728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Indonesian’s bird flu commission recommends more robust AI Vaccination campaign
The head of Indonesia’s bird flu coordinating committee on June 14, 2007 recommended a more robust vaccination program and other steps to bring avian influenza under control in the bird population. Mr. Bayu Krisnamurthi announced the new recommendations following two days of consultations with international experts in Jakarta.

“We have learned a lot in the past several years about controlling the virus and we must use what we have learned to improve and expand the Al program to ensure that communities across this vast archipelago are no longer at risk” said Bayu Krisnamurthi, Chief Executive of Indonesia’s National Coordinating Committee for Avian Influenza Control and Pandemic Influenza Preparedness(KOMNAS FBPI). Mr. Krisnamurthi said that while vaccination is occurring in many areas, as few as 25% are properly vaccinated in rural and backyard farms. He said the new recommendations would improve the effectiveness of the vaccination program.

Mr.Krisnamurthi said that at present, three vaccine strains should be used (inactivated homologous oil-based-emulsion H5N1, or heterologous H5N2 or H5N9). He called for an integrated vaccination program that clearly outlines every step of the process including selecting vaccine, logistics, and human resources. The effectiveness of vaccine is another crucial issue that will be addressed.

“It is vital that all vaccines used are approved by the Department of Agriculture and given to healthy poultry under the supervision of a veterinarian. A successful vaccination program must be well funded with qualified vaccinators and logistical support,” said Mr. Krisnamurthi.

All vaccines should be registered and authorized by the Ministry of Agriculture.
Other areas that need to be addressed include linking vaccination with bio-security, expanding vaccination programs to include chickens as well as well as other birds, and targeting vaccination campaigns in high-risk areas. He stressed that only healthy flocks should be vaccinated, under the guidance of a veterinarian.

The vaccine used and the vaccination process will have to be revaluated over time according to the development of the virus in the field, he said.
Following expert consultations, Mr. Krisnamurthi said it is clear that more work is needed in other areas as well, such as strengthening and expanding animal health services, restructuring the poultry industry from production through to retail sales. Experts pledged to continue to work with the Government of Indonesia and support KOMNAS FBPI to control the virus in poultry and reduce the threat of a pandemic.

“The ability of the H5N1 virus to cause human disease and death and the potential for the emergence of a major human influenza pandemic virus has dramatically increased official concerns,” said Laurence Gleeson, Regional Head of the Emergency Center for Transboundary Animal Diseases for the Food and Agriculture Organization.

The Avian influenza virus is a highly pathogenic virus that mainly affects birds. In rare cased, the disease can also infect humans. Experts fear that so called bird flu could change into a novel influenza virus that spreads easily between humans, with the potential to ignite a global influenza pandemic

There are steps that every Indonesian can take to lower than risk of contracting the H5N1 virus.
1.Do not touch sick or dying birds; if you do, immediately wash your hands and report to local authorities.
2.Wash your hands and utensils with soap and water before you eat or cook. Cook all poultry and eggs well.
3.Separate your birds and separate all new flocks for two weeks.
4.Go immediately to a health clinic if you have a fever with flu-like symptoms and have had contact with birds.

Source : KOMNAS FBI
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Indonesian’s bird flu commission recommends more robust AI Vaccination campaign - 9756people
Info Petani -
Si merah manis mangga hadiah

Mangga Miyazaki yang diproduksi di Jepang telah dipublikasikan di TV Jepang pada tanggal 18 Juni 2007. Pada publikasi tersebut telah diceritakan kelezatan rasanya, kandungan gizinya sampai dengan bagaimana cara mengupasnya dalam suatu program yang menarik.

Setelah melihat tayangan tersebut ingin sekali mendapatkannya. Dalam waktu kurang dari satu jam telah dapat di peroleh di supermarket di wilayah Meguro-ku, Tokyo. Rasanya memang sangat manis, aromanya wangi meskipun wanginya tidak sekhas mangga Aromanis, bentuknya lonjong mencirikan bentuk asli buah mangga, warna kulitnya merah berbecak menarik, daging buahnya empuk dengan kandungan air yang cukup.

Sebuah mangga Miyazaki dikemas dalam satu kotak plastik seperti pada gambar diatas. Di supermarket tersebut mangga Miyazaki seberat 350 gram berharga 3.980 yen. Jadi harga per kilogramnya 11.371 yen atau 830.000 rupiah. Sedangkan harga mangga impor di Jepang bervariasi antara 820 yen sampai dengan 2.250 yen per kilogram.
Berat satu buah mangga impor berkisar 160 gram dan 450 gram, perbandingan besarnya dapat dilihat pada gambar diatas.

Tentu kita akan bertanya apakah mangga tersebut akan laku dijual dan mampu bersaing dengan mangga impor yang harganya lebih murah. Yang jelas mereka mempunyai segmen pasar untuk produk-produk bermutu meskipun dengan harga selangit. Biasanya dikirim sebagai omeyage atau hadiah. Ini pelajaran untuk kita, agar berlomba meningkatkan mutu poduk mangga kita sehingga mampu memasuki pasar Jepang yang mempunyai daya beli tinggi, diiringi standar mutu tinggi, dengan selera konsumen yang tinggi pula.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Si merah manis mangga hadiah - 9756people
Info Petani -
Neonicotinoid diduga penyebab kematian lebah madu


Para peneliti dari Pennsylvania State University, Amerika Serikat telah meneliti penyebab kematian lebah madu akibat suatu penyakit yang disebabkan oleh pestisida.

Penyakit tersebut telah mematikan puluhan koloni lebah dari ribuan koloni lebah di 35 negara bagian di Amerika Serikat. Kematian lebah akbibat penyakit ini mengancam kehidupan para peternak lebah, petani bunga dan petani buah apel, biji-bijian, serta jeruk, karena mereka mengandalkan lebah untuk penyerbukan bunga.

David Hackenberg dari Penn State, seorang peternak lebah yang melaporkan pertama kali tentang kerugian peternakannya. Dia mengalami kerugian 75 % dari peternakannya yang berjumlah 3.200 koloni.

Neonecotinoid adalah penyebab kematian lebah-lebah tersebut ditemukan dalam lebah yang mati akibat penyakit ini. Neonecotinoid merupakan salah satu tipe pestisida. Neonecotinoid tidak mengandung nekotin (zat adiktif yang terdapat dalam tembako). Dinamakan neonecotinoid karena targetnya pada sel syaraf dengan cara kerja mirip seperti nikotin (Sumber: Japan Time 17 Juni 2007).
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Neonicotinoid diduga penyebab kematian lebah madu - 9756people
Info Petani -
Jepang konsentrasi pada bahan bakar bioethanol


Jepang sedang membidik bioethanol sebagai bahan bakar untuk mencegah ketergantungan energi yang diimpor dari luar negeri. Meskipun produksi biethanol di Jepang baru tahap awal, terdapat langkah-langkah penting baik umum maupun sektor swasta untuk menggunakan teknologi Jepang dalam rangka meningkatkan produksi bahan bakar berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Para ahli mengatakan bahwa agar dapat bersaing dengan produk impor, produksi bioethanol dalam negeri perlu waktu bertahun-tahun. Akan tetapi mereka juga berkata bahwa Jepang akan terdepan dalam menerapkan teknologi fermentasi dan teknologi konservasi energi.

Pengembangan proses pembuatan bioethanol yang efisien dengan hasil besar akan membantu Jepang dalam menurunkan ketergantungan terhadap sumber energi dari luar negeri. Dan pada saat yang bersamaan dapat mengurangi pencemaran udara yang dipersyaratkan oleh Protokol Kyoto.

Bioethanol adalah alkohol yang dibuat dari fermentasi bahan organic seperti jagung, tebu, jerami gandum atau padi dalam suatu proses yang mirip dengan pembuatan bir. Hasil akhirnya dicampur dengan bensin untuk mengurangi polutan gas buang kendaraan termasuk diantaranya karbodioksida.

Emisi karbondioksida yang dihasilkan pembakaran bioethanol sama dengan pembakaran bensin. Akan tetapi dengan bioethanol, karbondioksida akan digunakan oleh tanaman tebu, jagung, padi, gandum dsb. ketika terjadi fotosintesis pada tumbuhan. Hal tersebut menyebabkan bioethanol menjadi sangat menarik dalam mencari jalan keluar dalam mengurangi emisi; yang dapat menurunkan emisi 6% dibawah 1990 seperti yang dipersyaratkan Protokol Kyoto. Akan tetapi para pembuat kebijakan dan para peneliti menyatakan masih terdapat kekurangan bioethanol.

Dua produsen bioethanol terbesar adalah Brazil dan Amerika Serikat, Brazil memproduksi bioethanol dari tebu, sedangkan Amerika Serikat dari Jagung. Peningkatan permintaan bioethanol akan menarik perhatian, dalam waktu dekat mereka akan kekurangan gula dan jagung untuk dikonsumsi sebagai bahan makanan.

Masalah besar lain adalah bahwa akan diperlukan jumlah besar bahan bakar fosil untuk membuat bioethanol dalam pabrik dan pengapalan bioethanol ke Jepang.

Honda Motor Co. telah bekerjasama dengan the Kyoto-based Research Institute of Innovative Technology for the Earth (RITE) untuk memproduksi bioethanol dengan bahan jerami padi dan sampah pertanian lain yang dapat diperoleh di Jepang. Jepang relative baru dalam masalah bahan bakar bioethanol ini, akan tetapi Honda yang beraliansi dengan RITE telah memulai pekerjaannya pada musim gugur tahun lalu, dan telah memperoleh hasil yang menjanjikan.

Sampai sekarang dalam proses fermentasi, bahan yang kurang murni akan mengganggu kerja yeast bacteria dalam merubah glukosa dalam jerami padi menjadi alkohol sehingga produk ethanol yang diperoleh sedikit. RITE telah mendapatkan solusi dengan cara menggantikan Yeast bacteria dengan Coryne bacteria hasil rekayasa genetika yang dapat bekerja dengan baik terhadap kondisi bahan yang kurang murni. Penemuan pertama kali oleh Honda dan RITE ini dapat meningkatkan produk ethanol 20 kali lebih banyak. Menurut Mr. Yoshikazu Fujisawa Pimpinan Senior Honda R&D dalam metode baru ini 1 kg jerami padi dapat menghasilkan sekitar 200 gram alkohol.

Pemerintah juga mendanai penelitian bagaimana cara merubah limbah pertanian menjadi bioethanol. Tahun lalu diperkirakan terdapat 6 pilot project yang menghasilkan 30 kiloliter ethanol. Satu diantara projek tersebut dilakukan oleh Mitsui Enginering & Shipbuilding Co. Perusahaan tersebut telah memproduksi ethanol dari limbah kayu di Okayama Prefecture sejak tahun 2005 menggunakan enzyme yang dikembangkan oleh Finland ‘S VTT Technical Research Center. Bahan baku lainnya termasuk gandum, sorghum dan tebu.

Pada awal bulan ini pemerintah juga telah meresmikan dua proyek baru di Hokkaido dan Niigata Prefecture. Proyek tersebut diharapkan setiap tahunnya dapat memproduksi 31.000 kiloliter bioethanol yang terbuat dari beras dan gandum selama lebih dari 5 tahun.

Masalah sangat sensitif apabila produk bahan makanan digunakan untuk keperluan selain sebagai makanan. Jepang adalah salah satu negara industri yang swasembada pangannya rendah, hanya dapat mencukupi sendiri 40% dari kebutuhan kalorinya. Maka dari itu, hal ini akan mendorong Jepang untuk memproduksi bahan bakar yang berasal dari bagian tanaman padi yang tidak dapat dimakan.
Sumber: Japan Time 15 Juni 2007
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Jepang konsentrasi pada bahan bakar bioethanol - 9756people
Info Petani -
Pertukaran Pelajar di Gunma Prefecture
Pada tanggal 17 Mei 2007 telah dilakukan penerimaan Pertukaran Pelajar Sekolah Pertanian di Gunama Prefecture yang kesepuluh. Para pelajar berasal dari lima negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipina dan Mongolia. Dalam program Asian Agricultural High School Student Overseas Study program ini, setiap negara mengirimkan 3 pelajar kelas II untuk belajar di Gunma Prefectural Agricultural High School. Di Sekolah Pertanian Seta Norin Koko mereka menimba ilmu pertanian baik teori maupun praktek selama setahun. Pada gambar diatas 3 pelajar Indonesia Santy Andriyani, Ummi Safrida Harahap, dan Mahmudianshah didampingi Atase Pertanian KBRI Tokyo diterima oleh Gubernur Gunma Prefecture.
Setiap pelajar dijemput oleh orang tua angkat masing-masing yang bertempat tinggal di sekitar Sekolah Pertanian tempat mereka belajar.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pertukaran Pelajar di Gunma Prefecture - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit