728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Pertanian. Tampilkan semua postingan
Limbah Cair Pati Kasava sebagai Substrat Nata De Cassava
Pendahuluan

Nata de Cassava bisa dijadikan makanan desert (pencuci mulut) karena selain rasanya enak juga mengandung serat tinggi yang dapat membantu pencernaan. Nata de Cassava dengan kandungan kalori yang rendah sehingga dapat menjadi pilihan dijadikan makanan diet.

Penampilan makanan ini sangat menarik dengan nilai estetika tinggi berwarna putih agak bening, tekstur kenyal, dan aroma segar. Sehingga Nata de Cassava menjadi makanan desert memiliki daya tarik yang tinggi.

Pembuatan nata yang diperkaya dengan vitamin dan mineral akan mempertinggi nilai gizi dari produk ini.

Apabila diproduksi dengan serius, Nata de Cassava menjanjikan nilai tambah yang tinggi.

Nata dibentuk oleh bakteri asam asetat yang mengubah cairan yang mengandung gula, sari buah atau ekstak tanaman. Terdapat beberapa spesies bakteri asam asetat yang dapat membentuk selulosa antara lain A. Xylinum. Bakteri ini masuk dalam genus Acetobacter dengan sifat Gram negatif, aerob, berbentuk batang pendek atau kokus.

Nata de Cassava dibuat dengan menggunakan limbah kasava. Adanya gula dalam limbah cair kasava akan dimanfaatkan oleh A. Xylinum sebagai sumber energi dan sumber carbon untuk membentuk senyawa metabolit selulose yang membentuk Nata de Cassava. Senyawa mineral dalam substrat akan membantu meningkatkan aktifitas enzim Kinase dalam metabolisme di dalam sel A. Xylinum untuk menghasilkan selulosa.

Dengan pertimbangan di atas maka pemanfaatan limbah padat/onggok dan limbah cair merupakan upaya pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Fermentasi Nata de Cassava dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

1. Peralatan yang diperlukan

a. Kompor
b. Panci
c. Gelas ukur 1 l dan 250 ml
d. Pengaduk
e. Pisau
f. Plastik kemasan ½ kg dan 1 kg
g. Saringan air kelapa/ayakan tepung
h. Nampan
i. Tali karet
j. Ember
k. Timbangan Kue
l. Sealer

2. Bahan yang diperlukan

a. Limbah cair 25 liter
b. Asam cuka (asam asetat 25%) / Asam cukla dapur
c. ZA 50 g
d. Sirup
e. Kap gelas 200 ml
f. Sendok plastik

3. Pemeliharaan Biakan murni A. Xylinum

Biakan murni A. Xylinum ditumbuhkan pada suhu kamar selama 2-3 hari dalam media agar miring Hassid Barker Agar (HBA) dengan komposisi sukrosa 10%, (NH4)2SO4 0,6 g/L, K2HPO4 5,0 g/L, ekstak Khamir 2,5 g/L 2% asam asetat glasial, agar Difco 15 g/L.

Biakan yang telah ditumbuhkan siap untuk kerja dan sebagian disimpan untuk stok dalam bentuk kering beku.

4. Persiapan Substrat dari Limbah cair Produksi Tapioka

a. 25 L limbah cair tapioka disaring
b. Ditambahkan gula pasir 2,5% (25 g setiap liter limbah cair tapioka)
c. Diaduk hingga merata
d. Didihkan
e. Ditambahkan asam asetat glasial 25% (cuka makan) sebanyak 20 ml/Liter (2,0 % (V/V).
f. Disaring dengan saringan kelapa / ayakan
g. Filtrat digunakan sebagai substrat
h. Tambahkan ZA sebanyak 2 g untuk setiap 1 liter substrat
i. Diaduk sambil dididihkan selama 15 menit.

5. Penyiapan Starter

a. Substrat didihkan selama 15 menit
b. Dinginkan hingga suhu 40 C
c. 300 ml substrat masukan dalam botol streril ukuran botol 500 ml
d. Inokulasikan 2 ose Bakteri A. Xylinum
e. Substrat digojog menggunakan shaker dengan kecepatan 140 rpm. Atau manual diguncang setiap 2-4 jam.
f. Diinkubasikan pada suhu kamar selama 2 hari.

6. Fermentasi

a. Substrat didihkan selama 15 menit
b. Tuangkan substrat dalam nampan yang steril dengan kedalaman 1,5 cm
c. Tambahkan starter sebanyak 10% (V/V)
d. Diaduk hingga mesra / rata
e. Ditutup dengan kertas koran / kain kasa
f. Ditutup dengan menggunakan kain bersih untuk menghindari kontaminasi
g. Diinkubasi / diperam tanpa diguncang pada suhu kamar selama 7 – 8 hari

7. Pengolahanan Nata de Cassava

a. Nata de Cassava dipanen, dipotong-potong seperti kubus dengan sisi 1 – 1,5 cm.
b. Dicuci dengan air bersih
c. Direndam dalam air bersih selama 30 – 60 menit.
d. Dibilas 3 – 4 kali hingga bau hilang
e. Direbus selama 10 menit
f. Rebus selama 15 menit dengan air bergula (500 g gula pasir dalam 5 liter air ditambah vanili atau flavour agent lain)
g. Nata de Cassava didiinginkan

8. Pengemasan

Tujuan pengemasan adalah :
a. Mengawetkan produk sehingga tahan lama dan tidak mudah rusak
b. Memberikan sentuhan nilai estetika sehingga mumpunyai daya tarik
c. Meningkatkan nilai tambah secara ekonomi terhadap produk
d. Memudahkan penyimpanan dan distribusi produk

Tahapan Pengemasan

a. Masukan Nata de Cassava ketika suhu 40 C dalam kemasan plastik secara aseptik
b. Usahakan tidak ada udara tersisa dalam kemasan untuk menghindari tumbuhnya mikroba kontaminan
c. Kemasan ditutup menggunakan sealer
d. Produk dimasukan dalam air dingin hingga menjadi dingin
e. Segera ditiriskan
f. Simpan dalam penyimpanan berpendingin

Sumber : Agro Inovasi, Sinar Tani Edisi 18-24 Mei 2011 no 3406 Tahun XLI
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Limbah Cair Pati Kasava sebagai Substrat Nata De Cassava - 9756people
Info Petani -
Pertanian Terpadu Padi dan Itik di Jepang
Pendahuluan

Keluarga Takao Furuno San melakukan usaha pertanian dengan sekala kecil, mereka mempunyai tanah hanya 2 ha, dimana 1,4 ha digunakan untuk usaha pertanian terpadu padi dan bebek, sisanya yang 0,4 ha digunakan untuk pertanian sayu-mayur tanpa menggunakan pestisida. Pertanian milik keluarga ini mempunyai teikei (pelanggan, pembeli langsung) sebanyak 100 keluarga.

Sepuluh tahun pertama Furuno san memelihara bebek Aigamo, bebek persilangan antara bebek liar dan bebek jinak. Furuno san setiap hari bangun pagi-pagi dan menghabiskan waktunya bekerja di sawah padi di bawah terik sinar matahari. Setelah selama sepuluh tahun bergelut dengan bebek Aigamo, Furuno san sangat mensyukuri pengalamannya yang penuh tantangan tersebut. Pada 12 tahun terakhir dia mengabdikan tenaganya untuk penelitian lapangan tentang pertanian terpadu padi dan bebek.

Apabila petani Asia menanam padi biasanya akan selalu ditemui bebek. Sawah padi dan bebek mempunyai hubungan yang sangat dekat dan tidak dapat dipisahkan. Akan tetapi bebek pada umumnya dipandang rendah di beberapa negara. Di Jepang terdapat ungkapan perasaan “klesotan bebek”. Di Indonesia orang yang hanya sukanya mengikut saja disebut “Membebek”. Di Vietnam orang bilang “Jika kamu ingin kaya peliharalah ikan, jika kamu ingin memperoleh uang peliharalah babi, jika kamu ingin miskin peliharalah bebek”. Akan tetapi, jika bebek dan tanaman padi digabungkan dalam pertanian terpadu padi dan bebek, akan menjungkirbalikan pepatah tersebut diatas. Sehingga kita perlu mempertimbangkan kembali pemanfaatan bebek dalam usaha pertanian.

Ide dasar

Apakah yang dimaksud pertanian terpadu padi dan bebek ? Furuno san menjawab dengan definisi sederhana istilah tersebut dimulai dengan pengertian umum. Bebek Aigamo adalah hasil persilangan antara pejantan bebek liar dan betina yang telah diternakan. Dia memelihara bebek Aigamo di sawahnya yang ditanami padi karena mempunyai daya tahan yang kuat, dagingnya enak, dan dapat bekerja dengan baik. Dia menganjurkan agar kita menggunakan bebek asal negara kita masing-masing.
Unggas air dapat dikategorikan menjadi 3, yaitu bebek asli, angsa dan bebek Muscovy. Diantara ketiga bebek ini, bebek Muscovy merupakan bebek yang paling lemah terhadap air sehingga tidak cocok untuk pertanian terbadu dengan padi. Begitu juga angsa juga tidak cocok untuk pertanian terpadu dengan padi karena angsa suka memakan daun padi. Bebek biasa dengan ukuran yang kecil paling baik untuk dipelihara sawah padi. Teknik umum pertanian padi dan bebek yang dia laksanakan adalah sebagai berikut:

a. Sawah padi ditutup dengan pagar bambu, jaring, aliran listrik, dan bahan-bahan lainnya. Penutupan sawah ini bertujuan untuk menjaga bebek dari terkaman predator (pemangsa bebek) dan mencegah bebek lepas keluar sawah.

b. Satu sampai dua minggu setelah penanaman bibit padi, anak bebek yang berumur 1-2 minggu dilepas di sawah dengan jumlah yang proporsional yaitu 20-30 ekor per 10 are.

c. Anak bebek dipelihara dengan cara melepaskannya di sawah baik siang maupun malam sampai dengan saatnya bulir padi terbentuk (di Jepang sekitar 2-3 bulan). Seperti dilakukan di pedesaan di Negara Asia pada umumnya bebek hanya dilepas di sawah pada siang hari saja kemudian digiring masuk kandang pada sore hari dengan alasan untuk mencegah bebek tersebut dicuri orang.

Untuk percobaan, dilepaskan anak Aigamo di sawah padi setelah penanaman bibit padi. Anak bebek akan berenang keseluruh penjuru sawah padi, dengan rakus memakan rumput liar (gulma), serangga, katak, berudu dan lumpur di sawah padi. Anak bebek ini akan tumbuh dengan cepat. Tanaman padinya akan terbajak dengan baik, keluar cabang dengan baik, dan tumbuh dengan pesat.

1. Pertanian terpadu padi dan bebek tidak hanya teknik penyiangan

Melepaskan unggas air ke sawah padi merupakan perkerjaan yang sangat sederhana. Akan tetapi keberhasilan kegiatan ini sangat bervariasi tergantung kepada orang, negara dan waktu. Yang sangat menarik, masih banyak orang yang beranggapan bahwa bebek Aigamo hanya digunakan untuk penyiangan saja. Menurut teknik pertanian terpadu padi dan bebek ini, sawah padi ditutup dengan pagar beraliran listrik, jaring dan sebagainya, bertujuan untuk menciptakan lingkungan dimana bebek Aigamo dan padi dapat menjalin simbiose yang saling menguntungkan. Furuno san menyebut simbiose ini sebagai “Dunia satu bebek dapat manfaat banyak”. Pertanian padi dan bebek telah terpadu dalam sawah padi secara organis.

Bebek mempunyai 6 manfaat untuk budidaya padi: 1. Manfaat untuk penyiangan, 2. Manfaat pengemdalian hama penyakit, 3. Manfaat pemupukan, 4. Manfaat pembajakan dan penggemburan tanah sepanjang waktu, 5. Manfaat mengendalikan keong emas, 6. Manfaat stimulasi pertumbuhan padi.

Di sisi lain sawah padi mempunyai manfaat untuk pemeliharaan bebek seperti berikut: 1. Penggunaan sumber alami sebagi makanan seperti gulma, serangga, air tanaman, 2. Penggunaan ruang yang tersisa di sawah padi sebagai habitat bebek, 3. Penggunaan air yang berlimpah, 4. Sebagai tempat bebek bersembunyi dibawah daun padi.
Pada tahun belakangan ini, sistem ini menjadi bertambah variasi dan kreasinya dengan adanya penambahan ikan, azolla, dan peningkatan-nitrogen.

2. Gulma dan serangga ada untuk tanaman padi

Tidak ada sesuatupun didunia ini yang tidak mempunyai manfaatnya. Semua akan berjalan sesuai dengan aturan yang telah diciptakan dalam ekosistem di planet bumi ini.

Memang benar di sawah padi terdapatnya gulma dan hama penyakit. Akan tetapi, dalam pertanian modern, pendapat manusia tentang bercocok tanam padi telah didengungkan secara berlebihan bahwa gulma dan hama penyakit dijastifikasi hanya sebagai makhluk hidup yang selalu berbahaya dan mengganggu yang harus diberantas.

Banyak orang telah mengendalikan dan memberantasnya dengan herbisida dan pestisida. Akan tetapi siatuasi akan berubah sama sekali apabila bebek dilepas di sawah padi. Opini yang telah dibangun tersebut di atas segera terbukti sebaliknya. Menarik sekali serangga dan gulma yang kita anggap sebagai “makhluk jelek” menjadi makanan yang sangat berguna untuk bebek, dan dapat dirubah menjadi daging, sedangkan kotoran bebek menjadi pupuk tanaman padi, dan dirubah menjadi beras. Akhirnya terhidanglah makanan berupa daging dan nasi yang menjadi santapan lezat kita.

Furuno san berkata bahwa cerita ini adalah lelucon, tetapi beberapa tahun kemudian, apa yang dikatakan menjadi kenyataan. Teknik ini terdapat sedikit kontradiksi. Empat atau lima minggu setelah melepas bebek ke sawah padi, jumlah gulma dan serangga menurun secara tajam sebagai hasil dari “efek bebek”. Ini adalah dampak alami yang ditimbulkannya dan yang kita inginkan. Akan tetapi keadaan ini juga bisa menimbulkan penurunan persediaan alami makanan bebek di sawah padi.

Maka dari itu kemudian muncul ide baru, Furuno san mulai menumbuhkan gulma yang disebut azolla sebagai “tanaman pakan” di sawah padi untuk makanan bebek. Dengan kata lain, Furuno san aktif menumbuhkan gulma di sawah padi. Kita dapat menyebutnya sebagai suatu pembalikan pemikiran yang terbalik.

3. Perbandingan dengan pertanian padi modern

Pertanian terpadu padi dan bebek sama sekali bukan teknik pertanian baru. Teknik ini merupakan penemuan kembali dan pembangunan kembali teknik lama. Akan menjadi jelas ketika kita membandingkannya dengan pertanian modern. Pertanian padi modern menggunakan metoda tunggal untuk menangani masalah, yaitu dengan mengaplikasikan herbisida untuk memberantas gulma, dan menggunakan pestisida dan bahan kimia lain untuk memberantas hama dan penyakit tumbuhan, dan menggunakan pupuk kimia untuk menyediakan unsur hara tanah. Cara ini merupakan pendekatan “Plester penutup luka”, mengobati satu demi satu gejala yang tampak. Akan tetapi bebek dapat melakukan sendiri semua peran tersebut. Hal ini merupakan kunci menuju teknik yang sempurna, “Bebek satu - berkat berlimpah”.

4. Bebek sebagai binatang pekerja yang bahagia

Pertanian model lama, begitu mudahnya menggunakan pestida, herbisida, dan pupuk kimia, tetapi mereka perlu input dari luar lainnya yaitu perlu tenaga untuk menyemprotkannya pada hamparan sawah padi. Dan kalau menggunakan mesin spray, diperlukan orang lagi untuk menjalankan mesin tersebut.

Akan tetapi, pada pertanian terpadu padi dan bebek, bebek di sawah padi dapat melakukan semua aktifitas baik penyiangan gulma, pembasmian hama, maupun pemupukan. Tidak diperlukan manejemen yang sulit .atau input tenaga tambahan banyak. Maka dari itu bebek disebut “tenaga kerja binatang”. Tenaga kerja bebek sama sekali berbeda dengan tenaga kerja binatang lain seperti kuda untuk menarik muatan barang yang berat atau sapi yang digunakan untuk membajak sawah.

Kuda dan sapi dipekerjakan di lapangan mengeluarkan energi banyak, sedangkan bebek melaksanakan kerjanya sambil makan, bermain, buang kotoran dan tidur, kegiatan yang menyenangkan. Sebagai hasil bebek dan padi tumbuh secara alami. Sebenarnya bebek tersebut tidak bekerja dengan perintah tertentu, tetapi bebek dapat bergerak bebas dan senang. Kita dapat mengatakan disini bahwa bebek merupakan “binatang pekerja yang bahagia”

Bebek dapat bermain dan bergerak lebih bebas di sawah padi, dibanding broiler yang berada dalam kandang ayam yang padat dan sedikit angin. Furuno san suka pada pertanian terpadu padi dan bebek sebagai “peternakan bebas”.

Bebek tidak hanya bekerja, tetapi juga memupuk padi dan melakukan banyak peran. Pertanian terpadu padi dan bebek dapat kita dinikmati. Metoda peternakan ini dengan jelas dapat memanfaatkan potensi secara penuh peternakan di Asia.

5. Potensi ketahanan siklus ekosistem

5.1. Petanian padi modern menciptakan sistem yang melemah
Pada setiap pertengahan bulan Juni kita dapat menikmati keindahan pemandangan sawah padi di seluruh Jepang. Dalam rangka mengurangi timbulnya gulma, hama, dan penyakit, pada pertanian organik tradisional, dalam penanaman sayur-sayuran, biasa dilakukan pergantian komoditi tanaman, pergantian lahan, dan tumpangsari tanaman dengan menggunakan berbagai varietas sayur-sayuran. Akan tetapi pada pertanian padi modern, hanya difokuskan pada produksi jangka pendek dengan menggunakan sedikit pekerja. Pada kasus pertanian padi organik, juga hanya satu jenis komoditi yang ditanam.

5.2. Diversifikasi yang kreatif
Dengan melepas bebek dalam satu tanaman monoculture padi saja, kita dapat meningkatkan keanekaragaman tumbuhan sambil mengendalikan pertumbuhan (seperti diversifikasi) gulma dan hama penyakit. Kalau kita dapat membuat ekosistem yang baru dan beranekaragam dimana padi, bebek dan tanaman air tumbuh bersama. Ini yang diinginkan dalam pertanian terpadu padi dan bebek. Sejak tahun 1993, Furuno san berusaha meneruskan peningkatan keaneragaman dengan memasukan azolla, paku air untuk peningkatan nitrogen ke dalam sawah padi dan bebek. Yang menarik dalam pertanian terpadu padi bebek adalah bagaimana meningkatan keaneragaman secara kreatif yang dapat meningkatkan produktivitas.

5.3. Pertanian padi sebagai siklus ekosistem yang kekal
Untuk memperlihatkan dengan jelas ciri khas pertanian terpadu padi dan bebek, Furuno san membuat perbandingan sekema siklus ekosistem “pertanian padi modern”, “pertanian padi organik” dan “pertanian terbadu padi dan bebek”. Pengembangan pertanian padi modern dengan ciri melakukan penggantian tenaga kerja dengan sejumlah energi bahan bakar fosil yang diimpor disertai input eksternal lainnya.

Pada pertanian padi organik, polusi yang ditimbulkan relatif lebih sedikit, karena tidak menggunakan pupuk kimia maupun bahan kimia lain yang diproduksi secara industri. Akan tetapi Jepang sangat tergantung pada sumber bahan baku asal luar negeri sebagai material untuk pembuatan pupuk kompos dan organik. Dapat dikatakan bahwa padi organik yang tumbuh di Jepang bertumpu pada kesuburan tanah luar negeri. Akan tetapi pada kasus pertanian terpadu padi dan bebek, hanya diperlukan sedikit input eksternal. Gulma dan serangga dimakan oleh bebek, sedangkan bebek memberikan dampak peningkatan pertumbuhan tanaman padi. Pertanian terpadu padi dan bebek lebih kekal dan mempunyai siklus lebih baik dari pada metoda lain.

Pertanian terpadu padi, bebek dan azolla merupakan jalan kreatif untuk menciptakan siklus ekosistem produktif yang kekal.

Sumber: Farming Japan Vol.43-3, 2009
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pertanian Terpadu Padi dan Itik di Jepang - 9756people
Info Petani -
Wapres Jusuf Kalla Petik Tomat Merah dan Kuning di Pasona O2 Tokyo
Tepat pukul dua siang 1 Februari 2009 Wapres Bapak Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla disertai Mendiknas Bapak Bambang Sudibyo, Dubes Bapak Jusuf Anwar dan Ibu Lastrijah Jusuf Anwar serta rombongan tiba di Pertanian Percontohan Pasona O2. Pertanian ini terletak di lantai 2 bawah tanah Gedung Nomura yang terletak di tengah kota Tokyo, dengan alamat 2-1-1 Otemachi, Chiyodaku. Setibanya di halaman Gedung Nomura Bapak Wapres disambut oleh Presiden Pasona O2 Mr. Yasuyuki Nambu, Senior Managing Director Ms. Junko Fukuzawa, Executive Director Mr. Yoshihisa Endo dan para staf Pasona O2.

Pada saat kunjungan ini Bapak Wapres tampak sungguh-sungguh mendengarkan penjelasan Presiden Pasona O2. Mr. Yasuyuki Nambu menjelaskan bahwa tujuan dari pembuatan Pasona O2 adalah menarik minat para kaum muda untuk menerjuni pekerjaan bidang Pertanian. Pertanian yang dikembangkan di Pasona O2 menggunakan metoda Hydroponic dan penyinaran lampu Light-emiting Diodes (LEDs), Fluorescent, high-presure sodium vapor disertai pengaturan suhu secara otomatis. Sayuran yang diproduksi diluar memerlukan waktu pengangkutan yang cukup lama sehingga tidak segar lagi. Sedangkan tanaman sayuran yang diproduksi disini bisa dimakan ketika masih segar sehingga mempunyai nilai gizi 10 kali lipat dari pada sayuran yang diproduksi di luar.

Ketika Bapak Wapres menanyakan apakah produk pertanian menggunakan teknik ini sudah bisa dikomersialkan, Presiden Pasona O2 menjawab untuk padi memang belum bisa dikomersialkan tetapi dengan cara ini kami bisa memanen 3 kali setahun, sedangkan kalau diluar gedung dengan metoda biasa kami hanya panen sekali dalam setahun pada akhir musim panas saja. Di Jepang sayuran dengan metoda hydroponic dengan penyinaran lampu sudah bisa dikomersialkan. Meskipun sayuran yang ditanam dalam ruang tertutup sedikit lebih mahal harganya tetapi produk hasil teknologi ini disukai konsumen karena baik mutunya dan aman dikonsumsi.

Mr. Nambu pendiri Pasona O2 ini membanggakan bahwa Perdana Menteri Koizumi dan Fukuda pernah mengunjungi Pasona O2. Dia menceritakan menurut para Astronot teknik ini bisa dikembangkan untuk diaplikasikan di luar angkasa sehingga para astronot bisa makan sayur segar bukan bahan makanan yang diawetkan. Dan dengan metoda ini juga tidak menutup kemungkinan membuka pertanian di daerah padang pasir.

Pada kesempatan itu Wapres berkenan memetik buah tomat merah, sedianya akan disediakan alat pemetik tomat tetapi beliau langsung memetik dengan jemari tangannya dan langsung memakannya. “Rasanya enak", ketika seorang wartawan foto menunjukan tomat berwarna kuning berukuran lebih kecil, dengan cekatan Wapres memetiknya dan menyantapnya, “Rasanya lebih enak, memang yang kuning-kuning rasanya enak” disambut dengan riuh gelak-tawa para pengunjung.

Presiden Pasona O2 menceritakan rencananya bahwa Pasona O2 sedang merancang pertanian dengan lahan 18.000 m2, dengan teknik yang lebih canggih sehingga orang bisa sambil bekerja dapat langsung menyantap produknya. Dengan berpakaian jas dan berdasi kita dapat mengerjakan usaha pertanian dengan mudah asalkan menggunakan sarana dan prasarana yang didukung teknologi mutakhir.

Dia menambahkan kalau Pasona O2 telah berhasil memasukkan banyak kaum muda terjun bekerja dalam bidang pertanian menggunakan teknologi modern, diharapkan Jepang dapat meningkatkan kemandirian pangan dari 40% menjadi 55%, sehingga ketergantungan terhadap produk pertanian luar negeri menjadi semakin menurun.

Bapak Wapres menyampaikan bahwa kita bersyukur Indonesia mempunyai lahan yang subur dan luas dengan sinar matahari yang cukup, Alhamdulillah sekarang Indonesia sudah swasembada beras, jagung dan gula konsumsi. Prestasi ini perlu kita pertahanankan dan kembangkan lagi menggunakan teknologi yang lebih maju.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Wapres Jusuf Kalla Petik Tomat Merah dan Kuning di Pasona O2 Tokyo - 9756people
Info Petani -
Pertanian Percontohan Bawah Tanah Pasona O2 di Tokyo
Projek Pasona O2 didirikan pada tanggal 11 Pebruari 2005, berlokasi di B2F Otemachi-Nomura Building, 2-1-1 Otemachi, Chiyoda-ku, Tokyo dengan luas sekitar 1000 m2, dibuka pada hari kerja Senin sampai Jumat, jam 11:00 – 18:00. Tujuan projek ini adalah membangkitkan kesadaran dan minat masyarakat pada sektor pertanian dengan sasaran penciptaan dan membuka peluang lapangan pekerjaan.

Fasilitas yang disediakan: 1) Green house menggunakan teknologi hydrophonic dan light-emiting diode (LED); 2) Fasilitas Pelatihan untuk kuliah dan seminar pelatihan yang berhubungan dengan pertanian; 3) Ruang Rileks untuk terapi alami.

Latar belakang didirikannya Pasona O2, dimulai pada akhir-akhir ini terdapat banyak para kaum muda dan setengah baya yang ingin merealisasikan impiannya bekerja dan tinggal di desa dari pada di kota.

Ditengah-tengah meningkatnya impor produk pertanian, telah berkembang minat masyarakat pada keamanan pangan, dan bayak orang yang menyewa lahan pertanian untuk membudidayakan produk pertanian bersama-sama dengan mereka yang tertarik pada bidang pertanian.

Dipihak lain telah bertambah dengan pesat jumlah populasi usia lanjut, terjadi penurunan jumlah petani yang mengeluti sektor pertanian. Diantara Negara maju, Jepang mempunyai self-sufficiency ratio paling rendah, hanya 28% bahan makanan biji-bijian yang diproduksi di dalam negeri.

Dalam rangka revitalisasi pertanian sebagai industri bisnis, sistem sewa bagi perusahaan umum yang tertarik dalam bidang pertanian telah meningkat, dan diharapkan terjadi peningkatan perusahaan umum yang mengembangkan pertanian sebagai industri bisnis, dan juga terjadi peningkatan jumlah korporasi produk pertanian. Maka dari itu pemimpin baru bidang pertanian sangat diperlukan, dan penyediaan tenaga kerja menjadi kunci yang baik untuk revulosi pertanian.

Perusahaan Pasona O2 bersama dengan perusahaan terkenal lain telah mendirikan sebuah perusahaan patungan yang berkerak dalam perekrutan tenaga kerja di Kanto dan Kansai. Melalui “Agriculture Internship Project” di Desa Ogata, Prefektur Akita, Perusahaan telah menyelenggarakan pelatihan pertanian dan sejak 2003 pelatihan ini diberikan kepada kaum muda dan setengah baya yang tertarik pada bidang pertanian.

Mulai tahun 2005 Palatihan pertanian telah dilaksanakan di Nambu-cho, Prefektur Aomori dan di Hidagawa-machi dan Aritawa-cho di Prefektur Wakayama.

Pada Pebruari 2005 Perusahaan ini meresmikan “Pasona O2”, menyediakan sarana yang digunakan untuk meningkatkan minat bekerja pada sektor Pertanian. Melalui fasilitas ini yang berlokasi di lantai 2 bawah tanah Kantor Pusat Perusahaan di Otemachi, Pasona O2 berupaya menciptakan kesempatan bekerja di sektor pertanian dengan cara memperkenalkan sektor pertanian yang menarik dan menyenangkan.

Langkah pertama yang dilakukan yaitu membangkitkan minat yang lebih besar pada sektor pertanian kepada mereka yang tidak mempunyai pengalaman lapangan. Kemudian, melalui pelatihan bidang pertanian, Pasona O2 menentukan pengetahuan, pengalaman dan bakat yang penting untuk projek ini, dan menciptakan prasarana yang berguna untuk memotivasi orang bekerja dalam sektor pertanian.

Berdasarkan konsep pertanian sebagai suatu bisnis, Pasona O2 berusaha agar memungkinkan seseorang dengan ide baru dan pengetahuan baru dapat memasuki industri revitalisasi pertanian secara menyeluruh, termasuk industri terkait dan sekaligus untuk meningkatkan penciptaan lapangan kerja berikutnya.

Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pertanian Percontohan Bawah Tanah Pasona O2 di Tokyo - 9756people
Info Petani -
Diet sarapan pagi dengan sebuah pisang
Di Negara Kesatuan Republik Indonesia banyak sekali menghasilkan pisang dengan berbagai jenis. Pisang Ambon sudah menjadi buah meja yang sering kita temui ada di rumah makan.

Sebuah pisang Ambon punya nilai gizi 3 kali sebuah apel sedang. Pisang mengandung sejumlah besar karbohidrat yang tidak dapat dilarutkan yang disebut Resistent Starch. Resistent starch mempunyai kemampuan merangsang pembakaran lemak. Pisang mengandung enzim yang dapat membantu mempercepat pencernaan dan dengan demikian mengurangi jumlah waktu yang diperlukan usus bekerja untuk mencerna makanan, sehingga lebih cocok dalam metabolisme penurunan berat badan. Pisang ditambah dengan air akan mempercepat atau menghilangkan gejala sembelit.

Karena keunggulan dari buah pisang tersbut dewasa ini masyarakat Jepang sedang ngetren diet sarapan pagi dengan satu buah pisang, sehingga terdapat kecenderungan kebutuhan pisang di Jepang meningkat. Bagi produsen pisang silahkan meningkatkan produksinya dan diekspor ke Jepang, kalau dari Indonesia tanpa bea masuk lho...

Bagi yang ingin menurunkan berat badan silahkan mencoba diet yang sedang populer ini sebagai berikut:


1. Sarapan pagi dengan satu buah pisang.
2. Makan siang dan malam seperti biasa, tetapi jangan sampai kenyang.
3. Cukup minum air putih dengan suhu kamar, tidak dingin dan tidak panas.
4. Kunyah makanan dengan sempurna dan nikmati rasanya.
5. Boleh makan makanan ringan pukul 3 sore tetapi jangan makan es krim, donut dan keripik kentang, serta jangan makan dessert ketika makan malam.
6. Tidurlah lebih awal, berhenti makan 4 jam sebelum tidur.
7. Berolah raga secukupnya, tidak dipaksakan.


Sumber: Morning Banana Diet
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Diet sarapan pagi dengan sebuah pisang - 9756people
Info Petani -
Sparse Planting - A new wave of the paddy-rice -
Sparse planting of which root distance is longer than usual planting (dense planting) is nationally watched with keen interest. Cost for seedling and material is remarkably reduced than usual planting and similar harvest volume is expected. Farm machinery manufacturers and the local research institutes are studying locally matched cultivation system with the local farmers. We will introduce the advantage and subject for it.

Sparse planting mean planting density is lower, that is, although line distance is same as regular planting (30 cm), root distance is 22 cm, 28 cm, or 30 cm, meanwhile, root distance of the regular one is 30 cm. They are usually planted by rice transplanting machine. Before developing rice transplanting machine, booth root distance and line distance were 30 cm each. Although mature seedling was used for the past sparse planting, young seedling is currently used after developing the machinery. The method is as same as rice transplanting that farmers have no troublesome. The recent rice transplanting machine has the function of sparse planting, therefore, any farmer can conduct it.

The most advantage point for it is cost saving, for instance, the number of root to be needed is a 50% declined than usual dense planting if the root distance is 30 cm. Therefore, the preparation cost for seedling is also reduced and the cost for buying seedling is reduced as well. Additionally working time becomes shorter.

According to the agricultural research center, the taste of the rice by sparse planting is same as the dense planting and the total harvest volume per paddy field is not different. Another research center also announced that the rice appearance is better than the dense planting. Longer distance between root and root makes less stress condition, they said. One more important research result is that sparse planting is better for global warming, a research institute in Kyoto reported. The reason seems to be same due to longer root distance. Sparse planting will be expanding as one of measures for global warming which critically influences on agricultural industries all over the world.

Source: Farming Japan, Vol.42-5, 2008. pp. 8-9.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Sparse Planting - A new wave of the paddy-rice - - 9756people
Info Petani -
Jambu Mete Varietas Meteor YK
Kelebihan dari varietas Meteor YK ini terdapat keseragaman pertumbuhan baik pada tanaman yang lama dan yang baru. Pertumbuhan tanaman tetap menghijau pada musim kemarau disaat tanaman lainnya mengering, rasa kacangnya gurih dan manis sehingga sangat disukai oleh konsumen. Keunggulan spesifik lainnya adalah produksi gelondong, rendemen kacang, kadar protein kacang dan rasa kacang mete lebih baik dari varietas jambu mete yang ditetapkan sebelumnya seperti Gunung Gangsir 1 (GG 1) dan Segayung Muktiharjo 9 (SM 9).

A.PENDAHULUAN

Tanaman jambu mete merupakan salah satu tanaman yang mampu hidup baik pada lahan marginal beriklim kering seperti di daerah Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Tanaman ini diperkenalkan pertama kali di Desa Semuluhlor, Kabupaten Gunung Kidul pada tahun 1922 oleh seorang pamong desa. Lama kelamaan tanaman ini menyebar luas di daerah tersebut seiring dukungan dari program pemerintah dalam membangun subsektor perkebunan yang memberi tekanan pada pengembangan tanaman jambu mete.

Masyarakat di DI Yogyakarta dalam mengembangkan tanaman jambu mete kebanyakan menggunakan bahan tanaman dari pohon induk di Semuluhlor, Kabupaten Gunung Kidul. Secara umum buah jambu mete mempunyai manfaat seperti : buah semu dapat dipergunakan untuk abon dan makanan ternak golongan ruminansia, biji sebagai kacang mete dan kulit biji dapat menghasilkan ”Cashew Nut Shell Liquid (CNSL)” suatu minyak yang dapat dipergunakan sebagai pelumas mesin jet, kosmetik dan lainnya.

B. ASAL USUL DAN CARA SELEKSI

Pada tahun 1972/1973 tanaman ini ditetapkan oleh pemerintah sebagai tanaman penghijauan untuk wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya. Benih tanaman jambu mete yang berasal dari Semuluhlor ini mulai menyebar ke daerah lainnya seperti ke provinsi Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sjawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Kemudian tahun 1980, melalui Proyek P4 dan Tahun 1990 Proyek P2WK, Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY mengembangkan tanaman jambu mete ini di Kabupaten Gunung Kidul, Bantul dan Kulonprogo. Akibatnya banyak industri kecil di masyarakat bermunculan dan mulai tumbuh cepat seperti pengacipan, pengolahan kacang mete yang mampu memenuhi kebutuhan didaerah sekitar, bahkan mampu diekspor ke India, Jepang dan Eropa. Kulit bijinya selain menghasilkan ”CNSL” ampas/kulitnya kacang mete dipres menjadi bahan bakar dalam pembuatan bata merah.

Melihat penampilan dan produksi tanaman ini cukup menjajikan, tahun 1996 Direktorat jenderal Perkebunan menetapkan Blok penghasil Tinggi (BPT) untuk kebun petani yang ada di Semuluhlor, Gunungkidul dan Bantul, DIY.

Untuk melengkapi data karakteristik tanaman yang ada di BPT Yogyakarta, maka pada tahun 2007 dilakukan evaluasi ulang untuk menetapkan kembali BPT dan pohon induk yang telah ditetapkan sebelumnya. Penggagas ide untuk melaksanakan penelitian, pengkajian, evaluasi dan mempersiapkan pelepasan varietas Meteor YK ini difasilitasi oleh Pemda DIY, Balittri Bogor dan BPTP Yogyakarta.

C. KARAKTER SPESIFIK METEOR YK

Bila dibandingkan dengan pendahulunya seperti varietas Gunung Gangsir 1 (GG 1) dan Segayung Muktiharjo 9 (SM 9), Meteor YK memiliki sifat yang khas seperti bentuk buah bulat segitiga, aroma buah harum segar, rasa buah manis, daging buah lembut berserat, rasa kacang gurih dan manis.

Sekilas digambarkan sebagian keunggulan Meteor YK dibandingkan dengan GG 1 dan SM 9 antara lain :

1. Bentuk batang
Meteor YK: bulat silindris; GG1: Bulat; SM9: bulat agak gepeng

2. Bentuk buah semu
Meteor GG: lonjong segitiga; GG1: Lonjong panjang; SM9: Lonjong

3. Bentuk kacang mete
Meteor YK: ginjal ujung tumpul; GG1: ginjal gepeng kecil; SM9: ginjal

4. Rasa kacang mete
Meteor: Gurih dan nyaman; GG1: Gurih; SM9: Tawar

5. Tebal biji gelondong basah
Meteor YK: 6,0 - 6,2 ; GG1: 1,5 – 1,9 ; SM9: 2,1 – 2,55

6. Berat biji kacang mete
Meteor YK:1,7 -1,9 gr ; GG1: 1,66 gr; SM9: 3,32 gr

7. Kadar gula (% brix)
Meteor YK: 11-16 ; GG1: 10,24; SM9: 12,7

8. Hasil/phn/Thn umur 10 Thn
Meteor YK:15 Kg; GG1: 8,9 Kg; SM9: 10 Kg

9. Rasa daging buah
Meteor YK: Manis ; GG1:- ; SM9: -

B. STRATEGI YANG GEMILANG

Dengan kemampuan dan inisitaif yang cukup kreatif dari Pemda DIY yang difasilitasi oleh para peneliti dari BPTP Yogyakarta dan Balittri, Bogor, sehingga potensi daerah yang selama ini belum terungkap dapat diusung menjadi potensi daerah sekaligus potensi nasional. Jambu mete varietas Meteor YK ditetapkan sebagai benih bina dan varietas unggul melalui Surat Keputusan menteri Pertanian Nomor : 338/Kpts/SR.120/3/2008 tanggal 28 Maret 2008. Secara konstitusi varietas tersebut sudah dapat dilepas ke masyarakat dengan label benih unggul dan bermutu. Kebun yang menghasilkan varietas metor YK terlebih dahulu harus ditetapkan sebagai sumber benih oleh Direktur Jenderal Perkebunan. Selain itu juga Varietas Meteor YK telah didaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT), Dep Pertanian dengan Surat No. 595/LB.240/A.11/11/2007 tanggal 19 November 2007, untuk mendapatkan perlindungan dari negara.

Salah satu keuntungan yang dinikmati oleh petani yang kebunnya ditetapkan sebagai sumber benih jambu mete Metor YK adalah royalty dari hasil penjualan benih selain komponen hasil lainnya.

Kemungkinan masih banyak potensi-potensi daerah yang belum tergali oleh para peneliti dan pemda setempat, kesempatan seperti Meteor YK ini dapat memberikan motivasi bagi daera-daerah lain untuk segera melaksanakan persiapan pelepasan varietas lokal yang potensial.Tidak ada yang sulit, asalkan ada kemauan bagi semua pihak yang berkepentingan dalam melestarikan sumber daya genetik yang begitu banyak di negeri ini.

Sumber: Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi, Ditjen Perkebunan, Deptan, 26 Juni 2008
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Jambu Mete Varietas Meteor YK - 9756people
Info Petani -
Menyusui anak sapi dengan mesin
Telah dilakukan kunjungan ke peternakan sapi pedaging milik Mr. Keio Soma di 3-17-15 Suizenji, Kumamoto 862-0950 pada tanggal 22 Juli 2008. Dalam kandang seperti terlihat pada gambar disebelah dipelihara 20 ekor anak sapi (pedet). Di peternakan ini pedet diberikan air susu menggunakan mesin secara otomatis. Mesin tersebut disimpan pada bagian luar terlihat seperti almari warna hitam (tengah). Untuk pedet umur tertentu diberikan minum air susu sebanyak 4000 ml setiap hari. Pedet diberikan 500 ml air susu setiap dua jam sekali sehingga dalam sehari pedet minum sebanyak 8 kali.

Dalam mesin tersebut terdapat tempat penyimpanan susu bubuk dan tempat penyimpanan air hangat matang yang terpisah (Gambar ke 4 dari atas). Pada saat pedet mau minum air susu, sapi akan mendekat ke tempat air susu keluar (Gambar ke 3 dari atas). Ketika masuk didepan mesin tempat pengeluaran air susu, dalam waktu singkat sekitar 10 detik secara otomatis mesin mempersiapkan air susu dengan cara mencampur air matang hangat dan 100 gram susu bubuk sehingga volumenya menjadi 500 ml.

Pedet akan minum air susu tersebut tepat 500 ml. Pedet yang sudah minum akan tercatat oleh mesin dengan cara merekam nomor yang terdapat pada leher pedet (Gambar ke 2 dari atas) sehingga dalam waktu kurang dua jam pedet tidak dapat minum lagi air susu. Pedet dapat minum kembali setelah 2 jam kemudian. Karena jatah minum sehari sebanyak 4000 ml maka pedet diberikan kesempatan minum sebanyak 8 kali.

Dari alat ini bisa diketahui pedet mana yang napsu minumnya berkurang karena mesin dapat memonitor pedet mana yang minum air susunya kurang dari 4000 ml. Pedet yang mengalami penurunan napsu minum air susu akan diukur suhu badan, berat badan, dan seterusnya untuk mendiagnosa apakah sapi yang napsu minumnya turun terkena penyakit.

Jadi mesin ini selain digunakan untuk mengontrol jumlah air susu yang diberikan juga sekali gus sebagai alat untuk memonitor kesehatan pedet.


Dari atas ke bawah berturut-turut adalah Gambar ke 1, 2, 3 dan 4 dari atas.

Gambar ke 1 dari atas. Dua puluh ekor sapi yang seumur ditempatkan dalam satu kandang.















Gambar ke 2 dari atas. Setiap sapi terdapat nomor identitas dipasang pada leher agar mudah direkam oleh mesin.















Gambar ke 3 dari atas. Anak sapi yang sedang minum air susu didepan mesin menunduk posisi kepala di sebelah kiri.






















Gambar ke 4 dari atas. Mesin terdapat di luar kandang yang menyediakan air susu secara otomatis ketika pedet datang. Terlihat sebelah kiri terdapat tempat penyimpanan susu bubuk, sebelah kanan penyimpanan air hangat dan di tengah tempat pengadukan air hangat dan susu bubuk. Di balik dinding yang berwarna coklat terdapat keluarnya air susu berada di dalam kandang.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Menyusui anak sapi dengan mesin - 9756people
Info Petani -
Ibu Ani Bambang Yudhoyono meninjau "Hutan Tomat" di Eniwa, Hokkaido, Jepang
Di sela-sela G8 Summit di Toyako Hokkaido, pada 9 Juli 2008 Ibu Ani Bambang Yudhoyono berkenan melakukan kunjungan kerja ke Ainu Village, Eco-link Village Eniva dan “Hutan Tomat” dalam Ladies Program yang dikoordinir oleh Atase Pertanian KBRI Tokyo.

Selain mempelajari budaya masyarakat Ainu di Ainu Village, pada kesempatan itu Ibu Negara tertarik pada kebun sayuran dan kebun tomat di Eco-link Village Eniwa. Kebun sayuran terdiri dari berbagai macam tanaman sayuran termasuk jagung yang ditanam dengan rapi sehingga menjadi taman yang indah. Kebun ini dibanggakan oleh Walikota setempat sebagai sarana pendidikan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran lingkungan hidup.

Sedangkan “Hutan Tomat” satu pohon tomat yang berukuran raksasa sehingga dapat berbuah sekitar 20.000 buah setahun. Pohon ditanaman dengan sistem hydrophonic di dalam green house.

Rumah Ainu yang terdapat di dalam Ainu Village.

Ibu Ani Bambang Yudhoyono berkenan mendengarkan penjelasan dari pimpinan Eco-link Village Eniva tentang taman sayuran.

Taman yang terdiri dari berbagai macam tanaman sayuran.

Ibu negara berantusias mempelajari teknik bertanam tomat dengan metoda hydrophonic.

Cabang pohon tomat disangga dan disebarkan dengan teratur dan merata.

Pangkal batang pohon tomat bergaris-tengah bisa mencapai sekitar 15 cm. Pohon disebelah saat ini berumur 7 bulan.

Satu pohon dapat menghasilkan 20.000 buah.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Ibu Ani Bambang Yudhoyono meninjau "Hutan Tomat" di Eniwa, Hokkaido, Jepang - 9756people
Info Petani -
Karakteristik Apel Tsugaru
Luas areal tanah yang dipergunakan untuk kebun apel di Jepang sekitar 42.000 ha. Hasil survei kultivar apel produk pertanian pada tahun 2005 yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (MAFF) memperlihatkan bahwa separuh kebun apel ditanami kultivar Fuji dengan luas sekitar 21.607 ha. Kemudian luas kebun apel yang kedua ditanami kultivar Tsugaru, 5.975 ha, diikuti kultivar Orin seluas 3.853 ha dan kultivar Jonagold seluas 3.462 ha. Gabungan luas areal tanaman apel dari keempat kultivar apel ini sekitar 83% dari luas seluruh kebun apel di Jepang. Kultivar apel yang lain Hakuto (862 ha), Mutsu (802 ha), Senshu (661 ha), Jonathan (585 ha), Yoko (390 ha), Shinano sweet (381 ha), dan varietas lain (3.508 ha).

Sejarah

Tsugaru merupakan hasil seleksi antara persilangan bibit dari ”Golden Delicious” dan dibiakan oleh Aomori Prefectural Apple Experiment Station. Pada 1970 diberi nama sementara ”Aomori no. 2” dan kemudian pada 1975 secara resmi diberi nama ”Tsugaru” dan diregister dengan nama ini. Pada waktu itu induknya tidak diketahui karena ketika persilangan dilakukan labelnya hilang, akan tetapi hasil analisis genetik belakangan telah dapat dilacak ternyata berinduk ”Kogyoku”.

Karakteristik pohon

Karakteristik pohon Tsugaru sedang, penampilan pohonnya tipe menyebar. Rontok buah pada bulan Juni sedang, sedangkan pada sebelum panen rontok banyak, sehingga perlu diberikan obat kimia anti-rontok buah. Kultivar ini sifat untuk dapat menghasilkan buah dua kali setahun lemah. Perakarannya lemah sehingga besar kemungkinan pohonnya menjadi kurang kuat.

Waktu berbunga sedang, dan waktu matang cepat. Setelah berbunga untuk menghasilkan buah matang memerlukan waktu 115 - 125 hari. Waktu buah matang di Suzaka, Prefektur Nagano jatuh pada akhir Agustus sampai awal bulan September. Apel Tsugaru mudah terserang oleh black spot dan sedikit tahan terhadap Alternaria leaf Spot dan sedikit rentan terhadap powdery mildew.

Karakteristik buah

Berat buah sekitar 300 gram, menggemukan dan sangat produktif. Bentuknya bulat sampai lonjong, berwarna merah sampai coklat kemerahan gelap. Belang jelas dengan warna dasar hijau kekuningan. Pada masa perubahan warna buah apabila lokasi tanaman bersuhu diatas 20 C, warna kulit buahnya akan menjadi kurang sempurna.

Buahnya sangat manis dan rasa asam tidak kuat, mengandung banyak sari buah dan rasanya enak. Daging buah berwarna putih kekuningan dan bagus. Kandungan gula sekitar 13 - 14%, keasaman 0,3% dan kekerasan daging buah sekitar 13 pounds. Kultivar apel ini dapat disimpan selama 14 hari pada suhu normal dan sekitar 20 – 30 hari pada cold storage.

Yang perlu diperhatikan

Kultivar ini tidak bisa ditanam di daerah dataran rendah dengan temperatur tinggi karena akan menimbulkan warna apel yang tidak stabil dan akan tidak menghasilkan buah dengan mutu baik. Diperlukan penggunaan obat kimia anti-rontok buah, pohon harus ditanam dengan cara sedemikian rupa sehingga mudah membudidayakannya.

Sumber: Farming Japan, Vol 42-3, 2008
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Karakteristik Apel Tsugaru - 9756people
Info Petani -
Karakteristik Apel Fuji
Luas areal tanah yang dipergunakan untuk kebun apel di Jepang sekitar 42.000 ha. Hasil survei kultivar apel produk pertanian pada tahun 2005 yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (MAFF) memperlihatkan bahwa separuh kebun apel ditanami kultivar Fuji dengan luas sekitar 21.607 ha. Kemudian luas kebun apel yang kedua ditanami kultivar Tsugaru, 5.975 ha, diikuti kultivar Orin seluas 3.853 ha dan kultivar Jonagold seluas 3.462 ha. Gabungan luas areal tanaman apel dari keempat kultivar apel ini sekitar 83% dari luas seluruh kebun apel di Jepang. Kultivar apel yang lain Hakuto (862 ha), Mutsu (802 ha), Senshu (661 ha), Jonathan (585 ha), Yoko (390 ha), Shinano sweet (381 ha), dan varietas lain (3.508 ha).

Sejarah


Kultivar Fuji merupakan hasil persilangan antara Ralls janet (Kakko) dengan Red Delicious yang dikembangkan oleh The Fruit Tree Research Station (sekarang National Institute of Fruit Tree Science) MAFF, Jepang. Kultivar ini diberi nama Fuji pada tahun 1962 dan diregister dalam Register Pertanian dan Kehutanan sebagai Apel no. 1 Norin. Kultivar ini sekarang selain disukai di tempat asalnya Jepang juga telah populer di banyak negara di dunia.

Karakteristik pohon

Pohon kultivar Fuji mempunyai ciri-ciri kuat, penampilan bertipe sedang sedikit menyebar. Banyaknya buah yang rontok pada bulan Juni dan sebelum panen nol atau hanya sedikit sekali. Kultivar ini mempunyai ciri kuat menghasilkan buah dua kali setahun. Karena pohonnya kuat sekali sehingga mudah tumbuh berlebihan.

Waktu berbunga sedang, dan waktu matang lambat; varietas ini setelah berbunga untuk menghasilkan buah yang matang memerlukan waktu 175 - 190 hari. Waktu buah matang di Prefektur Shizuoka dan Nagano jatuh mulai awal dan pertengahan bulan November. Apel Fuji mudah terserang oleh black spot dan sedikit sensitive terhadap Alternaria leaf Spot dan internal bark necrosis.

Karakteristik buah

Berat buah sekitar 300 gram, ukurannya seragam dan sangat produktif. Bentuknya bulat sampai lonjong, berwarna merah sampai coklat kemerahan gelap. Belang jelas dengan warna dasar kuning. Keadaan fusarium layu dan bentuk buah tidak bagus sering terjadi pada beberapa tahun.

Buahnya sangat manis dengan rasa asam sedang, mengandung banyak sari buah dan rasanya enak. Daging buah berwarna putih kekuningan, keras dan agak kasar. Cenderung mengandung banyak air. Kandungan gula sekitar 15%, keasaman 0,4 – 0,5% dan kekerasan daging buah sekitar 15 pounds. Kultivar apel ini dapat disimpan lama, sekitar 90 hari pada suhu normal dan sekitar 150 hari pada cold storage.

Sumber : Farming Japan Vol 42-3, 2008.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Karakteristik Apel Fuji - 9756people
Info Petani -
Talas Jepang Satoimo
Awal keberadaan Talas Jepang Satoimo di Indonesia adalah pada masa pendudukan Jepang. Talas Jepang dikenal oleh masyarakat di Toraja dengan nama TALAS BITHEK, dan di Buleleng Bali dikenal dengan KELADI SALAK karena rangkaian umbinya seperti buah salak (LIPI, 2002)

Konsorsium Satoimo Indonesia-Jepang bekerjasama dengan KADIN Indonesia, telah mulai melakukan Pengembangan Budidaya Satoimo di Indonesia sejak tahun 2003. Hingga akhirnya pada 16 Februari 2006 hingga saat ini satoimo dari Indonesia telah diekspor ke Jepang.

POTENSI PASAR

50 % penduduk Jepang yang berjumlah ± 120 juta orang, mengkonsumsi Talas Jepang sebagai makanan pokok selain beras. Sehingga saat ini kebutuhan Jepang mencapai ± 360.000 ton pertahun (Otsubo,1996), sedangkan kapasitas produksi di Jepang terus menurun hingga 250.000 ton pertahun, karena keterbatasan lahan dan faktor iklim yang tidak memungkinkan untuk bertani sepanjang tahun (JETRO, 1994).

Kekurangan pasokan satoimo sebagaian besar diimpor Jepang dari China, yaitu mencapai ± 55.000 ton s/d 60.000 ton (JAPAN IMPORTS/EXPORTS). Oleh karena itu Jepang masih kekurangan pasokan satoimo sebesar ± 40.000 ton s/d 45.000 ton pertahun. Indonesia berpotensi untuk memenuhi kekurangan pasokan satoimo ke Jepang, karena merupakan negara agraris dengan dua musim yang dapat mendukung kegiatan pertanian sepanjang tahun.

MANFAAT

UMBI SEGAR: Sumber Calsium dan Kalori yang tinggi, tetapi kandungan karbonhidratnya rendah sehingga dapat dikonsumsi sebagai makanan DIET juga baik untuk penderita DIABETES

PATI/POWDER: sebagai bahan produksi makanan/minuman sehat; seperti pengental (starch), bubur bayi makanan orang tua, bahan baku kue dan roti, pencampur tepung terigu sebagai pengganti kentang. Farmasi/obat-obatan: sebagai pengisi kapsul dan tablet.

SERAT/FIBRE : Sebagai bahan campuran pembuatan JELLY, Ice Cream biscuit filling, preparat sup, minuman berserat, pudding, makanan dan minuman diet dan penderita diabetes, dll.

PEMBIBITAN

Secara konvensional bibit tanaman Satoimo adalah berasal dari umbi . Selama ini, umbi untuk bibit tersebut diimpor dari Negara China, dengan resiko yang ditanggung:

1. Kadang2 umbi yang sudah diterima sudah busuk hinggga 25%
2. Membawa hama penyakit dari China yang berbahaya
3. Umbi gagal disemai
4. Kualitas Umbi beragam, baik ukuran maupun umur
6. Karena hasil impor, harga Umbi lebih mahal.

Oleh karena itu Lab kultur jaringan SEAMEO BIOTROP Sejak tahun 2006 mulai memproduksi bibit Talas Jepang melalui teknik kultur jaringan, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Petani akan bibit Talas Jepang /Satoimo berkualitas, bebas penyakit dengan harga terjangkau.

PERSYARATAN TEMPAT TUMBUH

1.Tanaman talas menyukai tanah yang gembur, kaya akan bahan organik atau humus.

2.Tanaman ini dapat tumbuh pada daerah dengan berbagai jenis tanah, misalnya tanah lempung yang subur dan coklat, tanah vulkanik, andosol, tanah latosol.

3.Untuk mendapatkan hasil yang tinggi, harus tumbuh di tanah drainase baik dan PH 5,5-6,5. Bila PH dibawah 5,0 tanah harus diberi perlakuan kapur 1 ton/HA.

4.Tanaman ini membutuhkan tanah yang lembab dan cukup air. Apabila tidak tersedia air yang cukup atau mengalami musim kemarau yang panjang, tanaman talas sulit tumbuh.

5.Selama pertumbuhan tanaman ini menyukai tempat terbuka dengan penyinaran penuh serta pada lingkungan dengan suhu 25-30 °C dan kelembaban tinggi.

CARA BUDIDAYA

1.Penataan lahan ( pembuatan guludan /bedengan ) Ukuran panjang guludan/bedengan dapat disesuiakan dengan luasan lahan yang ada, sedangkan lebar 120 cm dan tingginya 15 cm. pembuatan lobang tanam dengan jarak 60 cm x 40 cm dengan diameter lobang 25 cm dan kedalaman 15 cm.

2.Pemberian KOMPOS 400-500 gr, pupuk NPK ( 15-15-15 ) 5 gr, dan 2 gr furadan pada setiap lubang tanam, kemudian DIADUK secara merata dengan tanah yang ada dilobang dan disiram air secukupnya, selanjutnya didiamkan selama 2 s/d 4 hari sebelum mulai tanam.

3.Umbi yang telah tumbuh berdaun dua dan telah berakar (kondisi sehat), diletakkanpada lobang tanam dengan kedalaman dari permukaan maksimum 10 cm. Selanjutnya ditimbun dengan tanah disekitar lobang dan disiram.

4.Penyiraman setiap hari pagi dan sore jika diperlukan sesuai dengan kondisi kelembaban tanah disekitar tanaman.

5.Pemberian pupuk NPK ( 15-15-15 ) 5 gr setiap tanaman pada umur tanaman 1 bulan setelah tanam yang ditaburkan 10 cm – 20 cm dari batang tanaman (melingkar) dan langsung ditimbun tanah sekitarnya,

6.Pembersihan gulma dan pembumbunan tanah, tingginya bumbunan 5 s/d 10 cm dari pangkal batang tanaman itu sendiri, juga dilakukan kalau terjadi erosi karena hujan.

7.Panen dapat dilakukan setelah tanaman berumur antara +/-5 bulan setelah tanam.

ANALISA USAHA (1 HA, 6 bulan)

I. BIAYA

1. Sewa lahan (6 bulan) = Rp. 1.000.000,-
2. Persiapan dan Pengolahan Lahan = Rp. 2.500.000,-
3. Bibit 25.000 umbi @ Rp.300,- = Rp. 7.500.000,-
4. Kompos 10 ton @ Rp.500,-/kg = Rp. 5.000.000,-
5. Pupuk NPK 250 kg @ Rp4.000 = Rp. 1.000.000,-
6. Obat-obatan/pestisida = Rp. 1.000.000,-
7. Upah Tenaga Kerja
a. Pembibitan 25 HOK @ Rp.15.000,- = Rp. 375.000,-
b. Penanaman 25 HOK @ Rp.15.000,- = Rp. 375.000,-
c. Pemeliharaan 25 HOK @ Rp.15.000,-(3 x) = Rp. 1.125.000,-
d. Panen 50 HOK @ Rp.15.000,- = Rp. 750.000,-
e. Pasca panen 50 HOK @ Rp.15.000,- = Rp. 750.000,-
Total Biaya Langsung = Rp. 21.375.000,-
8. Biaya Modal 18% per tahun (6/12 x 18% x Rp.21.375.000) = Rp. 1.923.750,-
Total Biaya = Rp. 23.298.750,-

II. PENDAPATAN (Asumsi Hasil Panen 20.000 Kg/HA;Harga Satoimo Rp.2000/kg)
20.000 Kg x Rp. 2.000,- = Rp. 40.000.000,-

III. KEUNTUNGAN (per HA) = Rp. 16.701.250,-


Sumber : Website Services Laboratory - SEAMEO BIOTROP
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Talas Jepang Satoimo - 9756people
Info Petani -
Petani melon dari Nakajima

Mr. Kato Koichi adalah seorang petani melon yang sukses di Nakajima-Mura, Nishi-Shirakawa-gun, Fukushima Prefecture. Tiga puluh tahun yang lalu, dimasa mudanya dia telah menimba ilmu pertanian selama 2 tahun lalu dilanjutkan magang bertani selama 2 tahun di Amerika Serikat.

Sekembalinya dari Amerika Serikat dia mempraktekan ilmu yang telah ditimba selama 4 tahun itu dengan bercocok-tanam melon, padi dan sayur-sayuran. Dia mengolah lahan dari orang tuanya dengan tekun sehingga dia berhasil menjadi petani melon yang terkenal di Nishi-Sirakawa.

Dia menanam melon Arasu pada tanah seluas 7000 m2. Melon yang dihasilkannya sangat berkwalitas dengan berat 1610 gram berbentuk bulat dengan volume 1440 cm3. Warna daging buahnya hijau muda. Kadar gulanya antara 15,5% - 17,0%. Melon ditanam berdasarkan iklim di Nakazima. Pada akhir bulan Pebruari di lakukan penyemaian. Pada awa Maret dilakukan penanaman. Sebulan kemudian dilakukan pemotongan cabang batang yang pertama sampai dengan cabang yang ke sepuluh. Sedangkan cabang yang ke sebelas sampai dengan ke dua belas dibiarkan tumbuh. Dari ketiga cabang tersebut dipilih yang terbaik, dua yang tidak baik dipotong. Sehingga satu pohon hanya terdapat satu buah. Dengan teknik ini dapat menghasilkan buah yang bermutu.

Rasa melon tergantung pada curah hujan terutama saat menjelang dipanen. Sehingga pada saat menjelang panen tidak dilakukan penyiraman dan pemanenan dilakukan pada saat musim kemarau. Disamping itu suhu yang ideal untuk pertumbuhan dan panen melon berkisar 18-20 C pada malam hari dan 28-30 C pada siang hari. Waktu yang tepat untuk pemanenan adalah pada bulan Mei - Juni dan pada bulan September - Oktober.

Untuk mengatur suhu pada green house dilengkapi dengan alat pengontrol suhu dilengkapi heater otomatis dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah.

Pada green house atap dibuat dua lapis,lapis bawah berfungsi untuk menahan udara dingin dari luar pada malam hari.

Melon ditanamam, dipanen, di grading, dikemas dan dipasarkan sendiri. Cara pemasaran melon yang dilakukan oleh Mr. kato yaitu dengan menjalin hubungan baik dengan pelanggan hotel dan restoran. Terdapat 7 hotel yang telah menjadi pelanggan setia, dimana setiap hotel bisa memesan 200 buah per minggu. Harga satu melon produknya 1.600 – 2.000 yen per buah, sedangkan harga yang di super market bisa mencapai 3000 yen.

Kemasan yang dikirim ke hotel dikemas setiap kotak berisi 5 melon. Sedangkan yang dijual ke super market dikemas satu kardus berisi satu buah. Kemasan terbuat dari kardus yang bertuliskan namanya dan alamat serta nomor telpon dan fax. Sebelum dimasukan ke kardus sebuah melon dibungkus dengan kertas pembungkus dua lapis dan pembungkus buah dua lapis.

Melon diantar langsung oleh Mr. Kato sendiri menggunakan mobil vagon. Untuk menjalin hubungan dengan pelanggan dilakukan pertemuan di hotel-hotel pelanggannya setiap bulan sekali. Apabila terjadi keluhan mutu produk dari pelanggan maka akan segera diganti dengan produk lain secepatnya, paling lambat pada hari berikutnya. Keluhan ini sangat jarang terjadi karena Mr. Kato menjaga mutu produknya dengan sangat hati-hati.

Menurut pengakuannya hotel dan super market pelanggannya lebih mementingkan mutu dibanding harga yang murah. Maka dari itu Mr. Kato sangat menjaga mutu selain dengan teknik penanaman yang bagus juga grading mutu yang sangat ketat sehingga dia lakukan sendiri. Mutu melon yang bagus menurut dia adalah melon dengan aroma harum, rasa manisnya pas dengan tekstur daging buah lembut bagaikan es krim.

Selain melon Mr. Kato juga bertani padi. Menurut dia saat ini persediaan beras di Jepang banyak sehingga harga beras mengalami penurunan maka pada tahun ini pemerintah akan mengurangi jumlah produksi padi dengan cara memberikan intensif kepada mereka yang mau merubah pertaniaan padinya menjadi pertanian sayur. Setiap ha memperoleh 500.000 yen selama lima tahun. Ini merupakan kebijakan pemerintah Jepang yang menarik.


Untuk memperlancar pekerjaan ini dia memperoleh bantuan seorang Trainee yang berasal dari Garut, Indonesia, bernama Gungun Imat Rohmat. Gungun bersyukur telah memperoleh kesempatan magang petani di Jepang selama setahun melaui Program kerjasama Deptan-JAEC. Dia tinggal bersama keluarga Mr. Kato. Kamarnya yang berukuran 3X3 m2 dilengkapi AC, heater, kulkas, kamar mandi dan WC. Setelah membeli laptop, Gungun dapat mengikuti perkembangan Indonesia setiap hari melalui internet dan bisa berkomunikasi dengan kawan-kawannya lewat e-mail. Cita-cita pemuda lulusan IAIN ini setelah kembali ke Indonesia akan mengembangkan daerah asalnya Garut sebagai penghasil buah melon yang bermutu.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Petani melon dari Nakajima - 9756people
Info Petani -
Pembuatan Telur Asin
1. Pendahuluan

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur berbagai makanan, tepung telur, obat, dan lain sebagainya. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta vitamin, dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti : besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60 % dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat.

Kelemahan telur yaitu memiliki sifat mudah rusak, baik kerusakan alami, kimiawi maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori telur. Oleh sebab itu usaha pengawetan sangat penting untuk mempertahankan kualitas telur. Telur akan lebih bermanfaat bila direbus setengah matang dari pada direbus matang atau dimakan mentah. Telur yang digoreng kering juga kurang baik, karena protein telur mengalami denaturasi/rusak, berarti mutu protein akan menurun. Macam macam telur adalah : telur ayam (kampung dan ras), telur bebek, puyuh dan lain-lain.

Kualitas telur ditentukan oleh : 1) kualitas bagian dalam (kekentalan putih dan kuning telur, posisi kuning telur, dan ada tidaknya noda atau bintik darah pada putih atau kuning telur) dan 2) kualitas bagian luar (bentuk dan warna kulit, permukaan telur, keutuhan, dan kebersihan kulit telur). Umumnya telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih dari 2 minggu di ruang terbuka. Kerusakkan tersebut meliputi kerusakan yang nampak dari luar dan kerusakan yang baru dapat diketahui setelah telur pecah.

Kerusakan pertama berupa kerusakan alami (pecah, retak). Kerusakan lain adalah akibat udara dalam isi telur keluar sehingga derajat keasaman naik. Sebab lain adalah karena keluarnya uap air dari dalam telur yang membuat berat telur turun serta putih telur encer sehingga kesegaran telur merosot. Kerusakan telur dapat pula disebabkan oleh masuknya mikroba ke dalam telur, yang terjadi ketika telur masih berada dalam tubuh induknya. Kerusakan telur terutama disebabkan oleh kotoran yang menempel pada kulit telur. Cara mengatasi dengan pencucian telur sebenarnya hanya akan mempercepat kerusakan. Jadi pada umumnya telur yang kotor akan lebih awet daripada yang telah dicuci. Penurunan mutu telur sangat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan dan kelembaban ruang penyimpanan.

Prinsip pengawetan telur adalah untuk :
1) Mencegah masuknya bakteri pembusuk ke dalam telur;
2) Mencegah keluarnya air dari dalam telur.

Beberapa proses pengawetan telur utuh yang diawetkan bersama kulitnya antara lain :
1) proses pendinginan;
2) proses pembungkusan kering;
3) proses pelapisan dengan minyak;
4) proses pencelupan dalam berbagai cairan.

Untuk menjaga kesegaran dan mutu isi telur, diperlukan teknik penanganan yang tepat, agar nilai gizi telur tetap baik serta tidak berubah rasa, bau, warna, dan isinya. Telur asin adalah telur utuh yang diawetkan dengan adonan yang dibubuhi garam. Ada 3 cara pembuatan telur asin yaitu :
1) Telur asin dengan adonan garam berbentuk padat atau kering;
2) Telur asin dengan adonan garam ditambah ekstrak daun teh;
3) Telur asin dengan adonan garam, dan kemudian direndam dalam ekstrak atau cairan teh.

2. Bahan
1) Telur bebek yang bermutu baik 30 butir
2) Abu gosok atau bubuk batu bata merah 1 ½ liter
3) Garam dapur ½ kg
4) Larutan daun teh (bila perlu) 50 gram teh / 3 liter air
5) Air bersih secukupnya

3. Alat
1) Ember plastik
2) Kuali tanah atau panci
3) Kompor atau alat pemanas
4) Alat pengaduk
5) Stoples atau alat penyimpan telur

4. Cara Pembuatan
1) Pilih telur yang bermutu baik (tidak retak atau busuk);
2) Bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat, kemudian keringkan;
3) Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka;
4) Buat adonan pengasin yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam, dengan perbandingan sama (1:1). Dapat pula digunakan adonan yang terdiri dari campuran bubuk bata merah dengan garam;
5) Tambahkan sedikit air ke dalam adonan kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta;
6) Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur, kira-kira setebal 1~2 mm;
7) Simpan telur dalam kuali atanah atau ember plastik selama 15 ~ 20 hari. Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka;
8) Setelah selesai bersihkan telur dari adonan kemudian rendam dalam larutan teh selama 8 hari (bila perlu).

5. Keuntungan
1) Telur yang diasinkan bersifat stabil, dapat disimpan tanpa mengalami proses perusakan;
2) Dengan pengasinan rasa amis telur akan berkurang tidak berbau busuk, dan rasanya enak.

Catatan:
1) Asin tidaknya telur asin dan keawetannya, sangat tergantung pada kadar garam yang diberikan. Semakin tinggi kadar garam, akan semakin awet telur yang diasinkan, tetapi rasanya akan semakin asin.
2) Telur asin matang tahan selama 2~3 minggu, sedangkan pembubuhan larutan teh dalam adonan pengasin dapat meningkatkan ketahanan telur asin sampai 6 minggu.
3) Penggunaan ekstrak daun teh bertujuan agar zat tanin yang terkandung dalam daun teh dapat menutupi pori-pori kulit telur serta memberikan warna coklat muda yang menarik dan bau telur asin yang dihasilkan lebih disukai.

6. Daftar Pustaka
1) Pengawetan telur. Dalam : Berkas lembaran petunjuk latihan teknologi makanan. Yogyakarta : Pendidikan Guru Pertanian PGP. Kejuruan Teknologi Makanan, 1975. Hal. 59-60.
2) Sutrisno, Koswara. Perbaikan proses pengasinan telur. Ayam dan Telur, 63, 1991 : 35-36.
3) Syamsinan, S.T. dan Soekarta. Penggunaan teh pada proses pengasinan telur bebek (Muscovy sp.). Buletin Pusbangtepa, Mei 1982 : 9 – 13.
4) Sarwono, B; A. Murtidjo dan A. Daryanto. Telur : Pengawetan dan manfaatnya. Jakarta : Penebar Swadaya, 1985. 73 hal.
5) Telur asin. Dalam : Paket industri pangan. Bogor : Pusbangtepa-IPB, s.a.

Sumber : Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi
Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI
bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.

Editor : Esti, Agus Sediadi

TTG Pengolahan Pangan
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II BPP Teknologi Lantai 6, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tel. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pembuatan Telur Asin - 9756people
Info Petani -
Pengendalian Gulma Menggunakan Kertas
Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi. Keberadaan gulma menurunkan hasil karena mengganggu pertumbuhan tanaman produksi melalui kompetisi. Terdapat beberapa jenis tumbuhan dikenal sebagai gulma utama, seperti rumput-rumputan, teki dan alang-alang. Ilmu yang mempelajari gulma, perilakunya, dan pengendaliannya dikenal sebagai ilmu gulma.

Herbisida adalah senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas tumbuhan yang menyebabkan penurunan hasil (gulma). Lahan pertanian biasanya ditanami sejenis tanaman pertanian. Namun demikian tumbuhan lain juga dapat tumbuh di lahan tersebut. Karena kompetisi dalam mendapatkan hara di tanah, perolehan cahaya matahari, dan atau keluarnya substansi alelopatik, tumbuhan lain ini tidak diinginkan keberadaannya. Herbisida digunakan sebagai salah satu sarana pengendalian tumbuhan "asing" ini

Tehnik baru untuk pengendalian atau mencegah pertumbuhan gulma pada lahan yang ditanami padi di sawah dengan cara menutupi tanah tempat bercocok tanam menggunakan kertas. Dengan penutupan tanah dengan kertas pada sawah tersebut dapat mencegah tumbuhnya gulma karena tidak terdapat sinar matahari yang masuk.

Cara penutupan kertas dan penanaman padi dilakukan dengan menggunakan mesin yang terintegrasi. Proses penutupan kertas diatas tanah dan penanaman padi dilakukan secara bersamaan. Kertas digulung dalam mesin dan dihamparkan terlebih dahulu, sementara pada mesin yang sama sudah disiapkan bibit padi yang siap ditancamkan pada saat begitu kertas dihamparkan.

Dengan cara demikian gulma tidak tumbuh sehingga dapat menghindari penggunaan herbisida, tidak menggunakan tenaga kerja untuk menyiangi dan dapat menghemat ongkos produksi dan dapat mendukung pertanian organik.



Gambar kertas yang tergulung sebelum dipasang pada mesin.



Kertas dalam mesin tanam dipasang di tempat penggulungan kertas di sebelah depan (kanan). Sedangkan tempat bibit yang siap ditanam terlihat berderet di sebelah belakang (kiri).



Hamparan tanaman padi milik seorang petani di Fukui Jepang, tidak terdapat gulma sedikitpun diatas tanahnya yang tertutup dengan kertas.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pengendalian Gulma Menggunakan Kertas - 9756people
Info Petani -
Teknnik Pengolahan Sampah di Jepang


Bapak Duta Besar Dr. H. Jusuf Anwar, SH.MA. didampingi Atase Pertanian Drh. Pudjiatmoko, PhD, Pejabat Fungsi Politik Bonifatius Agung Herindra, Pejabat Fungsi Ekonomi Sigit Witjaksono dan Pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler Andi Ardiansyah telah melakukan kunjungan ke Itabashi Incineration Plant pada tanggal 22 Desember 2006.

Kunjungan bertujuan melakukan penjajagan untuk kajian pengolahan sampah yang akan dilakukan oleh pejabat Pemerintah DKI pada tahun 2007 sehubungan dengan makin seriusnya masalah ini di tanah air. Pada saat kunjungan tersebut Bapak Duta Besar menyampaikan bahwa Indonesia ingin mempelajari kembali pengolahan sampah yang dilakukan di Jepang dengan teknologi terkini dan mempelajari kemungkinan penerapannya di Indonesia.

Kepala Itabashi Incineration Plant Mr. Omuro Ikuo dan stafnya telah memberikan sambutan dengan baik dan menerangkan garis besar Tempat Pengolahan Sampah (TPS) tersebut termasuk organisasinya. Beliau juga memperlihatkan fasilitas dan tata cara pengolahan sampah ditempat tersebut.

Sekitar 75% sampah di Jepang diolah dengan cara dibakar. Selebihnya dengan cara lain. Pada mulanya pengolahan sampah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Tokyo, akan tetapi saat ini pengolahan sampah telah diambil alih oleh Asosiasi Pemrosesan Sampah Kota/Kecamatan. Asosiasi tersebut tidak bertujuan mencari laba.

Tempat Pengolahan sampah dibangun diatas tanah seluas 44.400 m2, dengan rincian untuk bangunan pengolah sampah seluas 28.548 m2 dan bangunan administrasi 2.236 m2. Bangunan pengolah sampah dilengkapi dengan Stack berupa silinder bertulang baja setinggi 130 m. Fasilitas Slag stock dengan konstruksi bertulang baja setinggi 9,6 m. Tempat Pengolahan sampah dibangun dengan modal 29 Milyar yen dengan pegawai 36 orang.

Metode pembakaran TPS ini Fully continuous combustion dengan kapasitas 600 ton per hari. Dilengkapi dengan Boiler dengan maksimum tekanan/suhu untuk Boiler drum sebesar 5.00 MPa, 266oC sedangkan Superheater outlet sebesar 4.15 MPa, 420oC. Jumlah maksimum penguapan Boiler tersebut 47.9 t / h setiap incenerator. Pada Steam turbine besar Rated out put 13.200 kW, jumlah penguapan sebanyak 67.38 t / h, tekanan / suhu uap 3.65 MPa, 398.9oC. Bahan bakar utama untuk pembakaran sampah adalah sampah itu sendiri. Penggunaan gas hanya pada saat pembuatan api pertama kali.

Hasil pembakaran sampah berupa debu, kemudian dipanaskan lagi dengan suhu 3000oC sehingga dapat diperoleh material bangunan yang disebut slag. Material tersebut sangat bernilai sebagai material baru untuk konstruksi bangunan.

Satu pabrik pengolahan sampah dapat menampung sampah yang berasal dari 600.000 penduduk di wilayah Tokyo. Sedangkan di Tokyo terdapat 21 Pabrik Pengolahan sampah. Tidak semua kota/kecamatan mempunyai Pabrik pengolahan sampah sehingga TPS Itabashi juga mengolah sampah berasal dari kota/kecamatan lain. Sehari terdapat 600 truk yang datang membawa sampah ke TPS ini. TPS tersebut dapat mengumpulkan dan mengolah 600 ton sampah per hari yang berasal dari wilayah kota Itabashi.


Penduduk telah membayar pajak yang cukup tinggi, mereka tidak dikenakan iuran untuk pengolahan sampah ini. Asosiasi Pegolahan Sampah telah menganggarkan 80 milyar yen setiap tahunnya.


Meskipun TPS berada di tempat yang padat penduduk sampai saat ini tidak terdapat masalah sosial antara TPS dengan masyarakat sekitar. Pembakaran sampah di tengah kota ini tidak mengganggu lingkungan karena Cerobong TPS hanya mengeluarkan asap tipis yang tidak berwarna dan tidak berbau. Mereka dilibatkan dalam pembicaraan sebelum dilakukan pembangunan TPS tersebut. Bahkan masyarakat sekitar telah meminta standar polusi udara yang lebih ketat dari pada standar dari Peraturan Pemerintah. Pada diinding pabrik dan atap pabrik di hiasi dengan tanaman bunga dan tanaman hijau yang sejenis sehingga berkesan ramah lingkungan.


Pihak Itabashi Incineration Plant bersedia menerima kunjungan pejabat instansi pemerintah maupun swasta Indonesia untuk melihat dari dekat pengelolaan TPS.

Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Teknnik Pengolahan Sampah di Jepang - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit