728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
RILIS FK THL TBPP NASIONAL TENTANG HASIL RAPAT PANJA DPR
FORUM KOMUNIKASI
TENAGA HARIAN LEPAS TENAGA BANTU PENYULUH PERTANIAN NASIONAL
Sekretariat: Kebur Kidul RT 04 RW 14 Argomulyo, Cangkringan, Sleman, D.I. Yogyakarta
 
HP: 081328403755, 0818279145, 081804002329 E-Mail: fk_thltbppnas@yahoo.co.id Official Blog: thl-tbpp.blogspot.com

RELEASE
FORUM KOMUNIKASI TENAGA HARIAN LEPAS TENAGA BANTU
PENYULUH PERTANIAN NASIONAL
( FK THL TBPP NASIONAL)
TENTANG
HASIL RAPAT KERJA GABUNGAN KOMISI II, KOMISI VIII DAN KOMISI X DPR RI DENGAN MENTERI
PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL, MENTERI PERTANIAN, MENTERI KEUANGAN, MENTERI AGAMA, MENTERI KESEHATAN,
MENTERI DALAM NEGERI, KEPALA KEPEGAWAIAN NEGARA DAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK
Tanggal 26 April 2010

Kepada Koordinator dan Pengurus Forum Komunikasi THL TBPP Propinsi dan Kabupaten/kota Seluruh Indonesia. Kami Pengurus FK THL TBPP Nasional menyampaikan perkembangan dan hasil kegiatan pengawalan, kegiatan Panitia Kerja Gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR RI dalam penyelesaian tenaga honorer, sebagai berikut:
1. Pada Tanggal 26 April 2010 telah dilaksanakan Rapat Kerja Gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian, Menteri Keuangan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Kepala Kepegawaian Negara dan Kepala Badan Pusat Statistik tentang Penyelesaian Tenaga Honorer, adapun kesimpulan yang dibacakan oleh Wakil Ketua Panja Taufiq Efendi, adalah sebagai berikut :
a. Komisi Gabungan dan Pemerintah sepakat untuk merumuskan dan menuntaskan penyelesaian tenaga
honorer secara menyeluruh agar dikemudian hari tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan baru.
b. Pemerintah akan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh keputusan rapat gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR RI tentang masalah tenaga honorer sebagai bahan dalam perumusan Peraturan Pemerintah.
c. Komisi Gabungan meminta agar dalam pelaksanaan veifikasi dan validasi tenaga honorer diselesaikan
selama tiga bulan dengan mempertimbangkan formasi CPNS tahun 2010. Perlu dipertimbangkan sanksi
hukum untuk mengantisipasi manipulasi dan rekayasa administrasi dalam verfikasi dan validasi.
2. Implikasi bagi THL TBPP dari Kesimpulan pada point (1) adalah :
a. Pemerintah menyetujui adanya 5 kriteria tenaga honorer, dimana THL TBPP dikategorikan pada kriteria ke-5 yaitu tenaga honorer yang pengangkatannya tidak sesuai PP No 48 tahun 2005 jo PP No 43/2007 tapi dipertimbangkan untuk jadi CPNS dengan mekanisme THL TBPP di test sesama tenaga honorer dengan
PP baru.
b. Pemerintah diberi waktu untuk melakukan validasi dan verifikasi database tenaga honorer dalam waktu tiga
bulan namun diprioritaskan untuk tenaga honorer yang memenuhi syarat PP No.43/2007.
c. Untuk itu kami memohon agar propinsi atau kabupaten/kota yang database THL TBPP belum sempurna
segera disempurnakan sebagai upaya validasi dan verifikasi database internal organisasi.
3. Hasil Keputusan Rapat Kerja Gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR RI dengan pemerintah pada Tanggal 26 April 2010 tersebut dimana THL TBPP tetap memperoleh kesempatan menjadi CPNS melalui mekanisme di test sesama Tenaga Honorer dengan PP baru merupakan buah dari upaya dan kerjasama FK THL TBPP Nasional, FK THLTBPP Propinsi dan Kabupaten/kota seluruh Indonesia yang terus mengkomunikasikan, memberi masukan serta mengusulkan kepada anggota Panja Gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR RI agar THL TBPP tetap diakomodir dalam mekanisme penyelesaian tenaga honorer.
4. Hasil Keputusan Rapat Panja Gabungan DPR RI dengan Pemerintah merupakan langkah awal yang baik guna mewujudkan adanya payung hukum sebagai dasar bagi pengangkatan THL TBPP menjadi CPNS, untuk itu kami pengurus FK THL TBPP Nasional tetap mengingatkan dan menghimbau kesadaran THL TBPP seluruh Indonesia agar segera memberikan kontribusi iuran yang telah disepakati untuk mendukung kegiatan-kegiatan FK THLTBPP Nasional selanjutnya.
5. Atas Nama THL TBPP seluruh Indonesia kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Panja Gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR RI yang telah, tetap dan selalu berupaya mendorong, mendukung dan memperjuangkan agar THL TBPP di angkat menjadi Penyuluh Pertanian PNS.
6. Atas Nama THL TBPP seluruh Indonesia kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Menteri Pertanian beserta jajarannya dalam hal ini Badan SDM Kementrian Pertanian yang telah berupaya mendorong, mendukung dan memperjuangkan agar THL TBPP dapat di angkat menjadi penyuluh pertanian PNS.

Jakarta, 26 April 2010
Ketua

Dedy Alfian
Download File:



Press Rilis 26 April 2010 Fknas                                                            
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: RILIS FK THL TBPP NASIONAL TENTANG HASIL RAPAT PANJA DPR - 9756people
Info Petani -
Prospek Ubijalar Sebagai Pangan Olahan Non Beras
Komoditas ubijalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) sebagai bahan pangan sumber karbohidrat, disamping itu mengandung vitamin A, C dan mineral. Selain sebagai bahan pangan pokok dapat juga diolah menjadi bahan pangan olahan seperti selai, saos, juice dan bahan baku industri. Ubijalar yang daging umbinya berwarna ungu, banyak mengandung anthocyanin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, karena berfungsi mencegah penyakit kanker. Ubijalar yang daging umbinya berwarna kuning, banyak mengandung vitamin A; sedangkan beberapa varietas ubijalar mengandung vitamin A yang sebanding dengan wortel.

Ubijalar bisa ditanam baik pada lahan sawah maupun lahan tegalan. Pada umumnya didaerah pedesaan mempunyai produktifitas sekitar 10 ton per hektar. Sedangkan dengan teknik budidaya yang tepat beberapa ubijalar dapat menghasilkan lebih dari 30 ton umbi basah per hektar.Varietas unggul ubijalar selain produktifitasnya tinggi, juga mempunyai sifat agak tahan terhadap hama boleng Cylas formicarius dan penyakit kudis Sphaceloma batatas. Pada umumnya di dataran rendah, ubijalar dipanen pada umur 3,5 sampai dengan 5 bulan. Sedangkan di dataran tinggi ubijalar dipanen pada umur 5 sampai dengan 8 bulan.

Sari adalah varietas unggul ubijalar berumur genjah dan tahan kudis. Sedangkan varietas Boko sesuai untuk dikonsumsi dalam bentuk ubijalar rebus atau goreng karena rasanya yang enak dan manis. Varietas seperti Sukuh, Jago dan Kidal mempunyai kandungan bahan kering dan pati yang tinggi, sangat cocok untuk dibuat sebagai pati dan tepung. Teknik membuat tepung dengan cara mencuci umbi, mengupas, mengiris, menjemur dan menghancurkan (menepungkan) selanjutnya diayak.

Pengolahan ubijalar menjadi setengah jadi, seperti granula atau tepung ubijalar, dapat memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai tambah. Granula ubi jalar dibuat dari ubijalar kubus yang dikeringkan. Granula mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan ubijalar segar pada waktu diolah menjadi sawut atau nasi .

Dalam pembuatan selai, bahan dari ubijalar dapat mensubstitusi nanas sampai 50 persen, sedang untuk pembuatan saus dapat digunakan sampai 100 persen. Untuk membuat selai dan saus tidak menyaratkan ukuran umbi, sehingga dapat menggunakan umbi-umbi dengan kualitas yang agak rendah dengan yang berukuran kecil-kecil. Pati dan tepung ubijalar dapat digunakan untuk membuat aneka jenis kue, mie, hingga es krim. Dalam pembuatan cookies, spikuk, onbeytkuk dengan komposisi hampir sampai 100 persen. Sedangkan tepung ubijalar dalam pembuatan roti tawar dapat mensubstitusi terigu sebesar 15 persen dan pembuatan mie dapat mensubstitusi terigu sebesar 20 persen. (source:neocassava.blogspot.com)
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Prospek Ubijalar Sebagai Pangan Olahan Non Beras - 9756people
Info Petani -
TIWUL, ENAK DAN BERGIZI
Tiwul, masih ingatkah dengan nama makanan yang satu ini? atau ada yang belum pernah melihat atau merasakannya? makanan khas Indonesia yang telah terlupakan oleh serbuan hotdog, burger, pizza maupun makanan luar negeri lainnya.
Tiwul, sering diasumsikan dengan makanan kampung, ndeso gak ningrat dan makanan rakyat susah. Tiwul adalah hasil olahan dari tepung ubi kayu melalui proses tradisional, yaitu tepung ditambahkan air hingga basah dan dibentuk butiran-butiran yang seragam dengan ukuran sebesar biji kacang hijau dan dikukus selama 20-30 menit. Tiwul atau nasi tiwul dapat dikonsumsi langsung sebagai pangan pokok seperti nasi beras padi atau dicampur dengan parutan kelapa sebagai kudapan. Selain itu, tiwul dapat pula dikeringkan menjadi tiwul instan tradisional yang tahan disimpan lebih dari satu tahun.
Berbicara tentang Tiwul instan, di Wonosari sudah ada pabrik Tiwul instan...nama perusahaannya PT Sinar Sukses Sentosa (SSS) yang merupakan anak perusahaan PT Indofood Sukses Makmur, sebuah perusahaan nasional yang terkenal dengan produksi mi instan.
Makanan yang dipandang sebelah mata ini ternyata memiliki nilai nutrisi yang bisa dijadikan sumber kalori alternatif utama.Keunggulan berdasarkan aspek nutrisi dibandingkan dengan padi adalah lemak, kalsium, zat besi, vitamin A dan C. Bila tepung ubi kayu dicampur dengan 18 persen tepung kedelai, tepung komposit tersebut menjadi bahan pangan pokok yang bergizi tinggi dan lebih lengkap dibandingkan dengan padi. Dengan demikian, diversifikasi dengan memanfaatkan tepung komposit tersebut berpeluang mengurangi jumlah penderita anemia, kekurangan zat besi, protein, dan vitamin, baik A maupun C. Nah masih ada gak yang mencibir sinis saat mendengar nama makanan ini disebutkan?

Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: TIWUL, ENAK DAN BERGIZI - 9756people
Info Petani -
AKU BERTANYA
Aku bertanya pada terik matahari tengah hari, ‘Apa yang engkau sukai?’

Ia menjawab, “ Aku senang melihat jemuran ibu-ibu rumah rumah tangga pada kering, gabah-gabah petani yang dijemur menjadi siap giling, tanaman-tanaman tumbuh dan berkembang dengan sehat dan – meski aku kasihan – aku bangga pada para petani yang tetap tekun bekerja di sawah dengan keringat bercucuran karenaku … Sungguh, alangkah mulianya tetesan-tetesan keringat mereka

Aku bertanya pada hujan yang turun teratur, ‘Apa yang engkau sukai?’

Ia menjawab, “Aku senang karena aku bisa turun kembali ke permukaan bumi setelah aku naik dan menggantung di angkasa.. Sebagian-ku menyerap ke bawah permukaan tanah, menjadi air tanah yang kemudian diminum oleh segenap makhluk hidup yang butuh minum serta untuk keperluan lain melalui mata air, sumur galian maupun yang tersalurkan lewat jaringan pipa PDAM serta air-air dalam kemasan .. Sebagian-ku lagi mengalir dari mata air atau limpasan permukaan menuju sungai-sungai utama, kemudian terbagi ke jaringan primer, sekunder dan tersier hingga sampailah aku ke petak-petak sawah petani .. Aku membasahinya dan aku senang melihat tanaman-tanaman yang tumbuh dan berkembang sehat di atasnya .. Sungguh aku senang dan bersyukur telah menjadi bagian penting dari sesuatu yang tumbuh dan kemudian menjadi sesuatu yang sangat diperlukan bagi keberlangsungan segenap makhluk hidup di muka bumi ini

Aku bertanya pada angin yang berhembus sepoi, ‘Apa yang engkau sukai?’

Ia menjawab, “Aku senang karena bisa menyegarkan hamba Allah yang kegerahan (sumuk, jare wong Jowo), aku senang bisa membantu percikan api membakar kayu bakar ibu-ibu petani yang masak di dapur, dan aku bangga serta bersyukur karena telah mampu membawa terbang awan ke mana Tuhanku perintahkan untuk menjadi hujan di mana Ia tentukan

Aku bertanya pada api, ‘Apa yang engkau sukai?’

Ia menjawab, “Aku senang karena telah menjadi simbol energi yang telah membuat busi sepeda motor, mobil, dan lain-lain mampu menggerakkan mesin-mesinnya sehingga manusia bisa menikmati dan menggunakan sarana-sarana itu untuk mendukung aktivitas mereka .. Aku senang karena dengan sifatku masakan ibu-ibu menjadi enak untuk dinikmati suami dan anak-anak mereka, baik apakah aku dalam wujud nyala api kayu bakar, kompor minyak tanah maupun kompor gas .. Aku senang karena telah membakar batubara hingga bisa mengkondisikan uap air yang mampu menggerakkan turbin pembangkit listrik tenaga uap .. Dengan tenaga listrik, dunia ini menjadi semarak dengan berbagai aktiivitas .. (ingat, jika listrik padam maka Anda-anda yang suka OL di FB ini akan menggerutu karena PC Anda off tiba-tiba atau hape Anda tidak bisa di-charge .. Ya kan, he he ..)

Aku bertanya pada tanah (baca : permukaan bumi), “Apa yang engkau sukai?’

Ia menjawab, “Segala yang berat-berat tertimpa padaku .. Manusia berjalan hilir mudik dan kini jumlahnya mencapai 6 milyar lebih (benar nggak, kalau salah dikoreksi ya ..), hewan dan ternak yang berkeliaran mencari pakan, kendaraan-kendaraan ringan dan berat yang berlalu lalang di jalan-jalan, rumah-rumah, gedung-gedung dan bangunan-bangunan pencakar langit .. Ah, semuanya sungguh berat tak terkira .. Yah, akulah penopang sejati segala yang ada, segala yang diam dan segala yang bergerak di atasku .. Mereka semua berasal dariku dan aku merindukan mereka semua hingga pada suatu saat semuanya kembali pada ‘pelukan’ ku .. (Hiiirrrrrrrhhh, ngeri ..)

Lalu aku berjalan dan akhirnya bertemu sekumpulan orang-orang yang menamakan dirinya Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP), ‘Apa yang kalian sukai?’

Mereka sepakat menjawab, “Kami senang dan bangga karena telah mendapatkan kesempatan untuk mengabdikan ilmu dan keahlian kami sesuai disiplin ilmu yang kami miliki ..”

‘Lalu apa harapan kalian?’, lanjutku

Mereka sepakat menjawab (dan kali ini lebih kompak), “Kami tentu sangat berharap agar kesempatan ini terus berlanjut. Kami ingin agar ruang pengabdian kami lebih optimal sehingga kinerja kami lebih maksimal. Sebagai manusia biasa kami ingin hidup dalam situasi dan kondisi yang lebih pasti. Tentu wajar dan tidak munafik bahwa kami menginginkan status profesi kami lebih pasti dari sekedar menjadi Tenaga Kontrak menjadi PNS. Itu adalah suatu kebanggaan bagi kami, karena itu bermakna kompetensi, peran dan keberadaan kami diakui secara total .. Kami telah menancapkan bendera pengabdian kami dan janganlah kami dihadapkan pada situasi dan kondisi yang membuat kami surut langkah ..
Dadaku terkesiap dan hatiku bergetar dengan jawaban tegas mereka .. Dengan penuh empati dan simpati, kujabat tangan mereka tangan seraya kukatakan , “ Bersabarlah semoga Allah berkenan menuntun tekad dan perjalanan kalian dan semoga Dia berkenan pula mengetuk hati para penentu kebijakan yang menentukan nasib kalian, hingga menjadi jelas dan terang benderang status kalian ke depan .. Jangan putus asa dan TETAP SEMANGAT.’

Aku kembali bertanya, ‘Apa yang kalian tidak sukai?’

Mereke lagi-lagi menjawab kompak, ‘Kami benci (baca : tidak suka) ketidakpastian dan sesuatu yang molor-molor ..’

‘Apa itu’, sergahku

Mereka menjawab setengah berteriak, ‘Ketidakpastian nasib dan honor yang terlambat …’
Lalu dengan susah payah kucari dan akhirnya ketemu dengan honor THL-TBPP itu dan kutanya, “Wahai Honor Sihonor, kenapa engkau terlambat menemui mereka padahal engkau sangat ditunggu-tunggu?’
Si Honor diam, tapi ia meminta secarik kertas dan ballpoint. Kuberikan, maka iapun menulis dengan lancar, “Lidahku kelu, tenggorokanku tersekat, bibirku sariawan, aku panas dalam .. AKU NGGAK BISA JAWAB !!!!!!!’
(kontributor :Ir. Nur Samsu, THL-TBPP 2008 BPP Paiton – Kabupaten Probolinggo untuk http://thl-tbpp.blogspot.com/)
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: AKU BERTANYA - 9756people
Info Petani -
PENGOBATAN TRADISIONAL
Pengobatan tradisional Tionghoa adalah praktek pengobatan tradisional yang dilakukan di Cina dan telah berkembang selama beberapa ribu tahun. Praktek pengobatan termasuk pengobatan herbal, akupunktur, dan pijat Tui Na. Pengobatan ini digolongkan dalam kedokteran Timur, yang mana termasuk pengobatan tradisional Asia Timur lainnya seperti Kampo (Jepang) dan Korea.
Pengobatan tradisional Cina percaya bahwa segala proses dalam tubuh manusia berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan. Oleh karena itu, penyakit disebabkan oleh ketidakharmonisan antara lingkungan di dalam dan di luar tubuh seseorang. Gejala ketidakseimbangan ini digunakan dalam pemahaman, pengobatan, dan pencegahan penyakit.
Tidak seperti beberapa bentuk pengobatan tradisional yang telah punah, pengobatan tradisional Tionghoa kini menjadi bagian dari pengobatan modern dan bagian sistem kesehatan di Cina. Dalam beberapa dekade belakangan ini, banyak ahli kedokteran Barat yang juga meneliti kebenaran pengobatan tradisional Tionghoa
ini.
Pengobatan tradisional Cina sering diterapkan dalam membantu penanganan efek samping kemoterapi, membantu perawatan keteragantungan obat terlarangan, dan merawat berbagai kondisi kronis yang oleh pengobatan konvensional dianggap mustahil untuk disembuhkan.
Teori yang digunakan dalam pengobatan tradisional didasarkan pada beberapa acuan filsafat termasuk teori Yin-yang, lima unsur (Wu-xing), sistem meridian tubuh manusia (Jing-luo), teori organ Zang Fu, dan lainnya. Diagnosis dan perawatan dirujuk pada konsep tersebut. Pengobatan tradisional Cina tidak jarang berselisih dengan kedokteran Barat, namun beberapa praktisi mengombinasikannya dengan prinsip kedokteran berdasarkan pembuktian.
Sebagian besar filosofi pengobatan tradisional Cina berasal dari filsafat Taois dan mencerminkan kepercayaan purba Cina yang menyatakan pengalaman pribadi seseorang memperlihatkan prinsip kausatif di lingkungan. Prinsip kausatif ini berhubungan dengan takdir dari surga.
Selama masa kejayaan Kekaisaran Kuning pada 2696 sampai 2598 SM, dihasilkan karya yang terkenal yakni Neijing Suwen atau Pertanyaan Dasar mengenai Pengobatan Penyakit Dalam, yang dikenal juga sebagai Huangdi Neijing.
Ketika masa dinasti Han, Chang Chung-Ching, seorang walikota Chang-sa, pada akhir abad ke-2 Masehi, menulis sebuah karya Risalat Demam Tifoid, yang mengandung referensi pada Neijing Suwen. Ini adalah referensi ke Neijing Suwen terlama yang pernah diketahui.
Pada masa dinasti Chin, seorang tabib akupunktur, Huang-fu Mi (215-282 Masehi), juga mengutip karya Kaisar Kuning itu pada karyanya Chia I Ching. Wang Ping, pada masa dinasti Tang, mengatakan bahwaia memiliki kopi asli Neijing Suwen yang telah ia sunting.
Bagaimanapun, pengobatan klasik Tionghoa berbeda dengan pengobatan tradisional Tionghoa. Pemerintah nasionalis, pada masanya, menolak dan mencabut perlindungan hukum pada pengobatan klasiknya karena mereka tidak menginginkan Cina tertinggal dalam hal perkembangan ilmu pengetahuan yang ilmiah. Selama 30 tahun, pengobatan klasik dilarang di Cina dan beberapa orang dituntut oleh pemerintah karena melakukan pengobatan klasik. Pada tahun 1960-an, Mao Zedong pada akhirnya memutuskan bahwa pemerintah tidak dapat melarang pengobatan klasik. Ia memerintahkan 10 dokter terbaik untuk menyelidiki pengobatan klasik serta membuat sebuah bentuk standar aplikasi dari pengibatan klasik tersebut. Standarisasi itu menghasilkan pengibatan tradisional Tionghoa.
Terdapat empat macam metoe diagnosis pada pengobatan tradisional Tionghoa: mengamati (wàng), mendengar dan menghidu (wén), menanyakan riwayat (wèn), dan menyentuh (qiè). The pulse-reading component of the touching examination is so important that Chinese patients may refer to going to the doctor as "Going to have my pulse felt"
• Palpasi atau merasakan denyut nadi arteri rasialis pasien pada enam posisi
• Mengamati keadaan lidah pasien
• Mengamati wajah pasien
• Menyentuh tubuh pasien, terutama bagian abdomen
• Mengamati suara pasien
• Mengamati permukaan telinga
• Mengamati pembuluh darah halus pada jalur telunjuk kanak-kanak
• Membandingkan kehangatan relatif atau suhu pada beberapa bagian tubuh
• Mengamati bau badan pasien
• Menanyakan efek permasalahannya
• Pemeriksaan lain tanpa alat dan melukai pasien
Dalam sejarahnya, terdapat delapan cara pengobatan:
1. Pengobatan tradisional Tionghoa Tui na - terapi pijat
2. Pengobatan tradisional Tionghoa Akupunktur
3. Pengobatan tradisional Tionghoa Obat herbal Tionghoa
4. Pengobatan tradisional Tionghoa Terapi makanan Tionghoa
5. Pengobatan tradisional Tionghoa Qigong dan latihan meditas - pernapasan lainnya
6. Pengobatan tradisional Tionghoa T'ai Chi Ch'uan dan seni bela diri Tionghoa lainnya
7. Pengobatan tradisional Tionghoa Feng shui
8. Pengobatan tradisional Tionghoa Astrologi Tionghoa
Kini, pengobatan tradisional Tionghoa diajarkan hampir di semua sekolah kedokteran di Cina, sebagian besar Asia, dan Amerika Utara.
Walauapun kedokteran dan kebudayaan Barat telah menyentuh Cina, pengobatan tradisional belum dapat tergantikan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor sosiologis dan antropologis. Pengobatan tradisional dipercaya sangat efektif, dan terkadang dapat berfungsi sebagai obat paliatif ketik kedokteran Barat tidak mampu menangani lagi, seperti pengobatan rutin pada kasus flu dan alergi, serta menangani pencegahan keracunan.
Cina sangat dipengaruhi oleh marxisme. Pada sisi lain, dugaan supranatural bertentantangan pada kepercayaan Marxis, materialisme dialektikal. Cina modern membawa pengobatan tradisional Cina ke sisi ilmiah dan teknologi serta meninggalkan sisi kosmologisnya.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: PENGOBATAN TRADISIONAL - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit