728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
Analisis Bauran Pemasaran Dan Implikasinya Terhadap Volume Penjualan Pada Perusahaan Susu Farida Di Desa Megare Kecamatan Taman Kabn Sidoarjo...(82)

Penelitian dilaksanakan di perusahaan susu Farida di desa Megare kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo yang dimulai pada tanggal 20 Maret sampai 20 April 2006. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan pelaksanaan bauran pemasaran dan untuk menetahui implikasi bauran pemasaran terhadap volume penjualan susu. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai sumber informasi dan referensi tentang bauran pemasaran dan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam membuat kebijakan pemasaran.
Penelitian bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode studi kasus untuk memperoleh diskripsi kondisi tertentu dengan akumulasi data untuk membuktikan hipotesis. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan menggunakan metode interview, observasi, dan dokumentasi. Data diklasifikasikan menjadi dua yaitu data primer yang di dapatkan langsung dari perusahaan dan data sekunder dari dokumen, catatan, buku yang mendukung penelitian.
Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas (independent variable) yaitu biaya produksi, harga, biaya distribusi, dan biaya promosi dan variabel terikat (dependent variable) yaitu volume penjualan. Metode analisa data menggunakan analisa regresi linier berganda dan pengujian hipotesis dengan uji t dan uji f.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan Farida menerapkan strategi bauran pemasaran yang terdiri dari strategi produksi yaitu memproduksi susu segar dengan kualitas yang terjaga kemurniannya. Strategi harga yang digunakan adalah berdasarkan kesepakatan anggota ikatan para peternak sapi perah didaerah Sidoarjo untuk konsumen dan pengecer. Strategi distribusi yang diterapkan dengan menjual secara langsung susu segar di tempat dimana susu segar itu diproduksi, sedangkan strategi promosi dilakukan dengan menjaga kepercayaan pelanggan dan memberikan bonus setiap tahun dengan harapan pelanggan mensosialisasikan produk dengan komunikasi person to person.
Implikasi bauran pemasaran terhadap volume penjualan dilakukan dengan perhitungan secara statistik pada masing-masing lembaga pemasaran. Bauran pemasaran berimplikasi pada volume penjualan pada pegecer, konsumen, dan KUD secara simultan masing-masing sebesar 55,8 persen; 89,6 persen dan 93,2 persen pada tingkat signifikansi 0,05. Sedangkan secara parsial yang berimplikasi terhadap volume penjualan adalah biaya produksi sebesar Rp 0,681 pada pengecer, Rp 0,672,- pada konsumen, dan Rp 0,719,- pada KUD.
Kesimpulan penelitian bahwa strategi bauran pemasaran yang diterapkan pada perusahaan susu Farida cukup efektif dan bauran pemasaran mempunyai implikasi yang signifikan terhadap volume penjualan. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya penelitian lebih lanjut mengenai besarnya pengaruh harga dan biaya distribusi terhadap volume penjualan dan hendaknya perusahaan meningkatkan kualitas susu serta memperluas jaringan pemasaran.




Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Bauran Pemasaran Dan Implikasinya Terhadap Volume Penjualan Pada Perusahaan Susu Farida Di Desa Megare Kecamatan Taman Kabn Sidoarjo...(82) - 9756people
Info Petani -
Analisis Profitabilitas Usaha Peternakan Ayam Petelur Di Talangsuko Farm Ds Talangsuko Dan Padi Farm Desa Padi Kecamatan Turen Kabupaten Malang … (81)

Penelitian ini dilaksanakan pada usaha peternakan Talangsuko Farm di desa Talangsuko dan Padi Farm di desa Padi kecamatan Turen Kabupaten Malang mulai tanggal 5 Juli sampai dengan 5 Agustus 2005. Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah bahwa kedua usaha peternakan tersebut belum pernak dilakukan analisa profitabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya biaya produksi per satuan (Rp/kg), keuntungan per satuan (Rp/kg) serta tingkat profitabilitas pada kedua peternakan. Keguanaan dari hasil penelitian ini adalah diharapkan dapat digunakan sebagai bahan perencanaan usaha serta sebagai pengaturan faktor-faktor produksi dalam upaya peningkatkan keuntungan perusahaan. Materi dari penelitian ini adalah usaha peternakan ayam petelur.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data penelitian yang diambil adalah data kuantitatif, berupa data primer dan data sekunder dari peternakan. Data tersebut meliputi data produksi telur ayam dan biaya-biaya produksi yang dikeluarkan kedua peternakan. Analisis data yang dipakai adalah analisis deskriptif.
Hasil penelitian diperoleh bahwa untuk total biaya produksi pada Talangsuko Farm adalah sebesar Rp.11.284.635.764,47,-/periode atau sebesar Rp.6.308,45,-/kg. Total biaya produksi pada Padi Farm adalah sebesar Rp.6.982.114.675,08,-/tahun atau sebesar Rp. 6.813,67,-/kg. Keuntungan Talangsuko yang didapatkan sebesar Rp.1.100.137.548,01,-/tahun atau sebesar Rp.615,01,-/kg. Padi Farm memperoleh keuntungan sebesar Rp.137.053.702,17,-/tahun atau sebesar Rp.133,75,-/kg. Hasil profitabilitas yang telah dihitung didapatkan bahwa profitabilitas yang berkaitan dengan penjualan yakni nilai Gross Profit Margin (GPM) pada Talangsuko Farm 8,97 % dan Padi Farm 2,05 %, Operating Ratio (OR) pada Talangsuko Farm sebesar 91,12 % dan Padi Farm 98,07 %, Net Profit Margin (NPM) pada Talangsuko Farm sebesar 8,88 % dan Padi Farm 1,93 %. Profitabilitas yang berkaitan dengan investasi yakni nilai Rentabilitas ( R ) pada Talangsuko Farm sebesar 9,36 % dan Padi Farm sebesar 1,91 %. Nilai Turn Over of Assets (TOA) Talangsuko Farm sebesar 1,05 kali dan Padi Farm sebesar 0,99 kali. Nilai TOA pada kedua peternakan masih belum sesuai dengan standar industri yaitu sebesar 1,5 kali.
Kesimpulan yang dapat diambil yakni kedua peternakan masih dapat menjalankan kegiatan operasional perusahaan meskipun jumlah keuntungan yang didapatkan tergolong rendah. Sebagai saran diharapkan kedua peternakan berusaha untuk meminimalkan biaya produksi dari pemberian gaji bagi tenaga kerja yang harus disesuaikan dengan standar gaji UMR sebesar Rp.500.000/bulan serta meningkatkan jumlah penjualan produk telur dan hasil sampingan lainnya supaya tingkat keuntungan yang didapatkan menjadi lebih tinggi.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Profitabilitas Usaha Peternakan Ayam Petelur Di Talangsuko Farm Ds Talangsuko Dan Padi Farm Desa Padi Kecamatan Turen Kabupaten Malang … (81) - 9756people
Info Petani -
Analisa Total Quality Management Dan Kinerja Koperasi Persusuan (Studi Kasus Koperasi “SAE” Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang) … (80)

Penelitian tentang analisa Total Quality Management dilakukan di Koperasi Sinau Andandani Ekonomi (Koperasi “SAE”) Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 8 -27 Mei 2006.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan konsep Total Quality Management (TQM) di Koperasi “SAE”, mengetahui kinerja keuangan koperasi melalui analisis finansial, dan keuntungan serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapanTQM. Penelitian ini diharapkan berguna sebagai bahan masukan dan perbandingan bagi koperasi dalam melaksanakan TQM sehingga dapat mencapai keuntungan maksimal.
Metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive sampling yakni subjek sudah diketahui sifat-sifat atau ciri tertentunya. Variabel yang diamati adalah pilar organisasi, kepemimpinan, komitmen, proses dan produk di Koperasi “SAE” serta analisa finansial melalui perhitungan rasio manajemen aktiva, manajemen hutang, profitabilitas dan rasio likuiditas.
Hasil penelitian, penerapan TQM pada Koperasi ”SAE” ada lima pilar yaitu organisasi dengan cara bottom up yaitu mengangkat aspirasi dari bawah ke atas,dan sistem desentralisasi. Kepemimpinan dengan cara partisipatif, sasaran kerja yang jelas, penghargaan kepada setiap usaha dan saluran komunikasi yang lancar. Pilar komitmen, bekerja berorientasi terhadap produk dan pelanggan (konsumen). Pengendalian dan pengawasan terhadap bahan baku, proses produksi dan pasca produksi yang menerapkan sanitasi dan pengujian secara menyeluruh merupakan penerapan TQM pada pilar proses. Pada pilar produk dengan cara menjaga kualitas susu segar, memperluas pangsa pasar untuk mencegah kelebihan produk dan menjalin hubungan yang erat dengan pelanggan.
Keuntungan Koperasi ”SAE” dari tahun 2002, 2003, 2004, dan 2005 secara berturut-turut adalah Rp.718.185.641,-; Rp.735.897.461,74; Rp. 419.790.260,30 dan Rp.768.585.506,11. Nilai current ratio tertinggi terdapat pada tahun 2003 sebesar 254,16%,nilai terendah terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 222,83%. Nilai quick ratio tertinggi terdapat pada tahun 2003 yaitu sebesar 229,58%, nilai terendah terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 206,50%. Nilai rasio perputaran persediaan koperasi tertinggi terdapat pada tahun 2003 yaitu 57,50 kali, nilai terendah terdapat pada tahun 2005 yaitu sebesar 44,90 kali. Nilai Rata-rata umur piutang tertinggi terdapat pada tahun 2004 yaitu 44 hari, nilai terendah terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 33 hari. Nilai rasio perputaran aktiva tetap tertinggi terdapat pada tahun 2005 yaitu sebesar 12,20 kali, nilai terendah terdapat pada tahun 2003 yaitu sebesar 10,70 kali Nilai rasio perputaran total aktiva tertinggi terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 3,50 kali dan nilai terendah terdapat pada tahun 2005 yaitu sebesar 2,45 kali. Nilai gross profit margin (GPM) tertinggi terdapat pada tahun 2005 sebesar 12,35%, nilai terendah terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 10,50%.
Nilai net profit margin (NPM) tertinggi terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 1,15%, nilai terendah terdapat pada tahun 2004 yaitu sebesar 0,69%. Nilai return on investment (ROI) tertinggi terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 3,40%, nilai terendah terdapat pada tahun 2004 yaitu sebesar 1,27%. Nilai retun on equity (ROE) tertinggi terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 4,90% dan nilai terendah pada tahun 2004 sebesar 2,26%. Rasio total hutang tertinggi terdapat pada tahun 2004 yaitu sebesar 43,60%, nilai terendah terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 30,70%. Nilai total debt to total equity tertinggi terdapat pada tahun 2004 yaitu sebesar 77,30%, nilai terendah terdapat pada tahun 2002 yaitu sebesar 44,70%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan TQM di Koperasi ”SAE” sudah berjalan cukup baik dan kinerja keuangan pada Koperasi ”SAE” menunjukkan nilai tertinggi pada tahun 2002 dan paling rendah terdapat pada tahun 2004. Saran yang dapat diberikan yaitu koperasi dapat menerapkan konsep TQM secara optimal dengan cara merangkul anggota yang tidak aktif sehingga anggota dapat menjadi aktif kembali, mengadakan pelatihan bagi karyawan dan anggota mengenai kepemimpinan dan inovasi beternak yang lebih baik serta perluasan pemasaran sehingga tercapai keuntungan maksimal.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisa Total Quality Management Dan Kinerja Koperasi Persusuan (Studi Kasus Koperasi “SAE” Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang) … (80) - 9756people
Info Petani -
Analisis Usaha Kemitraan Ayam Pedaging DI PT. Surya Gemilang Pratama Jombang … (79)

Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 25 Desember 2006 sampai 21 Januari 2007 di PT. Surya Gemilang Pratama (SGP) Jombang yang bergerak dalam bidang usaha PIR perunggasan khususnya kemitaan ayam pedaging. Pembangunan di masa mendatang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak melalui peningkatan produksi ternak, disamping dutujukan untuk meningkatkan konsumsi daging didalam negeri. Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat menunjang pengembangan dari usaha ternak ayam pedaging. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mekanisme hubungan kerjasama kemitraan antara PT. Surya Gemilang Pratama dengan peternak plasma di kabupaten Jombang dan mengetahui efisiensi usaha peternakan ayam pedaging pola kemitraan yang diselenggarakan PT. Surya Gemilang Pratama. Kegunaan bagaimana mekanisme kerjasama kemitraan antara PT. Surya Gemilang Pratama dengan peternak plasma di kabupaten Jombang dan bagaimana Efisiensi usaha peternakan ayam pedaging pola kemitraan yang diselenggarakan PT. Surya Gemilang Pratama.

Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah usaha ternak ayam pedaging yang terdaftar sebagai plasma dari PT. Surya Gemilang Pratama di Kabupaten Jombang. Metode penelitian ini adalah studi kasus, penarikan sampel dilakukan dengan sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan yang di dasarkan atas rekomendasi dari pegawai PT. Surya Gemilang Pratama. Dengan jumlah 36 responden dari 115 jumlah populasi dengan menggunakan rumus Yamane. Pengumpulan data dilakukan dengan survey, data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari PT. Surya Gemilang Pratama, sedang data sekunder diperoleh dari peternak dan Biro Statistik Kabupaten Jombang serta dari Dinas Peternakan Jombang.

Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa usaha kemitraan ayam pedaging pada pola kemiteraan didapat biaya produksi meliputi biaya tetap dan biaya variabel yang terdiri dari biaya rata-rata sewa tanah Rp. 184.474,14 /periode, penyusutan peralatan Rp. 14.524,96 /periode, tenaga kerja Rp.606.944,44 /periode, DOC Rp. 17.305.555,56 /periode, vaksin dan obat Rp.1.495.031,83 /periode, listrik Rp. 96388,89 /periode. Pendapatan peternak sebesar Rp. 798.852,37 /periode per seribu ekor dan total pendapatan perkilogram sebesar Rp. 347,48 per periode. Efisiensi usaha dicapai pada saat produksi total sebesar 20.660,51 kilogram ayam hidup. Biaya variabel sebesar 98,63%, biaya tetap sebesar 1,37%. Pendapatan dari penjualan ayam sebesar 98,02%, pendapatan lain sebesar 1,98%.

Kesimpulan dari Penelitian, bahwa pelaksanaan pola kemitraan usaha ayam pedaging di PT. Surya Gemilang Pratama yang merupakan pola kerjasama inti-plasma yang saling menguntungkan. Efisiensi usaha dicapai pada saat produksi total sebesar 20.660,51 kilogram ayam hidup atau 12.153 sampai 12.913 ekor. Saran bagi pihak inti adalah lebih meningkatkan pelayanan bagi pengembangan usaha kemitraan ayam pedaging. Pihak plasma diharapkan terus melanjutkan dan mengembangkan usaha peternakan ayam pedaging melalui pola kemitraan.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Usaha Kemitraan Ayam Pedaging DI PT. Surya Gemilang Pratama Jombang … (79) - 9756people
Info Petani -
Analisa Resiko Finansial Usaha Peternakan Ayam Pedaging Pada Peternak Plasma Kemitraan Kud “Sari Bumi” Di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang… (78)

Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang yang merupakan wilayah kerja KUD Sari Bumi. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 20 Mei sampai 20 Juni 2006.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui resiko financial berdasarkan besarnya pendapatan dan efisiensi usaha peternakan ayam pedaging pada peternak plasma KUD Sari Bumi, serta untuk mengetahui besarnya tingkat resiko keuangan pada peternak plasma.
Metode yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 30 orang responden yang terbagi menjadi 3 strata berdasarkan jumlah kepemilikan ternak, dimana untuk strata I jumlah ternaknya kurang dari 1.268 ekor, strata II antara 1.268 hingga 3.208 ekor dan strata III sebanyak lebih dari 3.208 ekor. Data dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh gambaran pelaksanaan kemitraan KUD dengan peternak dan analisa kuantitatif untuk mengambarkan analisa input – output. Besarnya keuntungan atau pendapatan dan tingkat efisiensi usaha yang diperoleh selama 1 tahun dan tiap periode produksi diukur dengan menggunakan analisa resiko financial yang meliputi Farm Financial Effeciency atau Operating Expense Ratio, Rasio Likuiditas (Current Ratio), Rasio Solvabilitas (Debt to Assets Ratio), Rasio Profitabilitas (Return on Assets and Return on Equity), Debt Coverage Ratio dan Analisa secara statitik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kemitraan di KUD Sari Bumi merupakan kemitraan plasma inti. Penetapan harga input - output berdasarkan harga pasar yang berlaku atau tanpa ada harga kontrak. Nilai Operating Expenses Ratio selama I tahun dan tiap periode produksi pada strata I masing-masing sebesar 86,7% dan 86,5%, pada strata II masing-masing sebesar 86,3% dan 86,2% sedangkan pada strata III masing-masing sebesar 84,7% dan 84,8%. Nilai Current Ratio selama 1 tahun dan setiap periode pada strata I sebesar 1,03 dan 1,03, strata II sebesar 1,03 dan 1,03 dan strata III sebesar 1,05 dn 1,05. Nilai Debt to Assets Ratio selama 1 tahun dan tiap periode pada strata I sebesar 72,61% dan 72,51%, strata II sebesar 75,51% dan 74,62% sedangkan pada strata III sebesar 78,26% dan 77,66%. Nilai Return on Assets selama 1 tahun dan tiap periode produksi pada strata I sebesar 2,5% dan 2,7%, pada strata II sebesar 3,7% dan 3,7%, sedangkan pada strata III sebesar 6,4 dan 6,3. Nilai Return on Equity selama 1 tahun dan tiap periode pada strata I sebesar 1,1% dan 1,8%, strata II sebesar 6% dan 5,7%, pada strata II sebesar 18,8% dan 14,6%. Nilai Debt Coverage Ratio selama 1 tahun dan tiap periode pada strata I sebesar 18,9% dan 19,2%, pada strata II sebesar 19,4% dan 19,6%, sedangkan pada strata III sebesar 21,6% dan 21,9%. Selain itu, hasil perhitungan statistik analisa resiko finansial adalah sebagai berikut :
- Nilai rata-rata hasil yang diharapkan atau keuntungan rata-rata selama 1 tahun dan tiap periode untuk strata I sebesar Rp 8.324.773,- dan Rp1.636.196,-; pada strata II sebesar Rp 21.783.408,- dan Rp 4.118.329,- sedangkan pada strata III sebesar Rp 60.975.382,- dan Rp 10.997.006,-
- Nilai standart deviasi selama 1 tahun dan tiap periode untuk strata I sebesar Rp 4.083.320,- dan Rp 838.200,-; strata II sebesar Rp 9.199.784,- dan Rp 1.470.242,- sedangkan pada strata III sebesar Rp 19.066.524,- dan Rp 3.305.320,-
- Nilai koefisien variasi selama 1 tahun dan tiap periode untuk strata I sebesar 49% dan 51%; strata II sebesar 42% dan 36% sedangkan pada strata III sebesar 31% dan 30%.
- Nilai batas bawah selama 1 tahun dan tiap periode untuk strata I sebesar Rp 158.133,- dan Rp -40.204,-, strata II sebesar Rp 3.383.840,- dan Rp 1.177.846,- sedangkan strata III sebesar Rp 22.842.335,- dan Rp 4.386.366,-
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa besarnya pendapatan kotor yang paling tinggi baik selama 1 tahun maupun tiap periode pemeliharaan adalah pada strata III yang nilainya masing-masing sebesar Rp 424.477.675,- dan Rp 76.542.403,- sedangkan yang paling rendah adalah pada strata I yang masing-masing sebesar Rp 106.222.045,- dan Rp 20.883.791,-. Nilai pendapatan bersih selama 1 tahun dan tiap periode pemeliharaan yang paling tinggi adalah pada strata III yang nilainya masing-masing sebesar Rp 119.813.794,- dan Rp 20.761.226,- sedangkan nilai pendapatan yang paling rendah baik selama 1 tahun maupun tiap periode pemeliharaan adalah pada strata I yang nilainya masing-masing sebesar Rp 2.793.356,- dan Rp 898.132,- .Hasil perhitungan efisiensi usaha berdasarkan nilai Operating Expenses Ratio selama 1 tahun dan tiap periode menunjukkan bahwa skala usaha yang paling efisien adalah pada strata III yaitu sebesar 84,7% selama 1 tahun dan 84,8% rata-rata tiap periodenya, sedangkan yang paling tidak efisien yakni pada strata I yaitu sebesar 86,7% selama 1 tahun dan 86,5% rata-rata tiap periodenya. Berdasarkan nilai Coefficient of Variation maka strata I mempunyai tingkat resiko finansial yang paling tinggi yaitu sebesar 49% selama 1 tahun dan 51% rata-rata tiap periode pemeliharaan sedangkan strata III mempunyai tingkat resiko finansial yang paling rendah yaitu sebesar 31% selama 1 tahun dan 30% rata-rata tiap periode pemeliharaan.
Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada peternak supaya menjalankan usaha pemeliharaan ayam pedaging pada strata usaha III sebab keuntungan yang diperoleh paling tinggi dan tingkat resiko finansial yang dhadapi paling rendah diantara kedua strata usaha lainnya.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisa Resiko Finansial Usaha Peternakan Ayam Pedaging Pada Peternak Plasma Kemitraan Kud “Sari Bumi” Di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang… (78) - 9756people
Info Petani -
Analisis Biaya Produksi Pada Perusahaan Susu Sapi Anugerah Di Kecamatan Kota Kotamadya Kediri...(77)

Penelitian dilaksanakan selama satu bulan yaitu pada bulan Maret 2006 di Perusahaan Penelitian dilaksanakan di Perusahaan Susu Anugerah di desa Ngadirejo kecamatan Kota kotamadya Kediri. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 1 Maret – 30 Maret 2006. Tujuan penelitian adalah (1). Mengetahui berapa besar biaya produksi dan struktur biaya yang dipergunakan dalam produksi susu segar. (2). Mengetahui efisiensi usaha bila dilihat dari R/C ratio usaha peternakan sapi perah di Perusahaan Susu Anugerah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subyek atau obyek pada saat penelitian yang berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya dalam bentuk studi kasus (case studies) yang memusatkan diri secara intensif dan mendalam terhadap suatu obyek tertentu dengan mempelajarinya sebagai suatu kasus
Data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah materi informasi yang diperoleh peneliti secara langsung di tempat penelitian atau di suatu tempat yang menjadi obyek penelitian, sedangkan data sekunder adalah data-data yang dikumpulkan secara tidak langsung.
Hasil penelitian diperoleh besar biaya produksi pada tahun 2001 sampai dengan 2005 antara lain : tahun 2001 sebesar Rp. 452.775.948,- ; tahun 2002 sebesar Rp. 473.080.178,- ; tahun 2003 sebesar Rp. 493.636.178,- ; tahun 2004 sebesar Rp. 525.427.772,- ; dan tahun 2005 sebesar Rp. 552.673.952,-.
Efisiensi usaha dilihat dari R/C ratio Perusahaan Susu Anugerah berbeda setiap tahun. Efisiensi usaha tahun 2001 sebesar1,50, tahun 2002 sebesar 1,49, tahun 2003 sebesar 1,48, tahun 2004 sebesar 1,48 dan tahun 2005 sebesar 1,46. Efisiensi usaha yang paling besar adalah tahun 2001 sebesar 1,50. Efisiensi usaha berdasarkan R/C ratio Perusahaan Susu Anugerah layak dikembangkan karena nilainya lebih besar dari 1. Rentabilitas Perusahaan Susu Anugerah dapat dikatakan layak untuk dikembangkan karena rentabilitas berkisar antara 26-50 persen yang melebihi dari bunga bank pemerintah sebesar 16 persen.
Berdasarkan hasil diatas maka disarankan Perusahaan Susu Anugerah diharapkan dapat mengefisienkan biaya produksi sehingga pendapatan usaha optimal. Perusahaan Susu Anugerah diharapkan dapat meningkatkan pendapatan usaha dengan menambah penerimaan dan menekan biaya produksi usaha. Perusahaan Susu Anugerah diharapkan memperhatikan kualitas dan kuantitas pakan sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap besar biaya produksi agar bisa meningkatkan penerimaan dan pendapatan.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Biaya Produksi Pada Perusahaan Susu Sapi Anugerah Di Kecamatan Kota Kotamadya Kediri...(77) - 9756people
Info Petani -
Implementasi Program Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula Nasional Terhadap Strategi Pengembangan Agribisnis Pergulaan…(76)

Berdasarkan kajian secara struktural, industri gula menghadapi permasalahan baik eksternal, yang berkaitan dengan kebijakan pergulaan yang tidak kondusif, dan faktor internal, yang berkaitan dengan rendahnya produktivitas. Kedua permasalahan utama tersebut mengakibatkan industri gula nasional menjadi tidak efisien dan berdaya saing yang rendah. Situasi dan hal-hal tersebut di atas, mendorong dicanangkannya Program Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula Nasional (PGN) 2002–2007. Implementasi Program Akselerasi Tahun Anggaran 2005 meliputi kegiatan : bongkar ratoon; konsolidasi dan pengembangan areal tebu; pembangunan kebun bibit secara berjenjang; pemberdayaan petani; diseminasi teknologi pemupukan dan irigasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh : (a) kondisi internal dan ekternal Program Akselerasi Peningkatan PGN terhadap pengembangan agribisnis pergulaan (b) Implementasi Program Akselerasi Peningkatan PGN terhadap strategi pengembangan agirbisnis pergulaan di wilayah kerja PG.Wonolangan.
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk : (a) Evaluasi bagi Pemerintah dan Pabrik Gula untuk penyempurnaan pelaksanaan Program Akselerasi PGN pada periode selanjutnya (b) Sarana informasi dan wawasan bagi pelaku bisnis pertebuan, baik dari aspek sosial, ekonomi maupun penelitian selanjutnya.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif (decriptif research), yaitu penelitian yang tidak menguji hipotesa (non hipotesa), sedangkan teknik pengambilan sampel adalah dengan dengan Metode “Purposive Sampling” dari petani yang tersebar di seluruh wilayah PG. Wonolangan.Untuk mengetahui Implementasi Program Akselerasi Peningkatan PGN terhadap strategi pengembangan agribisnis adalah dengan menggunakan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), melalui penggunaan Matriks Eksternal-Internal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Implementasi Program Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula Nasional dapat menstimulus strategi pengembangan agribisnis pergulaan di wilayah kerja PG. Wonolangan, pada matriks eksternal-internal berada pada kuadran V, yakni “strategi pertumbuhan dan stabilitas profit” melalui integrasi horizontal, dan pada diagram analisa SWOT terletak pada Kuadran 1 yakni “mendukung strategi agresif”.
Implementasinya dari strategi tersebut adalah : (a) memperkuat kemitraan dengan petani besar (pemasok) yang mempunyai jaringan yang kuat dengan petani kecil (pemilik lahan),(b) pengembangan areal utamanya Tebu Sendiri di lahan historis dan sentra bahan baku dengan optimalisasi masa tanam dan pengelolaan sesuai baku teknis,(c) penyediaan kredit dan sarana produksi tepat sasaran,(d) upaya penggalian nilai tambah (diversifikasi). Dalam mendukung strategi di atas disarankan : (a) upaya efisiensi dan cost leadership di bidang on farm dan off farm,(b) peningkatan dan optimalisasi kapasitas giling,(c) percepatan ekstensifikasi dan intensifikasi,(d) pemberdayaan lembaga petani dalam mendukung usaha tani tebu dan kestabilan harga gula.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Implementasi Program Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula Nasional Terhadap Strategi Pengembangan Agribisnis Pergulaan…(76) - 9756people
Info Petani -
Strategi Konservasi Dan Rehabilitasi Lahan Di Sub Daerah Aliran Sungai Pekalen Wilayah Kabupaten Probolinggo ... (75)

Penelitian ini dilakukan di Sub Daerah Aliran Sungai Pekalen Wilayah Kabupaten Probolinggo. Tujuan penelitian adalah : 1) Untuk menganalisis kondisi internal dan eksternal terhadap upaya konservasi dan rehabilitasi untuk kecepatan pemulihan lahan di kabupaten Probolinggo, 2) Untuk menganalisis bagaimana strategi yang harus dilakukan dalam upaya konservasi dan rehabilitasi untuk kecepatan pemulihan lahan di kabupaten Probolinggo.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (Descriptif reseach), yaitu penelitian yang tidak menguji hipotesa (Non hipotesa), sedangkan tehnik pengambilan sampel dengan Proposive Sampling. Tehnik analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threats).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Masyarakat sekitar hutan di Kabupaten Probolinggo khususnya di wilayah Sub DAS Pekalen memiliki jumlah penduduk yang cukup besar dengan sifat kebersamaan dan semangat kerja yang masih tinggi serta terbentuknya Kelompok Tani Penghijauan, namun demikian sumber daya manusia-nya masih tergolong rendah dan sebagian besar tidak memilki mata pencaharian yang tetap. Oleh karena itu tingkat pendapatannya masih rendah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masih mengandalkan hutan sebagai tempat ketergantungan. Disisi lain terdapat industri yang memerlukan bahan baku dari hasil Kehutanan yang cukup tinggi dan juga terdapat pengusaha/masyarakat/individu/kelompok yang mengajukan diri untuk ditetapkan menjadi pengada/pengedar bibit tanaman kehutanan. 2) Konservasi dan rehabilitasi dalam rangka pemulihan lahan akan tercapai jika ada kerajasama yang baik dari semua pihak yaitu Pemerintah, Masyarakat dan perilaku konservasi. Artinya bahwa masyarakat sebagai modal utama dalam pemulihan lahan harus dijadikan mitra kerja oleh Pemerintah maupun Perilaku Konservasi bukan sebagai obyek. Pemerintah sebagai instansi yang bertanggung jawab berfungsi sebagai mediator dan sumber informasi dalam hal perkembangan tehnologi yang ada. Sedangkan Pelaku Konservasi tidak hanya mengejar provide (keuntungan) namun juga harus memperhatikan konservasi dan kelestarian alam/lingkungan.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Konservasi Dan Rehabilitasi Lahan Di Sub Daerah Aliran Sungai Pekalen Wilayah Kabupaten Probolinggo ... (75) - 9756people
Info Petani -
Analisis Komparatif Pendapatan Petani Bawang Merah Sistem Tanam Bibit Dari Biji Dengan Sistem Tanam Bibit Dari Umbi Di Kab. Probolinggo… (74)

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Mengetahui pengaruh tanaman dari biji terhadap biaya produksi pada tanaman bawang, (2) Mengetahui pengaruh system tanam dari biji terhadap peingkatan pendapatan petani bawang. Lokasi peneliian di Tegalsiwalan, Leces, Dringu dan Gending Kabupaten Probolinggo. Sedangkan waktu selama 4 bulan yang dimulai tanggal 10 Agustus 2006 sampai dengan 11 Nopember 2006.
Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sample secara Disproportionate Random Sampling. Sedangkan jesin penelitian adalah dengan jenis peneliian Deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terhadap responden. Sedangkan teknik analsis data dengan menggunakan analisis analisis ekonomi dan analisis statistik dengan menggunakan T test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan petani bawang merah yang menggunakan sistem usahatani dari biji lebih kecil dari pada biaya produksi usahatani dengan menggunakan benih dari umbi, (2) Rata-rata pendapatan total yang diterima petani bawang merah yang menggunakan sistem benih dari biji lebih besar dari pada yang menggunakan sistem usahatani dengan benih dari umbi, (3) Rata-rata pendapatan bersih yag diterima petani bawang merah yang menggunakan sistem usahatani benih dari biji lebih besar dari pada petai bawang merah yag menggunakan sistem usahatani benih dari umbi.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Komparatif Pendapatan Petani Bawang Merah Sistem Tanam Bibit Dari Biji Dengan Sistem Tanam Bibit Dari Umbi Di Kab. Probolinggo… (74) - 9756people
Info Petani -
Analisis Pendapatan dan Efisiensi Gula Merah di Desa Dukuh Kec. Ngadiluwih Kab. Kediri…(73)

Gula merah atau biasa yang disebut dengan gula jawa merupakan kebutuhan pokok manusia yang selalu mengalami perubahan yang cenderung meningkat. Peningkatan tersebut terjadi seiring meningkatnya pendapatan penduduk, jumlah penduduk serta semakin banyak industri pangan yang menggunakan gula merah sebagai bahan bakunya.
Namun keberadaan agroindustri ini ternyata belum mampu menjalankan peran-nya secara optimal. Produsen harus mengahabiskan waktu yang cukup lama untuk me-ngembangkan usahanya ini, bahkan ada dari mereka yang tidak bertahan dalam usaha ini. Faktor yang menyebabkan antara lain modal yang terbatas, pasar yang masih lokal daerah, teknologi belum modern. Faktor-faktor tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh pada kualitas, kuantitas maupun kontinyuitas produksi gula merah yang dihasilkan masih rendah sehingga keuntungan yang diperoleh produsen gula merah tidak bisa maksimal. Akan tetapi produsen yang mampu memanfaatkan peluang-peluang ekonomi dan memiliki strategi dalam mengusahakan agroindustri gula merah akan mampu bertahan bahkan dapat meningkatkan pendapatan dan skala usaha.
Sebagai barang konsumsi, maka gula merah mempunyai peran dalam sistem pangan manusia. Selain sebagai penyedia rasa manis, gula merah juga merupakan salah satu pemasok kalori. Oleh karena itu gula merah banyak dibutuhkan oleh manusia untuk dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui proses pembuatan gula merah di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, (2) Untuk mengetahui struktur biaya, produksi, dan efisiensi usaha pengolahan gula merah di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, dan (3) Untuk mengetahui hambatan dan peluang usaha pengolahan gula merah di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.
Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja. Pengambilan sampel (responden) dilakukan secara sensus. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan analisis pendapatan, keuntungan usaha dan analisis efisiensi usaha/RC Ratio. Biaya produksi dihitung dengan rumus TC = FC+VC, pendapatan kotor atau penerimaan dirumuskan dengan TR=PXQ dan pendapatan bersih atau keuntungan adalah  = TR-TC, RC Ratio = TR + TC. Jumlah responden sebanyak 10 orang.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka pendapatan kotor yang diterima oleh pengusaha gula merah dalam satu hari proses produksi adalah sebesar Rp. 3.183.600,- sedangkan keuntungan atau pendapatan bersih yang diterima oleh pengusaha gula merah dalam satu hari proses produksi adalah sebesar Rp. 329.745,-. Analisis efisiensi usaha atau R/C Ratio menunjukkan tingkat efisiensi pada pengolahan gula merah rata-rata sebesar 1,12. Artinya setiap Rp. 1,00 yang diinvestasikan oleh produsen akan memperoleh pendapatan sebesar Rp. 1,12. Usaha gula merah di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri efisien untuk diusahakan dan diteruskan, karena diperoleh R/C ratio sebesar 1,12 yang lebih besar dari 1 sehingga efisien untuk diusahakan.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Pendapatan dan Efisiensi Gula Merah di Desa Dukuh Kec. Ngadiluwih Kab. Kediri…(73) - 9756people
Info Petani -
Evaluasi Dan Strategi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Melalui Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat Di Kec Krucil Kabupaten Probolinggo… (72)

Penelitian ini di lakukan di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Tujuan penelitian adalah : 1) Mengidentifikasi factor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan agribisnis hortikultura 2) Memahami perkembangan pelaksanaan agribisnis hortikultura di Kecamatan Krucil serta peluang yang dapat ditingkatkan baik untuk pasaran Nasional maupun Internasional. 3) Memahami strategi pengembangan agribisnis hortikultura.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian ini merupakan penelitian surve dengan cara evaluasi normative yang dilakukan untuk mengevaluasi factor internal dan ekternal yang berpengaruh terhadap strategi pengembangan agribisnis hortikultura di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Sedangkan jenis penelitian yang akan dilakukan adalah metode studi kasus. Tehinik analisan SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity dan Threats)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) .Perkembangan agribisnis hortikultura di Kecamatan Krucilpada pertumbuhan sedang. 2).Perkembangan agribisnis hortikultura di Kecamatan Krucil masih dapat di tingkatkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas asalkan dikelola secara baik mengingat kesesuaian agroekologi dan lahan yang masih tersedia. 3). Dengan dukungan Kebijakan Pemerintah maka dapat diharapkan perkembangan agribisnis hortikultura di Kecamatan Krucil dapat berkembang dengan pesat. 4). Berdasarkan diagram SWOT posisi agribisnis hortikultura di Kecamatan Krucil pada kuadran I yang berarti grand strategi atau strategi Utama adalah strategi agresif, sedangkan berdasarkan matrik internal berada pada kuadran V yang berarti strategi pengembangn agribisnis hortikultura pada strategi pertumbuhan dan Stabilitas. Dengan demikian Strategi pengembangan agribisnis hortikultura dengan dukungan Pemerintah Daerah lewat bantuan modal kerja serta pendampingan oleh petugas dalam hal peningkatan kelembagaan dan peningkatan teknologi akan mempercepat proses peningkatan produktifitas dan kualitas.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Evaluasi Dan Strategi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Melalui Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat Di Kec Krucil Kabupaten Probolinggo… (72) - 9756people
Info Petani -
Analisis Kelembagaan Dan Produktivitas Usahatani Padi Pada Sistem Irigasi “SUBAK” (Studi di Subak Sungsang, Ds Tibubiyu, Kab. Tabanan, Bali)… (71)

Sektor pertanian sampai saat ini masih memegang peranan penting di dalam menunjang perekonomian nasional. Hal ini disebabkan sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja dan hidup dari sektor pertanian, sehingga perekonomian Indonesia masih sangat tergantung pada kemajuan sektor pertanian. Ketangguhan di sektor pertanian akan tetap merupakan faktor yang sangat penting dalam periode tinggal landas mengingat peranannya, sebagai penyedia pangan dan bahan baku industri, pendorong pencipta lapangan kerja pedesaan dan devisa negara.
Sektor pertanian juga mempunyai peranan penting dalam mengentaskan kemiskinan. Pembangunan pertanian berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan upaya peningkatan kesejahteraan petani dan upaya menanggulangi kemiskinan khususnya di daerah pedesaan. Subak yang sedang direntangkan saat ini telah membawa banyak perubahan terhadap struktur perekonomian negara, di mana sektor-sektor pertanian mengalami kemajuan yang cukup berarti yang mengarah pada keseimbangan dengan sektor pertanian.

Tujuan penelitian
1. Untuk mengetahui cara / sistem pengelolaan Subak dilihat dari Struktur organisasi, fungsi dan sangsi yang diberikan bagi anggota Subak.
2. Untuk mengetahui aspek sosial perkembangan kelembagaan Subak.
3. Untuk mengetahui perkembangan produktivitas usahatani padi pada tahun 1995-2004 dengan adanya sistem irigasi Subak.

Metode Penelitian
Penelitian dilakukan di Subak Sungsang desa Tibubiyu, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali. Penentuan daerah penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Tabanan mempunyai Subak terbanyak dan Museum Subak terletak di Kabupaten ini pula. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode untuk ketua kelompok yang berarti data yang digunakan di dalam penelitian ini berasal dari satu ketua kelompok yang sudah berkompeten di bidangnya. Jumlah responden yang diambil sebanyak pengurus yang ada pada Subak setempat.

Metode Pengumpulan Data
Untuk menjawab masalah dan tujuan penelitian ini, maka diperlukan adanya data-data yang dianggap relevan. Dalam penelitian ini, menggunakan dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari petani melalui wawancara berdasarkan daftar pertanyaan yang sebelumnya telah disiapkan.
Data sekunder diperoleh dari berbagai instansi-instansi yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan dan dipandang relevan. Data sekunder ini dipakai sebagai pendukung data primer. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk menggambarkan Subak dan kelembagaannya, serta produktivitas usahatani padi pada tahun yang telah ditentukan.
Menurut Winarno Surachmad (1998), penelitian deskriptif ini menentukan dan menafsirkan data yang ada dan pelaksanaan metode deskriptif tidak terbatas pada penggunaan data saja, tetapi meliputi analisa data dan interpretasi data tersebut.

Metode Analisa Data
Untuk mengetahui cara / sistem pengelolaan Subak dilihat dari struktur organisasi, fungsi dan sangsi yang diberikan bagi anggota subak menggunakan metode analisa data secara deskriptif kualitatif.
Untuk mengetahui aspek sosial perkembangan kelembagaan subak menggunakan metode analisa data secara deskriptif kualitatif.
Data sekunder yang diperoleh merupakan data time series periode tahun 1995-2004. Dari data tersebut kemudian dianalisa lebih lanjut dengan analisa trend. Analisa trend dilakukan untuk melihat trend dari trend produktivitas usahatani padi dari tahun ke tahun. Dengan demikian akan diperoleh gambaran seberapa besar trend (kecenderungan) dan laju pertumbuhan variabel yang dianalisa.

Selanjutnya hasil analisa trend ini digunakan untuk estimasi perkembangan produktivitas di masa yang akan datang.
Hasil dari penelitian ini adalah:
1. Perkembangan volume produksi dengan menggunakan analisis trend analisis (time series) diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 6,2 + 0,113636 x. Dari persamaan ini diperoleh koefisien (b) sebesar 0,113636 x, yang berarti trendnya menunjukkan adanya penurunan maupun peningkatan volume produksi sebesar 0,113636 ton per tahun.
Berdasarkan fungsi trend tersebut maka pada tahun 2006 volume produksi padi diproyeksikan naik menjadi 0,335165 ton.
2. Perkembangan produktivitas padi dengan menggunakan analisa trend analisis (time series) diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 2,626E-02 + 4,53E-04 x. Dari persamaan tersebut diperoleh koefisien (b) sebesar 0,0000453 x. yang berarti trendnya menunjukkan adanya penurunan maupun peningkatan produktivitas padi sebesar 0,0000453 ton/ha per tahun.
Berdasarkan fungsi trend tersebut maka pada tahun 2006 volume produktivitas padi diproyeksikan akan mengalami peningkatan menjadi 0,000139 ton/ha.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Kelembagaan Dan Produktivitas Usahatani Padi Pada Sistem Irigasi “SUBAK” (Studi di Subak Sungsang, Ds Tibubiyu, Kab. Tabanan, Bali)… (71) - 9756people
Info Petani -
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Untuk Membeli Benih Cabe Besar Merk Panah Merah Di Wilayah Kabupaten Blitar… (70)

Semakin banyaknya kompetitor/pesaing dalam bisnis penjualan benih sayur-sayuran,maka tiap perusahaan yang bergelut dalam bisnis ini di tuntut untuk berpikir lebih realistis dalam menyikapi persaingan. Apalagi sekarang industri perbenihan berkembang pesat di Indonesia, hampir semua perusahaan di dunia mulai masuk ke Indonesia,yang sangat potensial untuk pasar benih sayur-sayuran. Sejak krisis ekonomi yang terjadi sejak tahun 1997 sampai sekarang,bisnis benih sayur-sayuran berkembang pesat,apalagi di imbangi pola pikir petani yang semakin maju dan modern. Petani di Kabupaten Blitar sekarang telah menggunakan benih unggul untuk setiap komoditas yang di tanam. Dan ini tidak hanya untuk produk sayuran saja, bahkan untuk padi,jagung dan buah petani sekarang memilih benih/bibit yang unggul/hibrida. Kesempatan dan peluang ini di lirik oleh para pengusaha yang bergerak dalam industri benih sayuran. Dunia pemasaran memang serba dinamis,kalau tidak mau kalah dalam bersaing,terpaksa harus mengeluarkan jurus-jurus baru yang kerap berbeda dan aneh-aneh. Selain program promosi,kualitas produk sangat penting. Kualitas produk meliputi:kemurnian,daya tumbuh dan kestabilan produk,selain itu produk benih sayur-sayuran harus tahan hama penyakit,produksi tinggi,umur genjah,kualitas buah baik kalau tidak mau kalah bersaing dengan kompetitor. Banyak cara yang di lakukan perusahaan yang bergerak di bidang perbenihan untuk menarik konsumen supaya tetap setia menggunakan produknya, mulai dari pembentukan kelompok tani,paguyuban, arisan dan training-training. Dan pendekan di lakukan tidak hanya kepada pemakai/konsumen saja, tetapi juga kepada kios pertanian dan delaer/penyalur utama.Di samping kualitas produk perlu juga brand image di tanamkan ke konsumen, brand image merupakan modal yang sangat mahal bagi perusahan. Untuk menanamkan brand image di hati konsumen memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Disamping memasarkan dan mempromosikan produk yang sudah ada,perusahaan melalui departement Research and Development,melaukan penelitian untuk menghasikkan produk baru yang lebih baik dibanding produk sebelumnya.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
1. Diduga ada pengaruh yang signifikan dari faktor-faktor produk, harga, kualitas,produksi,ketahanan penyakit,promosi,referensi,distribusi, baik secara parsial maupun simultan terhadap pengambilan keputusan petani dalam membeli benih cabe besar merk Panah Merah.
2. Diduga faktor promosi yang paling berpengaruh secara signifikan pada pengambilan keputusan petani dalam pembelian benih cabe besar merk Panah Merah.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis faktor dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan sebagai berikut:
1. Ada pengaruh yang signifikan dari faktor-faktor promosi (demoplot, penyuluhan,studi banding,temu lapang,poster,spanduk,penyebaran brosur), produk (jumlah biji,daya tumbuh,kemasan,kemurnian benih),harga,kualitas produk (bobot, daya simpan,warna ),referensi(keluarga,toko,saudara dan teman), baik secara parsial maupun simultan terhadap pengambilan keputusan petani dalam membeli benih cabe besar merk Panah Merah.
2. Faktor promosi yang paling berpengaruh secara signifikan pada pengambilan keputusan petani dalam pembelian benih cabe besar merk Panah Merah.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Untuk Membeli Benih Cabe Besar Merk Panah Merah Di Wilayah Kabupaten Blitar… (70) - 9756people
Info Petani -
Strategi Pengembangan Model Penyuluhan Pertanian Klinik Konsultasi Agribisnis DI BPP-KP Pare Kabupaten Kediri … (69)

Klinik Konsultasi Agribisnis berfungsi sebagai pemberi konsultasi, sumber informasi agribisnis dan tempat percontohan usaha pertanian agribisnis untuk sentra pembelajaran, pusat pelatihan dan pengembangan agribisnis. Bagaimana supaya bisa berkembang ? Perlu disusun strategi pengembangan model penyuluhan pertanian klinik konsultasi agribisnis di BPP-KP Pare.
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal dalam pengembangan model penyuluhan pertanian klinik konsultasi agribisnis di BPP-KP Pare, dalam rangka merumuskan strategi pengembangan model penyuluhan pertanian klinik konsultasi agribisnis di BPP-KP Pare Kabupaten Kediri. Metode analisis yang dipergunakan untuk merumuskan strategi pengembangan model penyuluhan pertanian klinik konsultasi agribisnis di BPP-KP Pare Kabupaten Kediri adalah SWOT analisis.
Hasil analisis faktor internal terdiri dari kekuatan yaitu : Lokasi BPP-KP strategis, Tenaga Penyuluh Pertanian profesional, Kebun percontohan tersedia, Kios sarana produksi pertanian tersedia, Partisipasi kelompok tani tinggi, Jumlah koperasi tani cukup. Kelemahan yaitu : Keterbatasan dana operasional, Petani skala kecil, Waktu siaran di radio, Pemilikan laboratorium lapangan terbatas, Kelangsungan laboratorium swasta, Dampak pada kelompok tani.
Hasil analisis faktor eksternal terdiri dari Peluang yaitu : Dukungan stasiun pemancar radio, Dukungan Pemerintah Pusat, Areal tanam hortikultura tinggi, Belum adanya KKA ditempat lain, Adanya pasar sayur, Tuntutan teknologi pertanian maju. Ancaman yaitu : Globalisasi, Desentralisasi, Berkembangnya P4S, Belum ada keterpaduan program, Harga produk hortikultura tidak stabil, Tidak adanya subsidi harga sarana produksi pertanian.
Strategi yang ditetapkan dalam rangka pengembangan model penyuluhan pertanian klinik konsultasi agribisnis di BPP-KP Pare Kabupaten Kediri memakai strategi SO yaitu : (1) Menjadikan BPP-KP Pare sebagai tempat KKA (2) Memanfaatkan dukungan pemerintah pusat untuk diusulkan pada Pemerintah Kabupaten Kediri, (3) Mengoptimalkan kinerja Penyuluh Pertanian sebagai Konsultan, (4) Mengkoordinir dan memanfaatkan sarana milik swasta untuk KKA Yaitu : Radio swasta, kios saprotan, laboratory lapangan, koperasi tani dan kebun percontohan milik BPP-KP., (5) Menyediakan paket teknologi pertanian terbaru, (6) Menyediakan informasi harga pasar



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Pengembangan Model Penyuluhan Pertanian Klinik Konsultasi Agribisnis DI BPP-KP Pare Kabupaten Kediri … (69) - 9756people
Info Petani -
Trend Produksi Usaha Pupuk Enceng Gondok di PT. Maharani Lamongan… (67)

Dewasa ini orang mengenal barang-barang dan jasa yang beraneka ragam macamnya untuk memenuhi kebutuhannya. Barang-barang dan jasa-jasa diproduksi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi barang-barang dan jasa-jasa tersebut menggunakan faktor-faktor produksi alam, tenaga kerja, modal dan teknologi. Pada hakikatnya proses produksi merupakan cara, metode, teknik pelaksanaan produksi dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi. Pemenuhan kebutuhan petani yang dirasakan semakin langka sehingga memacu perusahaan khususnya bagian produksi untuk menghasilkan pupuk organik yang semaksimal mungkin dan harga yang relatif murah tanpa mengurangi mutu produk, hal ini diperlukan pengaturan didalam manajemen dan produksi. Sedemikian pentingnya pelaksanaan manajemen dan produksi bagi perusahaan, maka diperlukan sumber daya manusia yang profesional, terampil,dan memiliki kemampuan kerja yang baik untuk melaksanakan fungsi dan tugas dari manajemen.
Pada dasarnya bahwa manajemen produksi akan mengatur penggunaan faktor-faktor dari produksi yang ada, tenaga kerja, mesin-mesin dan perlengkapan sedemikian rupa sehingga proses produksi dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana trend jumlah produksi dan penjualan pupuk enceng gondok pada bulan mendatang, 2) Bagaimana manajemen produksi pupuk enceng gondok di Lamongan, 3) Bagaimana manajemen pemasaran pupuk enceng gondok di Lamongan.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan proses produksi pupuk enceng gondok, 2) Untuk mendeskripsikan proses pemasaran pupuk enceng gondok, 3) Untuk mengetahui trend produksi dan penjualan pupuk enceng gondok di PT. Maharani.
Penelitian ini dilakukan di PT.Maharani Lamongan dengan pertimbangan daerah tersebut termasuk daerah yang memiliki poensi berupa sumber daya alam untuk pembuatan dan pengembangan pupuk enceng gondok. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder yaitu data time series produksi pupuk enceng gondok dari tahun 2003-2005 yang diperoleh dari PT. Maharani Lamongan. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif untuk menjelaskan mengenai manajemen produksi dan manajemen pemasaran, sedangkan untuk meramalkan jumlah produksi dan harga pupuk enceng gondok digunakan analisa trend linier.
Hasil dari penelitian ini adalah pada produksi mempunyai trend positif dengan persamaan regresi Y= 163798,5 + 984,6x yang berarti produksi cenderung meningkat rata-rata sebesar 984,6 Kg dalam setiap bulan, sedangkan penjualan persamaan regesinya Y= 157191,9 + 1181,8x yang mempunyai trend positif yang berarti penjualan meningkat rata-rata sebesar 1181,8 Kg tiap bulan. Dalam hal penyediaaan bahan baku PT. Maharani khususnya kotoran ternak bekerjasama dengan asosiasi peternak, petani Lamongan sedang enceng gondok melalui program kali bersih (Prokasih), bahan baku berupa batuan alam diperoleh dari pegunungan kapur yang ada di Lamongan. Pemasaran pupuk ini di P.Jawa meliputi Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Gresik, Mojokerto, Ngawi, Probolinggo, Blora, Tegal, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, untuk di luar P.Jawa meliputi Jambi dan Kalimantan. Saluran distribusi yang oleh PT. Maharani adalah direct selling dimana perusahaan menjual produknya langsung kepada konsumen dan menggunakan perantara selles dan agen pertanian. Promosi yang dilakukan melalui media cetak yaitu radar Bojonegoro, radar Lamongan, media elektronik yaitu radio-radio lokal dan melalui pembagian brosur melalui dinas pertanian dan kehutanan



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Trend Produksi Usaha Pupuk Enceng Gondok di PT. Maharani Lamongan… (67) - 9756people
Info Petani -
Strategi Peningkatan Mentalitas Kewirausahaan (Studi kajian tentang mentalitas kewirausahaan di Kota Blitar)…(68)

Krisis moneter yang berkepanjangan diikuti adanya keterbatasan pemerintah menyediakan lapangan kerja menjadi problema ketenagakerjaan yang berakibat pada peningkatan angka pengangguran. Meningkatnya pengangguran memperparah perekonomian nasional. Masyarakat tidak berdaya mengangkat ekonominya sendiri, membuka lapangan kerja baru merupakan realita yang sulit diciptakan. Masyarakat terdidik juga sangat tergantung pada kondisi ada lapangan kerja atau tidak.
Masyarakat Indonesia secara umum memiliki mentalitas entrepreneurship rendah. Rendahnya mentalitas entrepreneurship ini tentu tidaklah tanpa alasan. Kolonial menanamkan kepada masyarakat Indonesia dengan tidak memberi kesempatan dalam dunia usaha. Dunia usaha diberikan kepada bangsa lain (Tionghoa) sedangkan masyarakat Indonesia terstruktur pada bidang pamong praja. Illustrasi ini tentu juga berlaku bagi masyarakat di Kota Blitar.
Pada umumnya masyarakat Kota Blitar lebih memilih menjadi karyawan dibandingkan berusaha mandiri, diantaranya bekerja diluar negeri yang secara ekonomis penghasilan cukup menggiurkan, menjadi pegawai negeri menjadi primadona karena ada dana pensiun. Selain alasan tersebut masyarakat untuk berusaha meyakini harus memiliki modal yang cukup besar sehingga permodalan menjadi kendala utama dalam berwirausaha.
Berdasar keterangan singkat ini maka perlu ada upaya-upaya untuk menciptakan struktur perekonomian yang sehat dan normal dengan jalan memberikan kesempatan masyarakat melakukan peningkatan usaha melalui pelatihan di lembaga-lembaga formal, memberi bantuan permodalan, penciptaan infrastruktur yang memadai, perlindungan bagi usaha kecil, stabilitas sosial politik dan peningkatan pendidikan masyarakat.
Berdasar data-data yang ada, serta analisa data dengan berdasar segala bentuk kekutan dan kelemahan serta kesempatan dan ancaman yang ada dapat ditarik suatu jawaban yaitu :
Rendahnya mentalitas entrepreneurship masyarakat Blitar disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
a. faktor sejarah
b. Biaya hidup murah
c. Tidak memiliki ketrampilan yang memadahi
d. Hanya sebuah kota kecil
e. Tidak memiliki modal usaha yang cukup
f. Tingkat pendidikan masyarakat relatif rendah
g. Kerja di luar negeri lebih menjanjikan
Tingkat mentalitas entrepreneurship masyarakat Kota Blitar sebesar 21.28%, dengan kecenderungan dari tahun ke tahun ada penurunan prosentase. Sedangkan dalam angket khusus bagi pelajar perempuan tingkat SLTA memiliki tingkat prosentase sebesar 9%.
Masyarakat Kota Blitar lebih memilih menjadi abdi dalem (karyawan) dibandingkan menjadi entrepreneur, disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
a. Melakukan bisnis lebih sulit dibandingkan menjadi abdi dalem (karyawan)
b. Resiko menjadi abdi dalem lebih rendah dibandingkan menjalani usaha (Tidak bisa mengelola bisnis).
c. Pegawai negeri ada pensiun sebagai bekal jika sudah tua.

Strategi-strategi yang dapat digunakan untuk memacu peningkatan mentalitas entrepreneurship masyarakat Kota Blitar :
a. Bertahan untuk hidup (Survival Strategy) dengan pengertian pelaksanaan kegiatan tetap dilaksanakan sesuai aturan yang ada dengan berusaha menghindari diri (turn around Strategy) dari kebijakan yang tidak populer dimata masyarakat.
b. Melakukan pembenahan internal dan mencari peluang (Guerilla Strategy) yang memungkinkan untuk perbaikan atas kelemahan-kelemahan internal yang ada.

Berdasar pada analisa data dengan menggunakan tabel matrik IFAS dan EFAS dapat diambil suatu kesimpulan strategi peningkatan mentalitas entrepreneurship dengan menggunakan metode WT yang berarti meningkatkan kegiatan pada kekuatan untuk mengurangi kelemahan serta menghindari dan mengurangi ancaman yang datang.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Peningkatan Mentalitas Kewirausahaan (Studi kajian tentang mentalitas kewirausahaan di Kota Blitar)…(68) - 9756people
Info Petani -
Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Penyuluh Pertanian Pada Bipp-Kp Kabupaten Kediri …(66)

Tujuan penelitian (1) untuk mengetahui pengaruh faktor motivasi, kenaikan pangkat, lingkungan kerja dan pemberian hadiah / reward terhadap kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri. (2) untuk mengetahui satu dari empat faktor diatas yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri.
Hipotesis penelitian (1) Diduga ada pengaruh variabel motivasi, kenaikan pangkat, lingkungan kerja dan pemberian hadiah / reward terhadap kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri. (2) Diduga variabel kenaikan pangkat mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri.
Penelitian dilakukan pada Penyuluh Pertanian Balai Informasi Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (BIPP-KP) yang bertempat tinggal menyebar seluruh Kabupaten Kediri, waktunya selama 4 bulan (120 hari) mulai Pebruari 2004 sampai dengan Mei 2004. Jenis penelitian adalah penelitian sampel untuk pengembangan sikap Penyuluh Pertanian. Metode penelitian kuantitatip dengan metode analisis regresi (Linear Regression Methode). Jumlah populasi Penyuluh Pertanian se Kabupaten Kediri 150 orang. Sampel ditentukan dengan sampel random atau sampel acak menggunakan rumus Cochran ketemu 49 orang selanjutnya dijadikan responden.
Hasil penelitian analisis faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa hipotesis pertama :
“ Diduga ada pengaruh variabel motivasi pimpinan, variabel kenaikan pangkat, variabel lingkungan kerja dan variabel pemberian penghargaan / reward terhadap kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri “ adalah diterima.
2. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa hipotesis kedua :
“ Diduga variabel kenaikan pangkat mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan kerja Penyuluh Pertanian pada BIPP-KP Kabupaten Kediri “ adalah diterima.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Penyuluh Pertanian Pada Bipp-Kp Kabupaten Kediri …(66) - 9756people
Info Petani -
Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi… (65)

Menyadari peran sector pertanian dalam struktur dan perekonomian nasional sangat strategis dan menyadari bahwa pertanian itu sendiri tidak dapat lepas dari air, maka irigasi sebagai salh satu sector pendukung keberhasil1n pembangunan pertanian akan tetap mempunyai peran yang sangat penting.
UU No.11 Tahun 1974 tentang Pengairan telah menetapkan kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan tata pengaturan air , yaitu kebijakan mengenai segala usaha untuk mengatur pembinaan seperti kepemilikan, penguasaan, pengelolaan, penggunaan dan pengawasan atas air beserta sumber-sumbernya, termasuk kekayaan alam bukan hewan yang terkandung didalamnya guna mencapai manfaat yang sebesar-besarnya dalam memenuhi hajat hidup dan perikehjidupan rakyat.
Berdasarkan pasal 10 Undang-Undang No. 11/1974 tentang Pengairan, pemerintah telah menetapkan tata cara pembinaan kegiatan pengairan sesuai dengan fungsi dan perananya.
Dalam UU No. 22/1999 tentang pemerintah daerah, pemerintah menganut asas desentralisasi dengan memberikan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah dengan pendekatan pelayanan kepada masyarakat di berbagai bidang termasuk bidang irigasi.
Mengingat irigasi tidak bisa terlepas dari sumber daya air secara keseluruhan maka kebijakan irigasi harus dilaksanakan secara simultan dan konsisten dengan pembaruan pengelolaan sumberdaya air secara keseluruhan.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi… (65) - 9756people
Info Petani -
Strategi Pembangunan Pertanian Tanaman Bawang Merah Di Kabupaten Nganjuk … (64)

Penelitian ini dilakukan untuk mengindentifikasikan faktor-faktor kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal pembangunan pertanian tanaman bawang merah dan strategi apa yang harus ditempuh dalam pembangunan pertanian tanaman bawang merah di Kabupaten Nganjuk. Metode analisis yang penulis pergunakan untuk merumuskan strategi pembangunan pertanian tanaman bawang merah di Kabupaten Nganjuk adalah SWOT analisis, dengan focus penelitian pada produktivitas lahan, optimalisasi lahan, alat mesin pertanian dan tenaga kerja serta pendapatan petani bawang merah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembangunan pertanian tanaman bawang merah di Kabupaten Nganjuk yang perlu dimanfaatkan adalah Strategi SO yaitu strategi menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi tersebut meliputi : (1) Optimalisasi dan produktivitas lahan; (2) Dukungan dana pembangunan pertanian bawang merah; (3) Peningkatan kualitas SDM petani; (4) Optimalisasi sumber daya air dan irigasi; (5) Kemitraan; (6) Perluasan lapangan kerja; (7) Pemanfaatan deregulasi; (8) Pemanfaatan peluang pasar dan (10) Pemanfaatan industri pengolah hasil pertanian



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Pembangunan Pertanian Tanaman Bawang Merah Di Kabupaten Nganjuk … (64) - 9756people
Info Petani -
Analisis Pengaruh Proyek Peningkatan Mutu Intensifikasi (Pmi) Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi Di Kabupaten Tulungagung … (63)

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah Proyek Mutu Intensifikasi mempunyai pengaruh yang nyata terhadap produksi, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah usahatani padi dalam Proyek Mutu Intensifikasi akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi daripada sebelum proyek, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis besarnya Farm Gate Prices yaitu biaya produksi per-unit usahatani padi dalam Proyek PMI dan sebelum Proyek.
Penelitian dilakukan dengan sengaja yaitu di Kabupaten Tulungagung dimana Responden diambil dengan menggunakan metode Acak sederhana (Simple Random Sampling) sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik Observasi, wawancara dan pencatatan. Guna menguji hipotesa maka metode analisa data yang digunakan antara lain (1) Untuk menguji hipotesa satu dan dua dengan menggunakan Uji Regresi linier berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dengan melihat nilai R2 , F – test dan t – test, (2) Untuk hipotesa tiga dianalisis dengan mencari nilai Farm Gate Price.
Dari hasil analisa data diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : (1) Proyek PMI berpengaruh secata nyata terhadap produksi usahatani padi yang dibuktikan dengan nilai t hitung 3,681 > t tabel 0,058, (2) Produksi usahatani padi dalam Proyek PMI 8,7 ton / ha lebih besar dan berbeda nyata dengan produksi usahatani padi sebelum proyek 7,0 ton / ha, hal ini dibuktikan oleh besarnya koefisien regresi variabel dummy = 3,239 dan menunjukkan perbedaan nyata pada tingkat kesalahan 1 %, (3) Pendapatan per hektar usahatani padi dalam proyek adalah Rp 3.760.721,00 lebih besar daripada sebelum proyek Rp 2.152.254,00 dengan nilai Farm Gate Price Rp 669,12 dalam proyek PMI dan Rp 791,61 untuk sebelum proyek.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Pengaruh Proyek Peningkatan Mutu Intensifikasi (Pmi) Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi Di Kabupaten Tulungagung … (63) - 9756people
Info Petani -
Strategi Perluasan Budidaya Tanaman Padi Untuk Stabilitas Ketahanan Pangan Di Kabupaten Kediri … (62)

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal dalam perluasan penanaman padi, dalam rangka merumuskan strategi perluasan penanaman padi untuk stabilitas ketahanan pangan di Kabupaten Kediri. Metode analisis yang dipergunakan untuk merumuskan strategi perluasan penanaman padi untuk stabilitas ketahanan pangan di Kabupaten Kediri adalah SWOT analisis.
Hasil analisis faktor internal terdiri dari kekuatan yaitu : jumlah kelompok tani cukup, baku lahan sawah sangat luas, produktivitas tinggi, jumlah ternak sapi cukup tinggi, indek penanaman masih rendah, penguasaan teknologi cukup tinggi. Kelemahan yaitu : pemilikan lahan sempit, petani bersifat subsistem, menejemen usahatani lemah, modal berusahatani kecil, sebagaian petani bersifat individu, pendidikan petani rata-rata rendah.
Hasil analisis faktor eksternal terdiri dari Peluang yaitu desentralisasi, dukungan pemerintah pusat, kebutuhan beras tinggi, jumlah penyuluh pertanian tinggi, kios saprodi banyak, perkembangan teknologi pertanian. Ancaman : globalisasi, kesempatan kerja di luar negeri, berkembangnya perumahan rakyat, meningkatnya harga produk hortikultura, subsidi beras pemerintah pusat, tidak adanya subsidi harga saprotan.
Strategi yang ditetapkan dalam rangka perluasan penanaman tanaman padi untuk ketahanan pangan di Kabupaten Kediri adalah : (1) Koordinasi Dinas lingkup pertanian dalam rangka program perluasan areal tanam padi untuk ketahanan pangan di Kabupaten Kediri, (2) Rembug kelompok tani se Kabupaten Kediri untuk pengaturan pola tanam dalam rangka peningkatan Indek Penanaman, (3) Bantuan pompa air pada kelompok tani, disertai pelatihan menejemn dan tehnologi operasional, untuk meningkatkan debet air di musim kemarau, (4) Proyek peningkatan mutu intensifiksi padi dengan memanfaatkan dana bantuan langsung masyarakat untuk peningkatan indek penanaman dan produktivitas padi, (5) Sekolah lapang penanaman padi dengan memanfaatkan tenaga Penyuluh Pertanian, (6) Dem cara pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah padat atau cair ternak sapi.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Perluasan Budidaya Tanaman Padi Untuk Stabilitas Ketahanan Pangan Di Kabupaten Kediri … (62) - 9756people
Info Petani -
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Berbelanja Di Pasar Sayur Pare Kabupaten Kediri… (61)

Penelitian ini bertujuan untuk : a). mengetahui pengaruh variabel produk, harga, distribusi, motivasi dan presepsi mempunyai hubungan yang nyata dengan keputusan pelanggan berbelanja di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri, b). mengetahui apakah variabel produk harga, distribusi, motivasi dan persepsi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pelanggan berbelanja di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri
Hipotesis penelitian adalah : a). Diduga variabel produk, harga, distribusi, motivasi dan presepsi mempunyai hubungan yang nyata dengan keputusan berbelanja di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri, b). diduga variabel produk harga, distribusi, motivasi dan presepsi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berbelanja di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri
Data primer dan sekunder dikumpulkan dengan kuisener dan wawancara dari Dinas / Instansi dan 90 responden konsumen atau pelanggan di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri. Variabel penelitian ini terdapat 6 (enam) variabel yang diduga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelanggan untuk berbelanja di pasar sayur Pare.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, maka dapat disimpulkan : 1). Ada hubungan yang nyata antara variabel produk harga, distribusi, motivasi dan persepsi dengan variabel keputusan berbelanja di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri dan 2). Variabel produk, harga, distribusi, motivasi dan persepsi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berbelanja di pasar sayur Pare Kabupaten Kediri.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Berbelanja Di Pasar Sayur Pare Kabupaten Kediri… (61) - 9756people
Info Petani -
Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Kecil Gula Merah Di Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri… (60)

Tujuan penelitian ini adalah : 1). Menganalisis apakah variabel-variabel modal usaha, tenaga kerja, pengalaman dan curahan jam kerja mempunyai hubungan (korelasi) secara nyata (signifikan) terhadap keberhasilan industri kecil gula merah di Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, 2). Menganalisis apakah variabel-variabel jumlah modal, tenaga kerja, pengalaman dan curahan jam kerja secara bersama-sama berpengaruh nyata (signifikan) terhadap keberhasilan industri kecil gula merah di Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.
Variabel dalam penelitian ini diklasifikasikan ke dalam variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas terdiri dari modal usaha (X1), tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4). Variabel terikat adalah keberhasilan industri kecil gula merah yang diukur dengan tingkat keuntungan per musim giling (Y).
Berdasarkan uji statistika nilai konstanta dan nilai koefisien regresi variabel modal usaha (X1) berpengaruh sangat nyata terhadap variabel Y (nilai Sig. = ,000 lebih kecil dari 0,01), sedangkan nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) berpengaruh nyata terhadap keberhasilan atau tingkat keuntungan industri kecil gula merah (Y). Nilai R Square atau koefisien determinasi = .984 atau 98,4 % (lampiran 5) ini berarti 98,4 % keberhasilan atau tingkat keuntungan industri gula merah (Y) dipengaruhi oleh variabel modal usaha (X1), tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) sedangkan 1,6 % dipengaruhi oleh variabel yang lain.
Dari hasil penelitian dan analisis data, maka dapat disimpulkan : 1). Variabel modal usaha (X1), tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) mempunyai hubungan kuat yang sangat nyata dengan variabel keberhasilan atau tingkat keuntungan industri kecil gula merah (Y); 2). Variabel modal usaha (X1), tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) secara bersama-sama berpengaruh sangat nyata terhadap variabel keberhasilan atau tingkat keuntungan industri kecil gula merah (Y).



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Kecil Gula Merah Di Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri… (60) - 9756people
Info Petani -
Analisis Pemasaran Blimbing Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar… (59)

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, dengan tujuan penelitian adalah sebagai berikut : (1) untuk mengetahui saluran pemasaran belimbing Karangsari, (2) untuk mengetahui besarnya marjin pemasaran Share harga, share biaya dan keuntungan antar lembaga yang terkait dengan pemasaran belimbing Karangsari.
Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan metode Survey, sedangkan teknik pengambilan sampel untuk petani dengan random sapling sedangkan untuk pelaku pemasaran dengan snowball sampling. Data yang diambil adalah data primer dan sekunder. Teknik analisis data dengan deskriptif, margin pemasaran dan analisis pasar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Berdasarkan analisis struktur pasar pemasaran blimbing di kelurahan Karangsari tidak efisien, (2) Berdasarkan analisis perilaku pasar pemasaran Belimbing Karangsari tidak efisien



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Pemasaran Blimbing Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar… (59) - 9756people
Info Petani -
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curahan jam Kerja Rumah Tangga Petani di Sektor Informal ( Studi di Ds Joketro Kec Parang Kab Magetan...(58)

Peranan sektor pertanian bagi kehidupan masyarakat di pedesaan sangat ditentukan oleh luas lahan pertanian merupakan faktor produksi utama dalam menyerap tenaga kerja dan sumber pendapatan petani, sehingga tinggi rendahnya penggunaan tenaga kerja dan pendapatan petani antara lain akan ditentukan oleh luas lahan pertanian yang digarap.
Bekerja tidak penuh dalam usaha tani sulit untuk dihindari walaupun lahan pertanian cukup luas, hal ini dikarenakan sifat usaha tani musiman yang selalu ada waktu luang untuk menunggu pekerjaan berikutnya. Namun pada usaha tani lahan sempit, terjadinya bekerja tidak penuh bukan saja karena menunggu pekerjaan yang diakibatkan oleh sifat musiman usaha tani, melainkan juga karena pengaruh luas lahan garapan. Usaha tani yang dengan lahan sempit, akan membatasi petani mencurahkan jam kerja dan memperoleh pendapatan.
Permasalahan yang dihadapi oleh rumah tangga petani di pedesaan dengan usaha tani lahan sempit ini perlu diatasi dengan mencari alternatif kesempatan kerja lain yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan tanpa meninggalkan usaha tani, misalnya pekerjaan di sektor informal. Alternatif ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di pedesaan, terutama di pedesaan yang memiliki lahan garapan sempit.
Kajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal dipandang penting, terutama untuk memperoleh gambaran mengenai besarnya peranan usaha di sektor informal dalam menyerap jam kerja dan meningkatkan pendapatan, yang dapat menjadi informasi bagi masyarakat pedesaan khususnya desa penelitian baik saat ini maupun masa yang akan datang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal; 2) Besarnya kontribusi pendapatan yang diperoleh di sektor informal terhadap total pendapatan keluarga petani.
Dengan mempelajari Variabel-variabel yangmempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal, diharapkan dapat membantu pemecahan masalah tentang bagaimana mendorong sektor informal agarmenjadi kegiatan yang intensif, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan rumag tangga.
Dengan melakukan kegiatan disektor informal, akan meningkatkan jam kerja dan pendapatan keluarga petani, sehingga dapat terlepas dari bekerja tidak penuh serta memperoleh pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Penelitian ini di lakukan di desa Joketro kecamatan parang Kabupaten Magetan. Penentuan lokasi penelitian ini di dasarkan dengan cara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan, bahwa sebagian besar penduduk desa ini mempunyai pekerjaan pokok sebagai petani, merupakan daerah yang sebagian besar lahan pertaniannya lahan persawahan, selain bekerja sebagai petani penduduk desa Joketro juga banyak bekerja sampingan karena di desa ini terdapat beberapa industri rumah tangga dan usaha informal lainnya.
Curahan jam kerja anggota rumah tangga petani selama periode analisis rata-rata berjumlah 1106,36 jam yang terdiri dari 433,4 jam di usahatani dan 672,96 jam di sektor informal. Banyaknya curahan jam kerja rumah tangga di sektor informal, karena banyak anggota keluarga yang terlibat pada berbagai kegiatan informal dibandingkan dengan kegiatan usahatani.
Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa banyak variabel umur kepala keluarga saja yang tidak berpengaruh nyata terhadap curahan jam kerja rumah tangga, karena sebagian besar umur responden di bawah 50 tahun (77,36%) sedangkan empat variabel lainnya signifikan mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani yaitu pendidikan kepala keluarga, luas lahan, jumlah anggota rumah tangga dan pendapatan di usahatani.
Total pendapatan rumah tangga petani selama periode analisis rata-rata Rp. 1.046.718,- yang terdiri dari pendapatan rumah tangga di sektor informal rata-rata Rp. 343.110,- (32,78%) dan pendapatan rumah tangga di usahatani rata-rata Rp. 703.608,- (67,22). Namun bila dilihatdari keadaan saat ini secara riel pendapatan dari usahatani yang diterima hanya sebesar Rp. 175.902,- per bulan.
Dengan demikian dapat di katakan bahwa peran dari pendapatan yang diperoleh dari kegiatan di sektor informal terdapat pendapatan rumah tangga petani adalah penting dan bukan lagi sebagai pendapatan tambahan, namun justru sebagai sumber pendapatan yang cukup besar, terutama bagi rumah tangga yang memiliki lahan sempit.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curahan jam Kerja Rumah Tangga Petani di Sektor Informal ( Studi di Ds Joketro Kec Parang Kab Magetan...(58) - 9756people
Info Petani -
Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi & Pendapatan Usahatani Padi (Studi di Kec Ngunut Kab Tulungagung )… (57)

Padi sebagai komoditas pangan utama mempunyai nilai strategis yang sangat tinggi, sehingga diperlukan adanya penanganan yang serius dalam upaya peningkatan produktivitasnya. Besarnya peranan pemerintah dalam pengelolaan komoditas pangan khususnya padi dapat dilihat mulai dari kegiatan pra-produksi seperti penyediaan bibit unggul, pupuk, obat-obatan, sarana irigasi, kredit produksi dan penguatan modal kelembagaan petani.
Usaha peningkatan produksi dan pendapatan usahatani padi tidak akan berhasil tanpa penggunaan teknologi baru baik dibidang teknis budidaya, benih, obat-obatan dan pemupukan. Salah satu teknologi baru di bidang pemupukan adalah diperkenalkannya pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi.
Penelitian ini didasarkan atas kenyataan adanya alternatif pilihan antara penggunaan pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi dan tanpa menggunakan pupuk Organik Bokashi (Non Bokashi). Dari kenyataan tersebut dirumuskan beberapa masalah pokok dalam penelitian ini yakni : (1) Apakah faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi padi, (2) Apakah tingkat produksi usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih tinggi daripada Non Bokashi, (3) Apakah penggunaan pupuk Organik Bokhasi dalam usahatani padi akan memberikan keuntungan yang lebih tinggi daripada Non Bokashi.
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang nyata (Signifikan) terhadap produksi, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah penggunaan pupuk Organik Bokashi akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi daripada Non Bokashi, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis besarnya Farm Gate Prices (FGP) yaitu biaya produksi per-unit (Product Unit Cost) usahatani padi dengan pupuk Organik Bokashi dan Non Bokashi. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak antara lain (1) Bagi petani padi penelitian ini bermanfaat untuk menentukan penggunaan pupuk organik yang menguntungkan sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan. (2) Bagi Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Tulungagung dapat digunakan sebagai pedoman dalam menentukan prioritas dan intensitas pembinaan pada petani. (3) Bagi peneliti-peneliti lanjutan, hasil penelitian ini merupakan informasi awal untuk mengembangkan penelitian lainnya dibidang pertanian.
Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dan berlebihan secara perlahan telah menyebabkan lahan sawah mengalami degradasi keseimbangan unsur hara termasuk kekurangan bahan organik, sehingga akan menurunkan kualitas dan produktifitas tanah. Oleh karena itu diperlukan alternatif untuk meningkatkan ketersediaan unsur–unsur hara termasuk bahan organik di dalam tanah, dengan memberikan tambahan pupuk organik dalam kegiatan usahatani. Penggunaan pupuk biofertilizer (Organik) telah banyak mendapatkan perhatian untuk budidaya tanaman padi, tetapi penggunaan yang secara efektif dan efisien dalam suatu rakitan teknologi belum banyak dilakukan. Dengan penggunaan pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi akan terjamin ketersediaan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman sehingga pertumbuhan dan produktifitas tanaman akan lebih baik.
Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut maka hipotesa yang diuji dalam penelitian ini adalah (1) Faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang nyata (Signifikan) terhadap produksi usahatani padi, (2) Tingkat produksi usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih besar daripada usahatani padi Non Bokashi, (3) Usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih menguntungkan daripada usahatani padi Non Bokashi.
Penelitian dilakukan dengan sengaja yaitu di Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung dimana Responden diambil dengan menggunakan metode Acak sederhana (Simple Random Sampling) sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik Observasi, wawancara dan pencatatan. Guna menguji hipotesa maka metode analisa data yang digunakan antara lain (1) Untuk menguji hipotesa satu dan dua dengan menggunakan Uji Regresi linier berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Sguare (OLS) dengan melihat nilai R2 , F – test dan t – test, (2) Untuk hipotesa tiga dianalisis dengan mencari nilai Farm Gate Price.
Dari hasil analisa data diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : (1) Pupuk Organik Bokashi berpengaruh secata nyata terhadap produksi usahatani yang dibuktikan dengan nilai t hitung 1,944 > t tabel 0,058, (2) Produksi usahatani padi dengan pupuk Organik Bokashi 6,6 ton / ha lebih besar dan berbeda nyata dengan produksi usahatani padi Non Bokhasi 5,7 ton / ha, hal ini dibuktikan oleh besarnya koefisien regresi variabel dummy = 0,269 dan menunjukkan perbedaan nyata pada tingkat kesalahan 1 %, (3) Pendapatan per hektar usahatani padi dengan Bokashi adalah Rp 2.450.510,- lebih besar daripada Non Bokashi Rp 1. 713.000,- dengan nilai Farm Gate Price Rp 980,- untuk penggunaan Bokashi dan Rp 1.050 untuk non Bokashi.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi & Pendapatan Usahatani Padi (Studi di Kec Ngunut Kab Tulungagung )… (57) - 9756people
Info Petani -
Strategi Menuju Pertanian Berkelanjutan Di Kab Tulungagung (Studi Pada Pertanian Tanaman Padi Bebas Pestisida Di Ds Tanggung Kec Campurdarat) … (55)

Penelitian ini dilakukan selama dua bulan yang dimulai tanggal 12 Maret sampai dengan 29 April 2003 dengan lokasi dim kecamatan Campurdarat kabupaten Tulungagung. Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk menganalisis perkembangan pertanian berkelanjutan di kabupaten Tulungagung, (2) untuk mementukan strategi menuju pertanian berkelanjutan di Kabupaten Tulungagung

Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan deskriptif dan metode survei (Survey Method) dengan menggunakan teknik pengambil sample yaitu secara acak sederhana (Simple Sandom Sample). Teknik pegambilan data dengan cara wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) perkembangan pertanian berkelanjutan berdasarkan realisasi areal tanaman padi intensifikasi di kabupaten Tulungagung adalah 28,171 hektar yang mengalami penurunan 79,29 persen, (2) strategi yang harus ditempuh dalam rangka menuju pertanian berkelanjutan di Kabupaten Tulungagung adalah strategi SO, yaitu strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi tersebut meliputi : (a) pengembangan motivasi petani, (b) peningkatan/perluasan pertanian bebas pestisida, (c) peningkatan kualitas penyuluh dan penyuluhan, (d) dukungan dana pembangunan untuk pembinaan pemanfaatan limbah pertanian, (e) pemanfaatan teknologi tepat guna, (f) pengembangan kesadaran masyarakat pada produk ramah lingkungan, (g) pemanfaatan bahan baku di sekitar.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Menuju Pertanian Berkelanjutan Di Kab Tulungagung (Studi Pada Pertanian Tanaman Padi Bebas Pestisida Di Ds Tanggung Kec Campurdarat) … (55) - 9756people
Info Petani -
Analisis Saluran Dan Marjin Pemasaran Brondong Jagung Di Perusahaan Sejo Agung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan … (56)

Penelitin ini dilakukan di kecamatan Panekan, kabupaten Magetan yang dilakukan mulai bulan desember 2002 sampai dengan bulan maret 2003. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui besarnya marjin pemasaran Brondong Jagung di Perusahaan Sejo Agung. (2) Mengetahui besarnya, share biaya dan keuntungan dari kegiatan Agroindustri Brondong Jagung di Perusahaan Sejo Agung. (3) Untuk mengetahui sistem saluran pemasaran yang diterapkan / dilakukan oleh perusahaan Sejo Agung dalam memasarkan produknya (brondong jagung ).
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara acak sederhana (random sampling). Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sistem saliran pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan Sejo Agung adalah 1) Pengrajin  Pengusaha  Pedagang pengecer  Konsumen dan 2) Pengrajin  Pengusaha ke konsumen dan 3) Pengusaha  Konsumen. (2) Besarnya nilai tambah dari petani jagung ke pedagang tengkulak sebesar Rp 500,-/kg dari tengkulak ke pengrajin Rp 650/Kg dan dari pengrajin ke pengusaha Rp 750,- (3) Besarnya marjin pemasaran dari petani samapi pengusaha sebesar Rp 1300,-/Kg, sedangkan dari pengrajin brondong ke konsumen sebesar Rp 1.500,-/Kg



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Saluran Dan Marjin Pemasaran Brondong Jagung Di Perusahaan Sejo Agung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan … (56) - 9756people
Info Petani -
Analisis Nilai Tambah Pemasaran Produk Ayam Pedaging Di Ex Karesidenan Madiun...(53)

Penelitin ini dilakukan di Ex Karesidenan Madiun yang dilakukan mulai tanggal 30 Mei 2003 selama 4 bulan. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengetahui perkembangan ayam pedaging di Ex Karesidenan Madiun. 2) Mengetahui distribusi saluran pemasaran di ex. Karesidenan Madiun. 3) Menganalisis adanya nilai tambah pemasaran produk ayam pedaging dan distribusinya.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara acak sederhana (random sampling). Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sistem saliran pemasaran yang dilakukan di ex karesidenan Madiun adalah 1) Peternak  Pedagang Pengumpul  Pedagang Besar Konsumen 2) Peternak  Pedagang PengecerPedagang Besar Penjual Karkas  Konsumen akhir, 3) Peternak  Pedagang Pengecer  Penjual Karkas  Konsumen akhir. (2) Besarnya nilai tambah dari pengumpul ke pedagang besar sebesar Rp 900,-/ekor dari pedagang besar ke Penjual Karkas Rp 1.650/ekor dan dari penjual karkas ke konsumen akhir Rp 4.375/ekor,-. (3) Besarnya marjin pemasaran dari peternak samapi konsumen akhir sebesar Rp 7.575,-/ekor.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Nilai Tambah Pemasaran Produk Ayam Pedaging Di Ex Karesidenan Madiun...(53) - 9756people
Info Petani -
Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman DIY … (54)

Penelitian dengan judul Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, bertujuan untuk mengetahui prospek pengembangan perdesaan berbasis agribisnis dan mengetahui faktor-faktor penghambat dan faktor-faktor pendorong baik secara internal maupun eksternal.
Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif evaluatif, yang dilakukan dengan cara studi kasus. Sampel ditarik secara random untuk menentukan populasi sampel responden diambil dari unsur stakeholders pelaku agribisnis. Data diambil dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, indepth dan forum group discusion. Metode analisa kwalitatif dengan alat SWOT untuk menentukan strategi yang dikaji dari kekuatan – kelemahan, peluang – ancaman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman peluang dan kekuatan memiliki nilai positif yang tinggi dibanding dengan kelemahan dan ancaman. Dengan demikian penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis memiliki prospek yang cukup baik karena didukung oleh faktor tarnsportasi, pariwisata, kesadaran dari potensi SDM dan injeksi dari luar.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan untuk meningkatkan jalinan kerjasama antar stakeholders guna membangun jaringan pelaku injeksi yang senantiasa mampu melahirkan KSP-KSP baru untuk meningkatkan PADS.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman DIY … (54) - 9756people
Info Petani -
Analisa Sosial Ekonomi Program Pengembangan Sapi Potong Dengan Sistem Gaduhan Di Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan …(52)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petani ternak penggaduh dalam menjalankan usaha taninya dan mengetahui pengaruh faktor–faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan peternak penggaduh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi Pemerintah sebagai bahan penentu kebijakan dalam melaksanakan pola kerja sama dengan petani ternak penggaduh sapi potong Kereman.
Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) sebagak 45 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisa secara Regresi Korelasi dengan dilakukan pengujian Koefisien Korelasi serta uji terhadap Koefisien garis Regresi dengan bantuan analisis berganda yang terdapat pada program SPSS for Windows.
Faktor – faktor sosial ekonomi yang terdiri dari tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga dan terhadap pendapatan peternak berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan peternak sapi potong, sehingga peningkatan faktor sosial ekonomi tersebut akan langsung berpengaruh terhadap pendapatan peternak. Dari hasil analisis statistik didapatkan model regresi Y = 206588,35 + 41000,546X1 +84985,772X2 + 21296,774X3 dengan angka signifikan untuk seluruh variabel independent yang dimasukkan dibawah 0,05. Oleh karena itu ketiga variabel tersebut secara bersama – sama berpengaruh terhadap dependent variabel yaitu pendapatan peternak, sehingga untuk memprediksi besarnya pendapatan peternak dapat menggunakan model Regresi tersebut.
Hasil studi ini menyarankan untuk meningkatkan pendapatan peternak sapi Kereman sistem gaduhan, maka faktor-faktor sosial ekonomi yang melekat pada diri peternak juga harus ditingkatkan. Perlu adanya penyuluhan tentang usaha sapi potong Kereman beserta demonstrasi plot (Demplot) guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak sehingga transfer teknologi dapat diserap langsung khususnya oleh peternak yang kurang berpengalaman.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisa Sosial Ekonomi Program Pengembangan Sapi Potong Dengan Sistem Gaduhan Di Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan …(52) - 9756people
Info Petani -
Faktor-Faktor Keberhasilan Proyek Pidra Dalam Bidang Sosial Ekonomi Masyarakat Pedesaan Di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar …(51)

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang sosial ekonomi masyarakat pedesaan di kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. 2) Untuk mengetahui variable bebas mana yang dominan mempengaruhi keberhasilan Proyek PIDRA dalam bidang sosial ekonomi masyarakat pedesaan di kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara stratified random sampling. Teknik pengambilan data yaitu dengan angket, wawancara, survei dan dokumenter. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Variabel predictor yang terdiri dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten Blitar. Analisis regresi linier yang digunakan menunjukkan bahwa indikator - indikator dari variabel predictor ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten Blitar. 2) Kontribusi dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan menunjukkan bahwa 66.1% mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan memberi arti penting bagi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten Blitar. 3) Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten Blitar dipengaruhi oleh hal-hal yang berkaitan dengan Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan . Hasil kontribusi variabel predictor terhadap keberhasilan proyek sebesar 66.1% hal ini menunjukkan bahwa masih ada faktor lain disamping faktor tersebut diatas yang mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten Blitar.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Faktor-Faktor Keberhasilan Proyek Pidra Dalam Bidang Sosial Ekonomi Masyarakat Pedesaan Di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar …(51) - 9756people
Info Petani -
“Analisa Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Agroindustri Bakpao Telo di Home Industri LESTARI Malang”…(50)

Komoditi pertanian pada umumnya dihasilkan sebagai bahan mentah dan mudah rusak, sehingga perlu langsung dikonsumsi atau diolah terlebih dahulu. Proses pengolahan ini dapat meningkatkan guna bentuk komoditi-komoditi pertanian. Dalam menciptakan guna bentuk ini dibutuhkan biaya pengolahan. Kesediaan konsumen membayar harga output agroindustri pada harga yang relatif tinggi merupakan insentif bagi perusahaan-perusahaan pengolahan untuk menghasilkan output agroindustri. Salah satu konsep yang sering digunakan untuk membahas pengolahan hasil pertanian ini adalah nilai tambah.
Usaha-usaha pengembangan pertanian yang mengarah pada kegiatan agroindustri pertanian yaitu pengolahan hasil pertanian menjadi bahan makanan meliputi usaha yang mengolah bahan baku pertanian menjadi komoditi yang secara ekonomis memberikan nilai tambah yang cukup tinggi seperti pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo misalnya. Bakpao telo merupakan suatu bentuk pengolahan dari ubi jalar yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ubi jalar.
Untuk meningkatkan konsumsi ubi jalar di Indonesia, penganekaragaman pengolahan ubi jalar kiranya masih perlu ditingkatkan. Home industri “LESTARI” adalah salah satu usaha agroindustri yang bergerak dalam pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo, dimana hasil pengolahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dari ubi jalar itu sendiri dan menunjukkan bahwa industri pengolahan ubi jalar tersebut layak untuk diusahakan.
Permasalahan penelitian ini antara lain apakah pengembangan agroindustri bakpao telo di Home Industri “Lestari” sudah layak secara finansial, dan seberapa besar nilai tambah yang tercipta dari pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan bakpao telo, mengetahui besarnya nilai tambah yang tercipta dari pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo, dan mengetahui kelayakan usaha bakpao telo.
Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja, yaitu di home industri “Lestari” Malang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode wawancara, observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari perpustakaan dan instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian ini serta hasil penelitian terdahulu.
Metode analisa data yang digunakan adalah analisa kuantitatif yang meliputi analisa biaya dan pendapatan, analisa efisiensi usaha, analisa nilai tambah, dan analisa kelayakan usaha.
Dari penerimaan selama 1 bulan (Rp. 14.400.000,-) dikurangi dengan total biaya yang dikeluarkan selama 24x proses produksi (Rp.5.783.083,-) maka akan didapatkan keuntungan usaha sebesar Rp. 8.616.917,-. Dilihat dari skala industri yang tergolong industri rumah tangga (kecil), maka dapat dikatakan bahwa usaha bakpao telo “Lestari” sangat menguntungkan.
Hasil perbandingan total revenue dan total cost ( R/C Ratio ) sebesar 2,59 ( >1), yang berarti bahwa usaha pembuatan bakpau telo “Lestari” efisien.
Nilai tambah yang tercipta pada pengolahan ubi jalar menjadi bakapo telo adalah sebesar Rp. 3.051, dengan imbalan tenaga kerja Rp. 1.358,- dan keuntungan sebesar Rp. 1.693,- dalam tiap satu kali proses produksi.
Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha di home industri “Lestari” selama 23 triwulan menunjukkan bahwa usaha pengolahan bakpao telo layak untuk dikembangkan, hal ini dibuktikan dengan nilai NPV sebesar Rp. 251.256.483, IRR 32,008%, dan Net B/C Ratio 5,6 pada suku tingkat bunga 17% dan waktu pengembalian biaya investasi pada triwulan ke-2.
Dengan demikian, dilihat dari seluruh hasil analisis data dapat dikatakan bahwa home industri “Lestari” layak untuk tetap dikembangkan.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: “Analisa Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Agroindustri Bakpao Telo di Home Industri LESTARI Malang”…(50) - 9756people
Info Petani -
Strategi Pengembangan Tanaman Mindi (Melia azedarach L.) dengan Pola Agribisnis Hutan Rakyat , Studi di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan…(49)

Tanaman Mindi (Melia azedarach L.) yang tumbuh liar di lahan tegal dan pekarangan, dan ada yang sengaja ditanam tetapi tidak dipelihara secara intensif, banyak dijumpai di wilayah Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Sebagai komoditas yang mempunyai produk (kayu) bernilai ekonomis cukup tinggi dapat menambah pendapatan keluarga petani lahan kering. Permintaan kayu Mindi sebagai bahan baku industri semakin meningkat setiap saat. Tantangan bagi pelaku pasar kayu Mindi yaitu ketersediaan kayu Mindi secara kontinyu, mengingat budidaya tanaman Mindi belum dilakukan secara intensif.
Untuk mengembangkan tanaman Mindi dengan pola agribisnis Hutan Rakyat, perlu diidentifikasi permasalahan yang ada, baik faktor internal maupun eksternal, yang mempunyai pengaruh positif maupun negatif, sehingga dapat ditentukan strategi yang tepat untuk pengembangan budidaya tanaman Mindi secara intensif yang berwawasan agribisnis dan kelestarian sumberdaya alam (hutan, tanah dan air). Beberapa faktor strategis dalam budidaya tanaman Mindi antara lain : sumberdaya alam, sumberdaya manusia, modal, teknologi, produksi, manajemen usaha dan pemasaran. Masing-masing faktor mempunyai variabel yang berpengaruh positif maupun negatif terhadap pengembangan budidaya tanaman Mindi.
Dari hasil penelitian ini, dengan menggunakan Analisis SWOT dapat diketahui bahwa faktor kekuatan dan peluang mempunyai pengaruh lebih besar dibanding faktor kelemahan dan ancaman, sehingga strategi yang tepat untuk diterapkan dalam pengembangan budidaya tanaman Mindi di Kecamatan Panekan adalah Strategi Agresif (growth oriented strategy) yaitu memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, dengan kegiatan-kegiatan antara lain :
• Memanfaatkan potensi lahan untuk pengembangan areal penanaman Mindi dengan usahatani Hutan Rakyat.
• Menjaga kualitas kayu Mindi untuk mempertahankan kontinuitasa permintaan pasar.
• Mengembangkan manfaat dan kualitas kayu Mindi dengan mengoptimalkan manfaat industri penggergajian kayu.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Strategi Pengembangan Tanaman Mindi (Melia azedarach L.) dengan Pola Agribisnis Hutan Rakyat , Studi di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan…(49) - 9756people
Info Petani -
Analisis Usahatani Padi Pada Saluran Pemasaran Yang Melalui KUD dan Non KUD (Studi Kasus di Ds Triwungan, Kec Kotaanyar, Kab Probolinggo)…(48)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi usahatani padi dari petani yang menjual melalui KUD dan non KUD, untuk, untuk mengetahui berapa persentase petani menjual gabah melalui KUD dan non KUD, untuk mengetahui saluran pemasaran gabah petani dan untuk mengetahui alasan petani menjual gabah melalui KUD dan non KUD.
Penelitian dilakukan di Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo yang dilakukan secara sengaja (purposive) atas dasar pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah yang mempunyai koperasi (KUD) yang masih aktif di Kabupaten Probolinggo. Data berupa data primer dan sekunder. Saluran pemasaran menggunakan metode “Snow Ball Sampling”, sehingga didapatkan sampel sebanyak 41 orang.
Metode analisa data yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan: 1)Analisa Biaya, 2. Analisis Efisiensi usahatani, 3.Analisis Pengujian Hipotesis
Dari hasil penelitian, didapatkan:
1. Saluran pemasaran gabah melalui non KUD lebih efisien dibandingkan dengan saluran pemasaran melalui KUD, dengan nilai efisiensi masing-masing sebesar 1,5 dan 1.
2. Persentase petani yang menjual gabah melalui non KUD hanya menjual sebagian dari gabahnya dan petani yang menjual gabah melalui KUD menjual seluruh gabahnya.
3. Didapat dua saluran pemasaran yaitu:
• Melalui KUD: Petani KUDDologPengecer Konsumen
• Melalui non KUD: Petani Ped. Pengumpul Ped. Besar Pengecer Konsumen
Petani Tengkulak KUD DOLOGPengecer Konsumen
4. Petani menjual gabah melalui KUD karena keterjaminan harga yang telah ditetapkan oleh pihak KUD dan pembayaran yang dilakukan KUD dibayar secara kontan pada saat itu terjadi transaksi tersebut, dan petani menjual gabah melalui non KUD karena keuntungan serta kemudahan dalam menemukan pembeli, kepraktisan, kecepatan dalam menjual hasil produksi karena sebagian petani mempunyai pekerjaan diluar sektor pertanian, walaupun pembayaran yang dilakukan oleh pembeli (non KUD) tidak dilakukan secara kontan



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Usahatani Padi Pada Saluran Pemasaran Yang Melalui KUD dan Non KUD (Studi Kasus di Ds Triwungan, Kec Kotaanyar, Kab Probolinggo)…(48) - 9756people
Info Petani -
Analisis Kelayakan Dan Sensitivitas Usaha Tani Komoditas Manggis… (47)

Sejalan dengan diterapkan sistem otonomi daerah yang kebijaksanaannya ada dalam tingkat Kabupaten masing-masing, maka setiap daerah harus mampu menciptakan dan menemukan komoditas yang layak untuk diusahakan dan memberi keuntungan yang besar baik untuk petani sendiri maupun pemasukan untuk uang daerah. Pada intinya pewilayahan komoditi pertanian membatasi upaya pengembangan suatu komoditi pertanian, pada wilayah yang memiliki kelayakan agro-ekologis, kelayakan agro-ekonomi, kelayakan agro-sosial, kelayakan agro-teknologi serta ekstabilitas wilayah yang memadai.
Manggis merupakan salah satu tanaman buah tropis yang banyak digemari oleh masyarakat umum. upaya yang dilakukan untuk pemberdayaan sektor pertanian yang mandiri, khususnya komoditas manggis melalui pemantapan peningkatan produksi dan pengembangan komoditas menjadi besar. Selain itu usaha tani manggis diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar baik pasar di dalam negeri maupun diluar negeri, disamping itu juga meningkatkan pendapatan petani manggis itu sendiri. Tujuan dari penelitiaan ini adalah Menganalisis biaya, penerimaan, kelayakan dan sensitivitas komoditas manggis.
Alat analisis yang digunakan dalam peneletian ini adalah analisa biaya dan penerimaan, analisa evaluasi proyek(NPV, IRR, Net B/C), Sensitivitas. Analisis NPV, IRR, dan Net B/C merupakan tiga alat analisis yang menunjukkan kelayakan usaha, analisis sensitivitas untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan dan perbaikaan usaha tani manggis di masa depan sebagai dampak dari perubahan-perubahan variable seperti biaya dan penerimaan.
Dari hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan usaha tani manggis selama 28 tahun seluas 1 ha diperoleh total penerimaan sebesar Rp 538.407.000, biaya total yang dikeluarkan, sebesar Rp 63.650.720, keuntungannya sebesar Rp 474.450.440. Dilihat dari hasil analisis evaluasi proyek, usaha tani manggis di kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang layak untuk diusahakan, ditunjukkan hasil perhitungan NPV = Rp 7.169.709, Net B/C =1,619 dan IRR =18,4% yang menunjukkan nilai lebih dari satu satuan yang merupakan kriteria penentuan keputusan. Dari hasil analisa sensitivitas atas biaya diperoleh 51,68% dan atas produksi 10% diperoleh nilai sensitivitas 34,07%, diantara dua variabel tersebut yang paling sensitif yaitu pada perubahan produksi, mengingat usaha tani manggis ini tidak mendapat pemeliharaan yang intensif, sehingga masa yang akan datang perlua adanya pemeliharaan yang intensif untuk meningkatkan produksi yang menyebabkan peningkatan penerimaan secara maksimal.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisis Kelayakan Dan Sensitivitas Usaha Tani Komoditas Manggis… (47) - 9756people
Info Petani -
Evaluasi pengembalian kredit usaha tani (KUT) tahun pengadaan 1998-1999 dari petani ke executing agent dilakukan di Kabupaten Kediri…(46)

Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui tingkat keberhasilan petani dalam pengembalian Kredit Usaha Tani, (KUT), Untuk mengetahui tingkat keberhasilan Kredit Usaha Tani (KUT) terhadap peningkatan pendapatan petani, dan Untuk mengetahui tingkat keberhasilan model penyaluran Kredit Usaha Tani (KUT) vang dilakukan oleh lembaga Executing.
Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan alasan Kecarnatan Plemahan merupakan Kecamatan yang paling besar di nilai dari -kredit yang tersalur, jumlah petani peserta serta, lembaga executing yang melayani sengaja (purposive). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) sebanyak 48 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisa Analisa diskriptif yaitu penggambaran karakteristik petani peserta KUT yang mengusahakan usahatani seperti yang dijelaskan dalam teknik pengumpulan data, R/C Ratio yaitu untuk mengetahui imbangan antara penerimaan dengan. biaya yang digunakan untuk usaha tani tanaman pangan serta BC Ratio yaitu untuk mengetahui Imbangan tambahan biaya akibat penggunaan kredit usaha tani dengan tambahan penerimaan akibat penggunaan Kredit Usaha Tani.
Dari hasil analisa disimpulkan bahwa keberhasilan petani dalam mengembalikan kredit usaha tani ke lembaga Executing Agen sebesar 36%, Keberhasilan petani dihitung dari analisis usaha tani masih dapat dilanjutkan dalam usaha taninya, dan tingkat keberhasilan model penyaluran kredit usaha tani dari executing agen ke petani sebesar 69,06 %
Hasil studi ini menyarankan, Untuk meningkatkan pendapatan petani, maka faktor-faktor eksternal yang terkait dengan modal perlu dipertimbangkan dalam pemberian kredit sesuai dengan kebutuhan, untuk keberhasilan petani dalam meningkatkan pendapatan usahanya maka perlu diadakan sosialisasi tentang perlunya tanggung jawab terhadap pengembalian kredit dan Bagi kreditor perlu ditinjau ulang tentang petani-petani yang memiliki kredibilitas tinggi dan petani yang serius dalam menangani usaha tani



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Evaluasi pengembalian kredit usaha tani (KUT) tahun pengadaan 1998-1999 dari petani ke executing agent dilakukan di Kabupaten Kediri…(46) - 9756people
Info Petani -
Analisi Strategi Bisnis Perusahaan Daerah Perkebunan Margomulyo Di Kabupaten Kediri…(45)

Strategi Bisnis Perusahaan merupakan salah satu factor yang sangat penting bagi Perusahaan. Membuat Strategi Bisnis Perusahaan dapat dipergunakan sebagai acuan dalam rangka mencapai tujuan dan juga memungkingkan pimpinan Perusahaan mengukur bagaimana Bisnis yang dilakukan dalam menciptakan nilai dengan tetap mempertimbangkan kepentingan-kepentingan pada masa yang akan datang.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala yang dihadapi Perusahaan Daerah Perkebunan Margomulyo dalam menjalankan usahanya dan untuk menganalisis Strategi Bisnis yang harus dilakukan Perusahaan Daerah Perkebunan Margomulyo di Kabupaten Kediri.
Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian Deskriptif, tehnik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dengan sisstim Checlist, dan dukumentasi. Analisis kualitatif dengan alat analisis SWOT, yaitu indentifikasi berbagai factor lingkungan Perusahaan/organisasi secara sistimatis untuk merumuskan sutau strategi, dengan dasar pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang (Opportunities) namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan acaman (Treats).
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa usaha yang dilakukan Perusahaan Daerah Perkebunan Margomulyo pada kenyataanya dihadapkan pada persoalan kelemahan yaitu : (1) Kualitas SDM karyawan rendah, (2) Rendahnya produktivitas lahan yang berakibat pada rendahnya produktivitas tanaman, (3) Terbatasnya jangkauan pasar dari produk-produk yang dihasilkan Perusahaan Daerah Margomulyo, dan sesuai analisis yang telah dilakukan strategi yang harus ditempuh adalah Strategi SO, yaitu : Menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan jalan (1) Peningkatan pemanfaatan Teknologi Alsintan, (2) Pemanfaatan Bunga Bank, (3) Pemanfaatan Kebijaksanaan Pemerintah, (4) Melkukan Optimalaisasi lahan, (5) Melaksanakan Kemitraan.



Rating: 5 Reviewer: Info Petani - ItemReviewed: Analisi Strategi Bisnis Perusahaan Daerah Perkebunan Margomulyo Di Kabupaten Kediri…(45) - 9756people
Info Petani -
728x90 , banner , kackdir , space iklan space banner
 
5 Info Petani © 2012 Design Themes By Blog Davit