPP Nasional yang bermasalah (data pada lampiran 1). Bagi yang namanya tidak tercantum pada lampiran 1 maka diharapkan mengikuti prosedur penyelesaian pada lampiran 2.
2. Himbauan
Bagi rekan-rekan yang mempunyai nomor telepon pejabat negara baik yang dari Kementerian Pertanian maupun dari Lembaga negara lainnya, harap menggunakannya dengan penuh tanggung jawab dan memperhatikan kemajuan penyelesaian masalah THL-TBPP secara keseluruhan. Setiap penyelesaian masalah
anggota FK THL-TBPP akan bantu oleh FK THL-TBPP Nasional dengan mengikuti prosedur yang berlaku.
3. Jalur Informasi FK THL-TBPP
Penyebaran segala informasi menyangkut tentang THL-TBPP akan dilakukan FK THL-TBPP Nasional secara terbuka di thl-tbpp.blogspot.com dan atau secara berjenjang melalui FK THL-TBPP Propinsi ke FK THL-TBPP Kabupaten/Kota kemudian ke anggota. Penggunaan jalur informasi tersebut disesuaikan dengan
mempertimbangkan bobot materi informasi.
Demikian pengumuman ini kami buat, harap diperhatikan dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab demi kelancaran penyelesaian masalah THL-TBPP secara umum. Terima Kasih.

 
FK THL-TBPP Nasional
Sekretaris

 
DADAN FIRDAUS
 
PENGUMUMAN
Pengumuman No. 001/P/FK THL-TBPP Nas/VII/2010                                                                   

LAMPIRAN 1

Pengumuman No. 001/P/FK THL-TBPP Nas/VII/2010                                                                   

LAMPIRAN 2

Pengumuman No. 001/P/FK THL-TBPP Nas/VII/2010 Lampiran 2                                                                   
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Advokasi honorium anggota FK THL-TBPP Nasional yang bermasalah - 9756people
Info Petani -
Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung Terbuka
Peluang usaha skala kecil, mikro, dan koperasi dalam pengembangan bisnis unggas lokal jenis ayam kampung terbuka. Permintaan daging ayam kampung terus meningkat, sementara hanya sebagian kecil yang baru bisa dipenuhi.

Pangsa Pasar ayam kampung
Permintaan daging ayam kampung per hari di wilayah Ja¬karta, Depok, Tangerang, dan Bekasi sekitar 280.000 ekor, dan baru dipenuhi 5 persen. Pangsa pasar daging ayam kampung di Jabodetabek sekitar 45 persen dari total pasar unggas nasional. Karena itu, peluang usahanya masih sangat terbuka.

Peningkatan pasar ayam kampung tidak akan mengganggu pasar ayam pedaging yang selama ini sudah eksis karena karakteristik konsumennya berbeda Konsumen daging ayam kampung umumnya masyarakat dengan tingkat ekonomi yang baik. Sebagian lainnya karena telah memiliki kesadaran tinggi untuk mengonsumsi produk daging ayam organik atau yang tidak melalui proses rekayasa genetika.

Cetak biru pengembangan ayam kampung
Kementerian Pertanian, saat ini tengah menyusun cetak biru pengembangan ayam kampung. Melalui cetak biru itu akan tertuang sistem pengembangan ayam kampung. Selain itu, juga memberikan proteksi usaha ternak ayam kampung dari investor besar.

Usaha ternak ayam kampung mendapat perlindungan dari pemerintah. Hanya peternak skala kecil, mikro, dan koperasi yang boleh masuk, pemodal besar tidak boleh. Kapasitas pemeliharaan maksimal 10.000 ekor. Melalui pembatasan ini diharapkan usaha ternak rakyat akan tumbuh berkembang. Diharapkan blue print sudah ditandatangani Oktober 2010.

Melalui cetak biru itu, dalam 10 tahun mendatang diharapkan pangsa pasar daging ayam kampung mencapai 25 persen dari total konsumsi daging ayam nasional, yang saat ini sebesar 5,5 persen.

Gerakkan ekonomi rakyat dan pedesaan
Dengan target pasar 25 persen, diharapkan pasokan ayam kampung dalam 10 tahun mendatang mencapai 400 juta ekor setiap tahun. Bila satu ekor ayam kampung Rp 60.000, total perdagangan ayam kampung mencapai Rp 2,4 triliun. Ini tentu akan mampu menggerakkan ekonomi rakyat dan pedesaan. Belum lagi nilai perdagangan dari pakan ataupun jasa pengolahan. Saat ini baru ada 3.400 peternak ayam kampung secara intensif. Di luar itu masih ada 1 juta rumah tangga yang memelihara ayam kampung sekitar 35 ekor. Dengan pengembangan, diharapkan 100.000 rumah tangga akan beralih menjadi peternak ayam kampung intensif.

Bibit ayam buras
1. Bibit ayam buras yang dipelihara harus bebas dari penyakit unggas seperti Avian influenza, Newcastle disease, Fowl chollera, Fowl pox, Infectious bursal disease, dan Salmonellosis.
2. Bibit ayam buras yang dipelihara diutamakan yang berasal dari dari daerah lokasi usaha setempat.
3. Penyediaan dan pengembangan bibit ayam buras hasil persilangan antara ayam buras asli dari daerah setempat dengan ayam buras dari daerah lain atau yang disilangkan dengan ayam ras dapat dilakukan dibawah bimbingan Dinas Peternakan setempat atau lembaga / instansi teknis yang berwenang.

Untuk memperoleh bibit induk dan pejantan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Bibit harus sehat dan tidak cacat;
2. Lincah dan gesit;
3. Penampilan tegap;
4. Mata bening dan bulat;
5. Rongga perut elastis;
6. Bulu halus dan mengkilat;
7. Produksi dan daya tetas tinggi;
8. Tidak mempunyai sifat kanibal;
9. Umur bibit antara 5-12 bulan untuk Induk dan 8-15 bulan untuk Pejantan.

Pakan ayam buras
1. Pakan yang digunakan harus cukup dan sehat.
2. Sediaan biologik, farmasetik, premiks, dan obat alami dapat digunakan pada usaha peternakan ayam buras dan telah mendapat nomor pendaftaran.

Obat hewan ayam buras
1. Obat-obat, bahan kimia, hormon dan bahan biologik untuk ternak ayam buras yang digunakan adalah yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian.
2. Penggunaan obat hewan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Siapa berminat ekspor ayam kampung lezat tanpa residu antibiotik?


Sumber Referensi:
1. Kompas halaman 18, tanggal 15 September 2010.
2. Kepmentan nomor 420/Kpts/OT.210/7/2001 tentang Pedoman budidaya ternak ayam buras yang baik (Good farming practice).
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung Terbuka - 9756people
Info Petani -
LABA MENINGKAT, PETANI SEKARAT
Kemarin saya berkesempatan jalan-jalan ke Bontang, Kaltim. Kabar yang saya terima selama ini Bontang terkenal kota yang berhawa panas, bahkan ada yang mengatakan lebih panas daripada Samarinda. Mungkin lebih karena Bontang dekat dengan pantai di Selat Sulawesi dan Samarinda dekat dengan pantai Mahakam saja (hehe…, banyak orang Samarinda bilang tepian Sungai Mahakam “pantai”).
Namun kemarin, Bontang terasa sejuk dan dingin, mirip dengan suasana di Jogja atau di Malang. Suasananya sangat damai dan bikin saya ngantuk saja bawaannya. Maklumlah,dari sebelum subuh, hujan sudah mengguyur deras dan kebetulan hari minggu dalam bulan Ramadhan pula. Komplit sudah pendukung suasana relax…
Malamnya saya diajak teman salat teraweh ke masjid pupuk kaltim.
Waw…!
Memasuki kawasan pupuk kaltim, terasa memasuki wilayah Negara yang lain. Semuanya terasa beda. Bersih, teratur, rapi, indah,dan megah tentunya. Masjidnya indah dengan pelengkap audio visual yang representatif sehingga kegiatan shalat dan ceramah taraweh bisa berjalan dengan baik. Penceramahnyapun lumayan berisi dan dari pengumuman, sering juga didatangkan penceramah dari luar kota. Hal yang jarang ada di masjid-masjid yang lain.
Melihat itu semuasaya jadi berpikir, perusahaan pupuk terbesar di Indonesia ini sangat kaya. Saya cari-cari di google juga saya dapatkan info memang untung gede. PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) pada semester I-2010 berhasil membukukan laba sebelum pajak mencapai Rp421,636 miliar. Sementara itu, laba yang berhasil diperoleh perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp370 miliar.

“Laba sebelum pajak semester ini masih lebih tinggi dibandingkan semester I tahun lalu. Laba hingga akhir tahun diharapkan bisa Rp1 triliun,” ujar Direktur Keuangan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Eko Sunarko, di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, naiknya laba tersebut ditopang naiknya harga rata-rata pupuk semester I-2010 dibanding harga rata-rata pupuk pada tahun lalu.

Untuk harga urea nonsubsidi naik sekira 28 persen dan amoniak naik sekira 50 persen. Adapun, penjualan pupuk nonsubsidi, seperti penjualan pupuk amoniak, penjulan pupuk untuk kebun dan industri memberi kontribusi sebesar 84,6 persen terhadap laba perseroan. Sementara itu, sisanya sekira 15,4 persen disumbang dari penjualan pupuk subsidi.
Lihat kan, hebat benar perusahaan pupuk ini. Bandingkan dengan yang ini:
Harga pupuk di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, mengalami kenaikan hingga mencapai 100 persen, disebabkan terbatasnya stok di tingkat pedagang eceran, sehingga para petani mengeluhkan akibat melonjaknya biaya produksi.
Bahkan, katanya, akibat tingginya harga pupuk tersebut, beberapa petani di Deli Serdang mencoba mendapatkan pupuk bersubsidi harganya jauh lebih murah yang dijual di Medan, namun juga sulit untuk mendapatkannya.
Kami telah menempuh berbagai cara untuk mendapatkan pupuk dengan harga murah, namun tak berhasil. Kondisi ini membuat kami merugi karena biaya produksi tak sebanding dengan hasil pertanian, katanya.
Ini lagi,
Mayoritas petani di Kab. Sumedang menjerit, akibat kenaikan harga pupuk bersubsidi. "Kami sangat menyayangkan kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan harga pupuk bersubsidi saat harga gabah tengah anjlok," kata Endan (35), petani di wilayah Kec. Rancakalong, Kab. Sumedang kepada "GM", Senin (26/4).

Dikatakan, harga eceran tertinggi pupuk jenis urea di pasaran Rp 1.600/kg atau naik 33% dari harga sebelumnya. Pupuk jenis SP naik 29% menjadi Rp 2.000/kg. Pupuk NPK Kujang, NPK Pelangi, dan NPK Phonska harganya menjadi Rp 2.300/kg. Sedangkan untuk pupuk organik menjadi Rp 700/kg atau naik 40%.

Bagi petani kecil, kenaikan harga pupuk bersubsidi ini sangat memberatkan. Apalagi ketergantungan mereka terhadap pupuk kimia masih sangat dominan. Mereka mengaku merasa belum afdal jika tanamannya belum dipupuk dengan pupuk jenis urea. "Karena sudah terbiasa menggunakan pupuk kimia, sangat sulit bagi kami untuk mencoba beralih ke jenis pupuk lain seperti pupuk organik," ujar Opik (43), petani lainnya.
Dan ini lagi,
Kenaikan harga pupuk mulai berdampak pada petani di Kabupaten Soppeng. Mereka mulai mengeluhkan kenaikan harga tersebut.
Seorang petani, Amir, Kamis 29 April mengaku biaya untuk membeli pupuk makin membengkak. Belum lagi biaya produksi lain yang juga makin mahal dibanding sebelumnya.
Padahal hasil pertanian tidak menunjukkan kenaikan. "Biaya pertanian makin tinggi. Tentu ini sangat berdampak," keluh Amir.
Di tempat terpisah, Kasi Pengendalian Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Soppeng, HM Jafar mengatakan, kenaikan harga pupuk tersebut tidak bisa dihindari. Kenaikan terjadi setelah pemerintah mengurangi subsidi pupuk.
Hiks, hiks….
Yah begitulah negeri ini, lucu, ironi, dan apalagi lah terserah …
Yang jelas, yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin.
Yang miskin, ya petani yang tidak mau berganti pupuk ke yang organic saja, semakin hari ya semakin tinggi harga pupuknya, ya semakin besar juga kebutugan pupuknya.
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan konco-konconya ya semakin kaya raya dan sejahtera.
Selamat menunaikan ibadah puasa ya..
Maaf lahir batin.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: LABA MENINGKAT, PETANI SEKARAT - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit