728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Penyerahan Surat Pengangkatan Profesor untuk Dr. Jusuf Anwar

Pada tanggal 1 Pebruari 2009 telah diserahkan surat pengangkatan Dr. Jusuf Anwar sebagai Profesor Universitas Pajajaran oleh Mendiknas Bapak Bambang Sudibyo di Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo disaksikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Jusuf Kalla dan masyarakat Indonesia di Tokyo.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Penyerahan Surat Pengangkatan Profesor untuk Dr. Jusuf Anwar - 9756people
Info Petani -
Wapres Jusuf Kalla Petik Tomat Merah dan Kuning di Pasona O2 Tokyo
Tepat pukul dua siang 1 Februari 2009 Wapres Bapak Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla disertai Mendiknas Bapak Bambang Sudibyo, Dubes Bapak Jusuf Anwar dan Ibu Lastrijah Jusuf Anwar serta rombongan tiba di Pertanian Percontohan Pasona O2. Pertanian ini terletak di lantai 2 bawah tanah Gedung Nomura yang terletak di tengah kota Tokyo, dengan alamat 2-1-1 Otemachi, Chiyodaku. Setibanya di halaman Gedung Nomura Bapak Wapres disambut oleh Presiden Pasona O2 Mr. Yasuyuki Nambu, Senior Managing Director Ms. Junko Fukuzawa, Executive Director Mr. Yoshihisa Endo dan para staf Pasona O2.

Pada saat kunjungan ini Bapak Wapres tampak sungguh-sungguh mendengarkan penjelasan Presiden Pasona O2. Mr. Yasuyuki Nambu menjelaskan bahwa tujuan dari pembuatan Pasona O2 adalah menarik minat para kaum muda untuk menerjuni pekerjaan bidang Pertanian. Pertanian yang dikembangkan di Pasona O2 menggunakan metoda Hydroponic dan penyinaran lampu Light-emiting Diodes (LEDs), Fluorescent, high-presure sodium vapor disertai pengaturan suhu secara otomatis. Sayuran yang diproduksi diluar memerlukan waktu pengangkutan yang cukup lama sehingga tidak segar lagi. Sedangkan tanaman sayuran yang diproduksi disini bisa dimakan ketika masih segar sehingga mempunyai nilai gizi 10 kali lipat dari pada sayuran yang diproduksi di luar.

Ketika Bapak Wapres menanyakan apakah produk pertanian menggunakan teknik ini sudah bisa dikomersialkan, Presiden Pasona O2 menjawab untuk padi memang belum bisa dikomersialkan tetapi dengan cara ini kami bisa memanen 3 kali setahun, sedangkan kalau diluar gedung dengan metoda biasa kami hanya panen sekali dalam setahun pada akhir musim panas saja. Di Jepang sayuran dengan metoda hydroponic dengan penyinaran lampu sudah bisa dikomersialkan. Meskipun sayuran yang ditanam dalam ruang tertutup sedikit lebih mahal harganya tetapi produk hasil teknologi ini disukai konsumen karena baik mutunya dan aman dikonsumsi.

Mr. Nambu pendiri Pasona O2 ini membanggakan bahwa Perdana Menteri Koizumi dan Fukuda pernah mengunjungi Pasona O2. Dia menceritakan menurut para Astronot teknik ini bisa dikembangkan untuk diaplikasikan di luar angkasa sehingga para astronot bisa makan sayur segar bukan bahan makanan yang diawetkan. Dan dengan metoda ini juga tidak menutup kemungkinan membuka pertanian di daerah padang pasir.

Pada kesempatan itu Wapres berkenan memetik buah tomat merah, sedianya akan disediakan alat pemetik tomat tetapi beliau langsung memetik dengan jemari tangannya dan langsung memakannya. “Rasanya enak", ketika seorang wartawan foto menunjukan tomat berwarna kuning berukuran lebih kecil, dengan cekatan Wapres memetiknya dan menyantapnya, “Rasanya lebih enak, memang yang kuning-kuning rasanya enak” disambut dengan riuh gelak-tawa para pengunjung.

Presiden Pasona O2 menceritakan rencananya bahwa Pasona O2 sedang merancang pertanian dengan lahan 18.000 m2, dengan teknik yang lebih canggih sehingga orang bisa sambil bekerja dapat langsung menyantap produknya. Dengan berpakaian jas dan berdasi kita dapat mengerjakan usaha pertanian dengan mudah asalkan menggunakan sarana dan prasarana yang didukung teknologi mutakhir.

Dia menambahkan kalau Pasona O2 telah berhasil memasukkan banyak kaum muda terjun bekerja dalam bidang pertanian menggunakan teknologi modern, diharapkan Jepang dapat meningkatkan kemandirian pangan dari 40% menjadi 55%, sehingga ketergantungan terhadap produk pertanian luar negeri menjadi semakin menurun.

Bapak Wapres menyampaikan bahwa kita bersyukur Indonesia mempunyai lahan yang subur dan luas dengan sinar matahari yang cukup, Alhamdulillah sekarang Indonesia sudah swasembada beras, jagung dan gula konsumsi. Prestasi ini perlu kita pertahanankan dan kembangkan lagi menggunakan teknologi yang lebih maju.
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Wapres Jusuf Kalla Petik Tomat Merah dan Kuning di Pasona O2 Tokyo - 9756people
Info Petani -
Dialog Menteri Pertanian RI dengan FK TBPP Kab. Cilacap
Tiada yang lebih membahagiakan bagi setiap THL TBPP selain bisa bertemu dan berdialog dengan Menteri Pertanian RI, Bapak Anton Apriyantono. Sabtu, 31 Januari 2009 menjadi hari yang membahagiakan bagi Kami 64 orang TBPP kab. Cilacap Propinsi Jawa Tengah yang bersatu dalam Forum Komunikasi TBPP kab. Cilacap karena bisa berjabat tangan dan berdialog langsung dengan Menteri Pertanian RI beserta rombongan pejabat teras di lingkup Departemen Pertanian RI.
Kunjungan kerja Menteri Pertanian dalam rangka monitoring dan evaluasi pembangunan pertanian di kabupaten Cilacap dipusatkan di kecamatan Sidareja. Sebelumnya Mentan beserta rombongan yang didampingi bapak bupati Cilacap H. Probo Yulastoro, S.Sos, MM, MSi beserta Muspida, Ketua DPRD Kab. Cilacap, dan pejabat-pejabat dilingkungan BP4K kab. Cilacap berkesempatan meninjau lokasi JITUT di desa Rejamulya kec. Kedungreja. Di Sidareja sebelum berdialog Mentan juga mengunjungi stan-stan pameran pertanian termasuk stan pameran dari FK TBPP.

Dialog diikuti oleh perwakilan kelompok tani/ Gapoktan, PPL dam seluruh THL TBPP kab. Cilacap. FK TBPP yang diwakili Andiyanta (Koordinator FK TBPP Kab. Cilacap) mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yaitu:
  1. Fasilitasi pelatihan untuk meningkatkan keahlian TBPP dan sarana prasarana pendukung penyuluhan di lapangan;
  2. Permohonan adanya dukungan/ bantuan operasional selama masa jeda kontrak (2 bulan);
  3. Tindak lanjut yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Mentan di acara Jambore dan Festival Karya Penyuluh Pertanian ke-2 akhir November 2008 lalu perihal akan diupayakannya mengangkat TBPP menjadi CPNS secara bertahap berdasarkan kinerja TBPP.
Menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang muncul, Mentan memberikan jawabannya:

Fasilitasi pelatihan untuk meningkatkan keahlian TBPP

Karena keterbatasan anggaran, sarana prasarana dan orang-orang yang melatih sehingga tidak memungkinkan bagi Deptan untuk mengadakan pelatihan secara serempak untuk THL maupun Penyuluh PNS. Pelatihan diberikan kepada perwakilan untuk mengikuti pelatihan TOT (Trainee of Trainer) dengan harapan Penyuluh yang mengikuti pelatihan TOT bisa segera mentransfer ilmu yang didapatnya kepada para penyuluh yang lain. Selain itu diharapkan juga BPP bisa menjadi pusat informasi pertanian baik bagi penyuluh maupun petani. TBPP juga diharapkan bisa mencari infotek pertanian melalui internet, Sinar Tani yang ada di BPP. TBPP juga bisa terus belajar dari apa yang dihadapi dilapangan (Learning By Doing).

Sarana Prasarana Pendukung Penyuluhan dilapangan

Mengenai sarana prasarana pendukung, dikarenakan keterbatasan anggaran yanga ada dipusat, Pusat tidak bisa secara maksimal mendukung sehingga diharapkan ada sharing antara APBN, APBD I, APBD II yang akan dibicarakan lebih lanjut. Jika mendapatkan FEATI itu bisa untuk menambah sarana prasarana.

Dukungan/ Bantuan Operasional Selama Masa Jeda Kontrak (2 bulan)

Sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada Deptan hanya boleh mengontrak THL TBPP selama 10 bulan setiap tahunnya. Oleh karena itu diharapkan selama masa jeda kontrak tersebut ada bantuan pembiayaan/ dana operasional dari Pemda. Menanggapi hal tersebut Pemda Cilacap bersedia untuk memberikan bantuan operasional sepanjang ada arahan dari Pusat secara formal dan tidak melanggar ketentuan peraturan yang ada.


Akan Diupayakannya Mengangkat TBPP Menjadi CPNS

Deptan akan terus berupaya untuk mengusulkan pengangkatan menjadi CPNS namun kebijakan ada di Kementrian PAN dan tetap harus mengacu pada ketentuan peraturan yang yang ada semisal mengenai umur maksimal menjadi PNS yaitu 35 tahun. Oleh karena itu diharapkan kedepan setelah 3 tahun jika TBPP tidak terangkat menjadi CPNS akan ada perluasan Proyek Sarjana Masuk Desa (SMD) disemua bidang tidak hanya di bidang peternakan. Selain itu diharapkan juga TBPP mampu terjun di bidang Agribisnis menjadi wiraswastawan.

Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Dialog Menteri Pertanian RI dengan FK TBPP Kab. Cilacap - 9756people
Info Petani -
Seminar on Agricultural Science (SAS-2009)


Tema:

“Menggali dan Mengembangkan Potensi Sumber Daya Nasional Menuju
Swasembada Pangan dan Kelestarian Lingkungan yang Berkelanjutan”

Waktu :

Minggu, 22 Februari 2009

Tempat :

Tokyo University of Agriculture

Diselenggarakan oleh:

Indonesian Agricultural Sciences Association (IASA)


Dalam seminar SAS-2009 ini, materi utama merupakan (1) keynote address dari Sekretaris Menteri Pertanian - Dr. Ir. Abdul Munif, M.Sc.Agr dan (2) Hasil-hasil penelitian serta kajian dari anggota IASA yang merupakan hasil utama disertasi program Doktor dan thesis program Master. Tema keynote address terkait dengan “Strategi dan Pencapaian Swasembada Pangan di Indonesia”, sedangkan hasil kajian disertasi Doktor dan Master berupa 10 (sepuluh) sub-tema yang memiliki kaitan erat dengan penggalian dan pemanfaatan sumber daya nasional.

Secara umum tema-tema kajian mencakup bidang-bidang berikut:

1.Kehutanan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup yang disampaikan oleh:
-Arif Darmawan (The University of Tokyo)
-Syartinilia (The University of Tokyo)

2. Ilmu Hayati Murni dan Terapan yang disampaikan oleh:
- Davin H.E Setiamarga (The University of Tokyo)
- Roni Wijaya (The University of Tokyo)
- Tatang Sopian (Tokyo University of Agriculture and Technology)

3. Peternakan, Perikanan dan Medis Veteriner yang disampaikan oleh:
- Bainah Sari Dewi (Utsonomia University-Tokyo University of Agriculture and
Technology)

4. Sosial, Ekonomi dan Politik Pertanian yang disampaikan oleh:
- Lukytawati Anggraeni (The University of Tokyo)
- Mohamad Dwi Wicaksono (Tokyo University of Agriculture and Technology)
- Syahmir Ramadhan Siregar (Tokyo University of Agriculture)

5. Teknologi dan Informasi Pertanian yang disampaikan oleh:
- Ardiansah (The University of Tokyo)

Direncanakan seminar akan dibagi menjadi 3 sesi utama dengan pembagian sebagai berikut:

1. Sesi 1 : presentasi dan diskusi keynote address
(Sektetaris Menteri Pertanian: Dr.Ir. Abdul Munif, MSc.Agr)

2. Sesi 2 : presentasi dan diskusi pararel 5 (lima) pemakalah/narasumber

3. Sesi 3 : presentasi dan diskusi pararel 5 (lima) pemakalah/narasumber
Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Seminar on Agricultural Science (SAS-2009) - 9756people
Info Petani -
Pertanian Percontohan Bawah Tanah Pasona O2 di Tokyo
Projek Pasona O2 didirikan pada tanggal 11 Pebruari 2005, berlokasi di B2F Otemachi-Nomura Building, 2-1-1 Otemachi, Chiyoda-ku, Tokyo dengan luas sekitar 1000 m2, dibuka pada hari kerja Senin sampai Jumat, jam 11:00 – 18:00. Tujuan projek ini adalah membangkitkan kesadaran dan minat masyarakat pada sektor pertanian dengan sasaran penciptaan dan membuka peluang lapangan pekerjaan.

Fasilitas yang disediakan: 1) Green house menggunakan teknologi hydrophonic dan light-emiting diode (LED); 2) Fasilitas Pelatihan untuk kuliah dan seminar pelatihan yang berhubungan dengan pertanian; 3) Ruang Rileks untuk terapi alami.

Latar belakang didirikannya Pasona O2, dimulai pada akhir-akhir ini terdapat banyak para kaum muda dan setengah baya yang ingin merealisasikan impiannya bekerja dan tinggal di desa dari pada di kota.

Ditengah-tengah meningkatnya impor produk pertanian, telah berkembang minat masyarakat pada keamanan pangan, dan bayak orang yang menyewa lahan pertanian untuk membudidayakan produk pertanian bersama-sama dengan mereka yang tertarik pada bidang pertanian.

Dipihak lain telah bertambah dengan pesat jumlah populasi usia lanjut, terjadi penurunan jumlah petani yang mengeluti sektor pertanian. Diantara Negara maju, Jepang mempunyai self-sufficiency ratio paling rendah, hanya 28% bahan makanan biji-bijian yang diproduksi di dalam negeri.

Dalam rangka revitalisasi pertanian sebagai industri bisnis, sistem sewa bagi perusahaan umum yang tertarik dalam bidang pertanian telah meningkat, dan diharapkan terjadi peningkatan perusahaan umum yang mengembangkan pertanian sebagai industri bisnis, dan juga terjadi peningkatan jumlah korporasi produk pertanian. Maka dari itu pemimpin baru bidang pertanian sangat diperlukan, dan penyediaan tenaga kerja menjadi kunci yang baik untuk revulosi pertanian.

Perusahaan Pasona O2 bersama dengan perusahaan terkenal lain telah mendirikan sebuah perusahaan patungan yang berkerak dalam perekrutan tenaga kerja di Kanto dan Kansai. Melalui “Agriculture Internship Project” di Desa Ogata, Prefektur Akita, Perusahaan telah menyelenggarakan pelatihan pertanian dan sejak 2003 pelatihan ini diberikan kepada kaum muda dan setengah baya yang tertarik pada bidang pertanian.

Mulai tahun 2005 Palatihan pertanian telah dilaksanakan di Nambu-cho, Prefektur Aomori dan di Hidagawa-machi dan Aritawa-cho di Prefektur Wakayama.

Pada Pebruari 2005 Perusahaan ini meresmikan “Pasona O2”, menyediakan sarana yang digunakan untuk meningkatkan minat bekerja pada sektor Pertanian. Melalui fasilitas ini yang berlokasi di lantai 2 bawah tanah Kantor Pusat Perusahaan di Otemachi, Pasona O2 berupaya menciptakan kesempatan bekerja di sektor pertanian dengan cara memperkenalkan sektor pertanian yang menarik dan menyenangkan.

Langkah pertama yang dilakukan yaitu membangkitkan minat yang lebih besar pada sektor pertanian kepada mereka yang tidak mempunyai pengalaman lapangan. Kemudian, melalui pelatihan bidang pertanian, Pasona O2 menentukan pengetahuan, pengalaman dan bakat yang penting untuk projek ini, dan menciptakan prasarana yang berguna untuk memotivasi orang bekerja dalam sektor pertanian.

Berdasarkan konsep pertanian sebagai suatu bisnis, Pasona O2 berusaha agar memungkinkan seseorang dengan ide baru dan pengetahuan baru dapat memasuki industri revitalisasi pertanian secara menyeluruh, termasuk industri terkait dan sekaligus untuk meningkatkan penciptaan lapangan kerja berikutnya.

Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pertanian Percontohan Bawah Tanah Pasona O2 di Tokyo - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit