728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Mekar Jaya : Pusat Budidaya Sayur - sayuran
Desa Mekar Jaya memiliki luas wilayah 1350 M berada pada ketinggian ±…… dpl. Sedangkan batas-batas wilayah adalah sebagai berikut :.

- Sebelah Utara berbatas dengan Kelurahan Pal merah
- Sebelah Timur berbatas dengan Desa Kebun IX

- Sebelah Selatan berbatas dengan Desa Talang Belido
- Sebelah Barat berbatas dengan Kelurahan Pal Merah

Desa Mekar jaya murupakan salah satu Desa yang terdapat di Kecamatan Sungai Gelam Kab. Muro jambi Propinsi Jambi. Desa ini merupakan salah satu tempat pelaksanaan
praktek lapangan bagi peserta Diklat dasar Penyuluh Terampil.
Kalau di lihat dari potensi wilayah dari Desa Mekar Jaya ini memiliki prospek sangat bagus di dalam pengembangan budidaya tanaman sayur - sayuran, dimana letak
wilayahnya yang sangat mendukung dan struktur tanah nya yang cukup subur, sehingga sayur - sayuran yang di tanam akan memiliki pertumbuhan yang sangat bagus.
Di samping itu jalur pemasarannya sangat mendukung petani didalam melaksanakan budidaya sayur - sayuran ini, produksi dari sayur -sayuran ini langsung dipasarkan ke pasar yang terletak di jantung kota propinsi jambi yaitu pasar angso duo yang jarak nya dari desa ini tidak terlalu jauh dan bisa ditempuh dengan kenderaan umum sekitar lebih kurang 30 menit perjalanan.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Mekar Jaya : Pusat Budidaya Sayur - sayuran - 9756people
Info Petani -
DODOL KENTANG
I. Proses Pembuatan Dodol Kentang

1. Sumber Bahan Baku
Tanaman Kentang (Solanum ) mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya jika dibandingkan dengan jenis sayuran lainnya, disebabkan karena kentang selain mengandung karbohidrat juga banyak mengandung vitamin B, C dan sedikit vitamin A. Yang tidak kalah pentingnya bagi bangsa Indonesia adalah kentang termasuk tanaman perdagangan yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi karena banyak di butuhkan oleh restoran maupun hotel bertaraf nasional maupun inter nasional.
Tanaman Kentang (Solanum) bentuk tanaman sesungguhnya adalah menyemak dan bersifat menjalar. Batangnya berbentuk segi empat, panjangnya bisa mencapai 50 – 120 cm dan tidak berkayu (tidak keras bila dipijat). Batang dan daun berwarna hijau kemerah – merahan atau keungua-unguan. Bunganya berwarna kuning keputih-putihan atau ungu, tumbuh diketiak daun teratas dan berkelamin dua. Akar tanaman menjalar dan berukuran sangat kecil bahkan sangat halus. Akar berwarna keputhi-putihan. Kedalaman daya tembusnya bisa mencapai 45 cm, namun biasanya akar ini banyak yang mengumpul di kedalaman 20 cm.
Selain mempunyai organ tersebut, kentang juga mempunyai organ umbi. Umbi tersebut berasal dari cabang samping yang masuk kedalam tanah. Cabang ini merupakan tempat menyimpan karbohidrat sehingga membengkak dan bisa dimakan dan umbi inilah yang di gunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan dodol kentang.

2. Pembuatan Dodol Kentang
Pembuatan dodol kentang pada daerah penelitian umumnya dilakukan oleh kaum ibu-ibu dan gadis remaja. Pembuatan dodol kentang menggunakan berbagai peralatan seperti kuali besi, sendok besi, tungku, pisau, cetakan, saringan, baskom dan talenan serta rak penjemuran.
Adapun proses pembuatan dodol kentang yaitu kentang yang akan digunakan terlebih dahulu dikupas lalu dicuci dan kemudian kentang tersebut direbus hingga matang. Setelah perebusan dianggap selesai kentang diangkat lalu didinginkan dan kemudian kentang tersebut digiling sampai halus.

Kelapa yang akan digunakan dikupas dan diparut. Kelapa yang telah diparut tambahkan air bersih kemudian diperas untuk mendapatkan santannya. Bahan-bahan pelengkap untuk pembuatan dodol seperti tepung ketan putih, vanili, garam secukupya, gula dicampur bersama – sama dengan kentang yang telah dihaluskan kemudian dimasukkan kedalam santan dan diaduk sehingga bahan adonan tercampur rata.
Campuran bahan adonan dimasak dengan menggunakan api yang tidak terlalu besar. Selama proses pemasakan adonan terus di aduk agar proses pemasakan adonan merata.
Adonan yang sudah mengental diangkat dari tungku dan dituangkan kedalam cetakan dan diratakan lalu didinginkan. Setelah dingin lalu dipotong-
potong setelah itu baru dijemur dirak penjemuran. Penjemuran ini dilakukan dengan menggunakan sinar matahari. Lamanya proses penjemuran selama 2 – 3 hari tergantung dari keadaan cuaca.
Tahap akhir dari proses pembuatan dodol kentang ini adalah pengemasan. Pengemasan yang digunakan kertas minyak berwarna putih transparan. Lalu bungkusan – bungkusan kecil diatur dan disusun lagi dalam bungkusan plastik dan kemudian baru dipasarkan.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: DODOL KENTANG - 9756people
Info Petani -
METODE PENYULUHAN PERTANIAN

Metode Penyuluhan Pertanian adalah cara penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan pertanian oleh penyuluh pertanian kepada petani beserta anggota keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka tahu, mau & mampu menggunakan inovasi baru.

Tujuan pemilihan metode penyuluhan adalah :
agar penyuluh pertanian dapat menetapkan suatu metode atau kombinasi beberapa metode yg tepat & berhasil guna, agar kegiatan penyuluhan pertanian yg dilaksanakan untuk menimbulkan perubahan yg dikehendaki yaitu perubahan perilaku petani & anggota keluarganya dapat berdayaguna & berhasilguna.

Prinsip Metode Penyuluhan Pertanian adalah :
Mengerjakan; artinya kegiatan penyuluhan harus sebanyak mungkin melibatkan masyarakat utk menerapkan sesuatu.
Akibat; artinya kegiatan pertanian harus memberikan dampak yg memberi pengaruh baik.
Asosiasi; artinya kegiatan penyuluhan harus saling terkait dg kegiatan lainnya.

Prinsip dalam metode penyuluhan pertanian meliputi:
1. Upaya Pengembangan berpikir kreatif :
Prinsip ini dimaksudkan melalui penyuluhan pertanian harus mampu menghasilkan petani yg mandiri, mampu mengatasi permasalahan yg dihadapi & mampu mengembangkan kreativitasnya.

2. Tempat yg paling baik adalah di tempat kegiatan sasaran :
Prinsip ini mendorong petani belajar pada situasi nyata sesuai permasalahan yg dihadapi.

3. Setiap individu terkait dg lingkungan sosialnya :
Prinsip ini mengingatkan penyuluh bahwa keputusan yg diambil petani dilakukan berdasarkan lingkungan sosialnya.

4. Ciptakan hubungan yg akrab dg sasaran :
Keakraban hubungan penyuluh & sasaran memungkinkan terciptanya keterbukaan sasaran dalam mengemukakan masalahnya.

5. Memberikan sesuatu untuk terjadinya perubahan.

Penggolongan Metode Penyuluhan Pertanian.
a. Berdasarkan teknik komunikasi, metode penyuluhan pertanian digolongkan menjadi :
1) komunikasi langsung (direct communication/face to face communication), contoh
: obrolan di sawah, obrolan di balai desa, obrolan di rumah, telepon/HP,
kursus tani, demonstrasi karyawisata, pameran;
2) komunikasi tidak langsung (inderect communication), pesan disampaikan melalui
perantara (medium atau media), contoh : publikasi dalam bentuk cetakan,
poster, siaran radio/TV, pertunjukan film.

b. Berdasarkan jumlah sasaran yg dicapai digolongkan menjadi :
1) pendekatan perorangan, contoh : kunjungan rumah, kunjungan usaha tani, surat-
menyurat, hubungan telepon;
2) pendekatan kelompok, contoh : diskusi kelompok, demonstrasi (cara atau
hasil), karyawisata, temu lapang, kursus tani;
3) pendekatan massal, contoh : pameran, pemutaran film, siaran pedesaan/TV,
pemasangan poster, pemasangan spanduk, penyebaran bahan bacaan (folder,
leaflet, brosur).

c. Berdasarkan indera penerima digolongan menjadi :
1) yg diterima indera penglihatan, contoh : poster, film, pemutaran slide;
2) yg diterima indera pendengaran, contoh : siaran TV/radio, pidato, ceramah,
hubungan telepon;
3) yg diterima beberap indera, contoh : demonstrasi (cara atau hasil), siaran TV
, pameran.

Jenis-jenis Metode Penyuluhan Pertanian
1). Ceramah
- Ceramah adalah menyampaikan informasi kepada sasaran pada suatu rapat/pertemuan
- Tujuan : menyampaikan informasi yg lengkap & cepat dg penjelasan mendalam
- Teknik pelaksanaan :
a. Isi ceramah disesuaikan dg program/kegiatan penyuluh
b. Siapkan topik yg akan disampaikan sebaik-baiknya
c. Beritahukan kepada peserta tentang topik yg akan dibahas
d. Gunakan alat peraga/alat bantu
e. Beri selebaran utk menambah pengertian & mendalami masalah
f. Sebanyak mungkin sertakan peserta dalam pembahasan masalah
- Manfaat
a. Efektivitasnya tinggi
b. Informasi yg disampaikan dapat lebih mendalam
- Kelemahan
Menjemukan apabila materi ceramah disampaikan dg cara yg kurang baik & tanpa alat peraga

2). Demonstrasi
- Metode demonstrasi adalah menunjukkan suatu cara atau pembuktian suatu hasil usaha tani yg lebih baik secara bertahap
- Tujuan :
a. Meyakinkan petani terhadap suatu cara yg lebih baik &
menguntungkan
b. Menunjukkan hasil suatu cara baru
c. Memperlihatkan suatu keuntungan dari suatu anjuran
d. Memberi kesempatan kepada petani utk berperan aktif
e. Memberi kesempatan kepada petani utk meningkatkan
pengetahuan & ketrampilan secara nyata
- Teknik :
a. Prademonstrasi
* Menentukan isi peragaan
* Mempersiapkan penyajian
b. Pada saat demonstrasi dilaksanakan
* Menempatkan posisi audience/tempat duduk agar dapat
memperhatikan peragaan dg baik
* Setiap langkah proses demonstrasi diperagakan secara hati-hati
* Tuntaskan peragaan tiap langkah sebelum beralih pada peragaan
berikutnya
* Berilah penjelasan mengapa, bagaimana & kapan langkah itu
tepat dilakukan. Tulislah butir-butir inti yg penting dalam papan
tulis
* Peragaan hendaknya mendapat tahapan penjelasan secara lisan atau
dg alat bantu
* Berikan kesempatan pada audience utk mencoba peragaan secara
langsung
* Rangsanglah audience utk bertanya
* Berikan waktu utk berdiskusi
* Berikan rangkuman apa yg telah dilakukan dalam proses peragaan
tersebut
- Jenis Demonstrasi
A. Berdasarkan Materi
a. Demonstrasi Cara
Tujuan : untuk meningkatkan kecakapan & ketrampilan dari
para sasaran
Contoh : pemupukan, penggunaan alat perontok
b. Demonstrasi Hasil
Tujuan : agar sasaran mau & mampu menerapkan teknologi yg
didemostrasi
Contoh : pembuatan pupuk bokasi
c. Demonstrasi Cara & Hasil
Tujuan : Peragaan cara yg memperagakan cara sekaligus hasilnya
agar sasaran memiliki kecakapan & ketrampilan serta
mampu menerapkan dalam usahataninya
B. Berdasarkan Materi & Demonstratornya
a. Demonstrasi Plot Usahatani (Demplot)
Demonstrasi dilakukan secara perorangan dg mengusahakan komoditi
tertentu dg luasan 0,1-0,5 ha atau satu unit usaha peternakan keluarga
b. Demonstrasi Usahatani secara kelompok (Demfarm)
Demonstrasi dilakukan oleh kelompok tani dg luasan 1-5 ha utk komoditi
yg memerlukannya
c. Demonstrasi Usahatani gabungan kelompok (Dem Area)
Demonstrasi dilakukan secara bersama antar kelompok tani dalam satu
wilayah/hamparan
3). Anjangsana/Kunjungan rumah atau tempat usaha
- Adalah kunjungan terencana penyuluh ke rumah/tempat usaha petani
- Tujuan :
a. Penyampaian informasi & atau melakukan bimbingan penerapan teknologi
b. Menjalin keakraban & menumbuhkan kepercayaan petani kepada penyuluh
- Teknis pelaksanaan :
a. Kunjungan sebaiknya dilakukan secara terencana
b. Usahakan agar waktu kunjungan tidak mengganggu petani
c. Bila mungkin siapkan brosur atau bahan lain sebagai bahan informasi
d. Bersikaplah ramah, bersahabat & penuh rasa kekeluargaan
e. Jangan bersikap terlalu resmi atau menggurui
f. Catat : hasil kunjungan, masalah yg dibicarakan & yg belum terpecahkan, pesan petani dalam bentuk risalah
- Manfaat :
a. Membantu memecahkan masalah petani secara langsung
b. Hubungan persahabatan, kekeluargaan, kepercayaan dapat dibina dg baik
c. Mempercepat proses adopsi
- Kelemahan :
a. Memakan banyak waktu & tenaga
b. Jumlah petani yg dapat dikunjungi terbatas karena terbatasnya penyuluh

4). Kursus Tani
Kursus tani merupakan proses belajr mengajar yang khusus diperuntukan bagi petani dan keluarganya yang diselenggarakan secara sistematis, teratur dan dalam jangka waktu tertentu.

5). Magang
Magang merukan proses belajar mengajar anatar petani, dimana seorang petani belajar dari pengalaman kerjanya pada suatu usatani dalam keadaan sesungguhnya di lapangan dengan bimbingan petani yang berhasil menjalankan usahanya.




6). Mimbar sarasehan
Mimbar sarasehan merupakan forum konsultasi antar kelompok andalan dan berkesinambungan untuk membicarakan memusyawarah-kan dan mencapai kesepakatan mengenai hal-hal yang menyangkut masalah-masalah pelaksanaan program pemerintah dan kegiatan petani dalam rangka pembangunan pertanian.

7). Pameran
Pameran merupakan usaha untuk memperhatikan atau mempertunjuk-kan model, contoh, barang, peta, grafik, benda hidup dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu. Suatu pameran melingkupi tiga tahap usaha komunikasi yaitu menarik perhatian, mengguggah hati dan membangkitkan keinginan serta bila memungkin tahap menyakinkan diharapkan dapat juga tercapai

8). Perlombaan
Perlombaan merupakan kegiatan dengan aturan tertentu untuk menumbuhkan persaingan yang sehat antar petani untuk mencapai prestasi yang diinginkan secara maksimal

9). Pertemuan Diskusi
- Adalah pertemuan dg jumlah peserta tidak lebih dari 20 orang, biasanya diadakan utk bertukar pendapat tentang kegiatan yg akan dilakukan atau utk mengumpulakan saran dalam memecahkan masalah
- Tujuan : Mengajak petani membicarakan & memecahkan masalah yg ada
- Teknik :
a. Perlu ditetapkan pemimpin diskusi, penulis & narasumber. Pemimpin & narasumber disesuaikan dg materi yg dibicarakan
b. Semua peserta diberi kesempatan mengemukakan pendapatnya
c. Kesimpulan & sara dibuat diakhir pertemuan & disepakati peserta
- Manfaat :
a. Menumbuhkan kreativitas
b. Menumbuhkan rasa memiliki & bertanggung jawab terhadap kegiatan
- Kelemahan :
a. Kemungkinan utk mendapatkan orang2 yg berpartisipasi baik sulit
b. Keputusan yg diambil kemungkinan tdk dpt memuaskan semua orang

Peranan pemimpin diskusi :
a. Sebagai pengatur lalu lintas :
- Menujukan pertanyaan pada anggota kelompok tertentu
- Menjaga agar tidak semua anggota berbicara serempak tanpa mengindahkan mengambil bagian secara bergilir
- Mencegah dikuasainya diskusi oleh orang tertentu yg gemar berbicara
- Membuka kesempatan kepada orang tertentu yg pemalu atau pendiam agar menyumbangkan ide
- Mengatur tiap pembicaraan dapat ditangkap dg jelas oleh pendengar

b. Sebagai dinding penangkis
Menerima pertanyaan2 dari peserta & dikembalikan pada kelompok sehingga tidak terjadi tanya jawab antara sebagian kecil peserta saja

c. Sebagai penunjuk jalan, langkah yg harus dipahami & dijadikan pedoman adalah :
- Masalah apa yg dihadapi
- Soal penting mana yg terdapat dalam masalah tersebut
- Kemungkinan jawaban yg bagaimanakah yg dapat dirumuskan oleh kelompok diskusi terhadap suatu masalah
- Hal apa & yg mana telah diterima oleh suara terbanyak sebagai persetujuan
- Tindakan apa yg sudah direncanakan, siapa yg meaksanakan & kapan



10). Temu Karya
Temu karya merupakan pertemuan antar petani untuk bertukar pikiran dan pengalaman serta belajar atau saling mengajarkan sesuatu ketrampilan dan pengetahuan untuk diterapkan

11). Temu Lapang
Temu lapang meruapakan pertemuan antara petani dengan peneliti untuk saling tukar menukar informasi tentang tenologi yang dihasilkan oleh peneliti dan umpan baik dari petani.

12). Temu Tugas
Temu tugas merupakan pertemuan berkala antara pengemban fungsi penyuluhan, penelitian pengaturan & pelayanan dalam lingkup pertanian.

13). Temu Usaha
Temu usaha merupakan pertemuan antara petani dengan pengusaha dibidang pertanian

14). Temu Wicara
Merupakan pertemuan petani dg pemerintah utk bertukar pikiran ttg kebijakan pemerintah dalam pembangunan, khususnya pertanian serta mengenai keinginan, gagasan & pelaksanaan pembangunan oleh petani di lapangan.

15). Widyawisata
Merupakan perjalanan bersama yg dilakukan kelompok tani, utk belajar dg melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yg sesungguhnya, atau melihat suatu akibat tidak diterapkannya teknologi di suatu tempat.

16). Karyawisata
Merupakan perjalanan bersama yg dilakukan kelompok tani, untuk belajar sambil bekerja, melihat penerapan teknologi dalam keadaan sesungguhnya.

17). Sekolah Lapang
Merupakan kegiatan pertemuan berkala sekelompok petani pada hamparan tertentu, yg diawali dg membahas masalah yg sedang dihadapi, kemudian diikuti curah pendapat, berbagi pengalaman tentang alternatif & pemilihan cara pemecahan masalah yg paling efektif & efisien sesuai dg sumberdaya yg dimiliki.


Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian
Pertimbangan dalam pemilihan metoda penyuluhan pertanian :
Karakteristik sasaran (tingkat pengetahuan; ketrampilan dan sikap sasaran; kondisi sosial budaya sasaran penyuluhan; banyaknya sasaran yang dicapai).
Sumber daya penyuluh (Ilmu; Keterampilan; Sikap; Materi Penyuluhan; Sarana dan Biaya)
Karakteristik daerah (Musim dan iklim; Keadaan usahatani; Keadaan lapangan)
Kebijaksanaan pemerintah

LANGKAH-LANGKAH PEMILIHAN METODE PENYULUHAN
1. Menghimpun dan Menganalisa Data
a. Sasaran
(1) Golongan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan jumlah
masing-masing golongan dan keseluruhan

(2) Adat kebiasaan, norma-norma dan pola kepemimpinan

(3) Bentuk-bentuk usaha tani sasaran

(4) Ketersedian mereka sebagai demonstrator dan jumlah petani maju

b. Penyuluh dan kelengkapannya
(1) Kemampuan penyuluh, jumlah penyuluh, pengetahuan dan keterampilan
penyuluhan
(2) Materi penyuluhan/pesan
(3) Sarana dan prasarana penyuluhan
(4) Biaya yang ada
c. Keadaan Daerah dan Kebijaksanaan Pemerintah

(1) Musim/Iklim
(2) Keadaan lapangan (topografi), jenis tanah, sistem pengairan dan pertanaman
(3) Perhubungan jalan, listrik dan telepon
(4) Kebijaksanaan pemerintah Pusat dan Daerah
setempat setelah mempunyai data dasar, ditetapkan
tahap penerapan sasaran

2. Menetapkan Alternatif Metode Penyuluhan Pertanian
a. Metode dg pendekatan masal dipergunakan untuk menarik perhatian, menumbuhkan
minat & keinginan, serta memberikan informasi selanjutnya
b. Metode dg pendekatan kelompok dipergunakan untuk dapat memberikan informasi
yg lebih rinci tentang teknologi atau praktek. Membantu seseorang dari tahap
menginginkan ke mencoba atau sampai menerapkan
c. Metode pendekatan perorangan, biasanya sangat berguna dalam tahap mencoba
hingga menerapkan
d. Faktor lain yg memegang peranan adalah masa kerja penyuluh di suatu tempat.
Penyuluh yg belum lama bekerja di suatu daerah perlu mengenal situasi &
kondisi daerah kerjanya yg terbaik adalah pendekatan perorangan.

3. Menetapkan Metode Penyuluhan Pertanian
Apabila lebih dan satu metode penyuluhan yang terpilih, maka pelaksanaannya
dapat di lakukan sebagai berikut :
a. pengulangan: Misalnya kursus tani I diulang dengan yang ke II
dan seterusnya dengan materi yang berlanjut
b. Urutan: Misalnya kursus tani diikuti karyawisata, perlombaan dll
c. Kombinasi: Misalnya pada waktu demontrasi usaha tani
sekali dilaksanakan lomba antar peserta dan publikasi hasil.
Perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Metode penyuluhan pertanian yang ditentukan harus dapat
mengembangkan swakarsa dan swadaya petani sasaran.
b. Metode penyuluhan pertanian yang ditetapkan harus dapat
memungkinkan disampaikannya penyuluhan yang sesuai dengan
sasaran, cukup dalam jumlah dan mutu, tepat sasaran dan waktu,
mudah diterima dan dimengerti, pengguna fasilitas dan media secara
berhasil guna
c. Metode yang digunakan lebih efisien dan efektif bagi penyuluh
d. Harus dapat memungkinkan kelanjutan pelaksanaannya.
e. Harus memungkinkan turut sertanya secara aktif dari sasaran.
f. Biayah yang diperlukan dalam pelaksanaan metode penyuluhan
pertanian yang terpilih relatif lebih murah
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: METODE PENYULUHAN PERTANIAN - 9756people
Info Petani -
ASEAN Biodiversity Outlook
While occupying only three per cent of the earth's surface, the ASEAN region boasts of globally significant terrestrial and marine biodiversity that include an astonishing 18 percent of all species assessed by the International Union for Conservation of Nature (IUCN). It has the most diverse coral reefs in the world and is home to the mega-diverse countries of Indonesia, Malaysia and the Philippines. The region also spans several unique bio-geographical units such as Indo-Burma, Malaysia, Sunda land, Wallacea, and the Central Pacific.

To protect this richness, the 10 ASEAN Member States, all Parties to the Convention on Biological Diversity (CBD), committed themselves in 2002 to the 2010 Biodiversity Target: "the achievement by 2010 of a significant reduction of the current rate of biodiversity loss at the global, regional and national levels as a contribution to poverty alleviation and to the benefit of all life on earth." This report, the ASEAN Biodiversity Outlook, confirms that the region, like the rest of the world, is increasingly losing biodiversity at an alarming rate within various ecosystems - forest, agro-ecosystems, peatlands, freshwater, mangroves, coral reefs and seagrass.

The region's biodiversity report card confirms the findings of the Third Global Biodiversity Outlook that the world failed to meet the target of significantly reducing biodiversity loss by 2010:

• The growing population's dependence on timber, fuel wood, and other forest products, as well as the conversion of forests into agricultural and industrial lands, are taking their toll on the region's forests. Already, Southeast Asian countries had lost a total of 555,587 square kilometers of forests between 1980 and 2007.

• While the ASEAN region is gifted with immense mangrove resources, it nonetheless suffers the highest rates of mangrove losses in the world. An area of 628 square kilometers of mangrove got stripped away each year throughout the last couple of decades. In 1980, the estimated regional total mangrove area was 63,850 square kilometers. As of 2005, this whittled down to 46,971 square kilometers for an aggregate decline of about 26 per cent within a 25-year period.

• There has been a general decline in coral reefs in the ASEAN region between 1994 and 2008. Although the region hosts the largest coral reef areas in the world, it also has the highest rate of loss, which today stands at 40 per cent.
• Bottom-trawling, extensive coastline destruction and modification, decline in coastal water quality, and human-induced development have endangered seagrass beds in the ASEAN region. Indonesia, the Philippines, Singapore and Thailand have each experienced from 30 up to 50 per cent losses of seagrass habitats, compounded by the fact that the loss figures for other Southeast Asian countries remain largely unknown.

The Outlook underscores that the drivers of biodiversity loss continue to intensify. The key drivers of biodiversity loss in the ASEAN region include ecosystems and habitat change, climate change, invasive alien species, over-exploitation (as a result of deforestation and land-use and water-use change, as well as wildlife hunting and trade for food), pollution and poverty.

In terms of addressing the drivers and threats to biodiversity loss, the ASEAN region remains slow in delivering progress, particularly in preventing invasive alien species, addressing the impact of biodiversity to species and ecosystems, and abating pollution and the exploitation of forests and wetlands. But the ASEAN region registered significant pockets of success stories. Progress has been made in expanding the coverage of terrestrial and marine protected areas.

The ASEAN Member States prioritized protecting major ecosystems and habitats through regional initiatives focusing on huge, biologically rich and critical ecosystems. Biodiversity corridors covering trans-boundary protected areas, for example, have been launched and initiated. Networks of protected areas such as the ASEAN Heritage Parks were given special attention. The countries also shored up efforts to further develop capacities and expand the network of wildlife law enforcers.

The Outlook for the ASEAN region is summarized as follows:

• Terrestrial ecosystems - The region's forest ecosystems and agro-ecosystems shall continue to play the crucial role of providing ecological stability to the ASEAN countries and globally.

Both, however, face numerous pressures. Addressing the pressures on these two ecosystems is critical for ASEAN. It will entail taking multiple measures that should be linked to enhancing the productivity from existing crop and pasture lands, reducing post-harvest losses, sustainable forest management and changing excessive and wasteful consumption.

• Inland water ecosystems - Inland water ecosystems in the ASEAN region are considered to be high value areas.

These cover wetlands, peatlands and freshwater bodies. Unfortunately, these ecosystem functions are often undervalued, consequently placing the rich biodiversity resources in these areas at imminent risk. As many of these areas are the initial frontiers for conversion for development expansion, there will be an increasing need for an integrated management of the ecosystems. By approaching the development of these areas in such a manner, the potential negative impacts from competing pressures can be minimized or averted.

• Marine and coastal ecosystems - Marine and coastal ecosystems are considered as one of the most valuable natural assets of the ASEAN region.

They, however, are faced with multiple pressures that may affect their ability to supply food, functional buffer zones for natural weather disturbances, and livelihood for communities. There is an urgent need to establish marine protected areas (MPAs) and MPA networks, as well as promulgate policies that allow marshes, mangroves and other coastal ecosystems to persist and even migrate inland to make these ecosystems more resilient to the impact of sea level rise, and thus help protect the vital services they provide.

The ASEAN region, as with the entire global community, has to move forward in collectively achieving the Biodiversity Target beyond 2010. Clearly, ASEAN Member States have to exert greater effort to inch their way toward achieving the biodiversity targets set for the region.

Ways forward have to be explored in order to successfully do this. There is a need to:
• Target efforts to critical areas and ecosystems
• Mainstream biodiversity in the national development process
• Connect biodiversity management with climate change efforts
• Take pride on the current efforts and building on them for designing future efforts
• Support efforts that will lead to the adoption of the access and benefit-sharing regime in the region.

The ASEAN Member States have already taken numerous steps in addressing biodiversity loss. The challenge is to push the envelop further, mindful that striking a balance between having a healthy life, secured livelihood and prosperity coupled with protected biodiversity resources and ecosystems is achievable if humans put their hearts into it.

Source: ASEAN Center for Biodiversity

Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: ASEAN Biodiversity Outlook - 9756people
Info Petani -
STANDARISASI P4S
Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) sebagai kelembagaan pelatihan pertanian yang dibangun, dimiliki, dan dikelola oleh petani, baik secara perorangan maupun kelompok adalah salah satu bentuk nyata partisipasi aktif petani dalam proses pembangunan pertanian melalui peningkatan jiwa dan semangat kewirausahaan
agribisnis, penyebaran informasi dan teknologi, kepada petani dan masyarakat lainnya.
Untuk melindungi keberadaan serta mengembangkan P4S yang sudah berjalan baik, maka diperlukan pembinaan yang terencana, teratur, dan berkesimbungan. Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian cq. Pusat Pengembangan Pelatihan Pertanian bersama UPT Pelatihan pertanian pusat/daerah, pengurus pusat Forum
Komunikasi (FK) P4S nasional maupun daerah sepakat melakukan upaya pembinaan P4S secara strategis dan konseptual melalui penyelenggaraan Standarisasi, dan
akreditasi P4S.


Standarisasi, dan akreditasi P4S dimaksudkan untuk menentukan kualifikasi kelembagaan dan tingkat kelayakan P4S, sehingga diperoleh dasar yang tepat dalam menentukanlangkah-langkah pengembangannya serta salah satu bentuk pengakuan formal P4S.

Standarisasi P4S dilaksanakan berdasarkan criteria atau tolok ukur persyaratan minimal yang harus dipenuhi untuk menentukan klasifikasi P4S. Persyaratan minimal yang harus dipenuhi untuk suatu P4S adalah sebagai berikut:
1. Memiliki lahan/obyek usaha tani/obyek industri perdesaan di bidang pertanian/agribisnis yang layak dicontoh, ditiru, dan dipelajari oleh petani atau masyarakat lainnya. Jenis materi tersebut antara lain: manajemen usahatani; teknologi budidaya, penanganan panen, dan pengolahan pasca panen; pemasaran; pengembangan usaha; kecakapan hidup (Life Skills); serta materi lainnya.
2. Melayani kegiatan masyarakat untuk berkunjung, berkonsultasi, belajar,dan atau berlatih. Bentuk pelayanan direncanakan, dilaksanakan, serta dievaluasi sesuai kaidah normatif dan berdasarkan kesepakatan antara pengelola dengan pengguna.
3. Memiliki sarana/prasarana yang memenuhi standar minimal sesuai bidang usahataninya.



4. Memiliki tempat akomodasi bagi peserta, baik di rumah petani pengelola maupun tempat lain di sekitarnya.
5. Memiliki tempat bertatap muka dan belajar.
6. Memiliki rencana kegiatan berlatih-melatih secara tertulis.6
7. Memiliki fasilitator, pelatih, serta tenaga asistensi lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung manajemen penyelenggaraan pelatihan.
8. Memiliki struktur organisasi kepengurusan P4S yang dilengkapi dengan rincian tugas fungsi, serta tanggung jawab masing-masing secara jelas.
9. Memiliki sumber dana yang diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan program-program pembelajaran/ pelatihan di P4S, dapat berasal dari: dana swadana,
pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga/In-stansi terkait, perusahaan/industri.
10. Memiliki pembukuan administrasi umum P4S, terdiri dari : buku tamu; inventarisasi barang; buku agenda surat masuk dan keluar; buku daftar peserta pelatihan; stempel; buku notulen rapat; buku daftar anggota binaan; buku nota kerjasama/kemitraan dan adminis-trasi keuangan.
11. Memiliki buku-buku modul pembelajaran, materi/kurikulum pelatihan dan sertifikat pelatihan.

12. Memasang papan nama P4S lengkap dengan alamat.
13. Mempunyai program kerja P4S jangka pendek dan jangka tahunan.
14. Memiliki Bagan struktur organisasi P4S,

Sumber photo: Ir. Lindung Widyaiswara Bapeltan Jambi dan Photo pribadi
SUMBER : BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PERTANIAN PUSAT PENGEMBANGAN PELATIHAN PERTANIAN 2007
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: STANDARISASI P4S - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit