728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Plus Minus Pestisida Nabati (Alami)


Tembakau, bahan insektisida yang ampuh.
Beberapa dekade terakhir ini, dunia pertanian diramaikan dengan program green revolution, kembali ke alam, atau organic farming. Hal ini dipicu oleh proteksi beberapa negara (terutama eropa) yang melarang produk-produk pertanian yang mengandung pestisida masuk ke negaranya. Statistik kesehatan di negara mereka telah mencatat betapa banyak pasien rumah
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Plus Minus Pestisida Nabati (Alami) - 9756people
Info Petani -
Khasiat Sarang Semut

Secara empiris Sarang Semut telah terbukti dapat menyembuhkan beragam penyakit ringan dan berat, seperti kanker dan tumor, asam urat, jantung koroner, wasir, TBC, migrain, rematik dan leukemia.

Penyakit yang Dapat Disembuhkan oleh Sarang Semut

Secara empiris Sarang Semut telah terbukti dapat menyembuhkan beragam penyakit ringan dan berat, seperti kanker dan tumor, asam urat, jantung koroner, wasir, TBC, migrain, rematik dan leukemia.

Mengenai mekanisme kerja kandungan senyawa aktif Sarang Semut dalam mengobati berbagai penyakit tersebut memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dan kemungkinan senyawa aktif yang berperan menaklukkan penyakit tersebut dijelaskan sebagai berikut.
Kanker dan Tumor

Jenis-jenis kanker dan tumor, baik jinak maupun ganas, yang dapat disembuhkan dengan Sarang Semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat, serta kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.

Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker/tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.
Gangguan Jantung, Terutama Jantung Koroner

Hingga kini mekanismenya memang belum jelas, tetapi kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan berbagai macam penyakit/gangguan jantung ada kaitannya dengan kandungan multi-mineral Sarang Semut, terutama kalsium dan kalium.
Stroke Ringan Maupun Berat

Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.
Ambeien (Wasir)

Kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan ambeien (Wasir) berkaitan dengan kandungan flavonoid dan taninnya yang tinggi. Kedua golongan senyawa ini dalam beberapa penelitian memang sudah terbukti dapat mengobati wasir.
Benjolan-Benjolan Dalam Payudara

Yang dimaksud dengan benjolan-benjolan pada payudara adalah pembengkakan bukan tumor (non-neoplasma). Diduga kuat mekanisme penyembuhannya serupa dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut.
Gangguan Fungsi Ginjal dan Prostat

Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta multi-mineral yang ada dalam Sarang Semut.
Haid dan Keputihan

Proses pengobatan untuk keputihan dan melancarkan haid ada kaitannya dengan kandungan flavonoid, tanin, dan multi-mineralnya, terutama kalsium dan seng.
Melancarkan Peredaran Darah

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut memiliki peranan penting dalam melancarkan peredaran darah.
Migrain (Sakit Kepala Sebelah)

Untuk pengobatan migrain berkaitan dengan fungsi kandungan flavonoid dan multi-mineral dalam Sarang Semut, khususnya kalsium, natrium, dan magnesium.
Penyakit Paru-Paru (TBC)

Pengobatan TBC terkait dengan peranan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut yang berfungsi sebagai antivirus.
Rematik (Encok)

Ini terkait dengan kemampuan flavonoid sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase dan antioksidan serta tokoferol sebagai antioksidan dan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.
Gangguan Alergi Hidung, Mimisan, Bersin-Bersin

Senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap gangguan ini adalah antioksidan (tokoferol dan flavonoid) dan tanin.
Sakit Maag (Lambung)

Seperti halnya TBC, yang berperan dalam pengobatan maag adalah flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut sebagai antibakteri.
Manfaat Tambahan Sarang Semut

Selain telah terbukti secara empiris dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti tersebut di atas, Sarang Semut juga dapat digunakan untuk untuk melancarkan dan meningkatkan ASI, memulihkan gairah seksual, dan memulihkan serta menjaga stamina.
Melancarkan dan Meningkatkan ASI

Kandungan multi-mineral dari tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam melancarkan dan meningkatkan produksi ASI, mempercepat proses pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan, dan memulihkan bagian kewanitaan (sari rapet).
Memulihkan Gairah Seksual

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dari tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan gairah seksual ini.
Memulihkan Stamina Tubuh

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dalam tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam memulihkan kesegaran dan stamina tubuh.

(Sumber: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Khasiat Sarang Semut - 9756people
Info Petani -
Budidaya Padi IR-66

Secara umum budidaya padi varietas IR-66 sama dengan budidaya padi sawah/padi gogo rancha secara umum, karena padi varietas IR-66 cocok ditanam di lahan sawah beririgasi dan di lahan kering berupa padi gogo ranca.

Secara umum budidaya padi varietas IR-66 sama dengan budidaya padi sawah/padi gogo rancha secara umum, karena padi varietas IR-66 cocok ditanam di lahan sawah beririgasi dan di lahan kering berupa padi gogo ranca.

Lahan yang akan ditanam dengan padi varietas IR-66 tentunya dipersiapkan sebaik mungkin, karena varietas IR-66 dapat ditanam di daerah sawah berpengairan irigasi ataupun lahan kering berupa padi gogo ranca maka dalam mempersiapkan dan mengolah tanahnya harus memperhatikan apakah varietas IR-66 tersebut akan ditanam di lahan sawah beririgasi atau di lahan kering.

Jika lahan yang akan diusahakan padi varietas IR-66 adalah lahan sawah berpengairan irigasi, maka pengolahannya tentunya dilakukan dua kali; pertama pengolahan tanah secara kasar/membalikkan tanah yang mana terlebih dahulu air yang ada di lahan sawah dikeringkan sehingga pengolahan tanah secara kasar ini dapat dilakukan dengan baik.

Pengolahan tanah dapat menggunakan cangkul, bajak sapi ataupun hand traktor untuk lahan yang luas. Setelah dilakukakan pembalikan tanah/pengolahan tanah kasar sebaiknya tanah yang telah diolah itu dibiarakan dulu sehingga proses penguraian unsur fisik dan hara serta hama penyakit yang ada pada tanah dapat terurai oleh panasnya matahari. Selanjutnya dilakukan pengolahan tanah tahap kedua dengan jalan menghancurkan dan meratakan tanah yang dibalik pada tahap pertama, tujuan dari pengolahan tahap kedua ini untuk meratakan dan memperbaiki struktur tanah.

Selanjutnya jika tanah yang diusahakan untuk pertanaman padi varietas IR-66 adalah lahan kering (padi gogo rancha) maka pengolahan tanah pada prinsipnya dilakukan dua kali juga yaitu; pertama pembalikan tanah/pengolahan tanah kasar dan pengolahan kedua pengerataan dan penghalusan. Hanya pada pengolahan tanah lahan kering mulai dilakukan pengolahan tanah pertama diupayakan pada awal musim hujan maksudnya supaya pada pembalikan tanah/pengolahan tanah kasar telah terdapat air yang butuhkan untuk pengolahan tersebut. Selanjutnya pada pengolahan tanah kedua diharapkan air hujan sudah lebih banyak tersedia/turun.

Pada waktu pengolahan tanah pertama dilakukan juga pengolahan tanah untuk pembibitan/persemaian benih, adapun luas persemaian bibit seluas lebih kurang 4% dari luas lahan yang akan ditanami padi tersebut, misalnya luas lahan sawah yang akan ditanam padi varietas IR-66 seluas 1ha maka luas persemaian benih padi lebih kurang seluas 400 meter2 . Benih padi varietas IR-66 diusahakan yang berasal dari benih yang bersertifikat label biru sehingga kualitas dan daya tumbuhnya terjamin.

Sebelum benih disemaikan terlebih dahulu benih dimasukkan kedalam air garam (30g garam dapur dimasukkan dalam satu liter air, penambahan air dan garam disesuaikan dengan perhitungan tersebut, contoh bila air dimasukkan dalam ember 10 liter maka garam dimasukkan sebanyak 300g. Selanjutnya benih dimasukkan dalam air yang telah bercampur garam, bila ada benih yang mengapung maka benih padi tersebut dibuang dan benih yang tenggelam dijadikan sebagai benih yang akan ditebar.

Tempat persemaian benih sebaiknya ditebari dengan pupuk kandang 2kg/m2 agar pada saat pencabutan kelak menjadi lebih mudah. Benih ditebar secara merata dan tidak saling menindih di tempat persemaian dengan bedeng ukuran panjang 10 m-20 m, lebar 1,0 m – 1,2 m, tinggi bedengan 5 cm – 10 cm dari pemukaan tanah. Tanaman dipindah ke persawahan/ke lahan padi gogo sebaiknya pada umur muda (10 hari setelah sebar – 21 hari setelah sebar) agar anakannya menjadi optimal.

Cara menanam bisa dengan cara tanam tegal atau cara tanam legowo dengan jarak tanam; tegal 20 cm x 20 cm atau 22 cm x 22 cm sedangkan legowo 10 cm x 20 cm atau 12,5 cm x 25 cm. Berdasarkan pengalaman di lapangan di Jawa Barat, di Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan cara tanam legowo mendapatkan peningkatan hasil gabah lebih besar 6% -26,6% dibanding cara tanam tegal.

Pada umumnya bibit padi yang ditanam di lahan usahatani padi ada yang layu/mati atau kurang baik pertumbuhannya maka agar diperoleh populasi tanaman yang optimal yang diinginkan untuk mendapatkan produksi yang tinggi maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan dilakukannya penyulaman sebanyak satu kali yaitu lebih kurang satu minggu setelah dilakukan penanaman. Adapun bibit yang digunakan untuk penyulaman adalah sisa bibit yang masih ada dipersemaian.

Pemupukan dilakukan untuk mendapatkan produksi padi yang optimal, setiap lahan usahatani membutuhkan pupuk yang berbeda-beda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya hal ini dikarenakan kesuburan tanah yang satu dengan yang lainnya juga berbeda-beda. Sebaiknya sebelum melakukan pemupukan dilakukan pengujian hara tanah sawah atau pengujian hara tanah kering dengan jalan ini akan diketahui kebutuhan pupuk yang perlu ditambah sehingga diperoleh kebutuhan yang maksimum untuk padi tersebut.

Secara umum pemberian pupuk pada umur tanaman 7-10 hari setelah tanam diberikan urea sebanyak 75 kg, SP-36 sebanyak 100 kg dan KCL 50 kg untuk setiap hektar. Pupuk urea perlu diberikan sebanyak 3 kali, agar pemberian pupuk N menjadi lebih efesien terserap oleh tanaman padi. Bila diperlukan diberi tambahan urea sebanyak 50 kg/ha pada tanaman saat 105 berbunga. Sedangkan pemberian pupuk KCL dilakukan 2 kali agar proses pengisian gabah menjadi lebih baik bila dibandingkan hanya pemberian sekaligus. Diharapkan dalam pemupukan ini menggunakan pupuk yang berimbang antara pupuk anorganik dengan pupuk organik (kompos atau pupuk kandang).

Secara umum tanaman padi memerlukan banyak hara N bila dibandingkan hara P ataupun K, karena hara N berfungsi sebagai sumber tenaga dan kekuatan untuk pertumbuhan tanaman, pembentukan anakan, bahan klorofil untuk proses asimilasi yang pada akhirnya memproduksi pati untuk pertumbuhan dan pembentukan gabah. Jadi jika tanaman padi kekurangan unsur N maka produksi padi yang diperoleh akan rendah juga. Sedangkan hara P berfungsi sebagai sumber tenaga untuk memenuhi kualitas hidup tanaman seperti keserempakan tumbuh, masak bersama dan kekuatan berdirinya batang tanaman.

Penyiangan untuk lahan persawahan pada umumnya lebih mudah dibanding lahan kering karena pada lahan sawah waktu pengolahan tanah kedua rumput sudah dibenamkan dan pertumbuhan padi pada lahan sawah lebih cepat. Pertanaman padi diusahakan bebas dari tumbuhan rumput liar atau gulma untuk itulah perlu dilakukan upaya penyiangan. Penyiangan sebaiknya dilakukan 2 kali yaitu pertama pada umur tanaman 3 minggu dan penyiangan kedua dilakukan pada saat tanaman padi berumur 5 minggu.

Pada saat penyiangan itu perlu dilakukan penggemburan tanah di sekitar larikan/barisan tanaman padi dan diupayakan jangan sampai melukai akar tanaman padi. Tujuan dari penyiangan padi saat umur 3 minggu dan 5 minggu adalah supaya tidak menganggu pembentukan malai pada saat penyiangan, selain itu setelah penyiangan itu maka rumpun dan daun padi sudah lebat sehingga pertumbuhan rumput pengganggu sudah terhambat.
Sebaiknya pada saat penyiangan dilakukan rumput atau gulma yang dicabut dibenamkan ke dalam tanah sehingga gulma tersebut menjadi pupuk organik yang dapat menjadi unsur hara pada tanaman musim berikutnya.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Budidaya Padi IR-66 - 9756people
Info Petani -
Khasiat Dibalik Asam Manis Sirsak

Sirsak ternyata bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pengobatan. Berbagai manfaat buah sirsak dipercaya bermanfaat untuk terapi. Sirsak bisa untuk pengobatan batu empedu, asam urat dan meningkatkan nafsu makan.

Dr. Rizali H. Nasution menjelaskan, sirsak memiliki kandungan vitamin yang lengkap, mineral, protein, juga karbohidrat (pati). Buah ini dipuji juga karena kandungan kalsium, zat besi, dan fosfor yang tinggi. Seratnya yang tinggi sangat baik untuk melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit.

Kandungan nutrisi buah sirsak memang cukup banyak. Dalam setiap 100 gram buah, terdapat Energi 65,00 kal, zat besi 0,60 mg, protein 1,00 gr, vitamin A 1,00 RE, lemak 0,30 gr, vitamin B1 0,07 mg, karbohidrat 16,30 gr, vitamin B2 0,04 mg, kalsium 14,00 mg, vitamin C 20,00 mg, fosfor 27,00 mg dan nacin 0,70 mg, Serat 2,00 gr.

Sumber :
TRIBUNnews.com – Sel, 20 Sep 2011
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Khasiat Dibalik Asam Manis Sirsak - 9756people
Info Petani -
Metode Evaluasi Partisipatif dengan PRA (Participatory Rural Apraisal)
Model pembangunan yang selama ini dikembangkan di Indonesia bercorak top-down approach, sehingga menempatkan masyarakat sebagai obyek pembangunan. Karena pendekatakan pembangunan yang demikian telah menempatkan masyarakat pada posisi marjinal, tidak berdaya dan pada akhirnya menjadi beban pemerintah sendiri ketika telah kehabisan sumberdayanya. Oleh karenanya diperlukan pendekatan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai subyek pembangunan.



A. Makna Partisipatif

merupakan metode atau cara perencanaan yang melibatkan serta memfungsikan kelembagaan masyarakat secara nyata di dalam menyusun perencanaan pembangunan. Dengan cara ini diharapkan masyarakat mau dan mampu melaksanakan, memelihara, dan menindak-lanjuti hasil-hasil pembangunan.


Diharapkan dengan menggunakan dan melaksanakan metode partisipatif ini dapat mengidentifikasi semua permasalahan dan potensi yang ada di suatu wilayah, Serta dapat diperoleh suatu gambaran umum wilayah tersebut dan aspek-aspek kehidupan masyarakat yang perlu mendapat perhatian khusus dalam melaksanakan pembangunan di desa.

Sebagai suatu tujuan, partisipasi akan menghasilkan pemberdayaan, yakni setiap orang berhak menyatakan pendapat dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kehidupannya. Dengan demikian partisipasi merupakan alat dalam memajukan ideologi atau tujuan-tujuan pembangunan yang normatif, seperti keadilan sosial, persamaan hak, dan demokrasi. Oleh karena itu sebagai alternatifnya, partisipasi ditafsirkan sebagai alat untuk mencapai efisiensi dalam manajemen proyek, atau sebagai alat dalam melaksanakan kebijakankebijakan.

Sebagai implikasinya, partisipasi menyangkut pula strategi manajemen, yang dapat digunakan oleh negara dalam mencoba untuk memobilisasi sumber daya-sumber daya yang dimilikinya.

Sementara munculnya P.R.A. antara lain dilatarbelakangi oleh kritik para aktivis pengembangan dan pemberdayaan masyarakat terhadap penelitian ‘klasik’ yang lebih banyak memposisikan masyarakat sekedar sebagai obyek penelitian. Penelitian dalam P.R.A. tidak hanya entitas yang berdiri sendiri, melainkan ditanggapi sebagai bagian yang integral dalam proses keseluruhannya. Cakupan P.R.A. bukan hanya terdiri dari riset, melainkan juga perencanaan (partisipatif), monitoring, dan evaluasi.

B. Ciri Khusus Evaluasi dengan metode Partisipatif

Ciri khusus perencanaan partisipatif dapat dilihat dari adanya peran serta masyarakat dalam proses pembangunan desa. Adapun ciri-ciri perencanaan partisipatif antara lain sebagai berikut :

Adanya hubungan yang erat antara masyarakat dengan kelembagaan secara terus-menerus.
Masyarakat atau kelompok masyarakat diberi kesempatan untuk menyatakan permasalahan yang dihadapi dan gagasan-gagasan sebagai masukan berharga.
Proses berlangsungnya berdasarkan kemampuan warga masyarakat itu sendiri.
Warga masyarakat berperan penting dalam setiap keputusan.
Warga masyarakat mendapat manfaat dari hasil pelaksanaan perencanaan.

C. Teknik Evaluasi Perencanaan dengan PRA (Participatory Rural Appraisal)

Lahirnya metode partisipasi masyarakat dalam pembangunan dikarenakan adanya kritik bahwa masyarakat diperlakukan sebagai obyek, bukan subyek. Metode Participatory Rural Appraisal (PRA) merupakan perkembangan dari metode-metode terdahulu, diantaranya RRA (Rapid Rural Appraisal) oleh Chambers (1992).

Pengertian

Evaluasi adalah penilaian yang diperlukan untuk menghasilkan informasi mengenai kinerja kebijakan atau usaha untuk mengetahui seberapa jauh suatu kebijakan/ program/ proyek memberikan manfaat

Appraisal adalah evaluation research. Yaitu untuk menilai konsep dan design suatu kebijakan/program/proyek yang akan dilaksanakan.

Teknik evalausai ini digunakan sebgai alat penguji proposal suatu kebijakan/ program/ proyek sebelum disetujui dan dijalankan. Jadi evaluasi yang ilakaukan sebelum kebijakan itu dijalankan.

Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan (PRA) adalah pendekatan dan metode yang memungkinkan masyarakat secara bersama-sama menganalisis masalah kehidupan dalam rangka merumuskan perencanaan dan kebijakan secara nyata. Metode dan pendekatan ini semakin meluas dan diakui kegunaannya ketika paradigma pembangunan berkelanjutan mulai dipakai sebagai landasan pembangunan di negara-negara sedang berkembang. Dalam paradigma pembangunan berkelanjutan, manusia ditempatkan sebagai inti dalam proses pembangunan. Manusia dalam proses pembangunan tidak hanya sebagai penonton tetapi mereka harus secara aktif ikut serta dalam perencanaa, pelaksanaan, pengawasan dan menikmati hasil pembangunan. Metode dan pendekatan yang tampaknya sesuai dengan tuntutan paradigma itu adalah metode dan pendekatan yang partisipatif.

Slamet (2003 : 11) menegaskan bahwa usaha pembangunan pedesaan melalui proses perencanaan partisipasi perlu didekati dengan berbagai cara yaitu : (1) penggalian potensi-potensi dapat dibagung oleh masyarakat setempat, (2) pembinaan teknologi tepat guna yang meliputi penciptaan, pengembangan, penyebaran sampai digunakannya teknologi itu oleh masyarakat pedesaan, (3) pembinaan organisasi usaha atau unit pelaksana yang melaksanakan penerapan berbagai teknologi tepat guna untuk mencapai tujuan pembangunan, (4) pembinaan organisasi pembina/pendukung, yang menyambungkan usaha pembangunan yang dilakukan oleh individu-individu warga masyarakat pedesaan dengan lembaga lain atau dengan tingkat yang lebih tinggi (kota, kecamatan, kabupaten, propinsi, nasional), (5) pembinaan kebijakan pendukung, yaitu yang mencakup input, biaya kredit, pasaran, dan lain-lain yang memberi iklim yang serasi untuk pembangunan.

Perencanaan partisipasi harus dilakukan dengan usaha :

perencanaan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang nyata (felt need),
dijadikan stimulasi terhadap masyarakat, yang berfungsi mendorong timbulnya jawaban (response),
dijadikan motivasi terhadap masyarakat, yang berfungsi membangkitkan tingkah laku (behavior).

Dalam perencanaan yang partisipatif (participatory planning), masyarakat dianggap sebagai mitra dalam perencanaan yang turut berperan serta secara aktif baik dalam hal penyusunan maupun implementasi rencana, karena walau bagaimanapun masyarakat merupakan stakeholder terbesar dalam penyusunan sebuah produk rencana dan kebijakan.

Mengapa PRA

Adanya kritik terhadap pendekatan Pembangunan yang “ top down “ – selama ini program peembangunan masyarakat lebih banyak direncanakan oleh lembaga penyelenggara program tanpa melibatkan secara langsung warga masyarakat yang menjadi sasaran
Munculnya Pemikiran tentang Pendekatan Partisipatif, Beragam pemikiran tentang pendekatan pengembangan program yang lebih Partisipatif., Apabila masyarakat dapat dilibatkan secara berarti dalam keseluruhan proses program, selain program itu menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan rasa kepemilikan warga masyarakat terhadap program lebih tinggi.
PRA sebagai pendekatan Alternatif, Kebutuhan adanya metode kajian keadaan masyarakat yang mudah dilakukan untuk pengembangan programn yang benar benar menjawab kebutuhan masyarakat setempat, Kebutuhan adanya pendekatan program pembangunan yang ebrsifat kemanusiaan dan berkelanjutan.

Manfaat dan Tujuan

Tujuan Praktis adalah menyelenggarakan kegiatan bersama masyarakat untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan praktis dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus sebagai sarana proses belajar tersebut.

Manfaat Peningkatkan peran serta masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Karena pembangunan itu nantinya diperuntukan bagi masyarakat itu sendiri.

Prinsip PRA

1. Saling belajar dari kesalahan dan berbagi pengalaman dengan masyarakat

Prinsip dasar PRA bahwa PRA adalah dari, oleh, dan untuk masyarakat. Ini berarti bahwa PRA dibangun dari pengakuan serta kepercayaan masyarakat yang meliputi pengetahuian tradisional dan kemampuan masyarakat untuk memecahkan persoalannya sendiri.

2. Keterlibatan semua anggota kelompok, menghargai perbedaan dan informal

Masyarakat bukan kumpulan orang yang homogen, namun terdiri dari berbagai individu yang mempunyai masalah dan kepentingan sendiri. Kegiatan PRA dilaksanakan dalam suasana yang luwes, terbuka, tidak memaksa, dan informal.

3. Orang luar sebagai fasilitator dan masyarakat sebagai pelaku

Konsekuensi dari prinsip pertama, peran orang luar hanyasebagai fasilitator, bukan sebagai pelaku, guru, penyuluh, instruktur, dll.

4. Konsep triangulasi

Untuk bisa mendapatkan informasi yang kedalamannya dapat diandalkan, bisa digunakan konsep triangulasi yang merupakan bentuk pemeriksaan dan pemeriksaan ulang (check and recheck). Triangulasi dilakukan melalui penganekaragaman keanggotaan tim (disiplin ilmu), sumber informasi (latar belakang golongan masyarakat, tempat), dan variasi teknik.

5. Optimalisasi hasil

kuantitas dan akurasi informasi sangat diperlukan agar jangan sampai kegiatan yang berskala besar namun biaya yang tersedia tidak cukup.

6 Berorientasi praktis

Orientasi PRA adalah pemecahan masalah dan pengembangan program. Dengan demikian dibutuhkan penggalian informasi yang tepat dan benar agar perkiraan yang tepat akan lebih baik daripada kesimpulan yang pasti tetapi salah, atau lebih baik mencapai perkiraan yang hamper salah daripada kesimpulan yang hampir benar.

7. Keberlanjutan program

Pengenalan masyarakat bukan usaha yang sekali kemudian selesai, namun merupakan usaha yang berlanjut. Bagaimanapun juga program yang mereka kembangkan dapat dipenuhi dari prinsip dasar PRA yang digerakkan dari potensi masyarakat.

8. Mengutamakan yang terabaikan

Prinsip ini dimaksudkan agar masyarakat yang terabaikan dapat memperoleh kesempatan untuk berperan dan mendapat manfaat dalam kegiatan program pembangunan. dengan mengutamakan golongan paling miskin agar kehidupannya dapat meningkat.

9. Pemberdayaan (Penguatan) masyarakat

Kemampuan masyarakat ditingkatkan melalui proses pengkajian keadaan, pengambilan keputusan, penentuan kebijakan, peilaian dan koreksi terhadap kegiatan yang dilakukan.

10. Santai dan informal

Penyelenggaraan kegiatan PRA bersifat luwes, tidak memaksa, dan informal sehingga antara orang luar dan masyarakat setempat terjalin hubungan yang akarab, orang luar akan berproses masuk sebagai anggota masyarakat.

11. keterbukaan



Kendala PRA

metode dan teknik dalam PRA terus berkembang, sehingga sangat sulit untuk memberikan definisi final tentang PRA.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Metode Evaluasi Partisipatif dengan PRA (Participatory Rural Apraisal) - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit