728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Strategi Sistem Agribisnis Daging Di Jabotabek (kasus penggemukan sapi pt. Sinar katel perkasa) … (44)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Untuk mengetahui bagaimana pola penyediaan dan pemasaran daging dari dan ke Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. 2) Mengetahui bagaimana jalur dan mata rantai pemasaran daging dari dan ke Jakarta, Bogor, Tengerang dan Bekasi, 3) Mengetahui bagaimana model pemenuhan kebutuhan daging di Jabotabek oleh PT. Sinar Katel Perkasa.
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara, survei dan dokumenter. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pasokan daging ke DKI Jakarta berasalal dari tiga sumber utama, yaitu dari : (a) Daging dari hasil pemotongan di RPH Cakung, Pulogadung, Mampang dan Tanjung Priuk. (b) Daging dari pasokan lokal, yaitu daging dari hasil pemotongan RPH/TPH di daerah Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. (c) Daging impor dari luar negeri, diantaranya dari Australia, Selandia Baru, Kanada, Amerika Serikat. 2) Pada masa belakangan ini telah terjadi pergeseran pola suplai daging ke Jakarta. 3) Pasokan daging lokal dari wilayah-wilayah tersebut sebagian berasal dari pemotongan di TPH-TPH yang kualitas pemotongannya diragukan. 4) Kontribusi daging impor juga meningkat dengan distribusi melalui meat shop dan pasar swalayan. 5) Fokus perhatian untuk mengetahui ketersediaan dan kecukupan daging untuk masyarakat DKI Jakarta tidak cukup hanya dengan melihat stok ternak potong yang ada di holding ground di Cakung saja. 6) Berdasarkan matrik pilihan strategi yang paling dominan, maka strategi yang digunakan a) Meningkatan optimalisasi kapasitas, memperbesar market share, meningkatkan sale dengan pasar tradisional dan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, b) Meningkatkan efisiensi, meningkatkan teknologi, memanfaatkan rancang bangun dan meminimalkan kelemahan dengan memanfaatkan peluang, c) Meningkatkan dan menjaga kualitas produk, social education/CD, kerjasama dengan pihak lain serta menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk atasi ancaman, d) Mengoptimalkan R&D, memanfaatkan kelebihan untuk perluasan kapasitas, penjualan sbg saham, serta menciptakan strategi memaksimalkan kekuatan dan menghindari ancaman.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Sistem Agribisnis Daging Di Jabotabek (kasus penggemukan sapi pt. Sinar katel perkasa) … (44) - 9756people
Info Petani -
Strategi Pengembangan Agribisnis Lebah Madu Di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan … (43)

Pengembangan usaha budidaya lebah madu di Kecamatan Panekan mempunyai prospek yang baik untuk masa yang akan datang. Ada beberapa faktor yang mendukung usaha tersebut antara lain adanya potensi sumberdaya alam, dukungan dari Pemerintah Daerah dan manfaat budidaya lebah itu sendiri bagi kehidupan manusia serta kelestarian lingkungan hidup.
Dalam rangka melaksanakan pengembangan usaha budidaya lebah madu di Kecamatan Panekan untuk membentuk suatu usaha yang mempunyai wawasan agribisnis tidak lepas dari permasalahan yang menjadi hambatan dan kekurangan, maka dari itu terlebih dahulu perlu diketahui dan dipelajari faktor – faktor yang berpengaruh positif dan negatif yang ada didalam usaha budidaya lebah itu sendiri maupun diluar usaha, sehingga dapat dipergunakan untuk mengetahui strategi apa yang tepat untuk pengembangan agribisnis lebah madu di Kecamatan Panekan.
Ada beberapa faktor strategis didalam agribisnis lebah madu, antara lain adalah faktor sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sarana produksi, modal, penerapan teknologi, panen dan pasca panen, produksi yang dihasilkan serta pemasaran hasil. Masing – masing faktor mempunyai kelemahan dan kelebihan yang berpengaruh terhadap pengembangan usaha budidaya lebah madu.
Hasil penelitian, dengan menggunakan analisis SWOT diketahui bahwa faktor kelemahan yang ada di dalam usaha dan ancaman dari luar usaha mempunyai pengaruh yang lebah besar dari pada faktor kekuatan maupun peluang usaha budidaya lebah madu, maka strategi terpilih adalah strategi defensif yaitu meminimalkan kelemahan untuk menanggulangi ancaman dengan kegiatan :
- Mencegah penebangan liar dengan menertibkan perijinan penebangan tanaman;
- Diversifikasi produk dalam bentuk madu bee pollen;
- Pemberian label dan ijin produksi pada kemasan produk;
- Merubah bentuk rumah lebah dengan menambah bingkai sarang pada rumah lebah.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Pengembangan Agribisnis Lebah Madu Di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan … (43) - 9756people
Info Petani -
Strategi Pengembangan Agroindustri Kurmelo di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan… (42)

Pamelo merupakan produk unggulan Kabupaten Magetan, dimana 20% produksinya tidak mempunyai nilai ekonomi dikarenakan rusak fisiologis yang disebabkan serangan hama dan penyakit, rusak mekanis maupun penjarangan buah. Bertitik tolak dari hal tersebut dengan teknologi pengolahan hasil pertanian, maka buah pamelo tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan manisan kulit pamelo yang disebut Kurmelo.
Dalam upaya mengembangkan agroindustri Kurmelo di Kecamatan Sukomoro, banyak faktor – faktor yang berpengaruh, baik faktor internal maupun eksternal secara positif maupun negatif. Untuk itu perlu diketahui faktor – faktor yang berpengaruh tersebut, sehingga dapat disusun suatu strategi yang tepat untuk pengembangan agroindustri di Kecamatan Sukomoro.
Ada beberapa faktor / aspek yang berpengaruh terhadap pengembangan agroindustri Kurmelo, antara lain : (a) Sumberdaya Alam; (b) Sumberdaya Manusia; (c) Modal; (d) Teknologi; (e) Produksi; (f) Managemen usaha dan (g) Pemasaran. Masing – masing faktor tersebut mempunyai kekurangan dan kelebihan yang berpengaruh terhadap pengembangan agroindustri Kurmelo.
Dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis SWOT dapat diketahui bahwa faktor kekuatan dan peluang mempunyai pengaruh lebih besar daripada faktor kelemahan dan ancaman. Maka startegi yang diterapkan untuk pengembangan agroindustri Kurmelo di Kecamatan Sukomoro adalah strategi Growth / pertumbuhan yang dinamis dengan memaksimalkan kekuatan yang ada dengan memanfaatkan peluang, dengan kegiatan sebagai berikut :
1. Pernambahan modal untuk mengoptimalkan bahan baku serta menambah kapasitas produksi;
2. Meningkatkan kerjasama untuk memperluas pasar;
3. Memanfaatkan sarana informasi untuk promosi.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Pengembangan Agroindustri Kurmelo di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan… (42) - 9756people
Info Petani -
Strategi Pengembangan Agribisnis Kambing Peranakan Etawa Di Kecamatan Kaligesing … (41)

Perkembangan dunia yang mengarah kepada proses globalisasi dewasa ini mendorong kondisi perekonomian menjadi semakin komplek dan kompetitif sehingga menuntut tingkat efisiensi usaha yang tinggi, sehingga orientasi pembangunan nasional sektor pertanian harus diubah dari orientasi produksi kearah orientasi pendapatan petani. Untuk itu pendekatan pembangunan pertanian telah diubah dari pendekatan usahatani kearah agribisnis.
Dengan demikian dapat diartikan bahwa unit agribisnis bukan merupakan suatu unit kepemilikan, akan tetapi merupakan unit satu kesatuan sistem yang tersusun atas beberapa komponen yang merupakan jaringan terpadu untuk meraih nilai tambah ekonomi.
Berdasarkan sejarah perkembangannya, agribisnis bukan merupakan sistem yang baru tumbuh, akan tetapi sudah tumbuh sejak dulu. Pemerintah Belanda sebagai pendatang juga memperkenalkan pola agribisnis di Indonesia. Pola yang dikembangkan pemerintah kolonial adalah agribisnis penghasil barang ekspor yang ditata menurut pola perkebunan besar. Pemerintah kolonial juga memperkenalkan agribisnis yang berwatak industri pertanian dimana aspek investasi untuk meraih nilai tambah tampil sebagai nilai dasar dari pengembangan usaha.
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keragaman sumber daya alamnya, termasuk sebagai salah satu negara yang kaya akan jenis ternak, namun pada kenyataannya sektor peternakan belum dikembangkan secara maksimal walaupun sebenarnya pengembangan agribisnis peternakan mempunyai peluang yang sangat besar dalam hal peningkatan permintaan baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kambing PE (Peranakan Etawa) selain dikenal sebagai kambing bertipe besar kambing PE juga dikenal sebagai penghasil susu yang cukup potensial, kambing PE mampu menghasilkan susu sebanyak 0,45-2,2 liter perhari dengan panjang masa laktasi 92-256 hari.
Di Indonesia, hampir 90% pemeliharaan kambing bertujuam menghasilkan daging, tentunya kenyataan ini sangat ironis dengan fakta bahwa dinegeri ini populasi ternak kambing PE termasuk terbesar di dunia, dan seperti diketahui bahwa kambing PE adalah penghasil susu yang sangat potensial. Di luar negeri , seperti di India, kambing etawa juga dipelihara sebagai penghasil susu yang sangat produktif, rata-rata produksinya adalah 235Kg per masa laktasi (261hari). Produksi susu kambing memberikan sumbangan sebesar 35% terhadap produksi susu di dunia.
FAO (1996) memperkirakan bahwa permintaan atau impor daging kambing dunia akan meningkat rata-rata sekitar 2% pertahunnya, sehingga pada tahun 2000 jumlah kebutuhan sudah mencapai tidak kurang dari 10,9 juta ton. Sedangkan jumlah yang diperdagangkan mencapai kurang lebih 1,4 juta ton. Dari seluruh jumlah impor dunia, Australia, New Zealand, dan negara-negara maju lainya diperkirakan akan memasok 1,1 juta ton. Dan sisanya diposok oleh negara-negara berkembang yang juga akan mengalami peningkatan produksi.
Negara-negara berkembang yang selama ini mengalami kemajuan pesat dalam perkembangan produksi ternak kambing adalah ; Cina, Bangladesh, Pakistan, Maroko, Aljazair dan Nigeria. Sedangkan negara yang berpotensi melakukan impor tinggi adalah ; Amerika Latin, Afrika Selatan, dan Timur Jauh (kawasan Asia Pasifik dan Oceania). Hal ini disebabkan karena wilayah tersebut merupakan daerah yang pertumbuhan ekonominya tergolong tinggi.(Ditjen Peternakan:1999)
Sedangkan di Indonesia produksi daging kambing rata-rata menurun 2,93% pertahun dalam periode 1993-1997. Penurunan produksi terjadi hampir diseluruh Propinsi kecuali di Jawa Barat, Jawa Timur, DI Aceh, Sumatra Utara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur. Sedangkan produsen utama daging kambing di Indonesia adalah Jawa Timur dengan rata-rata sumbangan 34,07% pertahun, kemudian diikuti Jawa Tengah 14,17% pertahun dan Jawa Barat 11,46% pertahun. Propinsi lainya rata-rata hanya mampu menyumbang dibawah 5 % pertahun.
Terkait dengan beberapa persoalan diatas, sudah saatnya kita melakukan sesuatu yang mampu memberikan sumbangan nyata bagi pembangunan sub-sektor peternakan dan langsung menyentuh masyarakat kecil dengan kemampuan modal yang terbatas, usaha ternak kambing PE rasanya sangat relevan dengan tujuan diatas karena memiliki beberapa karakteristik pendukung seperti, modal awal yang dibutuhkan relatif kecil dibandingkan dengan ternak besar, teknik pemeliharaan relatif mudah, sederhana dan tidak membutuhkan tempat yang luas, perkembangbiakan relatif lebih cepat dibandingkan dengan ternak besar.
Sehubungan dengan hal tersebut, sub-sektor peternakan dirasa perlu mendapat perhatian ekstra. Selama ini, perhatian pemerintah lebih banyak diarahkan kepada program peningkatan produksi hasil peternakan yang melibatkan modal besar dan sarat subsidi. Hasilnya sub-sektor ini dalam program-program tertentu mampu tumbuh pesat dengan tunjangan subsidi penuh dari pemerintah, tetapi program lain lebih banyak berjalan ditempat, jika tidak bisa dikatakan merosot tajam. Sebagai contoh, usaha peternakan ayam ras, sejak dimulai pengenalan kepada masyarakat mulai dekade 1950-an, telah tumbuh pesat dan menggurita. Beberapa perusahaan mengalami pertumbuhan yang sangat fantastis dan kini bisa menguasai 90% pasar ayam ras dari hulu ke hilir. Namun, pertumbuhan ini kini masih banyak kekurangannya. Tidak sedikit muncul hal yang kontradiktif. Sampai saat ini kita belum mampu menghasilkan GPS (grand parent stock) sendiri.
Dengan hal tersebut diatas maka strategi pengembangannya harus dirumuskan secara cermat dan tepat sehingga tujuan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan peternak dapat dicapai.
Berdasarkan uraian diatas di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo yang mempunyai potensi Kambing PE dalam jumlah yang cukup besar, perlu adanya strategi pengembangan yang di analisis secara obyektif(kekuatan dan kelemahan) dan apakah mempunyai dampak terhadap perubahan deregulasi serta langkah-langkah kebijaksanaan operasional pemerintah (Peluang dan ancaman) dalam rangka peningkatan nilai ekonominya



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Pengembangan Agribisnis Kambing Peranakan Etawa Di Kecamatan Kaligesing … (41) - 9756people
Info Petani -
Strategi Penyediaan Semen Beku Sapi Balai Inseminasi Buatan Di Singosari Dan Implemantasinya Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Semen Beku …(40)

Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan yaitu di mulai pada tanggal 10 September sampai dengan tanggal 17 Desember 2003 dengan lokasi Balai Inseminasi Buatan Di Singosari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1). strategi BIB dalam pemenuhan kebutuhan semen beku daerah. 2). pengaruh yang nyata antara penyediaan semen beku sapi BIB di Singosari dan implementasinya terhadap pemenuhan kebutuhan semen beku. Penelitian ini diharapkan berguna 1). sebagai bahan informasi bagi peternak dalam menggunakan semen beku, 2) sebagai pijakan menyusun strategi yang tepat bagi BIB Di Singosari untuk menghasilkan produksi semen beku, 3) sebagai pijakan penelitian yang akan datang dalam menyusun strategi penyediaan semen beku
Penelitian yang di lakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) dengan bahan penelitian berupa data yang meliputi jumlah pejantan, kualitas semen beku, distribusi semen dan jumlah laporan daerah serta penyediaan semen beku dari tahun 1993 s/d 2002. Sebagai variabel independen adalah variabel X1 (Kualitas Semen Beku), X2 (Distribusi Semen Beku), X3 (Jumlah Pejantan), X4 (Jumlah Laporan Daerah. Sedangkan variabel dependen adalah Total Produksi/Pemenuhan Kebutuhan. Teknik pengambilan data yaitu dengan teknik observasi, wawancara dan teknik dokumentasi. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Anaisis data menggunakan Strength, Weaknesses, Opportunity, Threats (SWOT) dan Regresi Berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Strategi yang dapat dilakukan dalam penyediaan semen beku sapi BIB Di Singosari adalah: (a) Peningkatan kualitas dan kuantitas produk dengan memanfaatkan teknologi produksi dan informasi yang memadai serta memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada yang digunakan dalam mengembangkan persediaan semen beku sapi dan pencapaian target yakni pemenuhan kebutuhan semen beku, (b) Peningkatan kinerja serta pengembangan distribusi melalui suatu kerja sama yang baik dengan distributor akan mendukung adanya peningkatan investasi serta adanya dukungan dari program-program pemerintah guna tercapainya target yang ingin dihasilkan. 2) Persamaan regresi Y = 260.657,41+ 8.232,736 X1 + 0,273 X2 –3.682,381 X3 –8.561,032X4 . Hal ini berarti setiap peningkatan variabel kualitas semen beku akan meningkatkan kebutuhan semen beku sebesar 8.22,736 dosis dan setiap setiap peningkatan variabel distribusi semen beku akan meningkatkan 0.273 dosis. Variabel jumlah pejantan menunjukkan setiap penambahan seekor pejantan akan menurunkan pemenuhan kebutuhan semen beku sebesar 3.682,381 dosis, dan setiap penambahan variabel laporan daerah sebesar 8.561,032 dosis.
Pengaruh kualitas semen beku, distribusi semen beku, memberikan konstribusi yang nyata terhadap pemenuhan kebutuhan semen beku di BIB Di Singosari. Sedangkan jumlah pejantan dan laporan daerah/propinsi tidak berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan semen beku di BIB Di Singosari.
Menciptakan strategi yang tepat dan bertahan terhadap industri yang dimiliki, serta penelitian yang lebih mendetail untuk penyediaan semen beku dari berbagai bangsa/jenis pejantan yang disukai peternak merupakan langkah tindak lanjut dari penelitian ini.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Penyediaan Semen Beku Sapi Balai Inseminasi Buatan Di Singosari Dan Implemantasinya Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Semen Beku …(40) - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit