728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Analisis Perbedaan Pendapatan Petani Sistim Tanam Tabela Dengan Sistim Tanam Pindah Di Kabupaten Bangkalan … (112)

Indonesia merupakan negara agraris yang banyak menyandarkan kehidupan pada kebutuhan masyarakatnya dari sektor pertanian. Oleh karena itu pembangunan pertanian merupakan syarat mutlak untuk melaksanakan pembangunan perekonomian negara. Pembangunan pertanian bertujuan untuk mempertinggi produksi dan pendapatan petani sebagai langkah yang terarah untuk mencapai kemakmuran. Pembangunan pertanian dilakukan melalui suatu usaha dengan strategi yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui suatu program peningkatan pendapatan petani. Hal ini disebabkan pendapatan masyarakat di sektor pertanian masih rendah. Padahal sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja di sektor pertanian (Soehardjo dan Patong, 1993 : 2).
Titik berat pembangunan jangka panjang adalah pembangunan bidang ekonomi dengan sasaran utama untuk mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan bidang industri serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat. Pembangunan pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan industri dalam negeri, meningkatkan ekspor, meningkatkan pendapatan petani dan memperluas lapangan kerja.
Ada dua (2) cara tambahan untuk mempercepat pembangunan pertanian, yaitu ; pertama, memperbaiki mutu tanah yang telah menjadi usahatani, misalnya dengan pupuk, irigasi, pengaturan sistem tanam ; kedua, mengusahakan tanah baru, misalnya pembukaan petak–petak sawah baru (Arsyad, 1992 : 281).
Dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk melakukan perluasan usahatani, maka salah satu usaha yang mampu meningkatkan dan memperbaiki kesejahteraan adalah dengan mendukung daya dukung lahan itu sendiri.
Salah satu upaya mendukung daya dukung lahan dan untuk meningkatkan produktifitas usahatani padi dengan dikembangkannya tekhnologi sistem tanam Tabela. Sistem tanam tabela merupakan rekayasa tekhnik penanaman tanaman padi tanpa melalui pesemaian dan pemindahan bibit, sehingga umur pertanaman padi menjadi lebih pendek. Penggunaan alat bantu dalam bentuk Atabela merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatana efisiensi usahatani (Adnyana, 1999).
Sistem tanam Tabela tidak mengakibatkan populasi tanaman berkurang dan bahkan semakin bertambah karena adanya tambahan rumpun padi di dalam masing–masing barisan tanaman.
Selama ini petani menggunakan tekhnologi sistem tanam pindah (Supra Insus Paket D) dengan jarak rumpun 20 cm x 20 cm dengan populasi tanaman yang dihasilkan + 250.000 rumpun per hektarnya. Dibandingkan dengan sistem tanam pindah, sistem tanam tabela dengan jarak 40 cm (20 x 10 cm) dapat menghasilkan populasi tanaman sebanyak + 330.000 rumpun.
Desa Arok Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu wilayah yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani, hal ini terlihat dari jumlah penduduk produktif 304 jiwa sebanyak 224 jiwa (73%) penduduknya bermata pencaharian petani. Sistem tanam yang digunakan di Desa Arok adalah sistem tanam pindah dan sistem tanam tabela, tetapi sebagian besar petani di desa Arok menggunakan sistem tanam pindah.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Perbedaan Pendapatan Petani Sistim Tanam Tabela Dengan Sistim Tanam Pindah Di Kabupaten Bangkalan … (112) - 9756people
Info Petani -
Evaluasi Kinerja Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis (PPA 2001) dengan Pola Bantuan Langsung Masyarakat…(111)

Sektor usaha pertanian (agribisnis) berperan besar dalam pembangunan baik secara langsung terhadap pembentukan Product Domestic Bruto (PDB), maupun tidak langsung yaitu melalui penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan sektor lainnya. Mengingat pentingnya sektor agribisnis dalam pembangunan nasional maka pemerintah melaui Departemen Pertanian mengucurkan Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis di Pedesaan tahun anggaran 2001 dengan pola Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). Proyek dengan pola BLM ini di kabupaten dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten yang diharapkan dapat menjadi model dasar yang dapat diperbaiki.
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Sampai sejauhmana efektifitas dana BLM ditinjau dari segi masukan (in put) yang meliputi ketepatan kelompok sasaran, tenaga pemberdayaan kelompok, kesesuaian jumlah dana dengan kebutuhan masing-masing kelompok, ketepatan waktu pencairan dana BLM, ketepatan petani sasaran, ketepatan jumlah dana yang diterima kelompok dan ketepatan penggunaan. (2) Seberapa efektifitas dana BLM ditinjau dari segi proses meliputi proses seleksi Calon Lokasi/ Calon Peserta (CP/CL), aktivitas pemberdayaan kelompok, mekanisme penggunaan dana, mekanisme pengembalian dana dan penentuan bunga, mekanisme penentuan program pokok dan mekanisme evaluasi dan monitoring. (3) . Seberapa efektifitas dana BLM ditinjau dari segi dampak langsung yang meliputi penguatan modal kelompok, penyerapan tenaga kerja, pengembangan usaha, adopsi teknologi baru, peningkatan produktivitas, peningkatan pendapatan dan kemandirian kelompok. (4) Sampai seberapa efektifitas dana BLM ditinjau dari segi dampak tidak langsung yang meliputi perkembangan perekonomian setelah masuknya dana BLM desa tersebut.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengevaluasi efektifitas dana BLM ditinjau dari segi masukan (in put) yang meliputi ketepatan kelompok sasaran, tenaga pemberdayaan kelompok, kesesuaian jumlah dana dengan kebutuhan masing-masing kelompok, ketepatan waktu pencairan dana BLM, ketepatan petani sasaran, ketepatan jumlah dana yang diterima kelompok dan ketepatan penggunaan. (2) Mengevaluasi efektifitas dana BLM ditinjau dari segi proses meliputi proses seleksi Calon Lokasi/ Calon Peserta (CP/CL), aktivitas pemberdayaan kelompok, mekanisme penggunaan dana, mekanisme pengembalian dana dan penentuan bunga, mekanisme penentuan program pokok dan mekanisme evaluasi dan monitoring. (3) Mengevaluasi efektifitas dana BLM ditinjau dari segi dampak langsung yang meliputi penguatan modal kelompok, penyerapan tenaga kerja, pengembangan usaha, adopsi teknologi baru, peningkatan produktivitas, peningkatan pendapatan dan kemandirian kelompok. (4) Mengevaluasi efektifitas dana BLM ditinjau dari segi dampak tidak langsung yang meliputi perkembangan perekonomian setelah masuknya dana BLM desa tersebut.
Penelitian ini dilakukan pada 8 kelompok tani Tanaman Pangan komersial , 2 kelompok ternak Hijauan Makanan Ternak (HMT dan Pupuk) dan 2 kelompok ternak Jasa Inseminasi Buatan (IB). Populasi dari penelitian ini adalah semua kelompok tani/ ternak yang mendapatkan dana BLM PPA 2001 di kabupaten Kediri. Unit yang dievaluasi adalah kelompok tani. Kerangka sampel yang digunakan adalah total sampling (sampel keseluruhan) dan kelompok tani diambil datanya dengan cara puposive artinya semua kelompok tani penerima dana BLM di kabupaten Kediri diambil datanya dan selanjutnya dibahas secara mendalam.
Data primer diperoleh dari responden yang berasal dari kuisioner yang diformat sedemikian rupa sehingga terdapat informasi tentang sub indikator dan skor indikator. Informasi tentang sub indikator merupakan penunjang analisis diskriptif tentang kelompok tani penerima bantuan. Informasi tentang skor indikator mengidentifikasikan tingkat pemenuhan hal dalam kelompok terhadap kinerja yang merupakan standar dalam evaluasi proyek BLM ini.
Format kuisioner seperti tersebut di atas mengandung konsekuensi adanya beberapa jenis dan tahap bagi tabulasi dan analisa data. Tabulasi dari data primer meliputi : (1), tabulasi kode yang meru-pakan tabulasi data tiap sub indikator yang memberikan gambaran tentang suatu hal secara spesifik. Sub indikator merupakan poin-poin pertanyaan yang satu dengan yang lain berangkai/ berkaitan sehingga membentuk suatu informasi tentang indikator tertentu. (2), tabulasi skor yang merupakan tabulasi data yang bersifat kuantitatif hasil perbandingan antara keadaan sebenarnya dengan standar tertentu yang telah ditetapkan dalam pedoman umum maupun penjabarannya. Tabel skor ini dapat dianalisis sedemikian rupa sehingga dapat diketahui korelasi antara satu indikator dengan indikator lain, antara variabel satu dengan variabel lain, antara indikator satu dengan indikator lain atau antara variabel dengan katagori yang teridentifikasi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa (1) Sebagian besar besar variabel teridentifikasi dalam katagori in put (masukan) telah sesuai dengan yang diharapkan. Pada kelompok tani Tanaman Pangan Komersial tingkat pencapaiannya 91,5 %; kelompok ternak HMT tingkat pencapaiannya 79,25 % dan kelompok ternak Jasa IB tingkat pencapaiannya 86,3 %. (2) Dari hasil evaluasi proses pelaksanaan proyek PPA Tanaman Pangan Komersial telah sesuai dengan yang diharapkan dengan tingkat pencapaiannya 81,8 %; Kelompok ternak HMT dan Pupuk tingkat pencapaiannya 81,8 % dan kelompok Jasa IB tingkat pencapaiannya 79,3 %. Variabel yang perlu mendapatkan perhatian dalam katagori proses ini adalah aspek pengembalian dana, administrasi keuangan kelompok , peran tenaga pemberdaya, dan mekanisme monitoring. (3) Dampak langsung dari proyek PPA pada kelompok tani Tanaman Pangan Komersial adalah penerapan teknologi rekomendasi, peningkatan pendapatan petani, kegiatan penyuluhan dan pengembangan usaha kelompok. Sedangkan pada kelompok ternak dampak langsung dari proyek PPA ini terlihat pada meningkatnya modal kelompok yang ditandai dengan meningkatnya jumlah ternak. Namun dana BLM ini relatif kurang berdampak pada kelompok ternak HMT dan Pupuk dan Jasa IB. Persentase tingkat pencapaian terhadap dampak langsung pada kelompok tani Tanaman Pangan komersial sebesar 75,4 %, untuk kelompok HMT dan Pupuk sebesar 50 % dan untuk Jasa IB sebesar 66,25 %. Dari pengucuran dana pada kelompok tanaman pangan komersial maupun kelompok ternak ada kecenderungan perkembangan modal yang semakin menurun dan ada kecenderungan untuk disalahgunakan, mengingat lemahnya mekanisme monitoring dan tidak diterapkannya reward and punishment. (4) Dampak tidak langsung dari proyek ini relatif tidak seperti yang diharapkan, terutama tidak adanya jalinan kemitraan baik dengan pasar maupun pihak-pihak lain serta masih dilaksanakannya pemasaran secara sendiri-sendiri. Persentase tingkat pencapaian terhadap dampak tidak langsung pada kelompok tani Tanaman Pangan Komersial sebesar 75 % , kelompok ternak HMT dan Pupuk serta Jasa IB sebesar 60 %.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Evaluasi Kinerja Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis (PPA 2001) dengan Pola Bantuan Langsung Masyarakat…(111) - 9756people
Info Petani -
Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi … (110)

Padi sebagai komoditas pangan utama mempunyai nilai strategis yang sangat tinggi, sehingga diperlukan adanya penanganan yang serius dalam upaya peningkatan produktivitasnya. Besarnya peranan pemerintah dalam pengelolaan komoditas pangan khususnya padi dapat dilihat mulai dari kegiatan pra-produksi seperti penyediaan bibit unggul, pupuk, obat-obatan, sarana irigasi, kredit produksi dan penguatan modal kelembagaan petani.
Usaha peningkatan produksi dan pendapatan usahatani padi tidak akan berhasil tanpa penggunaan teknologi baru baik dibidang teknis budidaya, benih, obat-obatan dan pemupukan. Salah satu teknologi baru di bidang pemupukan adalah diperkenalkannya pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi.
Penelitian ini didasarkan atas kenyataan adanya alternatif pilihan antara penggunaan pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi dan tanpa menggunakan pupuk Organik Bokashi (Non Bokashi). Dari kenyataan tersebut dirumuskan beberapa masalah pokok dalam penelitian ini yakni : (1) Apakah faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi padi, (2) Apakah tingkat produksi usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih tinggi daripada Non Bokashi, (3) Apakah penggunaan pupuk Organik Bokhasi dalam usahatani padi akan memberikan keuntungan yang lebih tinggi daripada Non Bokashi.
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang nyata (Signifikan) terhadap produksi, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah penggunaan pupuk Organik Bokashi akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi daripada Non Bokashi, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis besarnya Farm Gate Prices (FGP) yaitu biaya produksi per-unit (Product Unit Cost) usahatani padi dengan pupuk Organik Bokashi dan Non Bokashi. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak antara lain (1) Bagi petani padi penelitian ini bermanfaat untuk menentukan penggunaan pupuk organik yang menguntungkan sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan. (2) Bagi Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Tulungagung dapat digunakan sebagai pedoman dalam menentukan prioritas dan intensitas pembinaan pada petani. (3) Bagi peneliti-peneliti lanjutan, hasil penelitian ini merupakan informasi awal untuk mengembangkan penelitian lainnya dibidang pertanian.
Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dan berlebihan secara perlahan telah menyebabkan lahan sawah mengalami degradasi keseimbangan unsur hara termasuk kekurangan bahan organik, sehingga akan menurunkan kualitas dan produktifitas tanah. Oleh karena itu diperlukan alternatif untuk meningkatkan ketersediaan unsur–unsur hara termasuk bahan organik di dalam tanah, dengan memberikan tambahan pupuk organik dalam kegiatan usahatani. Penggunaan pupuk biofertilizer (Organik) telah banyak mendapatkan perhatian untuk budidaya tanaman padi, tetapi penggunaan yang secara efektif dan efisien dalam suatu rakitan teknologi belum banyak dilakukan. Dengan penggunaan pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi akan terjamin ketersediaan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman sehingga pertumbuhan dan produktifitas tanaman akan lebih baik.
Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut maka hipotesa yang diuji dalam penelitian ini adalah (1) Faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang nyata (Signifikan) terhadap produksi usahatani padi, (2) Tingkat produksi usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih besar daripada usahatani padi Non Bokashi, (3) Usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih menguntungkan daripada usahatani padi Non Bokashi.
Penelitian dilakukan dengan sengaja yaitu di Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung dimana Responden diambil dengan menggunakan metode Acak sederhana (Simple Random Sampling) sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik Observasi, wawancara dan pencatatan. Guna menguji hipotesa maka metode analisa data yang digunakan antara lain (1) Untuk menguji hipotesa satu dan dua dengan menggunakan Uji Regresi linier berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Sguare (OLS) dengan melihat nilai R2 , F – test dan t – test, (2) Untuk hipotesa tiga dianalisis dengan mencari nilai Farm Gate Price.
Dari hasil analisa data diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : (1) Pupuk Organik Bokashi berpengaruh secata nyata terhadap produksi usahatani yang dibuktikan dengan nilai t hitung 1,944 > t tabel 0,058, (2) Produksi usahatani padi dengan pupuk Organik Bokashi 6,6 ton / ha lebih besar dan berbeda nyata dengan produksi usahatani padi Non Bokhasi 5,7 ton / ha, hal ini dibuktikan oleh besarnya koefisien regresi variabel dummy = 0,269 dan menunjukkan perbedaan nyata pada tingkat kesalahan 1 %, (3) Pendapatan per hektar usahatani padi dengan Bokashi adalah Rp 2.450.510,- lebih besar daripada Non Bokashi Rp 1. 713.000,- dengan nilai Farm Gate Price Rp 980,- untuk penggunaan Bokashi dan Rp 1.050 untuk non Bokashi.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi … (110) - 9756people
Info Petani -
Strategi Pengembangan Usaha Jamur Merang Pada Kelompok Tani Mancilan Purworejo … (108)

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor Internal dan Eksternal Kelompok Tani Mancilan serta menyusun strategi bagi pengembangan usaha jamur merang di Kelompok Tani Mancilan Purworejo.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriktif yang dilaksanakan untuk mencari informasi guna mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap pengembangan jamur di kelompok Tani Mancilan. Data yang diambil adalah data primer dengan teknik Interview menggunakan kuesioner dan data skunder yaitu data yang diolah dan disajikan oleh pihak lain. Analisis data yang dilakukan adalah Analisis SWOT.
Berdasarkan Analisis SWOT yang telah dilakukan diperoleh hasil skor IFAS 3,08 dan skor EFAS 2,77 maka diperoleh koordinat strategi kelompok pada strategi SO, sehingga digambarkan bahwa strategi SO memanfaatkan kekuatan dan peluang kelompok yaitu :
a. Memanfaatkan kekuatan modal, teknologi proses produksi, tenaga kerja, perbaikan kualitas jamur dana manajemen kelompok dalam pengembangan usaha jamur merang melalui kemitraan dengan petani pengusaha jamur merang untuk peningkatan produksi jamur merang dalam memenuhi pasar ekspor.
b. Mengadakan pengolahan produk jamur menjadi makanan siap saji berupa kripik jamur, hamburger, jus jamur dan mendirikan rumah makan dengan makanan khas jawa menggunakan bahan dasar jamur merang diharapkan dapat memperpendek mata rantai pemasaran dan memperkecil resiko pemasaran jamur merang di pasar lokal
Berdasarkan pada butir-butir di atas maka dapat disarankan bahwa strategi pengembangan jamur merang yang dapat dilaksanakan oleh Kelompok Tani Mancilan adalah mengatasi persaingan pasar dengan segmentasi pasar dan sekaligus menentukan target pasar yang akan dimasuki, melakukan promosi yang tepat, efisien, menambah dan memperbaiki saluran distribusi. Merebut dan meraih peluang pasar dengan melakukan diferensiasi produk dengan cara menciptakan produk olahan jamur yang inovatif, memperbaiki merk, brand image, packaging dan labeling serta meningkatkan teknologi pengolahan dengan menggunakan alat-alat yang lebih modern. Meningkatkan nilai-nilai pemasaran dengan menaikkan harga sebatas harga pesaing, memperbaiki dan meningkatkan pelayanan terhadap konsumen dan menjaga kualitas produk.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Pengembangan Usaha Jamur Merang Pada Kelompok Tani Mancilan Purworejo … (108) - 9756people
Info Petani -
Strategi Pengembangan Unit Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (Upja) Dalam Pendayagunaan Alat Mesin Pertanian (109)

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap usaha pengembangan Unit Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian serta mencari strategi terbaik bagi pengembangan Unit Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (UPJA).
Setelah data-data tersebut diperoleh, selanjutnya dianalisa dengan menggunakan analisis SWOT melalui tahapan pembuatan matrik faktor strategi internal, matrik strategi eksternal dan pembuatan matriks strategic position and action evaluation (SPACE).
Dari hasil analisa tersebut diperoleh kesimpulan bahwa faktor-faktor internal yang berpengaruh terhadap pengembangan UPJA adalah : (1) Kemampuan dan inisiatif manajer, (2) Kemampuan operator, (3) Kualitas pelayanan, (4) Penyedian modal awal, (5) Suku cadang, (6) Kedisplinan, (7) Sosialisasi dan promosi, (8) Mekanisme kerja, (9) Transparansi pengelolaan keuangan, (10) Konsultasi. Sedangkan faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap pengembangan UPJA adalah : (1) Pemanfaatan alat mesin pertanian lebih ekonomis, (2) Potensi lahan, (3) Minat pemuda tani, (4) Pembinaan, (5) Suku cadang, (6) Kerjasama dengan kelompok tani, (7) Pesaing, (8) Regulasi operasional, (9) Luas kepemilikan lahan, (10) Infrastruktur. Strategi terbaik dalam upaya pengembangan UPJA di Kabupaten Tulungagung adalah strategi agresif dan dalam implementasinya dapat ditempuh melalui pengembangan usaha serta perluasan jangkauan operasional pelayanannya.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Pengembangan Unit Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (Upja) Dalam Pendayagunaan Alat Mesin Pertanian (109) - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit