728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Sistem Irigasi Tetes
Sistem irigasi tetes adalah sebuah sistem yang menggunakan tabung dan drippers untuk mengantarkan air pada tekanan rendah langsung ke akar tanaman. Hal ini untuk mencegah tanaman tergenang air, pasokan air irigasi tetes akan mengalir setetes demi setetes dengan kecepatan sangat pelan dan mempertahankan tanah udara yang diperlukan oleh akar tanaman untuk pertumbuhan yang sehat.
Jumlah air untuk masing-masing tanaman dapat dikontrol dengan tepat untuk pertumbuhan maksimum. Sistem irigasi tetes menghilangkan sebagian besar kehilangan air untuk penguapan, limpasan, overspray, erosi dan angin.sistem irigasi tetes memiliki efisiensi hingga 95% dibandingkan dengan 50 hingga 65% untuk biaya overhead penyiram, dengan system ini kita akan menghemat penggunaan air untuk menyiram tanaman.
Salah satu rahasia membuat tanaman subur dan sehat adalah dengan cara mengalirkan air yang sering sampai ke dalam akar. Sistem irigasi tetes sangat bagus digunakan untuk tanaman bunga, sayuran, pohon, semak dan tanaman rumah kaca, karena sytemnya yang terus menerus mengalirkan air tetes demi tetes. dengan menggunakan sytem ini kita akan banyak sekali menghemat waktu dan uang karena kita tidak perlu menyiram air berlebihan setiap waktu yang hal ini akan sangat memboroskan pasokan air dan membuat tanaman rusak.
Sangat mudah untuk mengotomatisasi irigasi tetes dengan menambahkan baterai yang dioperasikan timer dan menghemat waktu Anda yang berharga untuk tugas-tugas lain yang lebih penting. Digital timers can be set to turn on automatically at any time of day and for as long as necessary. Digital timer dapat diatur untuk mengaktifkan secara otomatis pada setiap saat, siang dan untuk selama diperlukan.
Sistem irigasi tetes bekerja dengan tekanan rendah, volume rendah penyemprot yang ideal untuk menjaga tanaman benih basah. Penggunaannya sangat mudah. dengan dilengkapi baterai untuk mengotomatiskan irigasi tetes yang dioperasikan dengan timer sehingga menghemat waktu anda yang berharga untuk tugas-tugas lain yang lebih penting. Digital timer dapat diatur untuk mengaktifkan secara otomatis pada setiap saat, siang dan untuk selama diperlukan.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Sistem Irigasi Tetes - 9756people
Info Petani -
Pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal)
Bahan dan alat:
1.Batang pisang yang sudah busuk 2 genggam.
2.air panas/hangat 5 L.
3.air biasa 5 L.
4.terasi 1/4 kg.
5.gula pasir 1/2 kg.
6.dedak 1 genggam.
7.ember + tutup (kapasitas 15 L).
8.bambu pengaduk.

cara pembuatan:
1. rendam dan peras batang pisang ke dalam air biasa sehingga sari pati bercampur dengan air, dan sisakan sedikit serat pisang di dalam air.
2. campurkan air panas, terasi, gula pasir, aduk merata tunggu hingga air mendingin.
3. campurkan larutan serat pisang dan air panas (sudah dingin) ke ember, tambahkan dedak, aduk-aduk.
4. tutup ember dengan rapat, biarkan selama 10 hari.
5. setelah 10 hari cek kondisi MOL, jika sudah bau, dan muncul gelembung2 udara, berarti MOL sudah jadi dan dapat dipergunakan.
6. penghilang bau dapat digunakan nanas yang telah dihancurkan sebelumnya.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) - 9756people
Info Petani -
PERMASALAHAN DAN KEBIJAKAN PUPUK ORGANIK DI INDONESIA


Penggunaan pupuk ini secara terus menerus dan berlebihan untuk meningkatkan produksi pertanian, tanpa diimbangi pemberian pupuk organik akan menimbulkan “levelling off, terutama pada lahan sawah". Sementara itu, penggunaan pupuk organik di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala. Penggunaannya di lapangan belum optimal.

Namun peran pupuk organik ini ke depan sangat penting dan strategis, di samping dapat mendongkrak levelling off dan perbaikan tingkat kesuburan tanah, penggunaan pupuk organik ini dapat secara langsung atau tidak langsung mengurangi kebutuhan pupuk anorganik.

Jika penggunaan pupuk organik tersebut meningkat, pada gilirannya dapat menambah kapasitas ekspor perusahaan pupuk anorganik dalam negeri sehingga dapat menambah devisa negara. Apalagi Krisis ekonomi global, penyediaan pupuk yang akhir-akhir ini semakin langka di lapangan merupakan tantangan yang perlu dicarikan solusinya

Produksi dan produktivitas tanaman, sangat dipengaruhi oleh input utama produksi yaitu pupuk. Namun beberapa tahun terakhir ini, kebutuhan akan pupuk terus meningkat, sehingga keberadaannya semakin sulit dan harganya semakin tinggi. Kekurangan pupuk selain disebabkan produksinya yang terbatas, juga disebabkan oleh pendistribusiannya yang kurang baik dan pemakaian yang berlebihan di beberapa tempat.

Oleh karena itu perlu upaya untuk mengembangkan dan memproduksi pupuk organik, untuk mensubstitusi pupuk an-organik yang sudah ada, serta menerapkan teknologi pupuk dan pemupukan yang lebih efisien. Pengembangan industri pupuk organik mempunyai arti yang strategis karena serasi dengan tuntutan masyarakat dunia yang menginginkan dan lebih rnenghargai produk alarni yang bebas dari bahan kimia berbahaya dan ramah lingkungan.

Beberapa permasalahan yang muncul pada saat penggunaan pupuk organik, perlu mendapat perhatian bagi para ahli agronorni. Pupuk organik yang semula hanya berupa kompos ataupun pupuk kandang dengan produksi dan pemakaian lokal, berubah menjadi suatu komoditas yang diperlukan pada sebaran lokasi dan komoditas yang lebih luas. Permasalahan yang muncul antara lain standarisasi mutu pupuk organik, kapasitas produksi, regulasi maupun teknis distribusi dan efektifitas terhadap hasil maupun ekonomi usaha taninya (dikutip dari hasil Seminar nasional Peragi dengan tema “Permasalahan dan Kebijakan Pupuk Organik di Indonesia”. 17 Desember di Botani Square –Bogor)
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: PERMASALAHAN DAN KEBIJAKAN PUPUK ORGANIK DI INDONESIA - 9756people
Info Petani -
KETELA POHON
1. SEJARAH SINGKAT
Ketela pohon merupakan tanaman pangan berupa perdu dengan nama lain ubi kayu, singkong atau kasape. Ketela pohon berasal dari benua Amerika, tepatnya dari negara Brazil. Penyebarannya hampir ke seluruh dunia, antara lain: Afrika, Madagaskar, India, Tiongkok. Ketela pohon berkembang di negara-negara yang terkenal wilayah pertaniannya dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852.
2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi tanaman ketela pohon adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan
Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji
Sub divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup
Kelas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Spesies : Manihot utilissima Pohl.; Manihot esculenta Crantz sin.
Varietas-varietas ketela pohon unggul yang biasa ditanam, antara lain: Valenca, Mangi, Betawi, Basiorao, Bogor, SPP, Muara, Mentega, Andira 1, Gading, Andira 2, Malang 1, Malang 2, dan Andira 4
3. MANFAAT TANAMAN
Di Indonesia, ketela pohon menjadi makanan bahan pangan pokok setelah beras dan jagung. Manfaat daun ketela pohon sebagai bahan sayuran memiliki protein cukup tinggi, atau untuk keperluan yang lain seperti bahan obat-obatan. Kayunya bisa digunakan sebagai pagar kebun atau di desa-desa sering digunakan sebagai kayu bakar untuk memasak. Dengan perkembangan teknologi, ketela pohon dijadikan bahan dasar pada industri makanan dan bahan baku industri pakan. Selain itu digunakan pula pada industri obat-obatan.
4. SENTRA PENANAMAN
Di dunia ketela pohon merupakan komoditi perdagangan yang potensial. Negara-negara sentra ketela pohon adalah Thailand dan Suriname. Sedangkan sentra utama ketela pohon di Indonesia di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
5. SYARAT PETUMBUHAN
5.1. Iklim
a) Curah hujan yang sesuai untuk tanaman ketela pohon antara 1.500-2.500 mm/tahun.
b) Suhu udara minimal bagi tumbuhnya ketela kohon sekitar 10 derajat C. Bila suhunya di bawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat, menjadi kerdil karena pertumbuhan bunga yang kurang sempurna.
c) Kelembaban udara optimal untuk tanaman ketela pohon antara 60-65%.
d) Sinar matahari yang dibutuhkan bagi tanaman ketela pohon sekitar 10 jam/hari terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya.
5.2. Media Tanam
a) Tanah yang paling sesuai untuk ketela pohon adalah tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik. Tanah dengan struktur remah mempunyai tata udara yang baik, unsur hara lebih mudah tersedia dan mudah diolah. Untuk pertumbuhan tanaman ketela pohon yang lebih baik, tanah harus subur dan kaya bahan organik baik unsur makro maupun mikronya.
b) Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman ketela pohon adalah jenis aluvial latosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumosol dan andosol.
c) Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya ketela pohon berkisar antara 4,5-8,0 dengan pH ideal 5,8. Pada umumnya tanah di Indonesia ber-pH rendah (asam), yaitu berkisar 4,0-5,5, sehingga seringkali dikatakan cukup netral bagi suburnya tanaman ketela pohon.
5.3. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman ketela pohon antara 10–700 m dpl, sedangkan toleransinya antara 10–1.500 m dpl. Jenis ketela pohon tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal.
6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
1. Persyaratan Bibit
Bibit yang baik untuk bertanam ketela pohon harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a) Ketela pohon berasal dari tanaman induk yang cukup tua (10-12 bulan).
b) Ketela pohon harus dengan pertumbuhannya yang normal dan sehat serta seragam.
c) Batangnya telah berkayu dan berdiameter + 2,5 cm lurus.
d) Belum tumbuh tunas-tunas baru.
2. Penyiapan Bibit
Penyiapan bibit ketela pohon meliputi hal-hal sebagai berikut:
a) Bibit berupa stek batang.
b) Sebagai stek pilih batang bagian bawah sampai tengah.
c) Setelah stek terpilih kemudian diikat, masing-masing ikatan berjumlah antara 25–30 batang stek.
d) Semua ikatan stek yang dibutuhkan, kemudian diangkut ke lokasi penanaman. Setelah direndam dengan
ABG-Daun dengan dosis 2 cc/L selama kurang lebih 30 menit sebelum di tanam.


6.2. Pengolahan Media Tanam
Persiapan
Kegiatan yang perlu dilakukan sebelum pengolahan lahan adalah:
a) Pengukuran pH tanah dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus, pH meter dan cairan pH tester.
b) Penganalisaan jenis tanah pada contoh atau sempel tanah yang akan ditanami untuk mengetahui ketersediaan unsur hara, kandungan bahan organik.
c) Penetapan jadwal/waktu tanam berkaitan erat dengan saat panen. Hal ini perlu diperhitungkan dengan asumsi waktu tanam bersamaan dengan tanamanlainnya (tumpang sari), sehingga sekaligus dapat memproduksi beberapa variasi tanaman yang sejenis.
6.3. Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanam
Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan tegalan/kering, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi. Jarak tanam yang umum digunakan pada pola monokultur ada beberapa alternatif, yaitu 100 X 100 cm, 100 X 60 cm atau 100 X 40 cm. Bila pola tanam dengan sistem tumpang sari bisa dengan jarak tanam 150 X 100 cm atau 300 X 150 cm.


Cara Penanaman
Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung bawah stek ketela pohon kemudian tanamkan sedalam 5-10 cm atau kurang lebih sepertiga bagian stek tertimbun tanah. Bila tanahnya keras/berat dan berair/lembab, stek ditanam dangkal saja.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk membuang semua jenis rumput/ tanaman liar/pengganggu (gulma) yang hidup di sekitar tanaman. Dalam satu musim penanaman minimal dilakukan 2 (dua) kali penyiangan.
Pembubunan
Cara pembubunan dilakukan dengan menggemburkan tanah di sekitar tanaman dan setelah itu dibuat seperti guludan. Waktu pembubunan dapat bersamaan dengan waktu penyiangan, hal ini dapat menghemat biaya. Apabila tanah sekitar tanaman Ketela pohon terkikis karena hujan atau terkena air siraman sehingga perlu dilakukan pembubunan/di tutup dengan tanah agar akar tidak kelihatan.
Perempalan/Pemangkasan
Pada tanaman Ketela pohon perlu dilakukan pemangkasan/pembuangan tunas karena minimal setiap pohon harus mempunyai cabang 2 atau 3 cabang. Hal ini agar batang pohon tersebut bisa digunakan sebagai bibit lagi di musim tanam mendatang.
Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan sistem pemupukan berimbang antara N, P, K dengan dosis Urea=133–200 kg; TSP=60–100 kg dan KCl=120–200 kg. Pupuk tersebut diberikan pada saat tanam dengan dosis N:P:K= 1/3 : 1 : 1/3 (pemupukan dasar) dan pada saat tanaman berumur 2-3 bulan yaitu sisanya dengan dosis N:P:K= 2/3 : 0 : 2/3.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: KETELA POHON - 9756people
Info Petani -
TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)
Tanaman obat sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Kita mungkin telah mengenal berbagai khasiat tanaman obat, tetapi tidak semua dari kita menyadari pentingnya menanam tanaman obat agar dapat memanfaatkan khasiatnya setiap waktu.
Tanaman obat dapat dijadikan alternatif bahan pengobatan yang murah dan efisien. Selain itu, tanaman obat juga relatif lebih aman karena bersifat alami. Tanaman obat tercatat memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan obat-obatan yang diformulasikan dengan proses kimia.
Menanam tanaman obat sangat mudah dan tidak memerlukan perawatan ekstra. Umumnya tanaman obat tidak sulit untuk ditanam karena kadar obat di dalamnya membuat tanaman obat cukup kuat untuk menahan penyakit dan serangan hama.
Tanaman obat tidak memerlukan pestisida sehingga dapat lebih aman untuk dikonsumsi setiap hari. Di samping itu, tanaman obat juga sangat bermanfaat untuk dimanfaatkan sebagai tanaman penghias halaman rumah.
Ada berbagai macam tanaman obat yang dapat kita manfaatkan untuk solusi kesehatan dan kecantikan keluarga. Antara lain kita telah lama mengetahui bahwa tanaman lidah buaya dapat dijadikan sebagai penyubur rambut yang juga telah dimanfaatkan produsen shampoo untuk membuat formula penyubur rambut yang aman.
Selain itu, dengan pengolahan yang benar, lidah buaya juga dapat dipergunakan untuk mengatasi batuk yang juga dapat diatasi dengan jahe dengan memanfaatkan efek hangatnya. Tanaman obat yang dikenal sebagai bumbu dapur seperti lengkuas, temulawak, sirih, jahe, dan jinten juga sangat bermanfaat untuk menyembuhkan beberapa penyakit ringan. Lengkuas, misalnya, dapat dijadikan sebagai bahan alami yang mujarab untuk mengatasi penyakit kulit seperti panu.
Sedangkan temulawak dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi penyakit kuning. Daun sirih bahkan dipercaya oleh produsen anti septik sebagai bahan alami yang sangat bermanfaat sebagai anti septik yang aman. Sedangkan jinten dapat menjadi solusi yang cepat untuk menurunkan panas. Masih banyak lagi tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai solusi kesehatan keluarga.
Di dalam tanaman obat terkandung khasiat yang luar biasa untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, tifus, osteoporosis, bahkan diabetes. Mahkota dewa, misalnya, terbukti dapat menurunkan tekanan darah dengan cepat. Sedangkan tifus dapat diatasi dengan sambiloto yang juga dapat menurunkan panas. Untuk meredakan osteoporosis, kita dapat memanfaatkan buah mengkudu. Sedangkan diabetes dapat diatasi dengan air rebusan daun salam. Semuanya dapat kita manfaatkan setiap saat hanya dengan menanam semua tanaman obat tersebut di pekarangan rumah. Selain itu, banyak juga tanaman obat yang secara tampilan adalah tanaman hias seperti melati, daun puring, dan begonia. Melati telah lama dikenal sebagian tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi sesak nafas. Selain itu, melati juga berkhasiat sebagai obat sakit kepala.
Sedangkan daun puring yang berwarna-warni dan banyak dijumpai di taman adalah tanaman obat. Namun demikian, tidak semua daun yang berwarna-warni itu dapat dimanfaatkan. Hanya daun yang berwarna kuning dan hijau saja yang dapat dimanfaatkan untuk menghangatkan perut. Daun begonia juga merupakan tanaman obat yang sangat bermanfaat karena khasiatnya yang dapat meredakan nyeri haid.
Tanaman obat ini juga bermanfaat untuk menghias taman karena keindahannya. Ada berbagai macam warna begonia yang sangat indah untuk digantung ataupun ditanam di pot. Singkatnya, tidak ada ruginya menanam tanaman obat di pekarangan rumah anda karena tanaman obat juga bisa berfungsi sebagai tanaman hias dan sebaliknya. Pada rumah tangga yang memiliki kebun tanaman obat, masalah kesehatan kecil akan dapat diatasi dengan sangat cepat. Khasiat tanaman obat tidak bisa dipandang sebelah mata karena khasiat dalam setiap tanaman obat adalah obat alami yang sudah banyak diuji oleh para ahli pharmacy. Pada awalnya, tanaman sebagai alternative pengobatan di rumah ditemukan khasiatnya karena proses trial and error. Setelah sekian lama tanaman obat banyak ditemukan khasiatnya, tidak ada alasan lagi untuk tidak memanfaatkan khasiat tanaman obat karena sangat membantu untuk pengobatan berbagai penyakit dengan harga yang tergolong murah.
Ekstrak tanaman obat telah banyak juga diolah oleh pabrik farmasi sehingga kita dapat memanfaatkan khasiatnya dengan lebih mudah. Namun demikian, menanam sendiri tanaman obat di pekarangan rumah dapat memberikan keuntungan yang lebih karena kita dapat memanfaatkan khasiatnya segera ketika memerlukannya. Selain itu, kesegaran bahan-bahan tanaman obat juga mempengaruhi khasiatnya, jadi menanamnya sendiri akan lebih menguntungkan. (Jenis, Kandungan Khasiat dan Penggunaan Tanaman Obat)
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit